
'Sial! Pemuda ini ternyata sedari awal hanya bermain-main saja!' umpat dalam hati salah satu kultivator Ranah Kaisar Akhir Klan Xueren. Dia kini menjedi sangat kewalahan menghadapi cepatnya permainan pedang Ling Tian.
Trank! Trank!
Suara dentingan pedang Ling Tian dan tongkat tongkat emas milik orang-orang dari Klan Xueren terus terdengar memekakan telinga. Bersamaan dengan itu ledakan energi Qi yang menyebar ke segala arah yang membentuk sebuah bilah angin setajam bisa membuat mereka harus melapisi tubuh mereka dengan Qi juga.
Hal itu cukup membuat orang-orang dari Klan Xueren percaya diri untuk tidak bisa mengalahkan Ling Tian karena keterbatasan energi Qi dalam tubuhnya. Atau bisa dikatakan bahwa mereka sedang berusaha untuk mengulur waktu sampai dengan akhirnya Ling Tian kehabisan energi Qi.
Namun siapa yang menduga bahwa pemuda bertopeng separuh wajah itu memiliki energi Qi yang sangat banyak dan mampu menggunakannya dengan sangat baik sehingga dia tidak akan pernah sampai kehabisannya sebelum akhirnya mengalahkan semua musuh-musuhnya.
Seperti halnya yang terjadi saat ini. Ling Tian yang sudah mempercepat ritme permainan pedangnya langsung membuat orang-orang dari Klan Xueren kewalahan dan merasa frustasi. Andai saja mereka mengetahui bahwa kekuatan Ling Tian saat ini sudah berada di atas Ranah Kaisar dan memiliki teknik berpegang yang lebih mengerikan daripada teknik pedang yang saat ini sedang dia lakukan, maka mereka pasti akan memilih untuk kabur dan tidak membuat masalah dengan pemuda bertopeng separuh wajah.
Salah seorang dari Klan Xueren yang memiliki kultivasi Ranah Kaisar Akhir tiba-tiba saja muncul di belakang Ling Tian dan mengayunkan tongkatnya dengan sangat cepat. Seringai tipis langsung muncul pada sudut bibirnya karena dia beranggapan bahwa pemuda bertopeng separuh wajah itu tidak akan pernah bisa menghindari lagi akan ayunan tongkatnya.
Dia yakin bahwa kepala pemuda itu akan hancur dihantam tongkat emas di tangannya. Namun siapa yang menyangka bahwa tiba-tiba pemuda bertopeng separuh wajah itu memutar badannya lalu menepis ayunan tongkat itu dengan pedang pusaka tingkat merah di tangannya lalu menggerakkan kakinya dengan kecepatan tinggi dan berhasil mendarat dengan telak di perut cultivator tersebut.
Buak!
Boommm...
Secara reflek orang-orang dari Klan Xueren menjaga jarak dengan Ling Tian saat salah satu di antara mereka terkena serangan telak.
"Hehehe.. Kau mengira aku akan lengah bukan? Kau sungguh salah perhitungan!" ucap Ling Tian sambil tersenyum menyeringai.
Dia lalu bergerak kembali dengan kecepatan tinggi menuju ke arah para kultivator yang memiliki kultivasi rendah dan membabat tubuh serta leher mereka dengan ganasnya.
__ADS_1
Srakk! Srakk! Srakk!
"Hentikan pemuda gila itu!" teriak satu-satunya kultivator wanita dari Klan Xueren saat melihat pemuda bertopeng separuh wajah begitu ganas membantai anggota klannya, sementara posisi pemuda itu dengan dirinya sangatlah jauh dan tidak mungkin dapat bergerak untuk menghentikannya.
Para anggota Klan Xueren yang memiliki kultivasi rendah yang sedang didekati oleh Ling Tian menjadi sangat frustrasi akan hal tersebut. Mereka tidak akan pernah mungkin dapat menghalau setiap serangannya atau bisa dipastikan nyawa mereka akan melayang saat pedang dari pemuda bertopeng separuh wajah itu mendatangi mereka.
Hanya dalam waktu singkat saja Ling Tian sudah berhasil menghabisi 70 kultivator Klan Xueren dari 120 kultivator yang memiliki kultivasi rendah. Dia ingin melanjutkan lagi aksinya namun tiba-tiba salah satu dari kultivator yang memiliki ranah kultivasi tinggi menghadangnya dan tidak membiarkan dirinya meneruskan lagi aksi pembantaian tersebut.
"Manusia keparat!" teriak kultivator itu dengan amarah yang meledak lalu menyerang Ling Tian dengan sangat ganas menggunakan tongkat emas di tangannya.
Dengan senyuman mengejek, Ling Tian pun menyambut setiap serangan kultivator itu dengan tenang.
Trank! Tring! Tring!
"Matilah kau bangs*t!" teriak kultivator dari Klan Xueren sambil mengayunkan tongkat emasnya ke arah Ling Tian dengan sekuat tenaganya.
Bhuusshh...
Suara benturan dua senjata yang disertai dengan ledakan energi yang menyebar ke segala arah segera terjadi. Namun yang membuat orang-orang dari Klan Xueren itu terkejut adalah pemuda bertopeng separuh wajah itu berhasil membuat kawanan mereka terpental jauh dan terluka dengan parah.
"Lumayan!" ucap Ling Tian sambil tersenyum lalu kembali bergerak untuk menyerang lagi.
Rasa percaya diri akan kemenangan orang-orang dari Klan Xueren itu sedikit demi sedikit mulai menghilang dari hati mereka. Mereka merasa kultivator manusia yang menjadi lawan mereka ini terlalu kuat. Mereka bahkan belum melihat elemen yang dimiliki pemuda bertopeng separuh wajah itu dikeluarkan saat bertarung.
Itu menandakan bahwa pemuda bertopeng separuh wajah yang menjadi lawan mereka masihlah mempermainkan mereka meskipun orang-orang di antara mereka sudah banyak yang mulai terbantai.
__ADS_1
Pergerakan Ling Tian kali ini menjadi sangat cepat berkali-kali lipat lagi dari sebelumnya karena dia telah menggunakan elemen bayangan untuk menggandakannya sekaligus membuat mereka bingung dengan ketiadaan aura yang dimilikinya.
"Sial! Dia tidak mengeluarkan aura sedikitpun! Dia bukan manusia! Dia pasti dewa yang menyamar!" ucap salah satu kultivator dari Klan Xueren yang memberikan spekulasinya.
Teman-temannya yang mendengarkan teriakan kultivator tersebut juga mulai merasakan kebenaran akan hal itu. Mereka mulai berdiskusi dalam pikirannya menggunakan telepati dan berniat untuk meninggalkan pertempuran serta melupakan tujuan mereka semua datang ke tempat ini.
"Kalian ingin kabur? Aku tidak akan pernah membiarkannya!" ucap Ling Tian dengan seringnya tipis yang terpancar dari sudut bibir. Dia kemudian terbang melayang di atas langit lalu membuat segel di tangannya dengan kecepatan yang sangat mengerikan.
Zhuuung!
Sebuah formasi array langsung terbentuk dari gerakan-gerakan segel tangan yang membuat orang-orang dari Klan Xueren itu membelalakkan mata mereka.
"Sial! Dia adalah ahli mantra formasi!" ucap salah satu kultivator yang mengeluh dan tidak menyangka bahwa rencana mereka telah diketahui oleh pemuda pada topeng separuh wajah itu.
Saat ini mau tidak mau mereka harus bertarung sampai mati untuk dapat keluar dari formasi array yang mengurung mereka.
"Kalian yang memiliki kultivasi Ranah Raja dan Ranah Kaisar Awal tetaplah berada di belakang kami dan berikan bantuan dengan jarak jauh! Sementara yang yang diatasnya, ayo kita serang bersama-sama dewa yang menyamar itu!" seru salah satu kultivator Klan Xueren yang memiliki kultivasi Ranah Kaisar Akhir memberikan arahannya.
"Baik Tetua!" jawab kultivator Ranah Raja dan Ranah Kaisar Awal dengan serentak.
Mereka pun langsung bergerak sesuai dengan arahan dan mulai membuat formasi penyerangan untuk menaklukkan pemuda bertopeng separuh wajah yang mereka yakini sebagai dewa yang sedang menyamar.
Ling Tian turun dari atas langit dengan santai sembari seringnya tipis terpancar dari sudut bibirnya saat menatap orang-orang dari Klan Xueren yang kembali membuat sebuah formasi penyerangan setelah mereka dibuat kocar-kacir sebelumnya.
Tap!
__ADS_1
"Hehehe.. Klan Dewa memanglah sesuatu yang sangat mengagumkan!" ucap Ling Tian yang dengan tulus memuji orang-orang dari Klan Xueren saat setelah dia sudah mendarat diatas tanah dengan sempurna.