Ling Tian

Ling Tian
Daratan Barat 4


__ADS_3

***


Mao An dibawa oleh manajer penginapan langit mendung menuju ke tempat para perampok itu yang sedang bersiap-siap untuk menyerang Desa Baili. Sebenarnya manajer penginapan itu sangatlah takut jika kematian datang menghampirinya. Namun mengingat kembali kekuatan yang dimiliki oleh kucing hitam yang saat ini sedang tiduran dengan malas di atas pundaknya, dia membulatkan tekadnya untuk tidak takut.


Sesampainya di tempat persiapan para perampok yang akan menyerang, manajer penginapan langit mendung langsung mendapatkan tatapan tajam dari para perampok itu. Mereka semua tidak menyangka bahwa akan ada seseorang yang berani mendatangi tempat mereka.


"Siapa kau tua bangka?" tanya salah satu perampok yang berwajah garang dan memiliki bekas luka tebasan di pipinya.


"Malaikat mautmu!" Mao An justru yang menjawabnya sembari melompat dari pundak manajer penginapan langit mendung dan membuat gerakan seperti seekor kucing yang sedang mencakar.


Swoosshh...


Sebuah cakar harimau raksasa dengan balutan api hitam yang mengerikan melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke arah pria berwajah garang itu.


"Oh, tidak!" ujar pria berwajah terang sembari bergerak dengan kecepatan tertingginya untuk menghindari cakar harimau raksasa itu.


Boommm...


Ledakan dahsyat segera terjadi mengguncang tempat itu dan menghancurkan apapun yang dilewati oleh cakar hitam berselimut api itu. Seketika para perampok itu terkejut dan lari kocar-kacir karena merasa bahwa kucing kecil yang dibawa oleh pria tua itu bukanlah kucing sembarangan alias seekor monster yang berkamuflase.


"Ingin lari dariku? Mustahil!" seru Mao An lalu menghilang dari tempatnya melayang.


Zheep! Zheep! Srak!


"Aakkhh.."


Srak! Srak!

__ADS_1


"Aakkhh.." "Aaaakkhh.."


Seketika teriakan memilukan segera terdengar dari pembantaian sepihak yang dilakukan oleh Mao An alias si kucing hitam mungil yang tampak imut dan menggemaskan. Mao An menghilang dan muncul kembali dengan mengayunkan tangannya dan seketika itu pula dia telah membunuh satu sampai tiga orang dari para perampok.


Hanya butuh waktu sekitar 10 menit saja baginya untuk membantai sekitar 500 orang yang akan menjarah Desa Baili. Sang manajer penginapan langit mendung yang melihat itu seluruh tubuhnya pun langsung bergidik ngeri.


Dia sangat tidak menyangka bahwa kucing itu sangatlah kejam dan sadis. Kucing kecil berwarna hitam itu bahkan tidak menyisakan satu orang pun dari para perampok itu. Sang manajer sangat bersyukur bahwa dia sebelumnya tidak membuat kucing hitam atau pemuda bertopeng separuh wajah yang datang bersama dengan kucing hitam itu tersinggung.


Selesai dengan aksi pembantaiannya, Mao An langsung mengajak sang manajer penginapan langit mendung untuk mendatangi tempat lainnya dari para perampok itu yang dikatakan sebelumnya oleh para kultivator yang ada di depan pintu gerbang masuk desa 'mereka akan menyerang dari empat sisi'.


Tuan Ji atau manajer penginapan langit mendung hanya bisa menganggukkan kepala dan tidak berani menolak permintaan dari si monster kucing hitam yang berkamuflase itu. Dia langsung membawanya menuju ke tempat persiapan para perampok itu dan adegan yang sama seperti sebelumnya akhirnya terjadi kembali.


1 jam waktu yang dibutuhkan oleh Mao An dan manajer penginapan langit mendung untuk menyelesaikan perkara itu. Setelah semuanya selesai dan tidak ada satupun dari para perampok yang berada di empat sisi itu yang hidup, mereka berdua pun akhirnya kembali ke dalam Desa Baili tanpa ada yang kurang sedikitpun.


Justru sang manajer penginapan langit mendung mendapatkan banyak sekali jarahan dari para perampok yang telah dibantai oleh Mao An. Hal itu karena Mao An sama sekali tidak tertarik dengan harya yang dimiliki oleh mereka-mereka yang dia bantai.


Para kultivator yang sedang bersiap-siap untuk menyambut kedatangan dari para perampok yaitu terdiam membisu saat melihat kedatangan dari manajer penginapan langit mendung dengan seekor kucing yang tiduran dengan malas di atas pundaknya.


Tidak ada satupun di antara mereka yang berani bertanya kepada sang manajer penginapan karena takut jika sampai menyinggung dari kucing kecil imut yang ada di pundaknya itu.


"Kalian kubur atau bakarlah para mayat perampok itu! Aku akan kembali dulu ke penginapanku!" ucap tuan Ji atau manajer penginapan langit mendung sembari terus berjalan melewati mereka yang membuat semua kultivator itu membuka tutup mulutnya lebar-lebar.


Setelah itu, mereka pun langsung bergegas mendatangi tempat para perampok untuk memastikan kebenaran yang dikatakan oleh tuan Ji atau sama manager dari penginapan langit mendung.


***


"Bagaimana? Apakah sudah selesai semuanya?" tanya Ling Tian kepada sang manajer penginapan langit mendung dan juga Mao An telah kembali.

__ADS_1


"Beres!" jawab Mao An singkat lalu melompat dari atas pundak tuan Ji menuju ke atas meja di depan Ling Tian dan langsung melahap makanan yang ada.


"T-terima kasih Tuan Muda dan Tuan kucing," ucap sang manajer penginapan sembari membungkukkan badan dan menangkupkan kedua tangannya.


"Lupakan saja! Sudah merupakan kewajiban setiap kultivator yang memiliki kemampuan untuk membantu saudara mereka yang lebih lemah darinya!" ujar Ling Tian sembari tersenyum hangat kepada pria paruh baya itu.


"Oiya, setelah ini mungkin aku dan saudaraku akan langsung pergi meninggalkan desa tanpa menginap terlebih dahulu di tempat tuan ini!" ujarnya lagi yang membuat manajer penginapan itu mengerutkan keningnya.


"Mengapa Tuan Muda? Bukankah alangkah lebih baiknya Tuan Muda dan Tuan kucing beristirahat terlebih dahulu?" tanya sang manajer keheranan.


"Itu karena aku yakin tidak akan lama lagi penginapan ini akan dibanjiri oleh orang-orang itu." giliran Mao An yang menjawabnya.


Manajer penginapan itu pun akhirnya menganggukkan kepala dan mengerti. Dia tidak akan memaksa kepada pemuda bertopeng separuh wajah dan juga kucing hitamnya untuk tinggal lebih lama lagi di penginapan miliknya ini.


Setelah Mao An menyelesaikan acara makan-makannya, Ling Tian pun pamit undur diri kepada sang manajer untuk meninggalkan penginapannya sekarang juga. Sang manajer hanya menganggukkan kepala dan menangkupkan kedua tangannya untuk memberikan penghormatan kepada Ling Tian dan Mao An karena telah menyelamatkan desa tempat tinggalnya beserta seluruh keluarga dan kerabatnya.


Zheep!


Ling Tian langsung menghilang seolah bersatu dengan udara tipis meninggalkan tempat duduknya dan muncul kembali sekitar 1 km dari desa Baili.


"Bagaimana menurutmu mengenai daratan barat ini, saudaraku?" tanya Ling Tian kepada Mao An sambil terus melesat pergi meninggalkan desa.


"Sangat kacau! Karena ketiadaan pihak pemerintah yang mengurusi berbagai macam aspek, tingkat kriminalitas di daratan barat ini sangatlah tinggi sekali! Kelompok perampok yang baru saja aku bantai merupakan salah satu dari kelompok kecil para kriminal itu! Itu yang dikatakan oleh pak tua Ji atau manajer penginapan itu," jawab Mao An sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Hmm.. Sepertinya akan sedikit lebih lama bagi kita untuk menyelesaikan urusan di daratan barat ini!" ujar Ling Tian.


"Sepertinya memang begitu!" angguk Mao An.

__ADS_1


__ADS_2