
"Tuan Muda sialan! Tunggu kami!" teriak Mao An yang kepayahan untuk melangkahkan kaki.
Dia dan Zhuge Ruxu hanya bisa mengutuk perbuatan Tuan Muda mereka itu dalam hati. Mereka hanya bisa pasrah mengikuti Ling Tian dari belakang sebab bocah bau itu tidak menggubris teriakan Mao An.
Mereka berjalan dengan terseok-seok dan beberapa kali hampir terjatuh dan harus berhenti untuk beristirahat. Sementara Ling Tian hanya tersenyum seperti sedang mengejek mereka berdua.
"Ayolah Tuan Muda Tian! Kami lelah sekali!" keluh Zhuge Ruxu.
"Benar kata kakak ketiga! Aku benar-benar sudah tidak sanggup lagi!" imbuh Mao An yang menghentikan langkahnya.
Mereka berdua ingin sekali beristirahat dan dimasukkan oleh Ling Tian kedalam dunia jiwa. Kaki, lutut serta persendian tulang mereka benar-benar telah bergetar karena hal ini.
Ling Tian melihat keduanya yang terlihat benar-benar mengenaskan.
"Cih! Kalian sudah lama melatih anak-anak didik kalian, tapi lupa melatih diri kalian sendiri! Terutama tubuh fisik kalian yang lemah itu!" ucap Ling Tian yang masih tidak peduli dengan keduanya.
Ling Tian sadar bahwa dia harus sedikit tega kepada saudara-saudaranya ini demi kebaikan mereka. Dia tahu bahwa semakin mendekati kearah Gunung Yanshi, maka semakin kuat pula tekanan gravitasi ditempat itu.
Mendengar Ling Tian yang masih tidak peduli dengan mereka, Zhuge Ruxu dan Mao An hanya bisa menggertakkan giginya karena membenci Dewa Neraka Kuno yang telah menciptakan formasi array yang sedemikian rupa sehingga menyusahkan mereka berdua.
Jarak antara mereka bertiga dengan kaki gunung penuh batu itu masihlah berjarah srkitar satu kilometer jauhnya. Dan tekanan gravitasi ditempat itu sudah mulai Ling Tian rasakan.
'Pantas saja gunung Yanshi sangat mengerikan bagi para hewan iblis di Dunia Jimi De ini! Bahkan tekanan seperti ini aku yakin dapat membunuh mereka yang ada di Ranah Raja Tahap Akhir sekalipun!' ucap Ling Tian dalam hatinya.
__ADS_1
Perjalanan mereka bertiga sudah berlangsung selama dua hari penuh. Padahal jika mengggunakan dengan cara biasa dan tidak ada tekanan gravitasi, mereka hanya butuh waktu dua atau bahkan hanya satu detik saja untuk sampai.
Ling Tian dengan sabar berjalan dengan sangat lambat karena mereka berdua. Dia juga tidak pernah menanggapi keluhan kedua saudaranya sama sekali yang membuat Ling Tian ini seperti saudara yang sangat ingin membunuh saudaranya sendiri.
Sementara Zhuge Ruxu dan Mao An sudah benar-benar tidak kuat lagi serta tidak berdaya. Namun begitu, mereka terus memaksa tubuhnya sampai mencapai pada batasnya hingga setengah kilometer kembali mereka lewati dalam waktu sehari.
Zhuge Ruxu dan Mao An sudah tidak sanggup dan terjatuh karena tekanan yang sangat besar menimpa tubuh mereka. Dari sudut bibir mereka berdua sudah ada darah yang sedikit mengering karena telah lama terluka dalam.
Ling Tian langsung memasukkan Zhuge Ruxu kedalam dunia jiwa dan meminta kelima murid untuk merawatnya. Dan untuk Mao An, dia adalah ras monster beast yang memiliki ketahanan fisik lebih kuat dari manusia biasa seperti Zhuge Ruxu.
"Bagaimana? Apakah masih kuat? Apakah kau juga akan menyerah sampai pada titik ini saja?" tanya Ling Tian dengan nada mengejek.
"S-sialan K-kau Tu-an M-muda! A-ku tidak a-akan menyerah!" jawab Mao An dengan terbata-bata dan menggertakkan giginya. Dia mencoba untuk tetap sadarkan diri dan melakukan yang terbaik lagi yang dapat dilihat oleh Ling Tian.
Brug!
Mao An terjatuh dengan posisi berlutut dan memuntahkan seteguk darah lagi. Matanya sudah berkunang-kunang dan semakin lama pandangannya semakin menjadi kabur. Mao An mentekatkan hatinya lagi dan lagi. Namun fisiknya sudahlah mencapai batasnya.
Brug!
Mao An akhirnya tumbang dan tidak sadarkan diri. Ling Tian yang melihatnya hanya tersenyum dan mendekati saudaranya yang sangat hebat itu. Dia langsung membuka gerbang dunia jiwa dan memasukkan Mao An kedalamnya.
Perjalanan menuju tempat terdalam dari Gunung Yanshi masihlah setengah kilometer lagi. Ling Tian berjalan secara perlahan karena dia juga sudah mulai merasakan tubuhnya seperti sedang dipaksa membawa beban yang sangat berat.
__ADS_1
Hal itu wajar terjadi karena mungkin kualitas tulangnya masihlah sangat rendah untuk Ling Tian. Ling Tian menggunakan tekanan itu untuk kekuatannya sendiri tanpa mengingat kedua saudaranya yang telah terkapar didalam dunia jiwa.
Ling Tian terus melangkahkan kakinya menuju pusat Gunung Yanshi. Semakin dekat dia dengan gunung itu maka semakin lampat pula ayunan kakinya.
'Jika dua saudaraku masih ada diluar, aku yakin mereka pasti langsung tewas karena tekanan ini! Dewa Kuno memang benar-benar sesuatu!' batin Ling Tian.
Setelah menempuh perjalanan yang membuat seluruh tulang persendiannya bergetar, akhirnya Ling Tian telah sampai tepat didepan sebuah gunung batu yang menjulang sangat tinggi.
Didepannya terdapat sebuah gua yang dapat dimasuki oleh dua sampai tiga orang sekaligus. Ling Tian tersenyum kearah gua itu. Dia sudah tidak sabar untuk melihat harta apa yang sebenarnya disimpan oleh Dewa Neraka Kuno sehingga harus dilindungi dengan formasi array yang berlapis-lapis dengan kesulitannya masing-masing.
Ling Tian memijakkan kakinya masuk kedalam gua dan alangkah betapa terkejutnya dia saat tekanan gravitasi yang membebaninya menghilang seketika. Ling Tian hanya menggelengkan kepalanya lalu melanjutkan perjalanannya.
Dia melewati lorong-lorong gua yang sangat gelap dan pengap serta terus masuk kedalam perut gunung. Sesampainya Ling Tian didalam, dia dapat melihat sebuah ruangan yang sangat luas lagi panas karena terdapat kolam lahar yang terus bergelembung seperti sedang mendidih.
Disekitar atau dipinggir kolam lahar itu terdapat satu jenis tanaman yang sedang berbunga dengan banyak kelopaknya yang membuat Ling Tian melihatnya dengan mata berbinar.
Tanaman itu tidak lain adalah teratai api dunia. Sebuah tanaman herbal yang sangat langka dan yang sangat berguna untuk memperkuat elemen atau hukum api yang dimiliki seseorang.
Selain itu, satu kelopak bunga teratai api dunia dapat digunakan oleh para master Alcemis untuk membuat pil tingkat tinggi dengan efektivitas terjamin.
Sementara diatas kolam itu, Ling Tian melihat sebuah formasi kecil dengan sebuah batu giok berwarna hijau terang berada didalamnya. Seketikan senyuman Ling Tian menjadi sangat lebar dan tidak terbendung.
"Itu adalah pusat formasi Gunung Yanshi ini! Dan itu adalah.."
__ADS_1
"Giok pengendali dunia ini! Hahaha.." ucap Ling Tian lalu tertawa terbahak-bahak.
Dia sangat bahagia dengan penemuannya itu. Ling Tian sangat tidak menyangka bahwa giok pengendali Dunia Jimi De ini ada disini! Bagaimana dia tidak bahagia? Jika dia mengambil giok itu dan menguasainya, maka saat itu pula dia telah menjadi penguasa mutlak Dunia Jimi De ini.