Ling Tian

Ling Tian
Masih Di Klan Yi


__ADS_3

"Tapi aku akan tetap memaksa saudara kecil!" ucap Patriark Yi Sun Sang.


"Haa.. Ya sudahlah kalau begitu." lemas Ling Tian.


Ling Tian tidak mempermasalahkan atau menolak lagi sesuatu yang akan jadi pemberian Klan Yi.


"Bagus! Itu baru saudara kecil kami. Hehehe..." kekeh Patriark Yi Sun Sang lalu melanjutkan,


"Ngomong-ngomong kurang baik bukan jika aku terus memanggilmu saudara kecil?"


"Oh! Tidak masalah! Namaku Ling Tian!" jawab Ling Tian.


"Baik saudara Tian! Saya harap kamu berkenan tinggal beberapa hari di Klanku ini," kata Patriark Yi Sun Sang.


"Tidak masalah Patriark! Aku akan dengan senang hati melihat-lihat Klan Yi. Dan juga jujur saya sangat menyukai suasana yang sangat asri seperti ini," ujar Ling Tian sembari tersenyum lembut.


"Syukurlah jika demikian. Saudara bisa tinggal untuk sementara di kediamanku. Nanti jika saudara Tian membutuhkan apa-apa, jangan sungkan menghubungi para pelayan atau aku secara langsung," kata Patriark Yi Sun Sang.


"Haha! Patriark terlalu berlebihan! Saya akan di cap tamu tidak tahu diri jika meminta anda secara langsung untuk memenuhi kebutuhan saya." Ling Tian sangat senang dengan keramahan Patriark Klan Yi yang mengatakan akan melayaninya secara pribadi. Sungguh seorang Patriark yang merendah dan tahu sopan santun terhadap tamu.


Setelah sedikit mengobrol dengan Patriark Yi dan para tetua, Ling Tian pamit undur diri ingin berjalan-jalan dan melihat-lihat Klan Yi. Patriark Yi Sun Sang pun mempersilahkannya dengan senang hati.


Ling Tian keluar dan berjalan menuju kamar peristirahatan yang telah disediakan dituntun oleh tetua Bei. Dia melewati sebuah lapangan luas tempat latihan para murid Klan Yi. Ling Tian berhenti dan memandang hikmat para murid. Gerakan-gerakan jurus berpedang dan tombak para murid Klan sungguh mwnarik perhatiannya. Ling Tian sangat sadar bahwa dia tidak punya satupun jurus berpedang atau bertombak. Tetua Bei yang melihat Ling Tian berhenti juga ikut berhenti.


"Ada apa saudara Tian?" tanya tetua Bei.


"Ah.. Tidak ada apa-apa. Hanya ingin melihat mereka latihan saja!" jawab Ling Tian.


"Apa mungkin saudara Tian tertarik berlatih bersama para murid Klan Yi? Mungkin saudara Tian bisa sedikit memberi bimbingan kepada mereka," kata tetua Bei yang seolah tahu isi benak Ling Tian.


"Apa boleh?" tanya Ling Tian ragu.


"Tentu saja! Bahkan aku sendiri ingin melihat bagaimana kehebatan saudara Tian hingga bisa mengalahkan tetua ketiga Klan Lang. Hehe," ucap tetua Bei.


"Haah.. Jika begitu aku tidak jadi tertarik!" lemas Ling Tian.


"Ayolah saudara Tian! Kapan lagi bisa latihan bersama kami disini?" bujuk tetua Bei.


"Baiklah," pasrah Ling Tian.


"Hehe.. Itu baru benar!' senyum tetua Bei.


Mereka berdua berjalan menuju lapangan pelatihan. Para murid yang melihat tetua Bei segera memberi hormat kepadanya. Ternyata tetua Bei begitu berwibawa didalam Klan Yi. Kedudukannya juga tidaklah rendah. Hanya saja dia yang merendah dan bukan tipe orang yang suka berbangga akan kedudukan dan kekuatan. Dia mengambil tugas jaga hutan yang harusnya dilakukan oleh tetua tingkat rendah.


"Salam tetua Bei," ucap mereka sambil membungkuk.


"Ya. Oiya perkenalkan ini saudara kita Ling Tian dari Desa Cemara. Dia tertarik ingin berlatih bersama kalian," kata tetua Bei.

__ADS_1


"Salam saudara Tian!" ucap serentak para murid.


"Iya, salam buat saudaraku sekalian!" jawab Ling Tian tersenyum hangat lalu melanjutkan,


"Seperti yang tetua Bei sampaikan. Aku ingin berlatih danbbelajar belajar bersama kalian! Apa boleh?"


"Ah! Tentu saja saudara Tian! Anda terlalu merendah. Dengan senang hati kami mau berlatih dan mohon bimbingan saudara Tian!" jawab salah satu murid.


"Aku tidak punya jurus apapun dalam berpedang atau bertombak! Justru aku yang ingin bimbingan saudara sekalian!" ucap Ling Tian.


"Baiklah! Yi Shu! Kamu yang akan berlatih tanding bersama saudara Tian!" perintah tetua Bei.


"Baik tetua Bei," turut Yi Shu.


"Kamu! Pinjamkan pedangmu pada saudara Tian!" ucap tetua Bei pada murid lain.


"Baik! Silakan saudara Tian."


Ling Tian menerima pedang murid tersebut. Dia segera mengambil sikap kuda-kuda bertarung. Begitu pula dengan Yi Shu. Tingkat kultivasi Yi Shu cukup lumayan, dia berada di tingkat Pendekar Tembaga Tahap Awal Bintang 8. Namun tentu belumlah cukup untuk mengalahkan Ling Tian jika Ling Tian menggunakan Jurus Pukulan Pelebur Buminya.


Tetua Bei dan para murid lain segera mundur beberapa tombak.


"Baik, silakan mulai!" ucap tetua Bei.


"Mohon bimbingannya saudara Tian!" kata Yi Shu membungkuk.


Pedang ditangannya segera dikeluarkan dari sarungnya.


Sriiiiiing...


"Jangan menahan kemampuan anda saudara Shu!" ucap Ling Tian.


"Baik!" jawab singkat Yi Shu.


Ling Tian berinsiatif menyerang terlebih dahulu. Dengan kecepatan yang dimiliki, dia menebas kearah leher dan tubuh Yi Shu. Yi Shu yang melihat serangan Ling Tian tidak tinggal diam. Dia membalas tebasan untuk memblokir serangan.


Trank! Trank!


Bunyi benturan pedang bergema di telinga. Tetua Bei yang melihat gerakan acak Ling Tianpun tersenyum. Andai tidak didukung dengan kecepatan, sudah pasti serangannya seperti bocah kecil yang sedang bermain pedang-pedangan dengan kawan-kawannya.


Semua tebasan Ling Tian dapat diblokir rapi oleh Yi Shu. Terkadang Yi Shu malah balas menebas Ling Tian. Hasrat bertarung Ling Tian yang kini sudah muncul menjadikannya sangat beringas. Dia terus menyerang Yi Shu tanpa jeda dan mau memberi nafas lawannya.Inilah salah satu keuntungan yang dimiliki Ling Tian. Dengan teknik pernafasan yang dia kuasai, dia mampu terus bergerak tanpa mengambil nafas dalam jangka waktu lama. Sedikit demi sedikit Ling Tian mampu mendesak Yi Shu. Sementara Yi Shu sendiri kini telah menggunakan hampir tujuh puluh persen tenaga dalamnya hanya untuk menahan serangan lawan.


'Gerakannya yang tidak beraturan sangat mudah dibaca. Namun kecepatan dan serangan tanpa jeda ini sangat merepotkan!' gumam Yi Shu.


"Hoo.. Sepertinya saudara Shu mulai kewalahan!" ejek Ling Tian disela-sela menyerangnya supaya Yi Shu mengeluarkan seluruh kemampuannya.


"Haha! Aku belum mengeluarkan semua kemampuanku saudara Tian! Jangan senang dulu. Lihat serangan!" ucap Yi Shu.

__ADS_1


Yi Shu menambah kekuatan tenaga dalamnya hingga sembilan puluh persen. Kecepatan dan serangannya bertambah drastis. Ling Tian agak kewalahan menanggapinya.


"Mari lebih serius saudara Tian!" kekeh Yi Shu.


Trank! Trank! Trank!


Sreett...


"Jangan melamun saudara Tian! Hehe." ejek Yi Shu saat serangannya berhasil mengenai lengan Ling Tian.


"Ugh! Baiklah! Mari lebih serius lagi!" ujar Ling Tian kemudian menyerang dengan kecepatan yang lebih cepat dari sebelumnya.


Trank! Trank!


Yi Shu yang sudah menguasai jurus pedang dan menggunakan sembilan puluh persen kekuatan tenaga dalamnya tentu masih bisa mengimbangi Ling Tian. Wajahnya masih terlihat santai dan tidak ada tanda-tanda tertekan.


"Jurus Pedang Angin! Sayatan Angin Malam!" teriak Yi Shu.


Swuushh...


Siluet udara tipis terbentuk seperti bulan sabit mengarah dan melesat cepat. Ling Tian menguatkan kuda-kuda dikakinya. Dia berniat menjajal menahan serangan pedang itu.


"Hyaaatt!"


Trankkkk!


Prang!


Boommm...


Ling Tian terlempar beberapa tombak. Pedang yang ditangannya juga hancur. Tubuhnya terluka namun tidak seberapa.


"Ugh!"


.


.


.


________________&&&&.


Tinggalkan like, komentar, atau votenya...


Kata-kata hari ini:


"Tinggalkan yang membuatmu bersedih dan berbahagialah! Ingat! Karena bahagia adalah pilihan!" .... (hohoho... Aku masih saja bijak) 😂🤭

__ADS_1


__ADS_2