
"Benar yang dikatakan saudara Mao An! Lagipula seluruh petinggi klan juga sudah menunggu Tuan Muda Ling di meja makan untuk memulai sarapan!" kata Leluur Xueren sambil tersenyum.
Mao An langsung menjadi bersemangat karena acara yang paling ditunggunya itu akhirnya telah tiba lagi. Baginya, makan adalah salah satu dari sekian banyaknya hal yang sakral dan yang paling penting.
Leluhur Xueren Chong pun langsung membawa Ling Tian dan Mao An ketempat makan. Dan benar saja, seluruh petinggi Klan Xueren sudah berada di tempat itu menunggu kedatangan dari tamu kehormatan mereka.
"Ah! Maaf karena telah membuat kalian semua menunggu!" ucap Ling Tian dengan raut wajah yang tidak enak.
"Tidak perlu difikirkan Tuan Muda! Silakan duduk!" ujar Patriark Xueren Han sembari melontarkan senyuman ramahnya.
Ling Tian pun duduk di tempat yang telah tersedia khusus untuknya dan kemudian acara sarapan pagi pun segera dimulai. Sama seperti kemarin malam, Mao An si kucing hitam jadi-jadian lah yang paling bersemangat untuk acara seperti ini.
Selesai melahap hidangan yang cukup nikmat itu dan berbincang-bincang sejenak mengenai tewasnya salah satu leluhur dan penyerahannya terhadap pemakaman yang layak, Ling Tian dan Mao An beserta dengan Leluhur Xueren berpamit untuk diri untuk berangkat menuju ke tempat segel yang mereka jaga selama ini berada.
Ling Tian dan Leluhur Xueren Chong melesat meninggalkan kediaman Klan Xueren menuju ke arah utara dengan kecepatan yang sedang. Keduanya terus berbincang-bincang untuk mengisi keheningan yang terjadi di perjalanan mereka. Karena butuh waktu sekitar satu harian penuh dengan kecepatan mereka saat ini untuk sampai di tempat segel yang dijaga oleh Klan Xueren.
"Tuan Muda! Maaf jika orang tua ini sedikit lancang! Bolehkah orang tua ini bertanya di mana sekarang Pangeran Shen Zhu Ling Dong berada? Apakah masih di daratan timur?" tanya Leluhur Xueren Chong.
"Oh? Leluhur Ling Dong? Beliau dikabarkan telah berhasil naik ke alam menengah selama sekitar 5000 tahun yang lalu!" jawab Ling Tian dengan santai.
"Oh.. Begitu.." kata Leluhur Xueren Chong dengan menundukkan pandangannya.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Ling Tian yang keheranan.
"Tidak apa Tuan Muda! Aku hanya sedikit menyesal karena tidak bisa meminta maaf pengkhianatan kami secara langsung kepada beliau untuk saat ini!" jawab Leluhur Xueren Chong dengan raut wajah menyesalnya.
"Kamu tenang saja Xueren Chong! Tiga saudaraku juga telah berhasil naik ke alam menengah! Selain untuk membuat pijakan di sana, aku juga meminta kepada mereka untuk menyelidiki mengenai leluhurku itu apakah beliau masih hidup atau sudah tiada atau mungkin sudah naik lagi ke alam yang lebih tinggi! Setelah selesai dari misiku untuk menghapuskan para dedengkot aliansi aliran hitam, aku juga berniat untuk menyusul mereka dan aku pastikan kamu juga akan ikut bersama denganku!" ucap Ling Tian.
"Oh? Benarkah Tuan Muda?" tanya Leluhur Xueren Chong memastikan.
"Tentu saja! Aku tahu bahwa dirimu dan seluruh klanmu tidak bisa meninggalkan wilayah terlarang daratan utara karena wilayah ini memiliki aturan ruang tersendiri! Jika kalian sampai berani keluar kenapa sudah dipastikan kalian akan terkena sambaran petir malapetaka yang tiada habisnya sampai kalian menjadi debu karena telah menyusup dengan paksa di sebuah dunia dan menyalahi aturannya!" kata Ling Tian sambil tersenyum.
Leluhur Xueren Chong terdiam saat mendengarkan penjelasan dari Ling Tian yang sama sekali tidak salah. Dia bingung bagaimana mungkin pemuda bertopeng separuh wajah itu dapat mengetahuinya secara detail.
"Kamu tidak perlu bingung mengenai hal ini! Di daratan tengah tepatnya di Hutan Tanpa Batas juga memiliki aturan yang sama dengan wilayah terlarang ini! Bahkan wilayahnya ratusan kali lebih besar daripada wilayah terlarang daratan utara! Aku pernah sekali mendatanginya dan ternyata semua penghuni Hutan Tanpa Batas adalah para pelayan dari Leluhur Ling Dong!.."
Leluhur Xueren Chong akhirnya kini mengerti bahwa pemuda bertopeng separuh wajah yang berada di sampingnya ini memiliki sebuah teknik yang dapat berguna untuk keluar dari wilayah terlarang di daratan utara dengan baik dan tidak ketahuan oleh aturan dimensi.
Mereka berdua pun terus mengobrol dan sesekali Mao An juga ikut andil di dalamnya. Hingga tanpa terasa satu hari satu malam telah berlalu dan kini tekanan gravitasi yang ada di tempat itu serta suhu udaranya begitu sangatlah ekstrem.
"Bagaimana saudaraku? Apakah kamu masih sanggup?" tanya Ling Tian kepada Mao An yang terlihat mulai sedikit membeku meskipun dia sudah menggunakan elemen api terkuatnya.
"Aku masih sanggup Tuan Muda!" jawab Mao An yang tidak mau menyerah.
__ADS_1
"Baguslah!" kata Ling Tian mengangguk.
Ling Tian tentu saja tidak masalah dengan suhu dingin yang sangat ekstrem itu karena dia juga memiliki elemen es yang justru akan terus berkembang ke tingkat yang lebih tinggi jika dia berada di suatu tempat yang memiliki kedinginan ekstrem seperti tempat ini.
Hal yang sama juga berlaku untuk Leluhur Xueren Chong. Dia yang notabe sebenarnya adalah seorang dewa tentu saja tidak masalah sama sekali akan suhu di bawah 0 derajat seperti ini. Baginya suhu seperti ini masih lama jika dibandingkan dengan suhu dingin yang berada di tempat tinggal mereka dahulu saat berada di alam dewa.
Akan tetapi yang menjadi masalah baginya adalah tekanan gravitasi yang juga sangat tinggi yang membuatnya saat ini tidak bisa lagi melanjutkan perjalanan dengan cara terbang.
"Tuan Muda! Dari tempat ini kita akan melanjutkan perjalanan dengan cara berjalan kaki! Mohon maaf karena orang tua ini tidak sanggup lagi melanjutkannya dengan cara terbang!" ucap Leluhur Xueren Chong dengan sopan.
"Tidak masalah sama sekali Xueren Chong! Lalu kira-kira berapa lama lagi kita akan sampai di tempat segel itu?" tanya Ling Tian.
Leluhur Xueren Chong lalu menunjuk sebuah bukit yang terbuat dari es abadi yang tidak jauh dari hadapan mereka.
"Segel itu berada di balik perbukitan es abadi itu! Namun karena tekanan gravitasinya yang sangat luar biasa, mungkin kita setidaknya membutuhkan waktu 2 jam untuk sampai!" jawab Leluhur Xueren Chong.
"Tidak masalah! Ayo berangkat sekarang!" kata Ling Tian dengan bersemangat.
"Mari Tuan Muda!" ucap Leluhur Xueren Chong.
"Oiya saudaraku! Jika memang kamu sudah tidak bisa lagi bertahan di suhu yang sangat ekstrem ini, maka katakan saja! Aku akan memasukkanmu ke dalam dunia jiwa secepatnya!" ucap Ling Tian kepada Mao An yang kini gigi-gigi runcingnya mulai sedikit gemertakan karena menahan dingin.
__ADS_1
"S-siap Tuan Muda!" jawab Mao An dengan sedikit terbata.
Ling Tian hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat betapa keras kepalanya saudaranya yang satu ini. Dia dapat dengan jelas melihat bahwa dia sudah berada di ambang batas kemampuannya namun dia masih saja tetap mencoba untuk bertahan.