
Kota Xudong adalah kota kecil kuno yang terbilang cukup makmur. Penduduk aslinya terbilang sangat sedikit yaitu kurang lebih hanya sekitar sepuluh sampai dua puluh ribu jiwa. Jauh dari kota-kota biasanya yang penduduknya dapat mencapai lima puluh sampai seratus ribu jiwa.
Meskipun begitu, Kota Xudong tetap terkenal dengan sebutan kota karena banyaknya kultivator-kultivator yang mengunjunginya untuk sekedar menginap sementara dalam perjalanan mereka.
Hal itu terjadi karena Kota Xudong berbatasan langsung dengan sebuah hutan yang berisi banyak sekali sumber daya langka berupa tanaman obat sekaligus monster beast dan hewan siluman yang menjadi buruan para kultivator-kultivator hebat.
Banyak pula para murid sebuah klan yang sengaja datang ke hutan tersebut untuk berlatih atau mencari keberuntungan disana.
Setelah terbang dengan santai selama dua hari, Ling Tian akhirnya sampai di kota tersebut. Dia mendarat seratus meter dari gerbang kota dan mendekat dengan berjalan kaki.
Seperti biasa, Ling Tian selalu menyegel tingkat kultivasinya sampai pada ranah Pendekar Besi Menengah karena tidak ingin menarik perhatian orang orang.
Setelah menunggu sekitar lima belas menit untuk mengantri, kini giliran dirinya untuk maju diperiksa.
"Identitas!" ujar penjaga gerbang kota.
Ling Tian dengan santai mengeluarkan lencana giok milik Sekte Neraka yang diberikan kepadanya kala itu. Melihat lencana giok yang dikeluarkan oleh Ling Tian, penjaga gerbang tersebut mengerutkan kening. Bukan tidak mengenali lencana itu, tapi karena kepemilikan lencana giok biasanya adalah pribadi yang sudah sepuh atau lebih tepatnya sudah bau tanah! Bukan seperti Ling Tian yang masih sangat muda lagi tampan.
"Apakah ada yang salah?" tanya Ling Tian keheranan.
"T-tidak Tuan Muda! Namun apakah ini benar-benar lencana anda?" tanya prajurit penjaga dengan terbata-bata.
"Benar! Ini adalah lencanaku!" jawab Ling Tian santai.
"B-baik Tuan Muda! Biaya masuk kota tiga koin perak!" ujar penjaga gerbang.
"Baiklah.." ucap Ling Tian sambil mengeluarkan tiga koin perak dan memberikannya kepada penjaga tersebut.
"Terima kasih! Silakan masuk Tuan Muda!" kata penjaga gerbang.
"Baik!" jawab Ling Tian mengangguk.
Setelah memberikan tiga koin perak itu, Ling Tian berjalan memasuki kota dengan tenang. Dia melihat suasana kota cukuplah ramai dengan para kultivator yang berseliweran dimana-mana.
Ling Tian juga melihat penduduk lokal Kota Xudong banyak berjualan didepan rumah-rumah beberapa item seperti permata siluman, permata monster beast, senjata, armor dan beberapa barang lainnya yang berguna untuk berburu.
'Sungguh benar-benar kota tempat persinggahan para pemburu!' gumam Ling Tian.
__ADS_1
'Tapi sepertinya ada yang lain dengan para kultivator-kultivator ini! Pengunjung kota ini tampak lebih ramai dari informasi yang aku dapatkan! Mungkinkah ada sesuatu yang akan terjadi di Kota Xudong ini?' lanjutnya bertanya kepada diri sendiri.
Setelah puas melihat-lihat, tujuan selanjutnya dari Ling Tian adalah mencari sebuah penginapan. Ling Tian terus berjalan menyusuri jalanan Kota Xudong hingga akhirnya menemukan sebuah bangunan yang cukup mewah berlantaikan empat lantai dengan spanduk didepannya bertuliskan 'Penginapan Busur Pemburu'. Nama yang cukup aneh untuk sebuah penginapan, namun demikianlah Kota Xudong.
Ling Tian melangkahkan kakinya berniat memasuki penginapan. Namun sebelum Ling Tian sampai dipintu masuk, seseorang yang baru keluar dari penginapan tidak sengaja menabraknya hingga orang tersebut terjatuh. Hal itu wajar karena tidak akan ada seorang pun yang mampu mengalahkan kekuatan tubuh Ling Tian di seluruh jagat raya ini.
"Sial! Beraninya kau menghalangi jalan Tuan Muda Fraksi Elang Hitam ini!" ujar seseorang tersebut yang adalah seorang pemuda dengan wajah biasa saja dan tampak sekali kearogansiannya. Dia terlihat sangat kesal karena hal ini.
"Ah.. Maaf Tuan Muda! Aku tidak sengaja!" ucap Ling Tian sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Tuan Muda Fraksi Elang Hitam tersebut berdiri.
"Sialan! Aku tidak butuh bantuanmu!" kata pemuda tersebut sambil menepis tangan Ling Tian untuk menjauhkannya dari dirinya.
Pemuda yang menyatakan dirinya sebagai Tuan Muda Fraksi Elang Hitam tersebut berdiri sendiri dengan memasang wajah tersungut-sungut.
Memang benar bahwa para pemburu di Kota Xudong banyak yang membuat kelompok-kelompok besar dan kecil yang disebutnya dengan fraksi. Salah satu kelompok atau fraksi terbesar adalah Fraksi Elang Hitam yang dipimpin oleh seseorang dari klan menengah yang memiliki kekuatan pada ranah Pendekar Berlian Awal. Dan pemuda didepan Ling Tian ini adalah anak dari pemimpin fraksi sehingga membuatnya begitu arogan.
"Tuan Muda! Sekali lagi aku mengucapkan permohonan maaf karena telah menabrak anda secara tidak sengaja!" ucap Ling Tian sambil menangkupkan kedua tangan.
"Maaf? Enak saja kau meminta maaf setelah membuat Tuan Muda ini terjatuh! Serahkan cincin penyimpananmu dan potong jari kelingking kirimu sendiri! Setelah itu pergilah dengan tenang!" kata pemuda tersebut dengan entengnya.
"Berlebihan katamu? Bahkan dengan melepasmu hidup-hidup setelah menyinggungku adalah suatu kemurahan tersendiri bagi Tuan Muda Chui Da ini!" ujar pemuda tersebut dengan mata melotot.
Keributan yang ditimbulkan oleh Ling Tian dan Tuan Muda Franksi Elang Hitam Chui Da didepan pintu Penginapan Busur Pemburu tentu menarik perhatian beberapa orang yang sedang lewat. Mereka mengerumuni keduanya dengan jarak yang aman.
"Kau lihat! Pemuda bertopeng seperuh wajah itu berani menyinggung Tuan Muda Fraksi Elang Hitam Chui Da! Kira-kira nasib buruk apa yang akan diterimanya sebentar lagi?" ucap salah satu orang yang menonton pertikaian Ling Tian dan Chui Da.
"Hah.. Yang jelas, jika tidak berakhir dengan kematian, maka pemuda bertopeng itu pasti akan menjadi sampah yang miskin dan cacat permanen!" sahut yang lainnya.
"Tapi coba kau lihat! Bahkan pemuda bertopeng itu hanya di suruh menyerahkan cincin penyimpanan dan memotong kelingkingnya saja oleh Tuan Muda Chui Da namun masih tetap menolak! Sungguh bodoh pemuda itu!"
"Kamu benar! Jika itu aku, maka dengan senang hati aku akan menyerahkan semua yang kumiliki dan memotong kelingkingku sendiri demi nyawa yang sedang ditaruhkan!"
"Cih! Pemuda bertopeng itu sangatlah bodoh dan tidak tahu diri!"
"Sepertinya dia adalah pengunjung baru Kota Xudong sehingga tidak mengenal reputasi besar Fraksi Elang Hitam Klan Chui! Aku dengar pemimpin fraksi itu sudah berhasil memasuki ranah Pendekar Berlian!"
"Aku juga sudah mendengarnya! Dan aku rasa begitu! Sungguh takdir buruk telah menimpa pemuda bertopeng separuh wajah karena harus bersinggungan dengan Tuan Muda Fraksi Elang Hitam Chui Da saat baru menginjakkan kaki di Kota Xudong ini!"
__ADS_1
"Haha! Begitulah.. Takdir memang tidak ada seorang pun yang tahu! Tapi kita dipaksa untuk menerimanya!"
"Eh? Tumben sekali kau berkata-kata bijak? Apakah kamu salah makan sebelumnya?"
"Sialan kau! Apa salahnya jika aku kadang-kadang menjadi sedikit bijak! Bukankah itu juga bukan hal buruk? Huh!"
"Hahaha.. Jangan pakai ngegas seperti itu! Aku hanya bercanda! Hahaha.."
"Terserah kau saja!"
Bisik-bisik dan komentar tentang pertikaian keduanya terus berlangsung dan itu dapat terdengar jelas ditelinga Ling Tian. Ling Tian hanya tersenyum saat mengetahui akan kebenaran Fraksi Elang Hitam.
'Fraksi Elang Hitam? Dan dipimpin oleh kulitivator ranah Pendekar Berlian Awal? Tidak buruk!' batin Ling Tian. Seringai mengerikan juga tiba-tiba sedikit muncul dari senyumannya.
__________________________________________
Assalamu'alaikum wr. wb.
Hai para readers LT semua.. Apa kabar kalian? Author harap kalian semua baik-baik saja dan selalu dalam selimut Rahmat Allah yang Maha Kasih Sayang.
Seperti biasa, disini Author hanya ingin menyapa para readers semua sekaligus mengucapkan banyak-banyak terima kasih karena sudah sudi mengikuti perjalanan LT hingga ke titik ini. Terkhusus kepada pemilik akun atas nama 'Manik Jack' yang telah menjadi pembaca teraktif dan 'romji bcl' yang menjadi pembaca terbanyak.
Author tidak bisa memberikan apapun kepada kalian berdua khususnya dan kalian semua umumnya sebagai balasan dari dukungan-dukungan yang telah kalian berikan kecuali hanya ucapan terima kasih dan doa kebaikan untuk kalian semua.
Author recehan ini juga meminta maaf karena belum bisa Up lebih banyak lagi seperti bulan-bulan sebelumnya karena suatu hal yang tidak bisa dijelaskan. Author harap para readers semua memakluminya.
Para reader semua yang terhormat, bagi yang berkenan dan mungkin menyukai genre romansa, Author rekomendasikan karya baru dari admin LT yang ditulis dari kisah nyata.
Dan yang terakhir, jangan lupa VOTE Ling Tian nya karena ini hari senin.😁
Sekian.
Wassalamu'alaikum wr. wb.
__ADS_1