Ling Tian

Ling Tian
Daratan Barat


__ADS_3

Gui Lu langsung terperanjat dan segera dengan cepat berlutut dihadapan Ling Tian. Ya, meski mereka sedang terbang, akan tetapi dengan kultivasinya yang tinggi, Gui Lu tidak akan kesulitan.


"Gui Lu menghadap Tuan Muda Shen Zhu Ling Tian!" ujar Gui Lu dengan deraian air mata yang terus menerus mengalir tanpa henti.


"Bangunlah saudaraku!" ucap Ling Tian dengan senyuman yang terukir indah dari sudut bibirnya.


Gui Lu pun menurut dan tatapannya tidak pernah berpaling dari Ling Tian yang memakai topeng hitam separuh wajah.


"Tuan Muda, bolehkah aku melihat petir abadi milik Tuan Muda?" tanya Gui Lu dengan berhati-hati sekali.


"Kamu tidak akan pernah bisa melihatnya saudaraku!" jawab Ling Tian sembari tersenyum, begitu pula dengan Feng Lanse'er sehingga membuat keturunan terakhir dari ras binatang suci kura-kura hitam itu kebingungan.


"Maksud Tuan Muda..?"


Trak! Trak! Kratak! Trak!


Tiba-tiba sebuah suara dari petir yang berderak-derak terdengar dari arah Ling Tian berdiri yang membuat Gui Lu akhirnya kini paham dengan apa yang dikatakan oleh Ling Tian bahwa dia tidak akan bisa melihat petirnya.


"P-petir tanpa warna!" seru Gui Lu dengan ucapan yang sedikit terbata karena tidak menyangka akan dapat menyaksikan pemilik petir terkuat di alam semesta.


"Yap! Tuan Muda memiliki petir legenda, makanya kamu tidak akan pernah bisa melihatnya," ucap Feng Lanse'er.


"Benar! Lalu siapa sebenarnya identitas bibi? Mengapa pula aku harus memanggil bibi?" tanya Gui Lu kepada Feng Lanse'er.


"Huh! Bocah nakal! Aku adalah sahabat karib Gui Lin, ayahmu!" jawab Feng Lanse'er lalu merubah dirinya menjadi sosok burung phoenik biru raksasa yang sangat cantik dan perkasa.


'Phoenix! Pantas saja!' batin Gui Lu.


Feng Lanse'er lalu berubah kembali ke dalam bentuk manusianya dan menatap Gui Lu dengan intens.


"Apa kau mengerti sekarang bocah? Kau harus memanggilku bibi, karena aku adalah sahabat sekaligus saudara dari ayah bodohmu itu!" ucap Feng Lanse'er dengan nada sedikit ditinggikan dan ada jejak kesedihan di matanya karena merindukan sosok ayah dari Gui Lu.


"B-baik bibi! Gui Lu memberi hormat pada bibi!" kata Gui Lu sembari membungkukkan badan dan menangkupkan kedua tangannya untuk menunjukkan rasa hormat.


Zheep!

__ADS_1


"Baiklah-baiklah! Sudahi perkenalan kalian itu! Ayo segera lanjutkan perjalanan!" ucap Mao An yang tiba-tiba nongol.


"Kau.. Siapa kau?" tanya Gui Lu keheranan dengan sikap pemuda yang baru saja muncul itu.


"Huh! Mulai sekarang kamu harus memanggilku kakak! Karena aku adalah orang yang lebih dulu bertemu dengan Tuan Muda! Oiya, namaku Mao An!" jawab Mao An dengan membusungkan dadanya.


"Mao?" ucap Gui Lu dengan menatap tajam Mao An karena dia mengingat nama marga Mao yang juga termasuk jajaran para penghianat.


"Apa ada yang salah dengan margaku?" tanya Mao An dengan santai.


"Shen Zhu Mao! Kalian adalah para penghianat!" jawab Gui Lu dengan tatapan permusuhan kepada Mao An.


"Yaah.. Itu adalah mereka, bukan diriku!" kata Mao An sembari melambaikan tangannya kemudian menatap Ling Tian.


"Baiklah.. Kita lanjutkan perjalanan sekarang! Gui Lu, kamu aturlah para Feiyu itu agar tidak menyerang kami lagi!" ujar Ling Tian.


"B-baik Tuan Muda!" patuh Gui Lu kemudian menggunakan kekuatan darahnya untuk memberitahukan kepada para monster ikan terbang itu supaya tidak menganggap rombongan Ling Tian sebagai musuh.


Selain itu juga Gui Lu juga menyampaikan salam perpisahannya kepada mereka karena dia akan memulai petualangannya bersama dengan tuan barunya yang berasal dari trah tuannya yang terdahulu. Dengan patuh para monster ikan terbang yang menjadi bawahan dari Gui Lu langsung kembali mendarat di dalam lautan pemisah antar daratan dan pergi meninggalkan mereka.


"Mari saudaraku!" Ling Tian mempersilahkan Gui Lu untuk naik.


"Dululah Tuan Muda!" ujar Gui Lu yang tidak berani mendahului Ling Tian.


Ling Tian dan Mao An pun naik ke atas punggung Feng Lanse'er kemudian disusul oleh Gui Lu yang merasa sedikit tidak enak karena menaiki punggung dari seseorang yang dia panggil sebagai bibi.


Feng Lanse'er melesat dengan kecepatan tinggi meninggalkan tempat itu menuju ke arah di mana daratan barat berada. Mereka semua berbincang-bincang santai untuk mengisi kekosongan di dalam perjalanan sekaligus saling mengakrabkan diri.


Mao An juga mengatakan agar Gui Lu jangan memanggil Feng Lanse'er dengan sebutan bibi, karena itu terdengar sangat tua sekali dan sang Dewi Phoenix biru itu juga langsung menyetujui ucapan Mao An.


"Baiklah.. Mulai sekarang aku akan memanggilnya kakak Feng!" ujar Gui Lu.


"Nah.. Bukankan sekarang kamu merasa lebih baik dengan panggilan itu saudari Feng? Haha.." tanya Mao An dengan sedikit ngakak.


"Diam kau kucil pembuat onar! Kamu seolah mengatakanku sudah tua kan?" ucap Feng Lanse'er dengan marah.

__ADS_1


"Hahaha.. Siapa yang bilang?" Mao An pun mengelaknya.


"Oiya saudara Gui, bagaimana bisa kamu lautan di Benua Langit ini?" tanya Ling Tian.


"Aku dilempar oleh ayahku memasuki lubang hitam yang memiliki badai ruang dan waktu lalu secara tidak sengaja keluar di atas permukaan laut ini. Aku ditemukan tidak sadarkan diri oleh para Feiyu dan dirawat oleh mereka, kemudian akhirnya menjadi pemimpin mereka karena aku merupakan ras binatang suci yang mereka puja dan agungkan!" jawab Gui Lu menjelaskan.


"Ternyata semuanya sama dengan saudara-saudara kita yang lain!" ucap Ling Tian sembari tersenyum.


"Maksud Tuan Muda?" Gui Lu mengerutkan keningnya.


"Saudaramu Long Yuan dan Wei Hun juga melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh ayahmu. Sementara untuk harimau langit Ling Hu kecil, aku tidak sengaja menemukannya dalam bentuk telur dan berhasil menetaskannya!" jawab Ling Tian.


"A-apa! Jadi mereka semua masih ada? Lalu di mana saat ini mereka?" Gui Lu sangat terkejut dibuatnya.


"Mereka saat ini sudah berada di alam menengah dan mungkin sebentar lagi kita akan segera menyusul mereka." kata Ling Tian kemudian menatap ke arah depan yang mana sebuah daratan sudah mulai terlihat.


"Oh.. Begitu.." angguk Gui Lu kemudian juga menatap ke arah yang sama dengan Ling Tian.


"Kita telah sampai di daratan barat!" ujar Mao An.


"Benar. Saudari Feng, berhentilah disini! Mulai sekarang aku dan saudara Mao An akan mulai melanjutkan perjalanan berdua saja! Sementara untuk kalian akan aku masukkan ke dalam dunia jiwaku! Kalian nikmatilah waktu istirahat kalian di sana dan jelaskan mengenai beberapa hal yang perlu dijelaskan kepada saudara Gui Lu!" ujar Ling Tian.


"Baik Tuan Muda!" patuh Feng Lanse'er lalu berubah menjadi manusia kembali dan melayang bersama dengan ketiganya.


Ling Tian lalu membuka pintu gerbang dunia jiwa dan menyuruh kedua saudaranya itu untuk memasukinya. Feng Lanse'er dan Gui Lu yang terkejut karena ternyata Ling Tian memiliki dunia jiwa yang sama legendarisnya dengan petir tanpa warna pun memasuki pusaran angin berwarna putih keemasan itu dan menghilang memasuki dunia jiwa.


"Baiklah saudaraku.. Ayo kita mulai petualangan kita di daratan barat ini!" ucap Ling Tian sembari tersenyum kepada Mao An.


"Gassss!" sahut Mao An lalu melesat mendahului Ling Tian menuju ke bibir pantai daratan barat.


Zheep!


"Haiiih.." Ling Tian pun menelan nafas panjang karena saudaranya itu sangatlah bersemangat sekali kemudian dia melesat dengan cepat menyusul si kucing jadi-jadian itu.


Zheep!

__ADS_1


__ADS_2