Ling Tian

Ling Tian
Tiba Di Hutan Gelap


__ADS_3

"Haah.." Yi Jireu dan Yi Bei bersamaan menghela nafas.


"Kenapa Tetua?" tanya Ling Tian heran.


"Tidak apa saudara Tian. Kami harap saudara akan baik-baik saja saat sudah tiba disana!" jawab Yi Bei penuh harap. Sementara Yi Jireu menganggukkan kepala tanda sependapat.


"Tetua Bei tenang saja! Aku pasti akan baik-baik saja!" Ucap Ling Tian santai.


"Haa.. Aku tidak bisa menahanmu saudara Tian, tapi sebelum itu mari kita istirahat sejenak!" Ucap Yi Bei lemas.


"Mari."


Mereka bertiga duduk santai dibawah naungan rindangnya pohon besar. Obrolan demi obrolan terobralkan. Kadang canda tawa menghiasi candaan mereka. Setelah merasa cukup, Ling Tian berpamit kepada Yi Bei dan Yi Jireu.


"Baiklah Tetua Bei dan Tetua Pertama. Aku pamit dulu. Semoga taqdir mempertemukan kita lagi suatu hari!" Kata Ling Tian dengan senyuman hangat.


"Baik. Berhati-hatilah selalu saudara Tian. Jaga kesehatanmu selalu!" Ujar Yi Bei.


"Itu pasti!"


Selesai berucap, Ling Tian berlari melesat dengan kecepatannya. Dia sungguh tidak lagi sabar untuk segera sampai di Hutan Gelap yang dirumorkan sangat menakutkan itu. Monster beast tingkat 7? Seperti apa kekuatannya? Dan seperti apa rupa monster beast itu?. Pertanyaan-pertanyaan itu menggelayut dibenaknya. Membuat Ling Tian semakin bersemangat untuk segera sampai dan melihat sendiri monster beast itu dengan mata kepalanya sendiri.


Waktu terus berlalu. Tidak terasa sudah hampir empat minggu Ling Tian berjalan. Terkadang dia beristirahat di penginapan Klan yang dia lewati. Hingga saat ini dia berada dipojokan ruang disebuah rumah makan yang berjarak dua hari dari Hutan Gelap.


"Apa saudara sudah tahu bahwa akhir-akhir ini banyak monster beast yang keluar hutan dan menyerang beberapa pemukiman penduduk?" Ucap salah satu pengunjung kepada rekannya.


"Tentu saja aku sudah mendengarnya! Bahkan kata salah satu dari mereka yang menahan serangan itu ada monster beast tingkat 4!" Jawab si rekan.


"Saudara benar! Ternyata rumor menakutkan Hutan Gelap bukan sekedar omong kosong belaka! Bahkan dipinggiran hutan saja sudah banyak monster beast tingkat 4, apa kata dunia jika ditengah hutan?"


"Hutan Gelap memanglah seperti itu sejak dahulu kala. Bahkan konon katanya yang menjadi raja di Hutan itu adalah sosok naga!"


"Haa.. Itu hanya rumor saudara! Belum ada orang yang melihatnya secara langsung! Saudara tahu bukan jika naga termasuk ras binatang suci? Tapi mengapa bisa berada di Benua Langit?"


"Akupun tidak mengetahuinya dengan pasti! Tapi dulu juga pernah ada kultivator kuat tingkat Pendekar Berlian yang mencoba masuk hutan! Alhasil dia tidak keluar hingga saat ini!"


"Benar! Tapi yang aneh kenapa para monster beast menyerang penduduk? Bukankah ini sangat jarang?"


"Inilah yang masih menjadi pertanyaan kita semua. Mungkin saja ada sesuatu yang diinginkan oleh para monster beast itu!"


Ling Tian yang mendengar dengan jelas obrolan mereka sangatlah tertarik. Dia berjalan mendekati kedua orang tersebut.


"Maaf saudara!" Ujar Ling Tian.

__ADS_1


"Iya!" Jawab mereka serentak.


"Apa boleh saya duduk bersama saudara sekalian? Saya tertarik dengan obrolan saudara berdua!" Ucap Ling Tian sopan.


"Oh tentu saja saudara! Silakan!" Jawab salah satu dari mereka.


"Sebelumnya perkenalkan namaku Ling Tian dari desa sebelah," buka Ling Tian.


"Klan Ling dari Desa Cemara?" Tanya keduanya.


"Benar!" Jawab Ling Tian.


"Hm.. Lumayan cukup jauh. Oiya.. namaku Zi Dan dan ini saudaraku Zi Quan!" Ucap Zi Dan.


"Salam saudara Dan! Salam saudara Quan!" Kata Ling Tian memberi salam hormat.


"Salam saudara Tian!" Sahut mereka berdua.


"Baik! Ngomong-ngomong apa yang tadi saudara Dan dan Quan katakan tentang Hutan Gelap benar adanya? Tanya Ling Tian.


"Tentu saja saudara Tian!" Jawab Zi Quan.


"Baik! Namun sebelum itu alangkah nikmatnya jika sambil mengobrolsantai, kita minum-minum! Apa saudara berdua suka arak?" Tawar Ling Tian.


"Hoo.. Tentu saja! Pendekar mana yang tidak menyukai minuman seperti itu? Bekankah begitu saudara Quan? Hahaha!" jawab Zi Dan dengan semangat dan diangguki Zi Quan.


Pelayan wanita segera datang dan menanyakan perihal dipanggilnya,


"Iya Tuan Muda. Ada yang bisa saya bantu?"


"Tentu! Sediakan kami makan serta minuman terbaik restoran ini! Dan juga..." Ling Tian sengaja memotong ucapannya dan tersenyum kearah Zi Quan dan Zi Dan hingga pelayan mengerutkan keningnya.


"Bawakan dulu arak terbaik dan terlezat disini!" Sambung Ling Tian dengan senyuman.


"Baik Tuan Muda! Akan segera kami siapkan!" Jawab pelayan wanita lalu bergegas.


Tidak menunggu lama, si pelayan wanita segera kembali dan membawa satu guci arak yang berbau sangat harum.


"Silakan tuan-tuan!" Ujarnya.


"Terima kasih," Ucap Ling Tian dan kedua saudara barunya.


"Sama-sama tuan-tuan. Dan untuk pesanan sebelumnya, harap bersabar sebentar!" Kata pelayan.

__ADS_1


"Tidak masalah!" Jawab Ling Tian.


Ling Tian dan kedua orang dari Klan Zi kembali melanjutkan obrolannya disertai meminum arak. Zi Quan serta Zi Dan banyak menceritakn tentang Hutan Gelap dan kejadian akhir-akhir ini disana yang masih menjadi teka-teki semua orang. Ling Tian juga mengatakan kepada mereka berdua bahwa tujuan dia datang kesini adalah untuk Hutan Gelap.


"Jadi saudara Tian hendak berlatih di Hutan Gelap?" Tanya Zi Dan.


"Benar saudara Dan!" Jawab Ling Tian.


"Ah.. Mending urungkan saja niat saudara itu! Saat ini situasi disana benar-benar tidak kondusif dan sangat berbahaya!" Zi Dan memberi saran.


"Tidak bisa saudara Dan! Bagaimanapun aku harus kesana dan berlatih! Saudara tahu bukan bahwa aku ini tidak mempunyai tenaga dalam?" Ungkap Ling Tian dengan lemas.


"Iya! Kami sangat tahu sejak saudara pertama datang kesini! Tapi tetap saja akan sangat berbahaya! Keselamatan saudara Tian lebih berharga daripada apapun!" Kata Zi Dan tulus.


"Terima kasih atas nasehat saudara Dan. Ya.. Semoga saja keberuntungan surga akan berpihak kepadaku nanti," ucap Ling Tian.


"Baiklah jika itu kehendak saudara Tian" pasrah Zi Dan.


Setelah beberapa saat mengobrol, makanan dan minuman yang sebelum Ling Tian pesanpun datang. Ling Tian mempersilahkan kedua saudara Zi untuk menikmatinya. Tak butuh waktu lama acara makan minum selesai. Ling Tian membayar dan pamit kepada Zi Quan dan Zi Dan.


"Terima kasih atas semuanya. Semoga benar! Keberuntungan surga akan berpihak kepadamu saudara Tian!" ucap Zi Quan.


"Ah.. Tidak perlu berterima kasih saudara Quan. Justru aku yang harusnya berterima kasih kepada kalian karena telah memberi informasi yang sangat aku butuhkan tentang Hutan Gelap! Dan yaa.. Aku harap keberuntungan itu ada!" Kata Ling Tian dengan tulus.


"Baik! Aku pergi!" Lanjutnya.


"Silakan saudara Tian! Kapan-kapan mampirlah ke Klan Zi! Kami pasti akan menyambutmu!" Kata Zi Dan.


"Baik." singkat Ling Tian.


Ling Tian berlari dengan cepat. Terkadang beristirahat sejenak, lalu melanjutkan lagi. Hingga dua hari telah terlewat dan dia sudah berdiri dengan tegap. Dihadapannya telah nampak hutan belantara yang sangat gelap dan terkesan mengerikan. Beberapa orang tua juga terlihat disana seperti orang berjaga. Ling Tian menganggukkan kepala lalu bergumam,


'Mari kita lihat, seperti apa hutan yang dirumorkan sangat mengerikan itu!'


.


.


.


________________&&&&.


Tinggalkan like, komentar, atau votenya...

__ADS_1


Kata-kata hari ini:


"Hidup itu seperti bersepeda, untuk menyeimbangkannya maka kita haruslah terus bergerak!" ... 😊


__ADS_2