Ling Tian

Ling Tian
Siap Jadi Bawahan Baru


__ADS_3

"Dua syarat? Apakah itu Tuan Muda Ling?" tanya Patriark Sekte Neraka, Li Duanren.


"Mudah saja! Syarat pertama, kalian harus memberikan sumber daya kepada saudaraku Ling We ini hingga dia sanggup menembus ranah Pendekar Platinum!" jawab Ling Tian dengan tenang namun Ling We segera terbatuk karena tersedak saat dirinya sedang meminum teh yang tersedia.


"Saudara Tian? Itu..? Apakah tidak terlalu berlebihan untukku?" tanya Ling We yang sedikit kurang enak, dia berusaha untuk menolak walaupun didalam hati kecilnya dia sangat berharap Ling Tian tidak menerima penolakan basa-basinya ini.


"Sudahlah saudaraku! Kamu terima saja! Bagaimana? Apakah kalian menyanggupinya?" kata Ling Tian lalu bertanya kepada Patriark dan Tetua Sekte Neraka.


"Itu bisa kami atur dengan cepat Tuan Muda Ling!" ungkap Patriark Sekte Neraka.


"Lalu apakah syarat kedua yang Tuan Muda inginkan?" lanjutnya bertanya.


"Syarat kedua adalah Sekte Neraka harus tunduk kepada Klan Ling kami!" jawab Ling Tian sambil menyesap teh didepannya.


"Apaaa!"


Semua orang terkejut! Bahkan Ling We yang tidak jelas mendengar apa yang Ling Tian ucapkan karena masih membayangkan sumber daya yang mampu menaikkannya hingga ranah Pendekar Platinum juga ikut-ikutan terkejut.


"T-tuan Muda Ling! Tolong anda janganlah bercanda!" kata Patriark Li Duanren.


"Aku sama sekali tidak bercanda! Dan apa gunanya juga aku bercanda dengan kalian semua?" tanya Ling Tian dengan nada yang berubah menjadi sedikit dingin.


"Tapi.. Ini..?" Patriark Sekte Neraka dirundung kebimbangan. Satu sisi dia tidak ingin tunduk, disisi lain dia tidak ingin sektenya hancur.


"Kamu bisa tenang dulu Patriark!" ucap Ling Tian lalu menarik kembali aura yang menekan semua orang.


"Aku memang menginginkan Sekte Neraka berada dibawah sayap Klan Ling! Tapi tidak sepenuhnya kalian itu hanya sebatas menjadi bawahan saja!" lanjut Ling Tian.


"Maksud Tuan Muda Ling?" Patriark Li Duanren masih belum faham.


"Sekte Neraka adalah sekte yang lebih fokus dalam bidang formasi dan array. Maka dari itu, aku akan membantu kalian untuk mencapai pemahaman yang lebih tinggi tentang formasi dan array agar kalian bisa tidak terkalahkan!" jawab Ling Tian dengan percaya diri.


"Selain itu, Kami Klan Ling juga tidak akan semena-mena memberikan kalian perintah untuk melayani. Kami hanya ingin kalian membantu Klan Ling saat-saat genting saja! Khususnya disaat perang yang nanti akan aku kibarkan melawan aliansi aliaran hitam!" lanjut Ling Tian.


"Melawan aliansi aliran hitam?" tanya salah satu Tetua Sekte Neraka.


"Benar! Sebenarnya alasan aku ingin menjadikan kalian bawahan adalah karena alasan tersebut. Aku ingin kalian berada dibawah komandoku nanti saat perang besar menghancurkan aliansi sesat di Kekaisaran Han! Adapun sebelumnya yang aku katakan dengan membuat kalian lebih hebat dalam bidang formasi, itu supaya kalian lebih berguna dan tidak menjadi beban dalam perang nanti!" jawab Ling Tian menerangkan dengan panjang kali lebar.


"Tuan Muda Ling! Jika memang seperti itu tujuan Tuan Muda Ling menjadikan kami bawahan, maka kami dengan senang hati bersumpah setia kepada Tuan Muda! Karena memerangi aliansi aliran hitam juga adalah kewajiban kami semua!" tutur Patriark Sekte Neraka, Li Duanren.


"Baguslah jika begitu! Aku senang mendengarnya!" kata Ling Tian.


"Kalian semua! Cepat kumpulkan seluruh murid Sekte Neraka di halaman utama sekte. Lakukan dengan cepat! Kita akan melakukan sumpah setia bersama-sama kepada Tuan Muda Ling!" seru Patriark Li Duanren.

__ADS_1


"Baik Patriark!" jawab semua Tetua Sekte Neraka dengan serentak.


Seluruh Tetua segera pergi meninggalkan aula tamu dan memberikan perintah kepada semua murid untuk berkumpul. Tidak butuh waktu lama, sekitar sembilan ratus ribu murid Sekte Neraka telah berhasil dikumpulkan.


Jumlah ini memang cukup dibilang sedikit jika melihat kedua sekte yang lainnya yaitu Sekte Kekuatan dan Sekte Pedang Suci yang memiliki murid masing-masih lebih dari tiga juta murid. Itu dikarenakan mempelajari formasi dan array adalah sesuatu yang sangat rumit dan membuat orang menjadi sakit kepala. Maka sangat sedikit orang dari Benua Langit yang luas ini tertarik untuk memasuki Sekte Neraka.


Namun, karena alasan tersebut pula dan orang-orang yang memasuki Sekte Neraka adalah orang yang mempunyai niat dan sungguh-sungguh ingin mendalami tentang formasi dan array, semua murid di Sekte Neraka akhirnya berhasil menjadi para jagoan hebat untuk bisa bersaing dengan kedua sekte lain.


Memang benar apa yang dikatakan oleh orang dahulu! Bahwa apapun yang dilakukan, jika diawali dengan niat penuh yang murni dan tidak ada keterpaksaan, maka pasti akan menghasilkan buah yang memuaskan.


Hal ini juga terjadi kepada sembilan ratus ribu para murid Sekte Neraka. Bisa dikatakan, membuat formasi dan array adalah hobby mereka semua! Lalu bagaimana ilmu tentang formasi dan array yang rumit itu mereka katakan rumit jika memang inilah hobby mereka?


Kembali kepada para murid yang berkumpul. Semua murid merasakan kebingungan saat mereka semua dikumpulkan dengan tanpa alasan yang jelas. Bisik-bisik pertanyaan saling bersahutan antara murid satu dengan yang lainnya.


"Sebenarnya ada tujuan apa para Tetua Sekte mengumpulkan kita semua disini?" tanya salah satu murid yang terlihat muda kepada seniornya.


"Aku pun tidak mengetahuinya! Sebelumnya aku masih berlatih tertutup namun tiba-tiba guruku menyuruh untuk keluar dari pelatihanku dan berkumpul disini!" jawab si senior.


"Apakah ada sesuatu hal yang membahayakan sekte?"


"Itu mungkin saja! Tapi biasanya jika memang terjadi hal bahaya, para Tetua akan segera mengaktifkan array pelindung diseluruh area Sekte Neraka dan membunyikan gong tanda bahaya! Dan kali ini aku hanya dikasih tau melalui telepati!"


"Benar! Aku juga sama denganmu!"


Swuusshh... Swuusshh...


Swuusshh... Swuusshh...


"Siapakah kedua pemuda bertopeng itu?"


"Jika kamu bertanya padaku, lalu aku hendak bertanya kepada siapa?"


"Yaa.. Tanya saja sama yang disampingmu! Lalu yang disampingmu suruh tanya sama yang disampingnya lagi dan seterusnya!"


Plak!


"Aduh!"


"Bodoh!"


"Sialan! Mengapa kamu memukul kepalaku? Jangan mentang-mentang karena lebih senior kamu membullyku!"


"Bukan membullymu! Itu agar kamu tidak bodoh saja!"

__ADS_1


"Ugh! Apa tidak bisa, berkata tanpa main tangan! Huh!"


.


.


Sementara diatas langit-langit yang dibawahnya terdapat lautan manusia, Ling Tian mengangguk dengan puas. Dengan adanya para murid ini, maka bantuan untuk dalam perang nanti akan semakin bertambah dan bebannya akan semakin berkurang.


"Patriark! Sebelum kalian melakukannya, adakah diantara kalian yang memiliki elemen besi?" tanya Ling Tian.


"Kebetulan sekali salah satu Tetua kami yang baru saja berhasil naik ranah Pendekar Berlian memilikinya!" jawab Patriark Li Duanren.


Tanpa menunggu lama, Patriark Sekte segera memanggil Tetua yang dimaksud yang tidak lain adalah Tetua Kelima Sekte Neraka.


"Saya Tuan Muda!" kata Tetua Kelima setelah menghadap dihadapan Ling Tian.


"Ranah Pendekar Berlian Awal Bintang 1. Tidak buruk! Jadi kamu yang memiliki elemen besi?" tanya Ling Tian.


"Benar sekali Tuan Muda! Itu saya!" jawab Tetua Kelima Sekte Neraka.


"Baiklah.. Tolong buatlah sebuah sepuluh monumen kecil bertinggikan empat meter dihadapan para murid itu!" kata Ling Tian.


"Baik Tuan Muda!"


Tetua Kelima Sekte Neraka segera membuat monumen kecil yang dipesan Ling Tian. Tanpa menunggu lama, sepuluh monumen besi itu langsung terbentuk karena hal ini sangatlah mudah bagi Tetua Kelima yang memiliki elemenitas besi bawaan.


Melihat Tetua Kelima telah selesai membuatnya, Ling Tian lalu melambaikan tangan kearah masing-masing monumen.


Zhuung! Zhuung! Zhuung!


Zhuung! Zhuung!


Zhuung!


Zhuung! Zhuung!


Zhuung! Zhuung!


Sebuah formasi array dengan berbagai tingkatan menyelimuti monumen-menumen tersebut. Para Petinggi dan semua murid Sekte Neraka membelalakkan matanya karena tidak percaya. Hanya dengan lambaian tangan saja? Ini seperti mustahil!


"Ini.." Patriark Sekte Neraka tidak bisa berkata-kata lagi.


________________________________________

__ADS_1


*Maaf up masih belum stabil🤧


__ADS_2