Ling Tian

Ling Tian
Murid Magang


__ADS_3

Mereka pun pergi menuju ruang makan dan melahapnya dengan tenang. Ling We yang sebelumnya begitu bersemangat tampak sedikit jaga image dalam makannya. Cih! Semua gara-gara kebucinan yang telah merasukinya.


Ling We mencopot topengnya dan memperlihatkan wajahnya yang standar alias pas-pasan untuk seorang lelaki seumurannya, sehingga Zhong Nian tampak sering melirik dan mencuri pandang.


Sementara Ling Tian tetap memakai topengnya karena tidak ingin Zhong Nian malah terpana dengan dirinya. Itu tentu akan menyakiti hati saudaranya, Ling We. Bukannya Ling Tian sombong atau bagaimana, tapi nyatanya memanglah begitu! Tidak ada seorang gadis manapun dibelahan dunia ini yang tidak terpana setelah melihat ketampanan mahakarya Tuhan satu ini. Wajahnya yang terlalu tampan akan membuat wanita manapun tidak akan tahan!


Lupakan ketampanan Ling Tian!


Selesai memakan hidangan, Ling Tian ingin segera pamit dan mendaftarkan diri di Asosiasi Alkemis untuk ajang turnamen namun segera ditahan oleh Tetua Zhong En.


Tetua Zhong En meminta Ling Tian untuk bersantai terlebih dahulu dikediamannya dan tidak perlu terburu-buru untuk mendaftar. Itu karena masih ada tiga hari sebelum pendaftaran ditutup dan acara turnamen dimulai satu minggu setelahnya.


Tetua Zhong En bahkan menawarkan kepada pemuda bermarga Ling tersebut untuk menginap dikediamannya saja selama berada di Kota Obat.


Sebenarnya tujuan ayah Zhong Nian ini menahan Ling Tian karena dua alasan. Pertama, Tetua Zhong ingin mempelajari tentang cara memurnikan pil roh hingga sampai mencapai kualitas sempurna. Dan yang kedua adalah memberikan waktu untuk putrinya dan Ling We untuk semakin mendekatkan diri. Sungguh orang tua yang baik hati dan pengertian!


Ling Tian ingin menolak ajakan Tetua Zhong En ini, namun melihat saudaranya menatapnya dengan tatapan seperti tatapan anak anjing yang memohon, Ling Tian hanya bisa menghela nafas dan menerimanya.


"Baiklah.. Maaf jika nanti kami merepotkan Tetua Zhong!" ucap Ling Tian.


Ketiga orang selainnya tersenyum secara serentak mendengar ucapan Ling Tian ini. Tetua Zhong tersenyum karena hajatnya untuk menimba ilmu alkimia dari Ling Tian mungkin akan terkabul, sementara kedua sejoli yang sedang jatuh cinta itu tersenyum karena tidak jadi terpisahkan.


"Tidak-tidak! Justru kami akan senang dan merasa terhormat jika Tuan Muda Ling sekalian mau menempati kediaman kami yang sederhana ini! Bukankah begitu Nian'er?" ujar Tetua Zhong En lalu meminta dukungan dari putrinya.


"Ah! T-tentu saja benar!" Zhong Nian menjawab dengan gugup.


"Oiya Nian'er! Ayo antarkan kedua Tuan Muda ini menuju kamarnya!" kata Tetua Zhong En.


"Baik ayah!" angguk Zhong Nian.

__ADS_1


"Mari Tuan Muda!" lanjutnya meminta Ling Tian dan Ling We untuk mengikuti.


Ling Tian dan Ling We mengikuti Zhong Nian yang mengantarkannya kekamar yang akan ditempati mereka berdua selama berada di Kota Obat. Sementara Tetua Zhong En tidak bisa untuk tidak bersorak didalam hatinya.


'Aku tidak tahu berada di tingkat berapa Tuan Muda Tian berada dalam alcemisnya! Tapi yang jelas, dia pasti berada jauh diatasku! Pasti dia punya alasan tersendiri mengikuti turnamen yang sudah jelas dialah pemenangnya! Namun semoga dengan ini, Asosiasi Alkemis menjadi lebih terpandang dan kuat lagi!' gumamnya pelan.


Akhirnya Ling Tian dan Ling We menginap di kediaman Tetua Zhong En. Bukan hanya itu saja, bahkan dihari esoknya Zhong En malah meminta putrinya dan Ling We untuk mendaftarkan atau mengantarkan surat rekomendasi Ling Tian untuk mengikuti turnamen di gedung Asosiasi Alkemis, sementara dirinya dan Ling Tian ditinggal untuk mengobrol membahas tentang alkimia.


"Tetua Zhong! Itu tidaklah perlu! Biarkan aku saja sendiri yang kesana untuk mendaftar!" kata Ling Tian berusaha menolak.


"Sudahlah saudaraku! Mana suratnya? Biarkan aku dan Nian'er saja yang mendaftarkanmu di gedung Asosiasi! Kamu disini saja menemani ayah mertua!" desak Ling We yang kini sudah berbeda dalam memanggil Tetua Zhong dan putrinya.


"Benar Tuan Muda Tian!" tambah Zhong Nian.


Ling Tian hanya bisa menghela nafas dan menyerahkan surat rekomendasinya kepada Ling We.


"Baiklah! Jika begitu kami pergi dahulu saudaraku! Ayah mertua!" ujar Ling We pamit lalu terang-terangan menggandeng tangan Zhong Nian.


Ling Tian hanya menggelengkan kepalanya saat melihat iblis haus darah dan psikopat gila seperti Ling We begitu bersemangat menggandeng tangan gadis pujaan hatinya.


Bruk!


Tiba-tiba Tetua Zhong En menjatuhkan diri dan berlutut dihadapan Ling Tian.


"Tetua Zhong! Apa yang kamu lakukan? Cepat berdiri!" ucap Ling Tian terkejut.


"Tidak Tuan Muda! Yang rendah ini bolehkah berguru pada Tuan Muda Tian?" tanya Tetua Zhong En dengan menundukkan pandangan serendah-rendahnya.


"Tetua Zhong! Anda tidak boleh seperti ini! Bangunlah!" ujar Ling Tian sambil berusaha mengangkat tubuh Tetua Zhong En untuk kembali berdiri.

__ADS_1


"Tidak! Sebelum Tuan Muda mau mengangkatku sebagai murid!" kata Tetua Zhong En yang tetap kekeh pada pendiriannya.


Ling Tian tetap berusaha mengangkat Tetua Zhong En namun ayah dari Zhong Nian itu tetaplah tidak bergerak sama sekali.


"Tolong angkat aku sebagai murid Tuan Muda!" ucap Tetua Zhong.


"Hahh.. Baiklah.." Ling Tian akhirnya menyerah.


Ling Tian menegakkan kembali badannya dan melihat kearah Tetua Zhong En berada.


"Baiklah! Aku akan menerimamu! Namun hanyalah sebagai murid magang! Aku masih belum ingin memiliki murid sejati!" ujar Ling Tian.


"Tidak apa-apa! Terima kasih guru! Hormat murid kepada guru!" kata Tetua Zhong En lalu bersujud tiga kali memberi penghormatan.


"Baiklah.. Sekarang bangun dan tegakkan badanmu! Sekali-kali jangan sampai mengecewakanku!" ucap Ling Tian langsung memberi peringatan.


"Murid kecil ini tidak akan mengecewakan guru!" jawab Tetua Zhong En dengan yakin.


"Bagus! Tugas pertamamu sebagai murid adalah belajar membuat formasi!" kata Ling Tian lalu membuat sebuah segel ditangan dan terbentuklah formasi berbentuk tungku dihadapan keduanya.


Selesai membuat tungku dari formasi, Ling Tian meletakkan ujung jari telunjuknya pada dahi Tetua Zhong En. Seberkas cahaya berwarna kehijauan muncul dan menyeruak memasuki dahi Tetua Zhong En.


"Alcemis, Ahli Mantra Formasi dan Penempa Senjata adalah tiga pekerjaan yang saling berhubungan! Pelajarilah cara membuat formasi ini terlebih dahulu! Jika sudah selesai, silakan hubungi aku dikamar. Aku ingin sedikit bermeditasi sendiri! Apa kamu mengerti?" tanya Ling Tian setelah menjelaskan sedikit garis besarnya.


"Murid mengerti guru!" jawab Tetua Zhong En dengan cepat.


Ling Tian lalu pergi begitu saja meninggalkan Tetua Zhong En sendirian di ruang tamu. Sementara yang ditinggalkan langsung duduk dengan sikap lotus untuk menyerap jngatan dari Ling Tian tentang cara atau dasar-dasar membuat formasi sehingga nantinya bisa berbentuk seperti tungku.


Sesampainya didalam kamar, Ling Tian membuat array untuk melindungi seluruhnya agar tidak ada seorangpun yang memasuki kamarnya. Dia juga membuka pintu gerbang dunia jiwanya.

__ADS_1


'Mempelajari sebuah formasi, mungkin butuh tiga atau empat hari bagi murid tua itu untuk bisa menguasainya. Lebih baik aku ke dunia jiwa saja! Aku ingin melihat bagaimana perkembangan Hua'er dan lainnya!' gumamnya lalu memasuki pintu gerbang dunia jiwa yang sebelumnya telah dia buka.


Zheep!


__ADS_2