
Kedatangan Matriark Sekte Hasrat yang langsung melayangkan sebuah pertanyaan membuat pangeran Song Yunlei mengerutkan kening.
"Matriark! Jika kamu bertanya kepadaku, lalu aku hendak bertanya kepada siapa?" ucap pangeran Song Yunlei balik bertanya.
"Cih! Kaisar Palsu sialan kau!" ucap Chan Roulan dengan kesal.
Pangeran Song Yunlei tidak menanggapi decakan kesal dari wanita cantik itu. Tiba-tiba salah satu jenderal yang menjadi bawahan dari pangeran Song Yunlei datang menghadap untuk melaporkan. Dia langsung menjatuhkan diri berlutut di hadapan pangeran Song Yunlei.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya pangeran Song Yunlei.
"Mohon ampun Yang Mulia Kaisar! Seluruh bahan makanan yang kita simpan di dalam gudang telah dicuri oleh seseorang!" jawab jenderal kepercayaan pangeran Song Yunlei itu.
"Apaaa! Bagaimana mungkin?" Matriark Sekte Hasrat Chang Roulan justru lebih cepat bereaksi daripada pangeran Song Yunlei.
"Ampun Matriark Roulan! Kami benar-benar tidak tahu siapa yang telah berani-beraninya mencuri persediaan makanan kita!" ujar jenderal kepercayaan pangeran Song Yunlei.
"Kumpulkan seluruh pasukan sekarang juga di halaman ini! Jangan biarkan satu orang pun beralasan untuk tidak hadir! Kita akan memeriksa semuanya tanpa terkecuali!" ucap pangeran Song Yunlei memberikan titahnya.
"Baik Yang Mulia!" jawab jenderal kepercayaan itu kemudian dia pergi meninggalkan kedua orang yang sedang marah untuk melaksanakan tugas yang diberikan.
Setelah kepergian dari jenderal kepercayaan pangeran Song Yunlei, kedua pimpinan dari pihak aliansi aliran hitam itu berbincang-bincang sejenak.
"Jika persediaan makanan kita tidak ada maka tidak ada lagi tempat bagi kita di daratan utara ini!" ucap Matriark Sekte Hasrat, Chang Roulan.
"Kecuali jika kita meminta bantuan dari kota-kota sebelah yang telah kita kuasai!" jawab pangeran Song Yunlei.
"Aku pasti akan membuat orang yang berani membuat kepanikan seperti ini hidup segan mati tak mau!" kata Matriark Chang Roulan dengan niat membunuh yang sudah merembes dari dalam tubuhnya.
__ADS_1
"Bahkan aku akan memotong-motong tubuhnya secara perlahan lalu memberikan dia pil penyembuhan serta pil regenerasi lalu memotongnya lagi hingga berulang-ulang sampai dia merasakan sakit yang tidak terhingga!" ujar pangeran Song Yunlei yang juga marah besar.
Beberapa saat kemudian, seluruh prajurit dari semua kalangan yang berjumlah sekitar 250.000 pasukan kini telah berkumpul di halaman bekas istana Kota Humeng. Pangeran Song Yunlei dan Matriark Chang Roulan langsung memerintahkan kepada seluruh jenderal dan komandan mereka untuk memeriksa satu persatu dari seluruh pasukannya itu.
Wajah keduanya terlihat begitu suram saat melihat para jenderal dan komandan pasukan mulai memeriksa satu persatu cincin penyimpanan dari seluruh pasukannya. Bagaimana tidak? Sebelumnya keduanya mendapatkan laporan dari satu-satunya komandan pasukan yang dikirim untuk menguasai kota lainnya dibantai habis oleh satu kultivator es yang sangat kuat seperti monster.
Mereka berdua awalnya tidak terlalu memikirkannya karena itu mungkin saja adalah kultivator yang sudah berada di ranah Pendekar Berlian Akhir sehingga dengan mudah membantai seluruh pasukan aliansi aliran hitam yang bergerak menguasai kota-kota.
Jika saja keduanya mulai bergerak sendiri, maka tidak mudah bagi keduanya untuk menguasai kota-kota lainnya. Namun keduanya tidak ingin direpotkan dengan hal-hal seperti itu. Mereka lebih senang dengan kegiatan sehari-harinya yaitu termantap-mantap ria dengan cara masing-masing.
Namun karena kejadian hilangnya semua persediaan makanan di dalam gudang, mereka berdua benar-benar telah seperti sedang dipermainkan oleh pihak tertentu. Keduanya tentu saja sangat marah besar dan ingin sekali memberikan pelajaran berharga yang tidak akan pernah dilupakan seumur hidupnya kepada pelaku pencurian itu.
.
.
'Dimana Long'er sekarang? Mengapa dia tidak ada di dalam kediamannya?' batin Si Ceng dengan hati yang gelisah.
"Ada apa saudara Ceng? Mengapa kamu begitu gelisah? Dan di mana saudara kecilmu itu?" salah satu pasukan yang berada di sebelah Si Ceng.
"Ah! Tidak apa-apa saudaraku! Aku juga tidak tahu di mana dia sekarang!" jawab Si Ceng dengan wajah yang gugup.
"Apa mungkin saudaramu itu terlibat dengan kasus ini?" tanya prajurit itu menerka-nerka.
"Jangan asal bicara kau saudara! Adikku tidak mungkin melakukan hal itu! Dia adalah junior yang sangat berbakti dan tahu tempat serta bagaimana harus bertindak!" ucap Si Ceng yang marah karena tuduhan tidak berdasar tersebut.
"Huh! Tidak perlulah emosi seperti itu saudara Ceng! Aku hanya bertanya saja, tidak menuduhnya!" kata prajurit itu dengan wajah yang sedikit tidak senang.
__ADS_1
"Tapi kau telah berani menuduh adikku itu berbuat yang merugikan! Padahal kau tidak tahu kejelasannya, tentu saja aku tidak terima!" ujar Si Ceng.
Disaat prajurit itu hendak menanggapi lagi ucapan dari Si Ceng, salah satu komandan yang bertugas memeriksa cincin penyimpanan telah mendatangi keduanya sehingga mau tidak mau prajurit itu diam dan tidak berkata lagi.
"Serahkan cincin penyimpanan kalian!" perintah komandan tersebut dengan wajah datar.
"Baik komandan!" jawab keduanya dan serentak kemudian memberikan cincin penyimpanan milik mereka kepada komandan tersebut untuk digeledah.
Komandan tersebut menerima kedua cincin penyimpanan dari Si Ceng dan prajurit yang sebelumnya menuduh Si Long sebagai salah satu pelaku dari pencurian bahan makanan milik prajurit aliansi aliran hitam.
Setelah beberapa saat memeriksa, komandan tersebut memberikan kembali cincin penyimpanan keduanya karena tidak menemukan apa yang sedang dicari. Saat komandan tersebut ingin pergi, prajurit yang sebelumnya memberikan tuduhan tidak berdasar kepada Si Long berkata akan spekulasinya.
"Maaf komandan! Adik dari saudara Si Ceng ini tidak ada di dalam barisan pasukan ini! Kemungkinan dia juga terlibat dalam pencurian bahan makanan kita!" ucap prajurit itu.
Sang komandan langsung menghentikan langkahnya dan menatap ke arah prajurit tersebut serta Si Ceng.
"Benarkah demikian?" tanya sang komandan.
"I-itu.. Itu tidak benar komandan! Aku bahkan tidak tahu di mana keberadaan adikku itu!" ucap Si Ceng dengan nada yang terbata-bata dan ketakutan.
"Lalu di mana terakhir kau melihat adikmu itu?" tanya sang komandan membentak.
"A-aku tidak tahu komandan! Tapi aku dapat menjamin bahwa adikku itu tidak mungkin terlibat dalam pencurian ini?" ucap Si Ceng dengan tergagap-gagap meyakinkan komandan tersebut.
"Huh! Kau sangatlah mencurigakan sekali! Ikut aku untuk menghadap pangeran Song Yunlei dan Matriark Roulan!" ucap komandan tersebut sambil menarik kerah baju dari Si Ceng dan membawanya untuk menghadap kedua pemimpin pasukan aliansi aliran hitam.
Namun saat keduanya belum benar-benar beranjak dari tempatnya, tiba-tiba sebuah array yang sangat besar yang melingkupi seluruh wilayah Kota Humeng tercipta dan mengurung semua orang.
__ADS_1
Zhuuung!