
Ling Tian segera berdiri dari pembaringan nyaman akar itu, dia menghadap kearah dimana sumber suara auman itu datang. Dia sangat geram sekali.
"Huh! Awas saja!" ucapnya.
Dia melesat dengan cepat berharap menemukan si naga dan menghajarnya hingga babak belur. Ling Tian tidak tahu bahwa kedatangannya sudah diketahui oleh si naga dan para penghuni Hutan Gelap.
Setelah beberapa saat,
"Grudug.. grudug.. grudug.."
Tanah tempat berpijak Ling Tian bergetar dengan hebat. Ling Tian tidak menghiraukannya. Dia terus berlari menuju sumber suara auman. Namun matanya tiba-tiba mendapati segerombolan monster-monster beast didepan sana menuju kearahnya.
Dari aura monster-monster beast itu Ling Tian bisa tahu bahwa mereka monster beast tingkat lima bahkan enam.
'Hm.. Baguslah! Ini baru yang namanya latihan!' Gumam Ling Tian didalam hatinya juga dengan wajah berbinar.
"Ayo kemarilah kalian! Aku sampai bosan menunggu sedari tadi!" Teriak Ling Tian.
Seolah ada yang mengendalikan, Para monster beast berhenti jarak empat puluh tombak dari Ling Tian. Hal itu sangat mengherankan dan membuat Ling Tian mengangkat alis.
"Hei! Mengapa kalian berhenti? Sini maju lawan aku!" Ucap Ling Tian.
Lagi-lagi para monster beast itu seperti sudah ada yang mengatur. Mereka semua hanya diam dan hanya satu saja yang maju. Sementara beast-beast lainnya hanya menonton.
__ADS_1
"Kalian ini aneh sekali! Biasanya main keroyokan. Lha ini malah ngajak duel satu lawan satu? Hm.. Tapi baiklah, akan aku ladeni kalian semua nanti!" Ucap Ling Tian Lagi.
Monster beast yang maju adalah Serigala Perak, monster beast tingkat lima. Elemen es yang dikuasainya patut diwaspadai oleh Ling Tian.
"Ggrrrrr..."
Serigala Perak menggeram tapi ekspresi wajahnya seperti sedang mengejek.
"Cih! Songong amat wajahmu itu! Aku buat jadi mirip klepon baru tahu rasa kau!" Ucap Ling Tian.
Serigala Perak masih saja tersenyum santui meski mendengar ucapan buruk Ling Tian. Kemudian dengan kecepatan penuhnya, dia melesat kearah Ling Tian lalu menyerang dengan serangan cakar dan lolongannya. Dia berniat menjatuhkan Ling Tian dalam sekali serang.
Swuuusshh..
Ling Tian yang sedari awal sudah memasang kewaspadaan tinggi dan mendapati dirinya diserang juga tidak tinggal diam. Dia dengan cepat menghindar.
Booommm...
Alhasil serangan Serigala Perak hanya mengenai tanah kosong. Kawah yang berselimut es yang lumayan dalam segera terbentuk sebagai evek dari serangan Serigala Perak.
"Hohoo.. Ternyata cukup mengerikan juga seranganmu! Hahaha! Untung saja aku cepat menghindar. Kalau tidak? Hah.. Mungkin aku sudah jadi es pergedel" Kata Ling Tian mengakui.
"Gggrrrr.." Serigala Perak menanggapi.
__ADS_1
"Apa? Ngomong dong! garrr gerrr garrr geerrr! Mana mungkin bisa paham! Huh! Oiya, kan kau masih golongan monster beast rendahan ya? Hahaha.." Ejek Ling Tian.
Serigala Perak yang mendengar ocehan itu wajahnya seketika menjadi hitam. Dia sangat murka kepada Ling Tian yang merendahkannya. Padahal di Hutan Gelap pangkatnya sudah masuk jajaran komandan monster beast. Belum lagi para monster beast lain yang dibelakangnya juga ikut-ikutan menertawakan ejekan Ling Tian.
"Sepertinya kamu akan serius!" ujar Ling Tian masih dengan wajah masih terlihat mengejek.
Si Serigala Perak tidak menggubris dan malah melolong sangat panjang.
"Aaauuuuu.."
Area pertempuran seketika mendadak membeku. Serigala Perak nyatanya mampu menggunakan hukum domainnya sendiri yang bertipe es. Ling Tian sangat terkejut akan hal ini. Dia sangat tidak menyangka ternyata serigala perak itu menguasai hukum domain.
Serigala perak tak ambil basa-basi. Dia langsung menyerang Ling Tian dengan kuku dan giginya yang sangat tajan dan kuat seperti baja. Sementara Ling Tian telah mencabut pedang pusaka pemberian Patriark Yi Sun Sang juga langsung menghalau dan menyerang balik Serigala Perak.
Trank! Tink! Tink!
Trank! Trank! Trank!
Suara gesekan kuku dan pedang terdengar keras. Serigala Perak tidak habis akal, dia juga menggunakan keuntungan hukum domain es. Terkadang disela serangan cakarnya, dia juga menyerang dengan cara membekukan gerak langkah Ling Tian. Hal itu sangat menguntungkan baginya.
Sreettt... Sreeettt...
"Huh! Merepotkan sekali domain ini!" Ucap Ling Tian yang mulai agak tersudut dan terkena sedikit cakar musuh.
__ADS_1
Kemudian Ling Tian meloncat mundur empat tombak untuk menyiapkan kuda-kuda yang baru dan lebih kuat. Ling Tian menutup matanya tiga detik lalu membukanya dengan tampilan tatapan tajam kepada Serigala Perak. Dia yang sudah menggunakan jurus tiruan Klan Yi masih belum bisa menggores sedikitpun kulit lawannya.