
Rombongan seratus lima puluhan orang yang dipimpin oleh Tetua Pertama Klan She itu terus melesat memasuki kawasan tengah Hutan Tanpa Batas.
Terpaan aura langit dan bumi yang begitu pekat sangat menyenangkan bagi Ling Tian dan Mao An. Akan tetapi keduanya hanya memendam rasa itu didalam hatinya masing-masing karena jika tidak maka pasti akan terjadi masalah atau paling parah terbongkarlah penyamaran Ling Tian serta acting Mao An.
'Tidak heran para beast di Hutan Tanpa Batas ini sangat kuat! Aura langit dan bumi disini sangatlah pekat!' batin Ling Tian sangat takjub.
'Jika di kawasan dalam saja sudah sepekat ini, lalu bagaimana jika di kawasan inti?' lanjutnya membatin.
Ling Tian tidak bisa membayangkan sebegitu kuatnya orang-orang jelmaan para beast dari Klan Besar yang ada di kawasan inti tersebut. Dengan kekuatannya saat ini yang berada pada Ranah Raja Puncak saja dirinya sudah merasakan sangat kuat, lalu bagaimana dengan Klan Bai yang dikabarkan memiliki seorang Patriark, Tetua Agung dan tiga leluhur yang berada di Puncak Ranah Kaisar?
Membayangkan hal itu saja sudah membuat Ling Tian sedikit merinding. Meskipun tubuhnya tidak akan pernah terluka oleh sebuah serangan, namun tidak dengan organ dalamnya. Dia bisa saja mati karena hancurnya seluruh organ bagian dalam. Maka dari itu dia berencana untuk jangan sampai menyinggung orang-orang dari Klan Bai terlebih dahulu.
Menengok Ling Tian yang merinding saat membayangkan kekuatan dari Klan Bai sebenarnya cukuplah aneh. Karena saat dirinya berlatih bersama sang guru, dirinya sudah berada di puncak kultivasi. Mungkin hal ini terjadi karena jiwa yang berdiam pada jasad Ling Tian itu sudah benar-benar menyatu dalam perannya menjadi seorang Ling Tian di kehidupan alam kultivator.
Setelah satu jam berjalan, Ling Tian dan Mao An akhirnya dapat melihat sebuah kota yang sangat besar dan megah dengan ornamen-ornamen indah dan nuansa kuno.
"Tuan An! Didepan kita adalah Kota She! Kota tempat dimana Klan She kami tinggal!" ucap Tetua Pertama menjelaskan.
"Sangat megah!" ucap Mao An memuji dengan jujur.
"Hahaha.. Ini hanyalah kota kecil saja! Tuan An akan sangat terkejut jika melihat kota-kotw lain yang ada di kawasan inti Hutan Tanpa Batas!" ujar Tetua Pertama Klan She sambil tertawa renyah.
Lima menit kemudian, mereka akhirnya telah memasuki gerbang kota dengan damai. Namun Ling Tian dapat merasakan ada sepasang mata yang seperti sedang mengawasinya dengan niat membunuh yang ditahan.
"Hmm?" Ling Tian dibuat keheranan.
"Ada apa Komandan Danfan?" tanya Komandan Na yang melihat gelagat aneh Ling Tian.
"Tidak apa Komandan Na! Aku hanya sedikit merasakan ada tatapan seseorang yang kurang bersahabat denganku!" jawab Ling Tian dengan jujur.
__ADS_1
"Acuhkan saja Komandan Danfan! Dia pasti hanyalah semut kecil yang iri dengan kita para komandan pasukan elite!" ucap Komandan Fuiqi ikut menimpali.
"Baik Komandan!"
Setelah setengah jam, akhirnya mereka semua kini telah sampai di kediaman Klan She yang menjadi pusat dari Kota She tersebut.
Ling Tian melihat-lihat keindahan Kota She yang diisi dengan para beast yang berdagang disepanjang jalan kota dan toko-toko akhirnya dapat menyimpulkan bahwa Hutan Tanpa Batas itu sama seperti pemukiman manusia atau sebuah Kekaisaran yang maha luas dan kuat yang dipimpin oleh Klan Bai. Hanya saja penduduk disini adalah para beast yang sangat kuat.
Mao An dan Ling Tian dibawa oleh Tetua Pertama ke aula pertemuan Klan She bersama dua komandan Na dan Fuiqi.
"Hormat kepada Patriark dan Tetua semuanya!" ucap Tetua Pertama sambil membungkukkan badan yang diikuti oleh Ling Tian dan kedua komandan. Sementara Mao An hanyalah dengan menangkupkan tangannya dengan hormat.
Patriark She Manglong beserta para petinggi klan menerima penghormatan semua orang. Tanpa basa-basi lagi Tetua Pertama langsung menjelaskan semua masalah yang terjadi dengan dibantu oleh keempat orang lainnya yang datang bersamanya.
Patriark She Manglong sebenarnya tidak terlalu percaya dengan cerita yang diberikan oleh Tetua Pertama atau pun Mao An. Namun karena memang itulah kesaksian dari Ling Tian yang menyamar menjadi Komandan Danfan maka dia tidak punya alasan lagi untuk tidak percaya.
"Patriark!" ucap Ling Tian tiba-tiba.
"Aku telah gagal menjaga keamanan wilayah perbatasan Hutan Tanpa Batas dan melindungi dua bawahanku! Maka dari itu, aku She Danfan meminta izin untuk melepaskan jabatanku sebagai komandan!" ucap Ling Tian dengan tegas.
"Apaaa!" semua orang terkejut.
"Komandan Danfan! Katakan alasannya mengapa kamu melakukan ini?" tanya Patriark She Manglong.
"Malu!" jawab Ling Tian singkat.
Patriark She dan semua petinggi klan terdiam mendengar jawaban singkat Ling Tian. Mereka semua tidak menyangka bahwa Komandan Danfan akan memiliki sikap yang tidak terduga.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan setelah keluar dari pasukan elite?" giliran Tetua Agung She Jianyu yang bertanya.
__ADS_1
"Aku ingin berpetualang bersama saudaraku Mao An dan hidup dengan bebas!" jawab Ling Tian.
Semua orang kembali terdiam dan ruangan itu menjadi sangat sepi. Namun setelah lima menit keheningan, Patriark She Manglong akhirnya memberikan kebebasan kepada Ling Tian akan tugas komandan pasukan elite.
"Terima kasih Patriark!" ucap Ling Tian dengan senang. Akhirnya kini dia bisa bebas berkeliaran didalam Hutan Tanpa Batas tanpa ada kekangan dari pihak Klan She yang mengharuskan seorang komandan pasukan elite mengarahkan prajurit bawahannya.
"Baiklah.. Kamu jamu lah Tuan Mao An ini dengan baik! Bagaimana pun dia juga penolongmu dan pemberi informasi terhadap penyusup itu!" ucap Patriark She Manglong.
"Baik Patriark! Kalau begitu aku dan saudaraku Mao An akan kembali terlebih dahulu!" ucap Ling Tian sambil mendekati salah satu Tetua yang menjadi jendral pasukan elite dan memberikan lencana komandannya.
"Baiklah.. Silakan Danfan! Silakan Tuan Mao An!" jawab Patriark She Manglong.
"Patriark! Kami juga ingin undur diri dan melanjutkan tugas!" ucap Komandan Na.
"Baik! Lanjutkan tugas kalian!" ujar Patriark She Manglong.
Ling Tian dan Mao An keluar dari aula pertemuan yang diikuti oleh kedua komandan pasukan elite.
"Komandan Danfan!" panggil Komandan Fuiqi.
"Komandan Fuiqi! Aku saat ini bukanlah komandan lagi! Tolong panggil aku dengan saudara atau namaku saja!" ucap Ling Tian.
"B-baiklah kom-.. Tidak! Maksudku saudara Danfan!" ujar Komandan Fuiqi yang masih belum terbiasa dengan panggilan baru Ling Tian.
Ling Tian hanya menggelengkan kepalanya saja sebagai tanggapan akan hal tersebut. Mereka terus berjalan sambil berbincang-bincang santai hingga Komandan Na kembali menanyakan alasan Ling Tian meminta dicopot jabatannya sebagai komandan.
"Alasanku sederhana! Aku hanya ingin hidup dengan bebas dan berpetualang dengan tanpa beban! Selama ini aku hanya hidup didalam dibawah perlindungan klan dan jaminannya, maka nantinya aku hanya akan menjadi pedang tumpul jika tidak di asah dengan pengalaman di luar klan!" ucap Ling Tian menjelaskan.
"Seorang harimau akan terlihat buas jika dia keluar dari sarangnya! Sebagai buktinya adalah saudaraku Mao An ini yang kebetulan adalah ras harimau malam! Hahaha.." lanjutnya sambil tertawa ringan.
__ADS_1
Komandan Na dan Komandan Fuiqi menganggukkan kepala mengerti. Rombongan empat orang itu terus berjalan dengan tenang hingga tiba-tiba dikejutkan oleh teriakan seorang pemuda yang sedang berdiri diatas arena pertempuran.
"Danfan keparat! Aku She Shuma menantangmu untuk pertarungan hidup dan mati!"