Ling Tian

Ling Tian
Serangan Di Daratan Barat 3


__ADS_3

Swooshh...


Bawahan Han Tianba melesat dengan cepat menyerang Komandan Ren.


"Meski aku harus mati, namun demi negeriku ini aku akan memberikannya!" teriak Komandan Ren yang juga kemudia melesat menyambut serangan bawahan Han Tianba dengan pedangnya.


Swooshh...


Boommmm...


Ledakan energi yang cukup dahsyat bergema dengan keras menimbulkan gelombang angin kejut yang melebar kesegala arah dengan ketajaman layaknya pisau.


Swuushh...


Baamm!


Komandan Ren terlempar jauh ratusan meter lalu berakhir dengan menghantam perbukitan pasir dan menghancurkannya.


"Ugh!"


Karena perbedaan kekuatan yang terlalu jauh, Komandan Ren terluka dengan cukup parah dan memuntahkan banyak darah dari mulutnya.


"Sial! Uhuk! Uhuk! Dia sangat kuat!" ucap Komandan Ren sambil terbatuk-batuk darah. Dia lalu berdiri dan menstabilkan kembali energinya yang kacau.


Komandan Ren menatap anggotanya yang sedang menjadi bulan-bulanan kesembilan bawahan Han Tianba kini hanya tersisa sepuluh orang saja. Terlihat saat ini mereka sengaja dibuat mainan oleh kesembilan orang itu.


"Keparat!" ucapnya lemah sambil menggenggam erat tinjunya sampai beberapa tetes darah mengalir dari tangannya itu.


"Hahaha.. Semut tetaplah semut!" ujar bawahan Han Tianba yang tiba-tiba muncul dua puluh meter dari Komandan Ren berada.


"Bagaimana? Apakah mau dilanjut?" lanjutnya bertanya dengan nada mengejek.


"Kau! Bajing*n! Apa mau kalian menyerang daratan barat kami?" tanya Komandan Ren dengan geram.


Belum sempat bawahan Han Tianba itu menjawab, sebuah kembang api berwarna merah darah meletus diatas langit dan bersinar dengan sangat terang.


Duar!


Bunyi ledakan itu terdengar menggema kesegala arah.


"Hoho.. Sepertinya pasukan bantuanmu akan segera tiba!" ucap bawahan Han Tianba sambil tersenyum.

__ADS_1


Sementara didalam kapal, Han Tianba yang sedang minum teh melihat kembang api merah itu langsung tersenyum sumringah. Hal inilah yang dia dan pasukannya tunggu-tunggu. Pesta bantai-bantai akan segera dimulai!


"Hahaha.. Daratan barat! Semuanya akan menjadi milik aliran hitam!" ucap Han Tianba dengan tertawa terbahak-bahak.


Semua orang yang ada di ruangan itu juga ikut tertawa, karena mereka sangat yakin dengan kekuatan yang mereka miliki maka akan sangat mudah menguasai daratan barat ini. Belum lagi bantuan dari dalam yang dilakukan oleh Pangerang Song Yunlei yang sangat berambisi itu.


"Kalian berdua! Suruh dua kelompok macan loreng dan rusa untuk menyambut kedatangan mangsa kita!" ujar Han Tianba memberikan perintah kepada dua bawahannya yang lain.


"Baik Pemimpin!" ucap keduanya serentak lalu pergi meninggalkan tempat santai Han Tianba itu.


Setelah beberapa saat, Han Tianba melihat sekitar dua ribu pasukan dari benteng pantai daratan barat bagian timur datang mendekati armada perangnya. Dia lalu melihat empat ratus pasukan miliknya yang dipimpin oleh kedua bawahan sebelumnya juga keluar dari kapal dan bersiap melawan pasukan dari benteng perbatasan itu.


"Empat ratus melawan dua ribu ya? Hm.. Itu berarti satu orang pasukanku harus melawan lima orang dari prajurit benteng pantai itu! Tidak buruk!" ucap Han Tianba sambil mengangguk-anggukkan kepala.


Han Tianba sama sekali tidak khawatir dengan pasukannya. Dia sangat yakin akan pasukan empat ratus orangnya akan memenangkan pertarungan yang akan terjadi sebentar lagi. Itu karena dia bisa melihat dengan jelas kekuatan pasukannya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kekuatan lawan.


Bisa dikatakan kuantitas tidak akan pernah mengalahkan kualitas!


Mengandalkan jumlah banyak orang menurutnya bukanlah hal yang benar dalam berperang. Dia lebih memilih sedikit orang namun berkekuatan tinggi daripada banyak orang namun sekumpulan semut-semut lemah.


Bahkan yang Han Tianba bawa untuk penyerangan dan menaklukkan daratan barat ini adalah semuanya berada di ranah Pendekar Perang Awal keatas. Dia tidak mengikut sertakan orang-orang lemah yang berada di ranah Pendekar Perunggu kebawah.


.


.


Setelah mereka semua sudah berjarak agak dekat, alangkah betapa terkejutnya mereka saat melihat kapal terbang perang raksasa dengan ribuan kapal terbang kecil lainnya berada dibelakang kapal raksasa tersebut.


Salah satu Jendral langsung menyalakan kembang api dan menembakkannya keatas langit untuk memanggil bantuan dari kota-kota terdekat. Dia yakin pasukan yang dibawanya bersama satu Jendral lainnya tidak akan bertahan lama menghadapi pasukan musuh yang belum keluar dari dalam kapal terbang.


Rombongan itu akhirnya sampai dibibir pantai dan dapat melihat Komandan Ren yang terluka cukup parah dan beberapa anggotanya yang tersisa menjadi bulan-bulanan kesembilan orang berjubah hitam.


"Bajing*n!" teriak Sang Jendral dengan amarahnya yang memuncak. Aura ranah Pendekar Berlian Awal Bintang 1 dan niat membunuh pekat meledak dengan gila dari tubuhnya.


Zheep!


Dia langsung menghilang dan dalam sekejap sudah muncul didekat Komandan Ren serta membuat bawahan Han Tianba yang sebelumnya menjadi lawan Komandan Ren terkejut lalu dengan cepat mundur dan menjaga jarak.


"Komandan Ren! Bagaimana kondisi anda?" tanya Sang Jendral dengan wajah khawatir.


Dia bernama Song Ou Leng, merupakan salah satu Jendral dari ibukota Kekaisaran Song sekaligus keluarga dari bangsawan Song yang mendapatkan tugas untuk menjaga perbatasan pantai bagian timur daratan barat.

__ADS_1


Dia juga tahu identitas asli dari Komandan Ren yang juga merupakan anggota keluarga Song yang menyamar dan memilih untuk menjadi komandan meski kekuatannya sudah diatas rata-rata.


"Jendral Besar Leng! Anda juga datang?" ucap Komandan Ren bertanya dengan tersenyum lemah.


"Tentu! Serahkan semua kepada kami! Komandan beristirahatlah dan pulihkan dirimu segera!" ucap Jendral Song Ou Leng.


"Baik Jendral!" angguk Komandan Ren lalu beranjak dari tempat itu meninggalkan Jendral Leng yang sedang menatap lawan Komandan Ren dengan tajam.


"Siapa kalian? Mengapa membuat masalah didaerah kami?" tanya Jendral Leng dengan dingin.


Bawahan Han Tianba yang menjadi lawan Komandan Ren sebelumnya hanya tersenyum mendengar Jendral Leng bertanya.


Swooshh... Swooshh...


Dua orang yang memakai jubah hitam tiba-tiba muncul disamping kanan kiri bawahan Han Tianba itu. Keduanya juga adalah bawahan yang diperintahkan Han Tianba sebelumnya untuk menyambut mangsa yang akan datang.


"Kau tidak perlu tahu siapa kami! Karena orang yang akan mati tidaklah berguna mengetahui identitas kami!" ucap salah satu dari keduanya dengan dingin dan mencibir. Aura ranah kultivasi Pendekar Berlian Awal Bintang 2 terpancar jelas daei tubuhnya. Niat pembunuhan sangat pekat dan kelam juga meledak dengan gila beriringan dengan ledakan kekuatan kultivasi.


Jendral Leng seketika menjadi serius saat merasakan kekuatan dari pria berjubah hitam itu. Meskipun sama-sama di ranah Pendekar Berlian Awal, namun perbedaan satu bintang juga merupakan sebuah jarak yang membedakan.


"Ada apa Jendral Besar Song Ou Leng? Apakah kau takut sekarang?" tanya pria itu dengan mencibir.


"Takut? Kata-kata itu tidak pernah berlaku dalam kehidupanku!" ucap Jendral Leng sambil mengeluarkan pedang dari dalam cincin penyimpanannya.


________________________________________



Diucapkan terima kasih buat buronan mingguan dan para readers semua. 😁📢📢📢 Berkah selalu.


Oiya, Author juga mau promo novel baru dan udah rilis. Cek aja di profil Author tamvan ini. 😁


Judulnya "Bersama Sistem". Yuk pada mampir semuanya. Dijamin kocak juga MC nya.😁



Dan yang terakhir, jangan lupa VOTE VOTE VOTE selalu. 📢📢


Inget, ini kan hari senin.


Okey, sekian dari Author.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2