Ling Tian

Ling Tian
Pelelangan Agung


__ADS_3

"Benar! Mari kita cari sekarang!" kata Ling Tian.


Mereka berdua berjalan menyusuri jalanan kota yang tampak semakin ramai ditiap waktunya. Tak berselang lama, mereka berdua menemukan penginapan sederhana berlantai dua namun terkesan klasik dan banyak makna, 'Penginapan Burung Merak'.


"Sepertinya penginapan ini cukup cocok untuk kita, disamping juga tersedia untuk makan-makan!" kata Long Yuan.


Ling Tian memutar bola matanya malas karena ucapan Long Yuan tidak lepas dari kata makan. Memangnya sudah berapa tahun dia tidak makan? Fikir Ling Tian.


"Baiklah.." ujar Ling Tian.


Ling Tian tidak mempermasalahkan dimanapun dia tidur, bahkan jika beratapkan langit dan beralas bumi juga no problem. Dia hanya mengikuti saja kemauan saudara crewetnya, Long Yuan.


Sesampainya didalam penginapan, mereka langsung disambut oleh wanita paruh baya yang menjadi pelayan. Lain daripada yang lain! Biasanya gadis-gadis muda namun sekarang wanita paruh baya!


Namun sekali lagi Ling Tian bahkan Long Yuan tidak mempermasalahkannya.


"Selamat datang di Penginapan Burung Merak tuan-tuan. Apa ada yang bisa saya bantu?" tanya wanita baya.

__ADS_1


"Ah.. Benar sekali nyonya! Kami berdua ingin menginap selama lima hari! Apakah masih ada kamar? Dan kira-kira berapa yang harus kami bayar?" tanya Ling Tian ramah.


"Tuan muda datang diwaktu yang tepat! Kami masih mempunyai dua kamar yang tersisa. Namun kamar ini kamar terbaik dan mempunyai biaya sewa tertinggi!" kata wanita pelayan.


"Sama sekali tidak masalah nyonya! Kami akan mengambilnya. Tidak perlu memikirkan soal biaya!" ujar Ling Tian.


"Saudaraku! Bukankah pemborosan ini namanya? Kita bisa tidur satu kamar!" kata Long Yuan.


"Sialan kau cacing biru! Siapa yang mau tidur sekamar denganmu! Bahkan kau hendak mendahului orang yang kucinta untuk tidur bersama? Cih.. Irit boleh! Pelit jangan!" gerutu Ling Tian jijik.


"Jangan panggil aku dengan sebutan itu bocah!" geram Long Yuan.


"Sialan! Sudah-sudah.. Jangan bahas lagi! Nyonya, kami ambil dua kamar yaa.. Dan saudaraku ini yang akan bayar!" kata Ling Tian.


Duar!


Jantung Long Yuan luluh lantak seketika. Membayar dua kamar terbaik dan itu untuk lima hari? Sialan! Namun meskipun begitu Long Yuan tetap membayar semuanya.

__ADS_1


Hari-hari berlalu dengan cepat. Tak terasa lima hari telah terlewat dan pelelangan yang dijadwalkan telah tiba waktunya. Selama itu pula Ling Tian dan Long Yuan hanya bermalas-malasan saja. Mengisi waktu buat makan, tidur, lalu jalan-jalan atau kemudian nongkrong lihatin cewek-cewek cantik lewat di keramaian kota yang semakin membeludak atau apalah yang intinya tidak berguna sama sekali.


Sungguh keburukan mutlak!


Mereka sengaja tak melakukan apapun karena memang tidak ada yang bisa dilakukan sama sekali. Bagi Ling Tian, ingin menaikkan ranah kultivasinya ketingkat lebih tinggi? Dia tidak bisa, karena memang tidak ada yang dapat menaikkan kultivasinya. Dengan buah abadi? Ling Tian merasa belum waktunya mengkonsumsi buah-buahan abadi. Adapun alasan sebenarnya dia melelangnya karena dia gabut saja. Hanya itu alasan yang tepat.


Terkadang untuk mengisi kebosanannya, Ling Tian memasuki dunia jiwa dan melihat-lihat kebun buah abadi hasil tanaman kedua gurunya atau melatih teknik-teknik berpedang, menempa senjata, atau formasi array.


Dan akhirnya setelah melewati semua kebosanan itu, waktu pelelangan telah tiba. Ling Tian dan Long Yuan sudah berpakaian rapi dan berjubah seperti biasa. Hitam untuk Ling Tian dan biru untung Long Yuan.


Ling Tian memberikan topeng hitam separuh wajah yang dia buat saat didalam dunia jiwa kepada Long Yuan untuk menyembunyikan identitas. Long Yuan Mengerutkan kening saat menerima topeng separuh wajah yang sangat berkualitas. Topeng itu setara dengan senjata pusaka tingkat merah.


"Pakai saja dan jangan banyak tanya!" ucap Ling Tian yang terlalu malas dengan komentar Long Yuan.


"Em.. Baiklah.." lemas Long Yuan.


Ling Tian mengangguk dan memakai topengnya.

__ADS_1


"Ayo kita lihat, seberapa menghiburnya pelelangan yang kubuat!" ujar Ling Tian tersenyum penuh arti.


__ADS_2