Ling Tian

Ling Tian
Kota Yunzun


__ADS_3

Dikedalaman hutan yang jauh dari Kota Xudong Ling Tian beserta Zhuge Ruxu, Mao An dan kelima murid saudara-saudara Ling Tian berjalan dengan santai dan dipandu oleh Raja Beast Kong Ki dan Ratu Siluman Huli Hei.


Dibelakang mereka, sekitar delapan puluh lima ribu monster beast dan hewan siluman berjalan mengiringi menuju pusat tempat tinggal mereka.


Sebelumnya Ling Tian juga memerintahkan untuk mengambil kristal beast dan siluman yang telah tewas dan mengumpulkannya untuk dia miliki. Dengan tanpa menolak mereka semua memberikannya kepada Ling Tian.


Setelah itu Ling Tian menyuruh mereka mengumpulkan mayat-mayat beast dan siluman menjadi satu dan menggunungkannya. Dengan satu lambaian tangannya, sekitar lima belas ribu mayat itu hilang dari pandangan semua orang dan mengejutkan semua orang.


Mereka semua tidak tahu bahwa cincin jiwa milik Ling Tian adalah cincin penyimpanan tiada batas. Berapapun yang dimasukkan maka akan tetap dimuatnya.


Ling Tian sengaja mengambil semua mayat beast dan siluman karena daging mereka sangatlah berguna bagi para kultivator untuk menaikkan kekuatan tubuh dan tulang.


Namun meskipun begitu, Ling Tian tidak akan mungkin mengkonsumsinya dalam waktu dekat karena dia masih berada diarea para beast dan siluman. Hal seperti itu tentu akan dapat melukai hati mereka jika saudara mereka dimakan didepan mata mereka.


Setelah melalui perjalanan selama satu jam lebih, Ling Tian dan semua saudara serta murid-muridnya dapat melihat sebuah kota yang sangat besar lagi megah ditengah hutan yang berjarak satu kilometer dari jaraknya saat ini.


"Sungguh kota yang besar!" ucap Ling Tian dengan kagum.


"Selamat datang di Kota Yunzun! Kotanya para beast dan hewan siluman!" ujar Raja Kong Ki dengan bangga.


Ling Tian hanya tersenyum dan mengangguk untuk menanggapi ujaran dari Kong Ki. Dia tentu cukup tertarik dengan kota yang hanya diduduki oleh para monster beast dan hewan siluman. Sungguh pemandangan baru yang pernah dia dan saudara-saudaranya yang lain lihat.


Setelah beberapa saat, rombongan mereka akhirnya tiba didepan pintu gerbang kota yang dijaga oleh beberapa monster beast tingkat 6.


Mereka menatap beringas kearah Ling Tian dan kelompoknya. Namun setelah melihat Sang Raja ternyata berasamanya, dengan hormat mereka berlutut dihadapan Kong Ki.


"Hormat Yang Mulia Raja!" ucap mereka dengan serentak.


"Bangunlah! Hormat kalian aku terima. Buka pintu gerbang sekarang!" ujar Kong Ki memberikan perintah.


"Baik Yang Mulia! Raja!"


Para monster beast tingkat 6 itu lalu berdiri dan membuka pintu gerbang kota. Sesekali mata mereka melirik kearah Ling Tian dan kelompoknya dengan tatapan sangat tidak bersahabat.


Sedikit niat membunuh yang tertahan juga merembes dari tubuh mereka dan Ling Tian dapat dengan jelas merasakannya. Meskipun begitu, Ling Tian tidak menghiraukannya karena hanya akan memperburuk citranya sebagai penguasa baru di kota tersebut.


Semua rombongan akhirnya memasuki Kota Yunzun dengan tenang. Para pasukan juga kembali ke barak prajurit masing-masing. Setiap kali rombongan mereka berpapasan dengan beast atau siluman, maka semua beast atau siluman tersebut pastilah akan berlutut dengan hormat dihadapan Sang Raja Beast dan Ratu Siluman namun akan memberikan tatapan tidak senang kepada kelompok Ling Tian setelahnya.


"Sepertinya semua beast dan siluman disini sangat rukun dan menghormati kalian berdua!" ucap Ling Tian tiba-tiba.

__ADS_1


"Hahaha.. Begitulah Tuan Muda! Kami memang sengaja menindak tegas bagi siapapun yang membuat keributan meski sekecil apapun itu!" jawab Raja Beast Kong Ki dengan tertawa.


"Itu sangat bagus!" tanggap Ling Tian sambil mengangguk.


Mereka terus berjalan hingga sampailah disebuah istana yang sangat besar dan megah.


"Selamat datang di kediamanku Tuan Muda Ling!" ucap Huli Hei dengan ramah.


"Ooh.. Jadi ini istanamu?" tanya Ling Tian.


"Benar Tuan Muda Ling!" jawab Ratu Siluman Huli Hei sambil terus tersenyum ramah.


"Mari masuk Tuan Muda Ling! Aku akan mengantar anda beserta saudara-saudari anda ketempat peristirahatan terlebih dahulu!" lanjutnya.


"Baik! Terima kasih Huli Hei."


***


Di Kota Xudong atau lebih tepatnya di pintu gerbang masuk Kota Xudong rombongan anggota Fraksi Naga Emas juga telah sampai kota.


Para prajurit penjaga gerbang langsung membukakan pintu untuk mereka guna memasuki kota.


"Tetua Liong! Anda telah kembali!" ucap salah satu prajurit yang mengenal sang Tetua sambil menangkupkan kedua tangan dengan hormat.


Kedatangan ratusan anggota Fraksi Naga Emas yang sebelumnya memaksa keluar gerbang lalu kini kembali dengan beberapa puluh orang yang terluka membuat orang-orang mendatangi untuk mencari informasi.


Setelah beberapa saat, Tetua dari Fraksi Naga Emas itu menatap semua orang yang mengerumuni kelompoknya dengan lekat.


"Kalian semua! Katakan kepada semua orang bahwa Kota Xudong kini telah aman kembali!" kata Tetua Liong He dengan serius.


"Tetua Liong! Apakah anda bercanda?" tanya prajurit keheranan.


"Aku menjaminnya bahwa Kota Xudong telah aman kembali!" jawab Tetua Liong He yang disertai anggukan anggota Fraksi Naga Emas yang menguatkan ucapannya.


"Tetua! Lalu bagaimana dengan gelombang monster beast dan hewan siluman yang menyerang?" tanya salah satu pria paruh baya ditempat itu.


"Saudara! Sesuatu telah terjadi dan kami tidak bisa memberikan penjelasan apapun! Namun kami memastikan bahwa gelombang monster beast dan hewan siluman tidak akan datang ke kota kita ini!" jawab Liong Zi dengan mantab.


"Baiklah.. Kalian semua! Kami ingin pamit dan memulihkan diri terlebih dahulu!" ucap Tetua Liong He sambil undur diri.

__ADS_1


"Baik! Terima kasih atas berita anda Tetua Liong!" ujar seseorang.


Tetua Liong He, Liong Zi dan seluruh anggota Fraksi Naga Emas akhirnya kembali ke markas mereka. Ditengah perjalanan, Tetua Liong He dan Liong Zi memisahkan diri dari anggota yang lain menuju pusat kota.


"Paman He! Apakah kita akan menyampaikan pesan Tuan Muda Ling sekarang?" tanya Liong Zi.


"Benar! Kita harus sesegera mungkin menyampaikannya kepada Raja Kota. Pesan sepenting ini tidak bisa kita emban lebih lama lagi! Terlebih ini mencakup keselamatan semua orang di Kota Xudong!" jawab Tetua Liong He.


"Aku masih tidak menduga bahwa akan ada kekuatan semengerikan itu di daratan Benua Langit ini!" ujar Liong Zi sambil bergidik mengingat aura penindasan serta niat membunuh yang dipancarkan oleh Ling Tian.


"Tuan Muda Ling Tian itu memang sangat mengerikan! Aku harap Raja Kota bisa berfikir bijaksana demi keselamatan semua orang!" kata Tetua Liong He.


"Aku harap begitu!" ucap Liong Zi mengangguk.


Setelah beberapa menit, keduanya akhirnya sampai disebuah benteng besar yang didalamnya terdapat istana yang cukup megah. Keduanya dihadang oleh beberapa prajurit kota dan satu komandan.


"Salam Tetua Liong! Tuan Liong Zi" ucap sang komandan menyambut kedatangan Tetua Liong He dan Liong Zi dengan hormat. Reputasi Tetua Liong He memang sangat terkenal di Kota Xudong. Maka tidak heran banyak orang yang mengenalinya.


"Salam komandan!" balas keduanya dengan hormat.


"Tetua Liong! Tuan Liong Zi! Ada angin apakah anda berdua datang ke kediaman Raja Kota?" tanya sang komandan dengan sopan.


"Komandan! Tolong sampaikan ke Raja Kota bahwa aku dan keponakanku ingin menghadap!" jawab Tetua Liong He.


"Baik Tetua Liong! Mari masuk terlebih dahulu!" ucap komandan prajurit.


"Baik!"


Salah satu prajurit pergi untuk melaporkan hal tersebut kepada Sang Raja Kota. Setelah beberapa menit kemudian, prajurit itu kembali dengan berlarian kecil.


"Tetua Liong! Tuan Liong Zi! Yang Mulia telah menunggu anda berdua di aula raja!" ucap prajurit tersebut.


"Baik! Terima kasih prajurit!" ucap keduanya lalu pergi bersama sang komandan.


Sesampainya di aula raja dan berbasa-basi dengan Raja Kota setelah pertemuan. Tetua Liong He dan Liong Zi langsung menyampaikan maksud kedatangannya yang meminta Raja Kota menyiapkan telur Phoenix Ilahi karena akan ada seseorang yang akan datang mengambilnya dan menceritakan semua kejadian yang dialami keduanya beserta anggota Fraksi Naga Emas saat bertempur melawan gelombang monster beast dan hewan siluman.


Wajah Raja Kota Xudong berubah menjadi sangat serius saat mengetahui hal tersebut.


"Ini sangat sulit!" ucapnya pelan.

__ADS_1


__________________________________________


Sorry telat๐Ÿ™๐Ÿ˜ Othor lagi agak sibuk anu hari ini๐Ÿ™๐Ÿ˜.. Yang penting Up laah.


__ADS_2