
Semua orang langsung melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Zhuge Ruxu. Mereka menatap cemas Ling Tian dan berharap sesegera mungkin dapat sadar.
"Tuan Muda! Anda tidak perlu bersedih! Nona Muda Lianhua masihlah hidup! Yang meninggal itu hanyalah satu kloningannya saja! Makanya tubuhnya kemudian melebur menjadi butiran cahaya. Beliau adalah Dewi Phoenix Petir Biru yang merupakan pimpinan kami para phoenix dan tubuh aslinya pasti ada di alam atas sana. Sadarlah Tuan Muda! Beliau pasti akan sedih jika melihat Tuan Muda begini! Mari nanti kita sama-sama menjemput nona Lianhua di alam dewa!" seru Feng Lanse'er dengan uraian air mata.
Mata Ling Tian langsung berubah kembali menjadi semula dan aura membunuh yang selalu merembes dari dalam tubuhnya tiba-tiba saja juga menghilang saat mendengarkan seruan dari Feng Lanse'er. Setelah itu pun Ling Tian pingsan dan dengan segera di tangkap oleh Mao An.
"Tuan Muda!" ucapnya dengan cemas.
Ayah dan seluruh keluarga Ling Tian pun ikut bergerak mendekati Mao An dengan wajah yang sama cemasnya. Mereka semua kemudian membawa Ling Tian ke tempat peristirahatan.
***
Di dalam alam bawah sadarnya, Ling Tian saat ini sedang berada di sebuah padang rumput yang sangat hijau dengan pegunungan serta perbukitan yang ada di sekitarnya. Dia sedang bersibuk dan menundukkan kepala sembari air matanya terus mengalir karena kesedihan yang telah melanda hingga ke relung hatinya.
"Setiap kali ada pertemuan, maka pasti ada juga perpisahan!"
Tiba-tiba sebuah suara serak dari seorang yang sangat Ling Tian kenal terdengar di telinganya. Ling Tian dapat merasakan seseorang sedang berdiri tidak jauh di belakangnya.
"Guru.." ujar Ling Tian sembari menyeka air mata lalu berjalan dengan langkah gontai ke arah sumber suara.
Pandangannya masih saja menunduk sehingga dia tidak dapat melihat wajah sang guru atau Sang Maha Dewa. Sesampainya di hadapan sang guru, Ling Tian segera bersimpuh di hadapannya.
"Aku gagal, guru!" ucapnya dengan parau.
Sang Maha Dewa tersenyum mendengarkan penuturan yang diucapkan oleh murid satu-satunya itu.
"Kamu tidaklah gagal, Ling Tian! Bukankah jiwamu juga sudah mendengarkan apa yang dikatakan oleh saudari Feng Lanse'er-mu sebelumnya?" ujar Sang Maha Dewa bertanya.
Ling Tian terdiam dan hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Ling Lianhua masih hidup, dan yang terbunuh itu hanyalah kloningannya saja, yang sengaja ia buat melalui sebuah kelahiran dari orang yang telah dia pilih. Selain itu, tubuh kloningan itu akan menghilang saat dirinya terbunuh dan akan kembali kepada tubuh utama dengan membawa ingatan pada kloningan yang sebelumnya.."
"Kau tidak perlu risau! Justru jadikanlah pengalaman ini sebagai pemicu untukmu agar menjadi lebih kuat dan dapat menyusul Lianhua di alam dewa nanti!.."
"Sebagai seorang pendekar ataupun kultivator, harusnya kamu menyadari bahwa dengan kepahitan dan kesakitan itulah kamu dapat menjadikannya sebagai obat ataupun cambuk semangat supaya menjadi lebih kuat.."
__ADS_1
"Kendalikan emosimu, atau sosok Naga Nayangan yang ada di dalam tubuhmu itu akan menguasai kendali tubuhmu sehingga dia akan membuat kerusakan di mana-mana! Apa kau mengerti?" tutur Sang Maha Dewa memberikan nasehat yang langsung membuat Ling Tian tercerahkan.
"Baik, guru! Aku mengerti!" angguk Ling Tian.
"Bagus! Kalau begitu cepatlah bangun! Kamu sudah terlalu lama terlelap dan tidur-tidur saja!" ujar Sang Maha Dewa sembari melambaikan tangan dan tubuh Ling Tian pun langsung lenyap dari tempat itu.
***
Tiga bulan telah berlalu semenjak peperangan dahsyat yang berada di daratan selatan. Kini daratan selatan telah seutuhnya menjadi kekuasaan dari aliran putih dan Ling We serta Zhong Nian dipaksa untuk menjadi kaisar dan permaisuri oleh kesepakatan bersama.
Para klan yang sebelumnya ikut membantu Klan Hanzhen juga telah mendapatkan ganjarannya. Mereka di jadikan sebagai klan bawahan dari kaisar dengan menyebutkan sumpah atas nama langit dan bumi, sehingga tidak ada satu pun yang akan berani berhianat nantinya.
Di dalam kediaman sederhana milik Tetua Agung Ling Jun, sosok pemuda yang sedang terbaring lemah dan di jaga 24 jam oleh 2 wanita cantik dan beberapa pria muda dan tua tiba-tiba membuka matanya.
Ya, tentu saja pemuda itu adalah Ling Tian dan orang-orang yang selalu setia menjaganya adalah Zhuge Ruxu dan Feng Lanse'er serta semua saudara dan keluarganya.
"Selamat datang kembali, Tuan Muda!" ucap Zhuge Ruxu dengan senyuman terindahnya yang diikuti oleh semua orang.
Dengan lembut Ling Tian membalas senyuman keluarganya yang selalu menyayanginya itu, lalu berkata,
The End.
_____________________________________________
Hai para readers LT semua. Novel Ling Tian (Arti Jiwa Pendekar) telah tamat. Jangan lupa FOLLOW akun Author yaa, agar nantinya tidak ketinggalan kabar terbaru jika Author sudah mengunggah karya baru.
Namun sebelum itu, mampir juga di karya Author yang lain, yang berjudul 'Xu Yuan' (Petualang-Fantasi Timur) dan 'Traces Of Struggle' (Wanita Kuat-Chicklit).
Sinopsis:
Seorang pemuda tampan dengan semangat yang tak tergoyahkan. Dia hidup di dunia di mana para praktisi menggunakan kekuatan Qi untuk mencapai prestasi luar biasa. Namun, takdir buruk telah menimpa Xu Yuan. Dalam perjalanannya untuk meningkatkan kemampuannya, dia menemukan bahwa meridiannya telah tersegel oleh sebuah segel dewa misterius yang menghalangi dan menghambat Qi dan kemampuannya.
Namun, ketika kegelapan tampaknya akan menguasai hatinya, Xu Yuan bertemu dengan seorang guru tua yang bijaksana.
__ADS_1
Dengan bimbingan gurunya, Xu Yuan memulai perjalanan yang berbahaya untuk mencari jawaban. Dia menjelajahi dunia yang luas, bertemu dengan makhluk magis, dan menghadapi berbagai rintangan.
Apakah Xu Yuan dapat mengatasi ujian ini? Apakah dia akan mampu mengalahkan segel dewa yang mencegahnya meningkatkan kemampuan dan menorehkan prestasi menjadi yang terkuat?
Sinopsis:
Letnan Amelia Collins, seorang tentara berbakat dengan keterampilan tempur yang luar biasa, terlibat dalam sebuah operasi rahasia untuk menghancurkan pangkalan musuh. Namun, misi ini tidak berjalan seperti yang direncanakan ketika pesawat tempur yang dia tumpangi mengalami kerusakan parah selama penerbangan.
Terjatuh ke dalam hutan yang belum pernah dia kenal sebelumnya, Amelia harus menghadapi tantangan yang menguji keberanian dan ketangguhannya. Dengan hanya sedikit perbekalan dan tidak ada komunikasi dengan dunia luar, dia memakai pengetahuan dan pelatihan militer yang dimilikinya untuk mencari cara keluar dari hutan tersebut.
Selama perjalanan yang penuh bahaya ini, Amelia harus mengatasi berbagai rintangan alam, seperti medan yang berat, cuaca yang tidak bersahabat, dan binatang buas yang mengintai. Dia juga harus menghadapi perjuangan internal dan mempertanyakan kekuatan dan tekadnya saat dia merasa lelah dan terpuruk.
***
Oiya, satu lagi! Mampirin juga novel karya mimin 'Arlingga Panega' yang paling anu, yang berjudul "Permaisuri Raja Iblis"
Sinopsis:
Seorang ninja kunoichi (ninja wanita) bernama Ayame mengalami perpindahan jiwa yang mengejutkan.
Perpindahan jiwa itu membawanya ke dalam tubuh seorang putri bernama Lian Hua, yang terkenal dengan kelemahannya yang mendalam.
Meskipun dihadapkan pada situasi yang sulit, Ayame menggunakan keahliannya yang luar biasa untuk beradaptasi dengan kehidupan barunya. Dia mengeksplorasi pengetahuan Lian Hua tentang politik dan strategi kerajaan, sementara juga menyempurnakan keterampilan fisik dan mentalnya melalui latihan kunoichi yang telah dia kuasai.
Dengan tekad yang tak tergoyahkan, Ayame merubah kelemahan menjadi kekuatan. Dia menggunakan kecerdasannya untuk mendapatkan pengaruh di balik layar, membantu memperbaiki kebijakan kerajaan, dan melindungi rakyat dari ketidakadilan.
Namun, takdir memiliki rencana lain bagi Ayame. Di tengah perjuangannya, dia menarik perhatian Raja Iblis, seorang penguasa gelap yang memiliki kekuatan yang mengerikan.
Sekian..
Terima kasih.
__ADS_1