
"Mohon Patriark Zhong mengerti!" lanjut Ling Tian sembil tersenyum.
"Baiklah! Aku akan mendatangimu nanti di kediaman Tetua En!" ujar Patriark Zhong Lin.
Ling Tian kembali keatas panggung dengan tenang. Sikap tenang Ling Tian saat berkomunikasi dengan Patriark Zhong Lin tentu diperhatikan oleh banyak kalangan. Terutama dari para tamu yang duduk dikursi kehormatan.
Semua orang tahu bahwa seseorang akan bersikap sangat hormat kepada Patriark Zhong Lin. Itu disebabkan karena Patriark Klan Zhong sekaligus pimpinan tertinggi Asosiasi Alkemis adalah seorang alcemis yang memiliki kedudukan paling tinggi diseluruh Benua Langit.
Kekuatan Patriark Zhong Lin juga bukanlah main-main dan bisa dianggap sebelah mata. Dia berada pada ranah Pendekar Berlian Menengah Bintang 9. Dirinya selangkah lagi menjadi jajaran orang orang terkuat di Benua Langit.
Meakipun belum mencapai tahap Akhir Pendekar Berlian, namun karena begitu tinggi dan diagungka.nya kedudukan seorang alcemis, Patriark Zhong Ling saat ini bisa disejajarkan dengan Patriark Klan Lian atau Klan Xiao yang sudah berada di ranah Pendekar Berlian Akhir.
Ling Tian tetap bersikap biasa saja meskipun sebelumnya telah bertatap muka bahkan berbicara beberapa potong kata kepada orang yang memiliki kedudukan tinggi. Dia tidak urusan alias bodo amat dengan reaksi beberapa pihak yang menilai buruk tentangnya. Karena bagi Ling Tian, kedudukan tinggi yang ada didunia ini hanyalah dimiliki oleh guru dan kedua orang tuanya. Selain ketiganya, Ling Tian hanya sebatas menghormati saja, tidak lebih.
Waktu dengan cepat berlalu. Hampir dua jam Ling Tian dan semua orang menunggu hingga para peserta satu persatu mengangkat tangannya tanda dirinya telah selesai membuat pil roh. Ada juga yang harus berakhir dengan meledakkan tungku pil dan ada juga yang harus menghentikannya secara paksa karena peserta tersebut kehabisan kekuatan jiwa.
Empat peserta akhirnya berhasil lolos kebabak final setelah para dewan juri mengumumkan hasil penilaiannya. Tentunya dengan Ling Tian lah yang menjadi kuda hitam tak terkalahkan karena telah memurnikan pil roh penyembuh tingkat 3 dengan kualitas sempurna.
Tiga peserta lain yang berhasil lolos adalah Dewi Alkemis Kota Obat Zhong Nian, Lian Uzu dari Klan Lian dan Xiao Ciyu dari Klan Xiao.
Ketiganya hanya mampu membuat pil roh penyembuh tingkat 3 dengan kualitas rendah saja. Para dewan juri menilai pil hasil buatannya dari kotoran-kotoran yang tersisa didalam pil. Alhasil, dari sembilan peserta yang berhasil memurnikan pil roh tingkat tiga diputuskanlah mereka bertiga.
Awal mulanya ada beberapa orang yang tidak terima dengan hasil yang ada. Karena perwakilan dari Klan Xiao yang sebelumnya tidak terlalu dilirik kini tiba-tiba menorehkan predikat pil terbaik diantara peserta yang lain.
__ADS_1
Hal itu sangat wajar karena belum pernah ada dalam sejarah bahwa ada anggota keluarga Kekaisaran Xiao yang berhasil lolos bahkan untuk masuk ke babak kedua.
"Gadis yang bernama Xiao Ciyu itu begitu mengejutkanku!" ujar salah satu penonton wanita dari jajaran tamu kehormatan yang masih belum percaya.
"Huh! Kamu saja yang biasanya diam dan bersikap biasa saja tanpa ekspresi terkejut, lalu bagaimana aku tidak?" ucap seseorang pria berumur tiga puluhan disampingnya. Dia adalah sahabat karib wanita sebelumnya.
"Turnamen Alkemis kali ini terlalu banyak yang mengejutkan! Berawal dari aksi pemuda bertopeng, hingga kini dengan kemunculan dua peserta perwakilan Klan Lian dan Klan Xiao! Bahkan keduanya mengalahkan Tuan Muda Huang Cai yang sejak awal sudah di gadang sebagai juara satu atau dua dibawah Dewi Alcemis Zhong Nian!"
"Aku setuju dengan pendapatmu! Turnamen kali ini terlalu mengejutkan!"
"Menurutku bukan hanya kata mengejutkan untuk turnamen alkemis ini, tapi mempercepat membuat orang untuk mati!"
"Eh? Kenapa bisa begitu?"
"Apakah kamu tidak melihat banyak sekali orang yang terkena serangan jantung dadakan karena kelewat terkejut!"
.
.
Tetua Pertama Asosiasi Alkemis Zhong Mingzi terbang melayang dihadapan semua orang setelah lewat setengah jam turnamen berhenti karena ketiga peserta selain Ling Tian memulihkan kekuatan jiwa mereka yang terkuras cukup banyak setelah memurnikan pil roh tingkat 3.
Tetua Zhong Mingzi berteriak dengan lantangnya,
__ADS_1
"Hadirin sekalian! Kini tibalah babak yang kita tunggu-tunggu yaitu babak final. Kali ini para peserta yang berhasil lolos akan diuji dengan kehebatan mereka dalam membuat pil roh!..."
"Mereka akan diminta membuat pil roh yang bisa mereka buat dengan tingkat setinggi mungkin! Semua peserta akan dipersilahkan membuatnya satu persatu supaya bisa lebih fokus!..."
"Peserta dipersilahkan menggunakan bahan-bahan pil milik sendiri atau meminta dari kami para panitia. Namun, kami hanya bisa menyediakan bahan yang hanya bisa digunakan untuk membuat pil roh tingkat 4 saja!..."
"Dewan juri tidak membatasi waktu kepada semua peserta. Berapa lama pun akan ditunggu hingga peserta menyelesaikan pemurnian. Jika terjadi ledakan atau kesalahan seperti kehabisan energi, maka kami menyatakan dengan berat hati peserta tersebut telah gugur!..."
"Dewan juri akan memberikan penilaian dari segi tingkatan pil, kualitas pil dan kecepatan pemurnian. Namun yang paling penting dan nilai tertinggi adalah pada kualitas pil yang dibuat..."
"Baiklah.. Tidak usah banyak basa-basi. Aku harap para peserta memahaminya! Kalau begitu dengan ini, babak final turnamen alkemis dimulai!" seru Tetua Zhong Mingzi setelah menjelaskan peraturan dan pengaturan babak final.
Para penonton bersorak sorai dan bertepuk tangan dengan keras. Saat-saat seperti inilah yang mereka tunggu sejak awal. Babak final!
"Kami telah mengundi keempat peserta dengan cara acak dengan para juri. Dan peserta pertama yang akan memurnikan pil adalah Xiao Ciyu dari perwakilan Klan Xiao!" ujar Tetua Zhong Mingzi.
"Untuk peserta yang lain, diharapkan untuk turun dari panggung!" lanjutnya.
Segera, riuh dari sorakan dan tepuk tangan mengisi seluruh area turnamen. Sekitar seratus ribu pasang mata kini hanya terfokus kepada gadis muda jenius dari Klan Xiao tersebut.
Mendengar nama Xiao Ciyu yang disebut, Ling Tian, Zhong Nian dan Lian Uzu turun dari arena atau panggung menuju tempat tunggu. Kini tinggallah Xiao Ciyu yang tinggal sendirian setelah para anggota panitia menyingkirkan meja-meja para peserta yang sudah gugur. Mereka hanya menyisakan satu meja ditengah-tengah arena lengkap dengan tungku pil untuk Xiao Ciyu.
Xiao Ciyu meminta para panitia menyiapkan bahan-bahan atau tanaman obat yang dia butuhkan. Dia hanya berniat membuat satu pil roh tingkat 4 dan itu adalah batasannya. Para panitia segera menyiapkan seluruh bahan yang diminta. Setelah itu mereka meletakkannya diatas meja ditengah arena.
__ADS_1
Xiao Ciyu menarik nafas dalam-dalam sebelum dia melangkah mendekat kearah meja dan menyalakan tungku pil. Dia melirik sejenak kearah dimana tamu-tamu kehormatan berada dan menemukan anggota klannya sangat berharap kepadanya.
'Semoga hari ini adalah hari baikku!' gumam Xiao Ciyu.