
Keduanya sama-sama terdorong mundur beberapa langkah dan Ling Tian langsung memasang wajah masam.
"Sial! Untung saja pedang kesayanganku ini tidak rusak!" ucap Ling Tian setelah mengetahui golok pusaka milik lawan adalah pusaka tingkat merah.
Ling Tian langsung menyimpan pedangnya lalu menggantinya dengan pedang samudera kegelapan.
"Cih! Sekarang tingkatan senjata kita sama!" ucapnya lagi lalu membuat kuda-kuda beladiri lagi.
Disisi lain, sang komandan manusia primitif sangat terkejut saat mendapati Ling Tian ternyata dapat menahan serangannya serta senjata pusaka tingkat putih atau tingkat paling rendah di tangannya tidaklah hancur.
"Kau ternyata cukup hebat manusia sialan!" unsur komandan golok.
"Hah! Aku dari dulu memanglah hebat! Dan semua orang sudah mengakui kehebatanku ini!" ucap Ling Tian dengan percaya diri.
"Cih! Terlalu percaya diri itu tidak baik bocah!" ujar sang komandan manusia primitif itu.
"Hahaha.. Aku hanya berbicara fakta saja!" ucap Ling Tian dengan jujur.
"Baiklah.. Kalau begitu, rasakan golok mautku ini!" kata sang komandan manusia primitif sambil melesat ke arah Ling Tian dan mengayunkan golok pusaka tingkat merah kualitas rendahnya.
Ling Tian kembali tersenyum saat melihat komandan dari pasukan manusia primitif datang menghampiri dirinya dengan kekuatan penuh. Ling Tian lalu mengokohkan kuda-kudanya dan mengalirkan sedikit lebih banyak energi Qi yang sudah tercampur dengan energi aneh ke dalam pedang samudra kegelapan miliknya.
Trank! Trank!
Suara gending bertemunya dua senjata tingkat merah terdengar sangat memekakkan telinga dan disertai dengan ledakan energi aneh berwarna hitam dan putih.
Seperti biasa, Ling Tian menggunakan jurus pedang milik Klan Yi untuk menghadapi setiap serangan dari komandan golok manusia primitif. Beberapa kali dia juga menggunakan jurus pedang petir milik klan-nya.
Saat keduanya terus saling serang satu sama lain, tiba-tiba empat komandan manusia primitif lain yang menggunakan senjata berbeda-beda berupa pedang, tombak, belati, dan cambuk memasuki pertarungan keduanya dan membantu komandan golok untuk mengalahkan Ling Tian.
"Sial! Ini tidak adil! Kalian main keroyokan!" seru Ling Tian dan memperlihatkan ekspresi orang yang sedang sangat kesal sekali.
__ADS_1
Hal itu sengaja dia lakukan supaya dirinya terlihat seperti seorang yang sedang terdesak dan frustasi sehingga kelima komandan dari manusia primitif akan meremehkan dirinya dan disaat itulah dia akan memberikan serangan balasan yang mematikan.
Strategi ini sering Ling Tian lakukan dan berakhir dengan kesuksesan atau kemenangan dirinya melawan musuh. Ling Tian tidak mempermasalahkan jika tubuhnya terkena sabetan-sabetan atau tusukan senjata sebab hal itu tidak akan pernah berguna bagi tubuh abadi atau tubuh terkutuknya.
Ling Tian memperlihatkan dirinya saat ini sedang dalam keadaan terdesak dan beberapa kali dengan sengaja memberikan tubuhnya untuk disarangkan senjata pusaka tingkat merah milik lawan agar tidak ada kecurigaan bahwa dirinya hanya berpura-pura saja.
Meski merasakan sedikit sakit di bagian dalam tubuhnya, namun Ling Tian masihlah sanggup untuk menahannya. Dalam pertarungan ini, kelima komandan manusia primitif tidak memperhatikan bahwa Ling Tian tidaklah terluka sama sekali dan tidak ada darah pada pegas serangan mereka. Namun mereka tidak menyadarinya karena mereka sudah terlalu senang dengan mempermainkan Ling Tian yang seolah-olah sangatlah lemah.
"Hahaha.. Ternyata kau sangat lemah bocah!" ucap sang komandan manusia primitif yang bersenjata golok. Dia mengayunkan goloknya dengan sangat kuat berniat membabat tangan Ling Tian agar putus.
Trank!
Bhussh...
Namun Ling Tian masih saja dapat menghalau serangannya itu dengan menangkis menggunakan pedang samudera kegelapan miliknya. Sang komandan golok manusia primitif sedikit frustasi karena sampai saat ini dia bersama dengan teman-temannya belumlah bisa menjatuhkan Ling Tian meskipun pemuda itu tampaklah sangat kewalahan menghadapi mereka.
'Bagaimana mungkin bocah ini masih saja bertahan hingga saat ini?' batin komandan golok keheranan.
"Oh tidak!" kata sang komandan golok yang menyadari sesuatu.
Tetapi saat sang komandan golok pasukan manusia primitif ingin memberikan peringatan kepada keempat saudaranya tiba-tiba pedang Ling Tian bersinar sangat terang dan bergerak dengan kecepatan tidak dapat terlihat oleh mata.
Srak! Srak! Srak! Srak!
"Aaakkhh.."
Keempatnya berteriak histeris karena merasakan sakit yang luar biasa karena tangannya terpotong. Dengan cepat mereka berempat bergerak mundur agar tidak mendapatkan serangan susulan yang dapat membuat mereka terbunuh.
Dengan senyuman lebarnya, Ling Tian berjalan mendekati keempat tangan milik empat komandan usia primitif dan memunguti keempat senjata mereka dengan santai.
Sementara untuk kedua jenderal yang sejak tadi hanya menonton pertarungan langsung membelalakkan matanya karena melihat serangan Ling Tian yang sangat tidak terduga itu.
__ADS_1
"Apaaa! Dia terlalu kuat!" kata salah satu jendral yang di punggungnya terdapat sebuah golok dan langsung melesat menuju pertarungan Ling Tian dan kelima komandan.
Satu jenderal yang lain yang di punggungnya terdapat sebuah tombak juga mengikuti jenderal golok. Keduanya langsung menatap tajam ke arah Ling Tian yang sedang memunguti 4 senjata pusaka tingkat merah milik para komandan yang dipotong tangannya.
"Anak muda! Siapa kau sebenarnya? Mengapa kau dengan kejamnya membunuh dan merampok senjata-senjata kami?" tanya sang jenderal golok.
"Hahaha.. Aku bukanlah siapa-siapa! Aku hanyalah orang yang sedang membela diri dari kepungan kalian yang tiba-tiba menginginkan kematianku tanpa adanya alasan!" jawab Ling Tian dengan santai.
Jenderal golok hanya bisa mengerjakan giginya keras-keras saat mendengar jawaban santai dari pemuda bertopeng di depannya itu. Hal itu karena jawaban yang diberikan oleh Ling Dian adalah jawaban yang sangat benar dan jujur serta tidak terbantahkan.
"Tapi kau terlalu banyak membunuh prajurit kami!" ucap jenderal tombak yang kini niat membunuh hanya sudah meledak dengan sangat mengerikan serta tombak yang sebelumnya berada di punggungnya saat ini telah terpegang erat di tangannya.
"Dalam situasi seperti sebelumnya, maka jika aku tidak membunuh maka akulah yang terbunuh kalian berdua pasti mengerti bukan apa yang aku maksudkan?" ujar Ling Tian memberikan jawaban masih dengan nada santai dan wajah yang sangat tenang.
"Keparat! Kalau begitu aku akan membunuhmu!" ceria jenderal tombak yang kini sudah tidak bisa lagi membendung amarahnya.
Dia melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Ling Tian dan menusukkan tombak ke bagian jantung.
"Tombak Naga! Tusukan Naga!" teriak jenderal tombak.
Ling Tian tetaplah tenang seperti sebelumnya, dia hanya mengalirkan lebih banyak energi Qi yang sudah tercampur dengan energi aneh berwarna hitam putih ke pedang samudra kegelapan miliknya lalu bersiap untuk menangkis tusukan tombak dari jendral tombak.
Ling Tian tersenyum juga ikut melesat menuju jenderal tombak.
'Aku juga memiliki gerakan menusuk! Hehehe.. Biar aku coba!' batin Ling Tian.
"Teknik Pedang Pelahap! Tusukan Penghancur!" seru Ling Tian lalu membuat gerakan menusuk.
Swoosshh...
Tiba-tiba dari ujung pedang samudra kegelapan milik Ling Tian muncul sebuah pusaran angin berwarna hitam yang memiliki aura sangat mencekam jangan melahap energi apapun yang dilewati olehnya sehingga memperkuat serangannya.
__ADS_1