
"Kau bicara apa? Jangan keras-keras! Nanti kita ketahuan jika dari aliran hitam!" ucap temannya yang lain dengan lirih namun penuh penekanan.
"Ah.. Maaf, aku salah!" jawab si pemuda yang bicara ceplas-ceplos.
"Sudahlah! Lupakan! Mari lanjutkan makan dan segera kembali ke sekte!"
"Baik!"
Sementara dibelakang mereka atau lebih tepatnya pojokan ruangan yang dekat jendela, seorang pemuda tampan menarik sudut bibirnya.
'Aliran hitam yang lainnya? Menarik!' gumam pemuda itu yang tidak lain Ling Tian.
Jelas sekali bahwa Ling Tian mendengar obrolan sekumpulan pemuda sebelumnya. Dia berniat membuntuti atau bahkan menghabisi mereka semua sampai keakar-akarnya yang tidak lain adalah sekte mereka berasal.
Setelah beberapa saat, kelompok pemuda yang berjumlah empat orang itu pergi meninggalkan kedai dan Ling Tian pun mengikutinya dari jarak aman. Ling Tian menggunakan elemen bayangannya untuk menghilangkan jejak keberadaan serta auranya.
Disaat para pemuda itu melewati sebuah jalanan yang cukup sepi, Ling Tian segera mengeluarkan tiga jarum emas dari cincin jiwa dan melemparnya dengan sangat cepat juga tepat.
Syuut! Syuut! Syuut!
Teb! Teb! Teb!
"Aaakkhh.."
Ketiga pemuda yang terkena serangan berteriak ringan namun setelahnya roboh dan mati. Satu pemuda yang tersisa sangat terkejut saat mendapati teman-temannya tiba-tiba mati. Dengan cepat dia mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan dan memasang posisi waspada.
"Siapa disana? Keluarlah! Jangan jadi pengecut!" teriak si pemuda.
Tidak ada jawaban apapun yang dia terima pemuda itu. Dia menjadi semakin waspada dan jika boleh jujur hatinya sudah merasakan ketakutan teramat sangat. Berulang kali dia melihat kedepan, kanan, kiri dan belakang guna menemukan pelaku pembunuhan ketiga temannya.
Ling Tian hanya tersenyum melihat gelagat pemuda yang mempunyai kultivasi ranah Pendekar Kayu Akhir Bintang 6 itu. Sangat keroco untuk Ling Tian yang sudah berada di ranah Pendekar Platinum Menengah Bintang 8.
Dengan langkah tenang dan tidak menimbulkan suara apapun Ling Tian mendekati si pemuda dan menangkap ujung pedangnya.
Tap!
"A-apa!"
Pemuda itu terkejut saat ada seseorang yang memegang dengan erat ujung pedangnya. Saking eratnya seperti melebihi tang saat menjapit hingga pemuda itu tidak kuasa menggerakkan pedang miliknya.
__ADS_1
Perlahan sosok Ling Tian muncul didepan pemuda itu dengan wajah tersenyum dan kedua jari tangan kirinya masih menjepit pedang.
"A-apa.. Si-siapa kau?" tanya pemuda itu dengan terbata-bata.
"Aku?" Ling Tian balik bertanya dan menunjuk dirinya sendiri.
"I-iya.. Siapa kau? Mengapa membunuh teman-temanku?"
"Hehe.. Aku adalah bencana untuk aliran hitam seperti kalian!" jawab Ling Tian dengan senyum menyeringai.
Klang!
Ujung pedang itu putus karena jari Ling Tian ia geser sedikit.
"Apaa!" pemuda itu sangat terkejut mendengar jawaban Ling Tian dan terkejut melihat pedangnya dengan sangat mudah terpotong hanya dengan ujung jari orang yang ada didepannya.
"Yasudah! Aku tidak mau basa-basi!" ujar Ling Tian.
Buak!
Bammm...
"Ukhuk!"
Pemuda itu langsung batuk darah dan merasa organ dalamnya banyak sekali yang hancur. Dia terkapar dengan sesandaran pohon besar dan memegangi dadanya yang terasa sakit.
Ling Tian dengan santai berjalan mendekati pemuda yang sudah tak berdaya itu dan mencengkram kepalanya.
"Serap!"
"Aaaakkhh..."
Pemuda itu berteriak keras saat merasakan seluruh pengetahuan dikepalanya ditarik dengan paksa. Beberapa menit kemudian pemuda itu tewas setelah Ling Tian selesai menyerap ingatan si pemuda.
'Ternyata Sekte Macan Kumbang di Kota Zhongjian ini adalah aliran hitam! Kata aliran netral hanyalah kedok semata untuk menutupi kebusukannya. Hehe.. Sepandai-pandai kalian menutupinya, yang namanya bangkai maka akan tercium juga baunya!" ujar Ling Tian.
"Baiklah.. Akan aku kunjungi nanti malam saja! Sekarang lebih baik aku jalan-jalan dan membeli beberapa stel pakaian!" lanjutnya.
Akhirnya, setelah Ling Tian mengambil tiga jarum emas yang menancap pada tiga pemuda sebelumnya, dia pergi meninggalkan keempat mayat itu begitu saja. Bodoh amat jika akan terjadi keguncangan dikota.
__ADS_1
Berjalan menyusuri pusat Kota Zhongjian, Ling Tian melihat banyak sekali pedagang dan toko-toko disana. Ling Tian memasuki salah satu toko mewah untuk membeli pakaian.
"Selamat siang tuan! Apa ada yang bisa dibantu?" ucap seorang wanita muda dengan nada acuh setelah melihat pakaian yang dikenakan tamu tokonya terbuat dari bahan murahan.
"Oh, tentu! Aku ingin membeli beberapa stel pakaian terbaik disini. Apakah kamu pelayan disini?" tanya Ling Tian dengan ramah.
"Haa? Orang miskin sepertimu ingin membeli pakaian terbaik di toko kami? Lebih baik kau pergi saja!" kata pelayan wanita itu mengusir Ling Tian.
Tentu saja Ling Tian menyeritkan keningnya saat mendapati dirinya yang sebagai seorang pembeli malah diusir. Sombong! Bahkan pelayan saja sangat sombong! Sialan!
"Oh.. Mengapa kau mengusirku? Bukankah pembeli itu harus dilayani dengan baik?" tanya Ling Tian.
"Jika itu orang lain mungkin saja iya. Tapi jika orang miskin sepertimu maka enyahlah saja dari sini!" jawab pelayan itu masih acuh dengan sifat sombongnya. Sialan! Hanya seorang pelayan berani mengacuhkannya! Bahkan Kaisar Heian dan keluarganya saja akan menundukkan kepala dan menghormatinya!
"Jadi begitu.. Baiklah! Tolong kau panggil saja manajermu untuk menghadapku! Aku akan membeli toko ini!" ujar Ling Tian dengan sedikit geram.
"Untuk apa menemui tuan manajer? Membeli toko ini? Dasar pembual! Sudah sana pergi! Penjaga! Tolong seret dan bawa pergi pembual miskin ini!" ucap pelayan itu menyuruh dua orang penjaga untuk menyeret Ling Tian.
"Baik nona!" jawab dua penjaga toko.
Dua penjaga toko itu adalah kultivator yang disewa pemilik toko. Mereka berada di ranah Pendekar Besi Tembaga Akhir Bintang 9. Mereka berdua dengan gagah dan percaya dirinya mendekati Ling Tian serta berniat langsung menyeretnya keluar.
Crasshh!
"Aaakkhhh.."
Tiba-tiba tangan kanan kedua penjaga toko itu tepotong dengan rapi dan mengucurlah darah yang banyak sekali. Ling Tian menggunakan niat pedang yang cukup kuat untuk melakukannya.
"Jangan berani-beraninya tangan kotor kalian menyentuhku! Sekarang kau panggil manajermu atau kalian semua akan aku bunuh!" kata Ling Tian dengan nada dingin kepada wanita pelayan.
Pelayan wanita sombong sebelumnya menjadi sangat ketakutan. Ternyata orang yang terlihat miskin itu adalah kultivator yang hebat. Dia dengan jelas melihat bahwa Ling Tian tidak melakukan gerakan apapun kepada kedua penjaga, namun tangan kanan keduanya tiba-tiba putus. Jelas ini bukan hal baik!
"B-baik Tua-"
"Ada apa ini? Siapa yang berani membuat keributan ditokoku?" ucapan wanita itu terpotong oleh teriakan seseorang dari lantai kedua.
________________________________
*Mohon maaf telat Update. Kepala author lagi sakit bangetin. Punya kepala sakit, nggak punya tapi kok serem😁. Tadi abis maghrib langsung molor dan bangun jam 3 kurang. Yaa, harap dimaklumi.
__ADS_1