Ling Tian

Ling Tian
Akhir Pelelangan


__ADS_3

"Eh.. Bocah! Mengapa kau membuka penawaran?" teriak Long Yuan.


"Yaah... Iseng aja, siapa tahu ada manfaatnya," jawab Ling Tian enteng.


"Ooh.. Bagaimana kalau kau berikan telur itu kepadaku biar nanti aku masak buat kita semua?" bujuk Ling Yuan.


"Cacing sialan! Buat dimasak dengan harga semahal ini? Tidak! Jika telur itu bisa menetas, maka aku dengan senang hati akan memeliharanya!" ujar Ling Tian yakin dan Long Yuan langsung terdiam seribu bahasa.


Sementara Ma Jingyi sangat senang saat ada orang dari kamar VVIP yang menawar batu misterius itu dengan harga cukup lumayan.


"Apakah ada yang menawar lagi?" tanya Ma Jingyi.


Para peserta lelang auto berbisik-bisik bahkan tak sedikit yang mencibir dan menganggap bodoh orang yang didalam kamar VVIP 1.


"Cih! Mentang-mentang orang kaya menghambur-hamburkan uang untuk sesuatu yang tidak jelas! Bukankah dia sangat tolol?"


"Benar! Aku sedari tadi melihat ruangan mana saja yang menawar dibarang-barang sebelumnya dan VVIP 1 hanya diam sejak awal. Sekarang untuk pertama kalinya malah menawar sebuah batu? Aku yakin otaknya sudah miring!"

__ADS_1


"Ya! Aku yakin memang begitu!"


"Semoga saja aku tidak tertular ketololannya meski sekarang berada di gedung yang sama!"


"Iya, semoga saja!"


Ling Tian dengan jelas mendengar cibiran-cibiran panas dari para peserta lelang lain, namun dia hanya tersenyum dan tidak perlu menghiraukan ocehan para semut yang akan menjatuhkan martabatnya sebagai sesosok naga agung.


Setelah satu menit berlalu dan tidak ada yang angkat bicara, Ma Jingyi mengumumkan pemenang lelang kelima tersebut.


"Selamat kepada tuan yang berada di ruangan VVIP 1, mendapatkan batu misterius!" ucapnya.


Lelang kembali dilakukan dengan damai tanpa ada kejadian seperti sebelumnya. Semua orang tak mau ambil resiko dengan menghiraukan peringatan intensitas yang tidak mungkin mereka singgung.


Dua butir buah abadi Ling Tian juga terjual dengan harga sangat tinggi dan orang yang beruntung mendapatkannya adalah Kaisar Xiao Sujin dan Kaisar Han dari daratan selatan yang sedari awal tidak banyak bicara.


Ling Tian juga membeli barang lain selaian telur Harimau Langit yang dikira semua orang dengan batu misterius. Barang itu juga berupa batu ringan berwarna-warni seperti layakanya pelangi.

__ADS_1


Ling Tian mendapatkan keuntungan dari hasil lelang sebanyak 3,8 juta koin platinum setelah dipotong 5 persen paviliun dan potongan harga barang yang dia beli. Tidak lupa juga potongan dari Long Yuan yang meminta seperempat hasil lelang seperti yang Ling Tian janjikan sebelumnya. Total asli pendapatan ling tian adalah lima juta koin platinum karena saat pelelangan buah terakhirnya para peserta benar-benar gila-gilaan ingin mendapatkannya dan akhirnya jatuh ditangan Kaisar Han dengan harga dua juta seratus lima puluh ribu koin platinum.


Setelah berbasa-basi dengan Ma Rong yang ternyata orang yang menempati kamar VVIP 2 dan mendapatkan satu butir lagi buah abadi milik Ling Tian, Ling Tian berpamit undur diri dan pergi.


Ditengah-tengah perjalanan, Ling Tian tidak bisa lagi menyembunyikan kebahagiaannya.


"Aku benar-benar tidak menyangka, di Alam Tingkat Rendah ini ada batu pelangi legendaris ini!" ujar Ling Tian girang.


"Batu pelangi legendaris?" tanya Wei Hun.


"Benar senior Wei, batu warna-warni yang kudapatkan tadi adalah batu pelangi legendaris! Bahan terbaik untuk membuat senjata pusaka!" ucap Ling Tian.


"Apa! Mengapa aku tidak pernah mengetahuinya?" tanya Wei Hun bingung menunjuk pada dirinya sendiri.


"Kau bahkan tidak mengetahuinya?" ungkap Long Yuan dengan alis terangkat.


"Benar Naga kecil! Aku benar-benar tidak tahu!" jawab Wei Hun.

__ADS_1


"Hahh.. Tentu saja senior Wei tidak mengetahuinya. Karena batu ini adalah legenda semesta. Bahkan mungkin diseluruh semesta ini, saat ini hanya aku yang mengetahuinya bahwa batu pelangi ada dan bahan terbaik membuat pusaka!" kata Ling Tian dengan jujur kerena memang begitulah adanya.


"Apaaaa!"


__ADS_2