Ling Tian

Ling Tian
Turnamen 2


__ADS_3

Para pengunjung bahkan Kaisar Wei Heian dibuat melongo dan membuka mulut lebar-lebar dengan kata pembuka dari pembawa acara sialan itu.


"Sialan! Apa-apaan pembawa acara itu!" keluh salah satu pengunjung yang tidak puas.


"Apa tidak ada orang lain selain pemuda bodoh dan malas itu!" sahut yang lainnya.


"Ini acara turnamen akbar lho.. Yang Mulia Kaisar bahkan ikut menyaksikannya," kata pengunjung lainnya.


"Aku tidak habis fikir dengan Klan Ling yang malah memilih pemuda itu sebagai pembawa acara!"


"Benar! Apakah tidak ada yang lain?"


"Huh! Benar-benar mengecewakan sekali!"


Sementara Ling Tian yang saat ini sedang melayang jauh diatas langit bersama suadara-saudaranya yang lain hanya bisa menepuk jidatnya keras-keras. Dia tidak habis fikir dengan sahabatnya yang sama sekali tidak bisa sedikit serius dan jaim.


Hal yang sama juga terjadi pada Patriark Ling dan semua Tetua Klan Ling. Sifat konyol dan bodoh amat dari Tetua Termuda mereka tidak pernah hilang sampai kapanpun. Bahkan disaat-saat formal seperti ini.


'Hadeeh.. Hancur sudah reputasi Klan Lingku yang keren ini!' gumam Patriark Ling Bo Teng mengeluh.


Disisi lain, para Patriark dan Petinggi Klan lain justru melihatnya dari sudut pandang yang lain. Semua mata para Patriark dan Petinggi Klan menyipit saat seorang pemuda yang baru berumur dua puluhan tahun terbang melayang memasuki arena dan menjadi pembawa acara.


"Ranah Pendekar Emas!"


Semua Patriark dan Petinggi Klan menelan ludah dengan kasar mengetahui kebenaran ini. Sebenarnya, seberapa kuat dan mengerikan Klan Ling ini? Pertanyaan seperti itu tentu langsung menggelayut dibenak masing-masing Patriark dan Pelinggi Klan.


"Sebelumnya aku dikejutkan dengan kekuatan Tetua Pertama Klan Ling yang sudah mencapai ranah Pendekar Platinum. Namun kali ini aku lebih terkejut lagi ada seorang bocah lagi selain Tuan Muda Ling Tian yang sangat berbakat dan kuat!" kata salah satu Patriark.


"Benar katamu! Aku juga masih belum percaya dengan apa yang ada dihadapanku ini! Seorang bocah dua puluhan tahun berada di ranah Pendekar Emas? Gila! Bahkan aku saja masih terjebak di ranah Pendekar Perunggu Menengah Bintang 9!" ujar Patriark lain yang sekaligus memberikan keluhannya.


"Haha.. Mungkin zaman sebentar lagi akan segera berubah! Generasi-generasi tua seperti kita sepertinya harus pensiun lebih awal!"


"Aku setuju dengan ucapanmu! Generasi muda sekarang lebih berbakat daripada kita!" lemas Si Patriark tersebut.


Diatas arena, Ling We yang sudah resmi membuka jalannya turnamen bingung hendak bicara apa lagi. Dia menoleh kekanan dan kekiri untuk mencari keberadaan saudaranya yang akan memimpin jalannya turnamen.

__ADS_1


'Sial! Apa yang harus aku katakan lagi! Dimana saudara sialan itu! Mengapa malah belum terlihat!' batin Ling We mengeluh dengan sangat. Dia ingin menangis sejadi-jadinya karena bingung bukan kepalang. Para penonton hanya bisa mengutuki Ling We dalam hati mereka karena menunggu terlalu lama.


'Bodoh amatlah! Mending aku teriaki saja namanya agar aku bebas dari tugas sialan ini' batin Ling We.


"Baiklah semuanya.. Maaf jika menunggu terlalu lama! Itu karena Tuan Muda Ling Tian belumlah tiba! Kalian tahu bukan betapa sibuknya Tuan Muda kami itu! Jadi harap maklum dan jangan mengeluh!" ujar Ling We ngasal dan menjual nama Ling Tian.


Para penonton tentu saja langsung menarik nafas dengan dingin saat mengetahui alasan pembawa acara itu sedari awal hanya diam ternyata karena menunggu Tuan Muda Ling Tian yang belum datang. Mereka sangat menyesal dan takut jika ada yang melaporkan keluhannya kepada Tuan Muda menakutkan itu dan berakhirlah sudah kebahagiaan mereka.


.


.


Diatas langit, semua saudara-saudara Ling Tian tertawa dengan terbahak-bahak saat mendengar ucapan konyol Ling We. Mereka semua merasa sangat terhibur dengan pertunjukan ini.


"Ahahaha.. Bocah itu sangatlah lucu sekali! Hahaha.." ucap Long Yuan dengan tertawa terbahak-bahak.


Sementara untuk Ling Tian, saat dia memasang wajah sangat gelap. Urat-urat tebal seperti kawat muncul didahinya.


"Dasar konyoolll!" keluh Ling Tian tidak berdaya.


.


.


"Akhirnya, saat ini Tuan Muda telah tiba! Jadi untuk selanjutnya aku serahkan kepada Tuan Muda Ling Tian untuk memimpin jalannya turnamen. Silakan Tuan Muda Tian!"


Ling We membuka tangan seolah sedang mempersilahkan seseorang untuk maju. Padahal didalam hati kecilnya saat ini dia sedang berdoa kepada Sang Maha Dewa agar Ling Tian benar-benar datang dan menyelamatkannya.


Zheepp!


Bhuusshh...


Sosok pemuda tampan dengan jubah hitam muncul disamping Ling We. Aura milik pemuda itu sedikit bocor dan menyapu kesegala arah membuat semua penonton terdiam membeku karena sedikit tertekan.


"Dasar bodoh!" ucap pemuda itu melirik kearah Ling We.

__ADS_1


"Aah.. Akhirnya kamu nongol juga saudaraku! Aku sudah hampir mati berdiri tadi!" ujar Ling We dengan wajah sangat bahagia seperti orang yang hendak dibelikan permen karet satu biji.


Plak!


"Aduh!"


Ling Tian memukul kepala belakang Ling We dengan pelan.


"Oi.. Oi.. Kenapa kau memukul kepalaku?" protes Ling We.


"Apa kamu sudah tidak punya urat malu? Sudah sana pergi! Aku mau pimpin turnamen ini!" keluh Ling Tian.


"Apa maksudmu saudara Tian! Urat kem*luanku masih utuh dan tidak putus!" tutur Ling We dengan sedikit geram. Padahal dirinya gagal fokus dan salah paham.


"Yasudah.. Sana turun dulu!" lemas Ling Tian.


Akhirnya, dengan wajah tidak puas Ling We turun dari arena meninggalkan Ling Tian seorang diri.


Setelah menarik nafasnya dalam-dalam untuk membuang keluhannya terhadap Ling We sialan itu, Ling Tian akhirnya membuka suaranya.


"Selamat datang di acara turnamen generasi muda antar klan! Sebelum itu, perkenalkan namaku Ling Tian! Putra dari Ling Jun dan Hei Si!..."


"Sebelumnya mohon maaf untuk para Patriark dan Petinggi sekalian, terkhusus kepada Yang Mulia Kaisar Wei Heian bilamana terdapat banyak kesalahan dari klan kami, Klan Ling!..."


"Baiklah.. Disini saya akan menerangkan metode jalannya turnamen kali ini! Saya membaginya menjadi tiga tahapan atau tiga babak!.."


"Tahapan pertama adalah tahapan kelayakan! Saya akan membuat sebuah formasi berbentuk tangga untuk dinaiki oleh seluruh peserta! Jika ada yang berhasil menaikinya hingga puncak maka dialah pemenangnya dan akan mendapatkan hadiah khusus dariku! Dari dua ratus lima peserta, yang diterima masuk ke babak selanjutnya hanyalah empat puluh orang saja yang berhasil mencapai puncak tangga! Cukup simpel bukan?..."


"Tahapan kedua adalah tahapan kelayakan jiwa! Aku akan menarik jiwa yang berhasil lolos dari babak pertama untuk masuk kesebuah dimensi yang dipenuhi monster beast dan hewan iblis! Tugas para peserta adalah memburu mereka sebanyak-banyaknya. Empat orang dengan hasil terbanyaklah yang akan lolos ke babak terakhir atau final! Sama seperti babak awal, pemenang babak kedua akan aku berikan hadiah khusus yang tentunya cukup membuat kalian senang jika memilikinya!"


"Sampai disini.. Apa kalian semua mengerti?"


Semua orang terdiam dan masih memikirkan metode turnamen generasi muda kali ini. Metode ini sangat berbeda dari sebelum-sebelumnya yang sangat klassik.


"Untuk para juara 1 sampai 4, aku akan memberikan ini?" ucap Ling Tian sambil mengeluarkan beberapa barang dari cincin penyimpanannya.

__ADS_1


Swooosshhh...


__ADS_2