
Mao Berjalan mendahului Ling Tian dan Zhuge Ruxu dengan bersemangat dan senyuman lebar terus terukir dibibirnya. Dia sangat penasaran dengan harta apa yang ada dibagian terdalam Gunung Yanshi ini sehingga harus dilapisi array hingga tiga lapis.
Sebelumnya dia sangat penasaran dengan kitab usang yang Ling Tian dapatkan. Namun sebelum dia meminta kepada Limg Tian untuk membacanya, Ling Tian sudah keburu membakarnya hingga hangus menjadi abu.
Namun tiba-tiba senyuman Mao An merosot seratus delapan puluh derajat saat kakinya menginjak bagian luar dari array kedua. Mao An merasakan tekanan gravitasi yang sangat luar biasa yang membuatnya terpaksa berhenti.
Ling Tian dan Zhuge Ruxu yang ada dibelakang Mao An dan masih didalam array kedua mengerutkan kening dengan perubahan raut wajah Mao An yang berubah drastis.
"Ada apa dengan wajahmu adik kelima?" tanya Zhuge Ruxu.
"Emm.. I-ini.. T-tekanan gravitasinya.." ucap Mao An terbata-bata. Tidak lama dia pun dibuat berlutut karena tidak bisa menahannya lagi.
Zhuge Ruxu dan Ling Tian langsung paham dengan maksud ucapan Mao An meski mengatakannya tidak lengkap. Zhuge Ruxu menatap wajah Ling Tian dengan lekat.
"Ada apa?" tanya Ling Tian merasa aneh.
"Bukankah Tuan Muda adalah Master Mantra Formasi? Mengapa Tuan Muda tidak menghancurkan formasi array ini?" tanya Zhuge Ruxu penasaran.
"Haiihh.."
Ling Tian menghela nafas panjangnya. Setelah itu dia menjelaskan bahwa dia tidak.bisa melakukannya. Itu disebabkan karena formasi besar dan berlapis ini dipasang menggunakan esensi darah.
Jika Ling Tian memaksa membukanya, maka formasi ini akan meledak dan menghancurkan apa saja yang ada didalamnya termasuk mereka semua.
"Owh.. Jadi begitu.." ucap Zhuge Ruxu.
__ADS_1
"Benar!" jawab Ling Tian.
Ling Tian lalu melihat kearah Mao An yang sedang berlutut yang kesusahan menahan bebannya sendiri. Dia kemudian tersenyum jahat dan bergerak sangat cepat menyerang Zhuge Ruxu dengan tapaknya.
Zhuge Ruxu yang tidak menduga akan diserang oleh Ling Tian hanya bisa terkejut dan pasrah saja menerima tapak itu. Dia terpental kearah keluar dari array kedua dan mendarat ditanah dengan wajahnya yang langsung menjadi buruk akibat merasakan apa yang dirasakan oleh Mao An.
"T-tuan M-mud-da.. A-apa y-yang k-kamu l-lak-kukan?" tanya Zhuge Ruxu dengan terbata-bata yang tidak dijawab oleh Ling Tian.
Tidak hanya sampai disitu saja, Ling Tian juga memberikan serangan tapak kepada Mao An dan melemparnya menjauh dari pintu array kedua. Setelah itu Ling Tian mengeluarkan meja dan kursi serta teh hangat dari dalam cincin penyimpananan.
"T-tuan Muda!" protes Mao An.
"Nah.. Kalian berlatihlah untuk beberapa waktu! Kekuatan fisik kalian begitu rapuh! Akan sangat berbahaya jika kalian ingin naik tingkat lagi diatas Ranah Kaisar!" ucap Ling Tian dengan santai.
Melihat Ling Tian yang asyik menikmati teh galaksi, buah-buahan dan anggur dua ribu tahun membuat wajah kedua orang itu semakin menjadi buruk.
"Ahahaha.. Sudah sangat lama bukan? Kalian tidak berlatih dengan sekeras ini?" tanya Ling Tian sambil tertawa terbahak-bahak.
"Jika kalian ingin anggur ini, maka kemarilah! Ambil sendiri!" ucap Ling Tian lagi.
Mendengar apa yang dikatakan Ling Tian, mereka berdua menjadi sedikit bersemangat. Anggur dua ribu tahun akan diberikan dengan cuma-cuma? Sungguh keberuntungan yang sangat besar!
Keduanya lalu berusaha untuk berdiri lalu berjalan meski hanya bisa secara perlahan. Dengan tenang Ling Tian menunggu mereka berdua sampai ditempatnya.
Butuh waktu tiga jam untuk kedua saudara Ling Tian untuk sampai didepan Ling Tian. Mereka berdua berniat mengambil botol anggur dua ribu tahun yang tergeletak diatas meja. Namun tiba-tiba sebuah terpaan angin yang sangat kuat mendorong dan menerbangkan merek berdua menjauh dari meja Ling Tian.
__ADS_1
Jarak mereka bukan hanya jauh, tapi menjadi sangat jauh daripada jarak sebelumnya. Mata mereka berdua melotot kearah Ling Tian saat tubuh lelah mereka dikirim terbang semakin jauh dari array kedua.
Sementara Ling Tian tetap memasang wajah santai seperti tidak memiliki dosa sedikitpun kepada dua saudaranya itu yang dia aniaya. Ling Tian tetap menikmati teh dan buah-buahan abadi sambil terus menonton dua saudaranya yang sedang kesusahan.
Bukan Ling Tian kejam, tapi itu memang dibutuhkan oleh kedua saudaranya. Tubuh fisik mereka berdua menurut Ling Tian sangatlah lemah, dan akan beresiko jika mereka ingin naik tingkat lagi. Jadi dia harus sedikit tega kepada keduanya demi meningkatkan kekuatan fisik keduanya.
Hal itu juga disadari betul oleh Zhuge Ruxu dan Mao An. Mereka tidak benci dengan apa yang dilakukan Ling Tian kepada mereka. Namun mereka sedikit kesal dengan perlakuan Ling Tian yang menganggap mereka seperti anak kecil yang sedang berlomba untuk mendapatkan hadiah namun tiba-tiba dibuat terperosok lagi oleh sang panitia.
Keduanya hanya menggertakkan gigi menahan tekanan yang membebani mereka. Jika sebelumnya mereka membutuhkan waktu tiga jam, sekarang ini mereka pasti membutuhkan sekitar sebelas sampai dua belas jam lamanya untuk mendekat kearah pintu array kedua.
Ling Tian terus menunggu mereka dengan sabar. Kadang dia duduk santai sambil menikmati sajian diatas meja, kadang dia tidur dengan terlelap diatas kursi yang dia desain sedemikian rupa saat malam telah tiba.
Pagi pun tiba. Zhuge Ruxu dan Mao An sudah terlihat sangatlah kekelahan. Jarak mereka berdua dengan Ling Tian tinggallah sekitar sepuluh meter lagi. Mereka menatap Ling Tian dengan tatapan penuh arti dan sedikit memelas.
Namun tiba-tiba Ling Tian berdiri dari tempat duduknya dan memasukkan semua peralatannya kedalam cincin penyimpanan. Setelah itu dia dengan santai melangkahkan kakinya keluar dari array lapisan kedua dan masuk kedalam array lapisan ketiga yang membuat pintu array itu tertutup dan menghilang menjadi kubah yang mengurung ketiganya.
Ling Tian merasakan sedikit tekanan pada tubuhnya, mungkin karena kekuatan tulangnya perlu ditingkatkan lagi. Namun setelah beradaptasi sejenak, dia dapat berjalan dengan santai seolah tidak ada tekanan sama sekali.
Sementara wajah Zhuge Ruxu dan Mao An berubah menjadi sangat jelek dengan apa yang dilakukana oleh Ling Tian. Mereka berjalan mendekati Ling Tian untuk masuk kembali kedalam array lapisan kedua, namun sekarang saat sudah dekat Ling Tian malah justru ikut masuk yang membuat pintu itu menghilang.
"T-tuan Muda Tian! B-bukankah kau terlalu kejam?" tanya Zhuge Ruxu tidak berdaya.
"Yah.. Itu sedikit!" jawab Ling Tian.
"Ayo! Berjalan lebih cepat lagi! Tujuan kita ada dipuncak gunung itu!" ujar Ling Tian lagi sambil menunjuk kearah puncak Gunung Yanshi.
__ADS_1