
"Grrraaaa.. Keparat! Bajing*n! Lepaskan kami, sialan!" teriak Tie Sun dengan marah. Dia sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhnya karena terkunci oleh bekuan es milik Ling Tian.
"Ayolah.. Kalian diamlah dulu! Aku tidak akan membunuh kalian! Aku hanya ingin tahu kitab apa yang sedang kalian jaga itu!" ucap Ling Tian.
"Brengs*k! Jangan sekali-kali kau berani menyentuh kitab milik tuan kami beast sialan! Itu adalah kitab terlarang!" teriak Tie Sin.
"Kitab terlarang? Ohoo.. Aku semakin penasaran saja!" ujar Ling Tian lalu bergerak menjauh dari dua raksasa golem besi itu dan mendekati sebuah kitab usang yang melayang diatas batu itu.
Ling Tian menatap kitab itu dengan seksama lalu memerhatikan formasi yang melindungi kitab itu.
'Formasi yang sangat kuno!' batin Ling Tian yang cukup terkesan dengan susunan formasi yang melindungi kitab usang itu.
Ling Tian terdiam beberapa saat. Jika dia salah sedikit saja dalam membuka formasi, maka formasi itu akan meledak dan kitab usang yang ada didalamnya itu akan hancur berkeping-keping.
"Hahaha.. Meskipun kau telah mengalahkan kami, tapi kitab itu tersegel dengan susunan formasi yang sangat kuno! Kau tidak akan pernah bisa membukanya beast sialan!"
Tiba-tiba sebuah tawa dan ejekan terdengar ditelinga Ling Tian dan kedua saudaranya dari mulut kotor golem besi Tie Sun.
"Besi jelek! Bisakah kau diam?" tanya Mao An lalu menonjok wajah besi Tie Sun.
Boommm...
"Cuih! Beast sialan! Beraninya kau memukul wajahku!" teriak Tie Sun marah.
"Diamlah dan cukup lihat apa yang akan dilakukan Tuan Mudaku saja!" ujar Mao An dengan kesal.
"Dasar para beast bodoh! Kalian tidak akan pernah bisa membuka segel itu! Karena segel itu dibuat khusus oleh tuanku!" ujar Tie Sun dengan nada meremehkan.
Sementara itu, Ling Tian tidak menggubris ocehan atau debat antara Mao An dan Tie Sun. Dia terus fokus kepada formasi itu dan mencari titik terlemahnya. Setelah hampir satu jam mengamati, Ling Tian akhirnya dapat tersenyum dengan lebar.
"Ketemu!" ucapnya lirih namun masih bisa didengar oleh semua orang termasuk tiga raksasa golem besi.
"Apaa!"
__ADS_1
Ketiganya sangat terkejut saat mendengar bahwa Ling Tian telah menemukan titik terlemah dari formasi yang melindungi kitab terlarang itu.
"K-kau.. B-bagaimana m-mungkin.." ucap Tie San yang sedari awal hanya diam tak berbicara sepatahpun setelah dia berteriak-teriak kepada Ling Tian namun tidak dianggapnya sama sekali.
"Hahaha.. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Tuan Mudaku!" ucap Mao An dengan bangga. Seolah-olah dialah orang yang telah menemukan titik kelemahan dari formasi penyegelan itu.
Tie San sebelumnya hanya diam karena dia tahu bahwa akan mustahil seseorang dapat membuka atau menemukan titik formasi penyegelan kuno yang sangat rumit itu. Namun saat ini dia dibuat terkejut saat mengetahui Ling Tian berkata menemukan titik terlemah formasi.
Jika Ling Tian memang benar dapat membuka formasi itu, maka barang milik tuannya yang selama ini dia jaga akan berpindah tangan. Itu berarti dia telah gagal menjalankan tugas..
Ling Tian tersenyum lalu mulai membuat gerakan tangan yang sangat rumit. Butuh waktu sepuluh menit untuknya membuat kunci dari formasi penyegelan.
"Hehehe.. Mari kita mulai!" ujar Ling Tian dengan ekspresi wajah sangat bersemangat.
Bhusshh...
Seberkas cahaya biru muncul dari tangannya dan menembak kearah formasi itu. Cahaya itu perlahan menyelimuti semua bagian formasi dan membuatnya terlihat seperti jaring-jaring. Cahaya itu terus bersinar dan cukup menyilaukan mata.
Sementara untuk Mao An dan Zhuge Ruxu justru menunggu Ling Tian selesai membuka segel dengan duduk santai sambil mengeluarkan teh hangat dari dalam cincin penyimpanan. Mereka sangat yakin bahwa Tuan Muda mereka bisa membuka segel itu dan mendapatkan kitab yang dikatakan terlarang itu.
Zhuung!
Formasi itu bergetar dengan hebat dan cahaya biru bersinar semakin terang. Tiga Tie bersaudara tidak menduga bahwa cara membuka segel pada formasi yang dibuat oleh tuannya akan seperti itu proses pembukaannya.
Jika boleh jujur, ketiga Tie bersaudara juga pernah berusaha untuk membuka formasi itu. Mereka ingin memiliki kitab itu untuk diri mereka sendiri. Namum mereka harus menelan kegagalan pahit akan usaha mereka.
Selain itu, formasi yang mengunci kitab terlarang itu juga merupakan kunci dari pintu keluar array yang mengurung mereka. Andai saja saat itu mereka mampu membuka segel dan mendapatkan kitab terlarang itu lalu keluar ke dunia luar, dengan kekuatan dan fisik mereka yang luar biasa maka bisa saja merekalah yang menjadi penguasa dunia Jimi De ini, bukan Klan Gou di pusat dunia.
Krak!
Sebuah suara retakan dari arah formasi yang terus bersinar membuat Ling Tian tersenyum sumringah. Namun membuat wajah ketiga Tie bersaudara semakin buruk.
"Mustahil! Dia benar-benar mampu membuka segel dari formasi kuno buatan tuan!" ujar Tie San.
__ADS_1
"Benar! Lalu apa yang harus kita lakukan saudara San?" tanya Tie Sin.
"Seperti yang Tuan kita katakan sebelum dia pergi!" jawab Tie San dengan mantab.
"Apaa! Jadi.." Tie Sin tidak bisa melanjutkan kata-katanya.
Sementara Tie Sun hanya diam dan menatap Ling Tian dengan sangat lekat. Dia memang yang terlemah dari ketiga Tie bersaudara. Namun dialah yang paling tahu mengenai ucapan tuan mereka dan yang paling setia dengannya.
'Jika memang kau mampu membuka formasi itu, maka kau memang layak menjadi tuanku yang baru!' gumam Tie Sun dalam hatinya.
Krak! Krak!
Semakin lama retakan itu semakin lebar. Setelah beberapa saat, sinar biru itu akhirnya meredup secara perlahan dan menampilkan formasi atau array tersebut yang sudah retak parah.
Prang!
Zhuung!
Formasi itu hancur berkeping-keping dan pintu keluar yang ada didekatnya bergetar dengan hebat lalu setelahnya terbuka dengan sendirinya.
Ling Tian melihat kitab usang itu tergeletak diatas batu hitam. Dengan senyuman yang terukir indah, dia melangkah maju dan berniat untuk mengambilnya. Namun sebelum Ling Tian berhasil menyentuhnya, suara teriakan Tie San mengejutkannya.
"Tidak! Jangan ambil kitab itu! Itu adalah kitab terlarang! Jangan pernah buka kitab itu! Tuanku bersusah payah menyembunyikan kitab itu agar tidak jatuh ditangan orang yang salah!"
Boommm...
Sebuah ledakan yang cukup keras terjadi saat Zhuge Ruxu tiba-tiba menghantam wajah Tie San dengan sangat keras.
"Sialan! Jadi maksudmu Tuan Muda Tian adalah orang yang salah?" tanya Zhuge Ruxu dengan berteiak marah. Dia sangat tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Tie San yang seolah menunjuk Ling Tian sebagai orang yang tidak tepat untuk memegang kitab itu.
Ling Tian hanya berhenti sejenak sebelum akhirnya dia mengambil kitab itu dan membuka halaman pertamanya.
"Kitab Teknik Reinkarnasi!"
__ADS_1