Ling Tian

Ling Tian
Wei Hun Dan Long Yuan


__ADS_3

"Cih! Naga sialan! Apa kau ingin kutonjok?" Decih Ling Tian.


"Hahaha.. Hei bocah! Meski kau sudah bertambah kuat tapi kau tak akan pernah bisa mengalahkanku! Satu lagi, pengalaman bertarungmu juga hanya seujung kuku untukku yang sudah melewati ribuan pertarungan hidup dan mati!" Ujar Naga Biru sombong sambil mendongakkan kepala dan membusungkan dadanya.


Ling Tian langsung kelakep tak bisa jawab apapun. Dia terdiam seribu bahasa! Semua yang dikatakan oleh Naga Biru adalah kebenaran mutlak! Dalam sebuah pertarungan, orang yang lebih berpengalaman maka kemungkinan besar menangnya adalah tujuh puluh persen! Apalagi jika telah melewati pertarungan hidup dan mati seperti yang diucapkan Naga Biru! Huh..! Terlalu besar perumpamaan Naga Biru untuk menggambarkan kemampuan Ling Tian yang seujung kuku, mungkin butiran debu lebih pantas untuk itu! Ironis!


Dahulu, saat Ling Tian belajar jurus Pukulan Pelebur Bumi dengan ayahnya, ayahnya pun sering kali mengatakan bahwa pengalaman bertarung sangatlah berperan penting untuk sebuah kemenangan disamping teknik-teknik jurus yang digunakan.


Satu hal yang tak kalah penting adalah keberuntungan! Mungkin memang benar bahwa pengalaman bertarung lebih atau teknik-teknik jurusnya yang tinggi menambah kemungkinan menang, namun tanpa adanya keberuntungan? Hal semua itu adalah kekonyolan yang murokkab!


Wei Hun hanya tersenyum kecil saat Ling Tian tidak bisa menyanggah perkataan Naga Kecil sahabatnya itu. Memang benar Naga Biru sering bersifat bar-bar, tapi saat melatih seseorang atau anggota pasukannya maka dia adalah yang terbaik dari yang terbaik. Hal itu disebabkan karena dikehidupan Naga Biru di Alam Dewa dia adalah sosok panglima Klan Long disamping sebagai tuan muda klan.


"Kenapa kau diam bocah? Hahaha.. Apa kau sudah mengakui bahwa kau ini sangat lemah?" Ejek Naga Biru.


"Sudahlah Naga Kecil! Jangan kau ejek dia terus! Oiya Ling Tian, sebelumnya perkenalkan namaku adalah Wei Hun dan ini sahabatku Long Yuan!" Ucap Wei Hun memperkenalkan diri.


"Lebih tepatnya aku adalah Yang Mulia Raja Beast di Hutan Gelap ini!" Songong Long Yuan membanggakan diri dengan pangkatnya.

__ADS_1


Ling Tian tidak menanggapi ocehan Long Yuan, namun kerutan muncul didahinya.


"Wei?" Tanya Ling Tian.


Wei Hun seperti mengerti dengan apa yang dibingungkan Ling Tian, dia menjawab,


"Ya, aku adalah pendiri sekaligus leluhur utama Kekaisaran Wei!"


"Oh, Salam leluhur Wei Hun," buru-buru Ling Tian membungkukkan badannya.


"Haha. Tidak perlu sopan dan banyak pengadatan!" Ucap We Hun menyangkal sembari terburu-buru juga memegang pundak Ling Tian untuk tidak membungkukkan badan kearahnya. Sebab bagaimanapun Ling Tian Adalah orang yang mempunyai darah dari trah Shen Zhu Ling alias orang yang harus dirinya layani meski masihlah lemah. Bahkan darah Ling Tian sangatlah murni.


"Itu lebih bagus!" Jawab Wei Hun mengangguk.


"Cih!" Decih Long Yuan pelan namun masih didengar jelas oleh Ling Tian. Hal itu wajar dan sangat wajar sekali! Sebab setelah selesainya penyerapan pil hijau itu, disamping kekuatannya fisik yang bertambah kuat, kekuatan semua indra milik Ling Tian juga semakin tajam.


Mendengar decakan Long Yuan tentu membuat Ling Tian menaikkan alis.

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya Ling Tian polos.


"Hah.. Apa karena saudara Wei berpenampilan sepuh lalu kau menghormatinya? Tch! Ketahuilah! Dia itu seumuran denganku meski agak tua sedikit. Tapi saudara Wei juga bisa berpenampilan muda sepertiku! Terserah maunya bagaimana," Jelas Long Yuan.


"Benarkah itu senior Wei?" Tanya Ling Tian masih dengan tampang polosnya.


"Itu benar! Hehehe.. Naga Kecil, agaknya jika penampilanku seperti ini aku bisa terlihat agak lebih berwibawa ketimbangmu! Hahaha," Jawab Wei Hun.


"Sialan kau saudara Wei! Bocah! Lebih baik kau bersihkan dirimu sendiri. Apa kau betah berlama-lama dengan kotoran menjijikkan yang menempel itu" Kesal Long Yuan yang sedari tadi menahan rasa mual perutnya.


"Eh.. Hahaha.. Baiklah! Aku pergi dulu sebentar." Sadar Ling Tian langsung lari mencari sungai.


Wei Hun dan Long Yuan hanya mengangguk sebagai jawaban. Mereka berdua kemudian duduk diatas batu dan mengobrol dengan ekspresi serius.


"Jadi, apa kau akan mengajarkan itu pada Ling Tian?" Tanya Long Yuan.


Wei Hun dengan mantap menganggukan kepala dan berucap,

__ADS_1


"Seperti apa yang diperintahkan Sang Maha Dewa!"


__ADS_2