Ling Tian

Ling Tian
Perang Takdir 5


__ADS_3

Jutaan pasukan dari kedua belah kubu terlihat seperti lebah atau semut yang bergerak secara bersamaan dan berniat untuk saling bertabrakan satu sama lain saat mendengarkan teriakan dari kedua pemimpin mereka masing-masing.


Gemuruh langkah kaki dan desingan kultivator yang terbang dan melesat dengan kecepatan tinggi terdengar begitu memekakkan telinga. Tidak lama kemudian suara denting yang senjata yang beradu juga segera terdengar.


***


Hal yang serupa juga terjadi di bagian barat daratan selatan yang mana bagian tersebut diisi oleh pasukan yang berasal dari daratan utara dan dipimpin oleh jenderal besar Bing Luoyan. Ketika teriakan maju untuk saling serang itu terdengar, seluruh pasukan dari kedua belah pihak segera bergerak maju dan berniat untuk membantai sebanyak mungkin dari lawan mereka.


Jenderal besar Bing Luoyan bersama dengan pasukan dari kekaisaran Bing dibantu oleh 5 dari saudara Ling Tian untuk menggempur 57,5 juta pasukan aliran hitam. Mereka adalah Gui Lu, Xuan Ji, Hong Lie, Ling Jiu dan si kecil Ling Xing'er.


Siapapun tidak ada yang mengira bahwa gadis kecil dan mungil yang baru berumur 9 tahun itu akan mengikuti perang besar yang menentukan takdir akan kebaikan atau kejahatan yang hendak berkuasa atau berjaya di Benua Langit.


Ling Tian dan seluruh keluarganya pada awalnya melarang keras Ling Xing'er untuk ikut dalam peperangan ini, karena hal itu akan sangat membahayakan baginya khususnya bagi mentalnya karena dapat terpengaruhi oleh banyaknya manusia yang terbunuh.


Namun Ling Xing'er tetap bersikeras untuk meminta ikut dan akan ngambek jika tidak diberi izin. Tidak hanya sampai di situ saja, Ling Xing'er juga menantang beberapa orang yang berada di ranah Pendekar Berlian dan mengalahkan mereka semua dengan mudah untuk membuktikan bahwa dirinya layak ikut dalam perang takdir.


Karena terus merengek, pada akhirnya Ling Tian pun memberikan izin dengan satu syarat yaitu dia tidak boleh jauh-jauh dari Ling Jiu atau ayah kandungnya dan juga Gui Lu. Ling Xing'er pun kegirangan mendapati kakak laki-laki kesayangannya itu memberikan izin. Dia sampai melompat-lompat dan memeluk Ling Tian lalu mencium pipinya sebagai tanda terima kasih yang begitu tulus dari dalam hatinya.


Swooshh...


Ling Xing'er yang di kawal Ling Jiu di belakangnya melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke segerombolan musuh dengan tanpa ragu ataupun takut sedikitpun. Dia juga mengalirkan cukup banyak energi Qi ke tangan lalu membuat sebuah pedang menggunakan elemen es miliknya.


Tidak sampai di situ saja, Ling Xing'er juga dengan tanpa ragu menebaskan pedangnya itu ke arah musuh sehingga orang-orang yang terkena tebasan pedang mungil gadis kecil itu langsung terbelah dua tanpa mengeluarkan darah sedikitpun karena telah membeku.


Boommm...


"Aaakkkhhh.."

__ADS_1


Trank! Trank!


Tring! Tring!


Boommm... Boommm...


"Aaakkkhhh.."


Ledakan demi ledakan terus terdengar dari arah yang dilewati oleh Ling Xing'er. Setiap satu ledakan yang bersahutan dengan ledakan yang lainnya selalu saja diselingi dengan teriakan memilukan yang keluar dari mulut orang-orang aliansi aliran hitam.


Gadis kecil berumur 9 tahun ini benar-benar seperti malaikat pencabut nyawa namun berkamuflase menjadi sosok yang mungil dan juga sangat menggemaskan. Dia benar-benar telah menjadi pembantai di saat anak-anak seusianya masih lama baru belajar berkultivasi.


Aksinya itu dengan segera langsung menarik perhatian pemimpin dari pasukan kalajengking yang merupakan salah satu kelompok yang berada di bawah naungan gedung pembunuh alias bawahan Han Tian.


Pemimpin pasukan kalajengking itu bernama Han Sheng. Dia merupakan kultivator ranah Pendekar Berlian Puncak dan tidak akan lama lagi menuju ke Ranah Raja. Matanya melotot tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, bahwa seorang gadis mungil berumur sekitar 9 tahun pembantai pasukannya dengan sangat cepat.


Zheep!


"Kau terlalu sembrono dengan membantai pasukanku, bocah iblis!" teriak Han Sheng yang tidak terima.


"Oh.. Akhirnya ada juga kultivator kuat yang layak untuk aku lawan!" balas Ling Xing'er dengan nada mengejek.


Han Shen dan Ling Jiu yang mendengar ucapan dari gadis kecil itu hampir memuntahkan darah mereka karena tidak percaya bahwa sosok mungil seperti Limg Xing'er akan dapat mengeluarkan kata-kata pedas seperti itu. Sungguh, kecil-kecil cabe rawit sangatlah cocok untuk di sandangkan kepada Ling Xing'er.


"Bocah tengik! Kau pasti akan mati dengan pedangku ini, meskipun sungguh sangat disayangkan bahwa bakat monster mengerikan sepertimu akan tersia-siakan!" seru Han Sheng dengan niat membunuh yang sangat pekat meledak dari dalam tubuhnya.


"Hoo.. Ingin membunuh putriku sekaligus adik dari tuan muda Ling Tian? Langkahi dulu mayatku jika kau bisa, bedebah sialan!" sahut Ling Jiu yang tiba-tiba muncul di samping Ling Xing'er dengan perang es yang telah mengacung ke arah Han Sheng.

__ADS_1


"Hehehe.. Kakek tua! Jika kau menyayangkan akan kematianku sebab aku merupakan jenius luar biasa, mengapa kau tidak menyerahkan diri saja untuk aku bunuh dengan pedang kecilku ini?" tambah Ling Xing'er dengan santainya sembari tersenyum menyeringai.


"Oho.. Kau benar sekali Xing'er! Hahaha.." Ling Jiu langsung tertawa terbahak-bahak.


"Keparat!" teriak Han Sheng lalu melesat maju dengan cepat menyerang ayah dan anak itu.


Kemarahannya benar-benar tidak dapat ia bendung lagi karena ucapan-ucapan pedas sekaligus ejekan yang dilontarkan oleh keduanya. Dia mengalirkan secukup banyak energi Qi ke pedangnya sehingga pedang tersebut mengeluarkan dengungan lembut sekaligus sinar yang berwarna merah kehitaman tanda bahwa dirinya memiliki elemen api.


Suhu udara yang dilewati oleh Han Sheng juga langsung naik menjadi sangat panas hingga rumput-rumput dibawahnya langsung terbakar habis.


Swush...


Melihat lawannya telah melesat mendekat dengan ledakan aura kultivasi sekaligus niat membunuh sangat pekat, Ling Xing'er dan Ling Jiu yang sama-sama memiliki kekuatan ranah Pendekar Berlian Akhir Bintang 1 dan Bintang 2 juga tidak tinggal diam dan pasrah menerima nasib atau kematiannya.


Keduanya juga mengalirkan energi Qi sekaligus elemen es-nya sehingga membuat suhu udara di sekitar mereka berdua menjadi turun secara drastis. Elemen es yang dimiliki oleh anak sekaligus ayah ini benar-benar telah melebihi kekuatan elemen es yang dimiliki oleh orang-orang daratan utara. Dan oleh sebab itu pula lah mereka berdua diikutsertakan dalam kelompok pasukan daratan utara oleh Ling Tian.


Swush... Swush...


Ling Xing'er dan Ling Jiu juga bergerak maju dan mendapatkan pedang elemen es mereka berdua untuk menyambut serangan dari tebasan pedang Han Sheng.


"Matilah kalian berdua, kampret!" teriak Han Sheng yang jaraknya sudah dekat sekali dengan ayah dan anak itu.


Swosshh...


Boommm...


____________________________________________

__ADS_1


Satu bab lagi🙏... Hehehe... Ngirit, mau tamat soale...😁


__ADS_2