
Dunia jiwa.
Ling Tian berjalan dengan santai menuju Wei Hun, Zhuge Ruxu dan Mao An lalu menyapanya.
"Jadi, kapan senior Wei akan berangkat?" tanya Ling Tian.
"Harusnya sih sekarang juga! Tapi sepertinya akan ditunda selama satu hari terlebih dahulu!" jawab Wei Hun.
"Mengapa?" tanya Ling Tian.
"Tentu saja karena malu! Aku tidak ingin datang ke Alam Menengah bersama dengan orang yang sedang babak belur seperti itu! Bukankah itu tidak keren?" ungkap Wei Hun.
"Hahaha.. Senior Wei bisa saja! Tapi itu benar juga!" ucap Ling Tian dengan tawa renyah.
"Cih! Kamu sungguh keterlaluan bocah bau!" ujar Ling Yuan yang baru tiba dibelakang Ling Tian.
"Keterlaluan?" Ling Tian mengangkat alisnya.
"Tentu saja! Apa kau tidak melihat para murid-murid kami sedang menonton pertunjukan tadi! Huh! Padahal aku sudah sangat percaya diri dengan kekuatan Ranah Raja yang saat ini aku miliki! Tapi kau tidak memberi wajah sedikitpun padaku!" keluh Long Yuan.
"Hahaha.. Terus maksudmu aku harus mengalah dan kau pukuli dengan seenak jidatmu gitu? Yang benar saja!" ujar Ling Tian dengan ekspresi wajah mengejek.
Long Yuan tidak menjawab lagi. Dia hanya bisa tersenyum kecut mendapati kekalahan pahitnya dengan Ling Tian. Dengan tingkatan kekuatannya yang sudah masuk pada Ranah Raja, harusnya dirinya bisa sangat mudah membully mereka yang masih berada pada ranah Pendekar Berlian.
Ling Tian adalah kasus yang berbeda. Meski dia baru menginjak ranah Pendekar Berlian Akhir Bintang 2, dengan bekal skil eksklusif serta kekuatan tubuhnya yang tiada banding dengan orang selainnya, dia mampu mengalahkan orang yang berada satu ranah diatasnya. Terlebih, dia adalah murid dari Sang Maha Dewa! Akan sangat memalukan jika dirinya begitu lemah saat semua pengetahuan tentang kultivator telah diberikan kepadanya.
Mereka berlima akhirnya pergi dari tempat itu setelah Ling Tian mengembalikan kehancuran diarea itu dengan kekuasaannya dalam dunia jiwa. Mereka berjalan mendekati para murid dari saudara-saudara Ling Tian yang sejak awal memang sudah berada didepan pintu Istana Ling.
.
.
Pagi telah datang. Suasana didalam dunia jiwa begitu tenang setelah semalaman penuh diisi dengan acara minum-minum anggur Ling Tian yang berumur dua ribu tahun. Meski sudah disuruh untuk memulihkan diri, Long Yuan sama sekali tidak menghiraukannya setelah dia tahu akan ada acara minum anggur yang Ling Tian adakan.
Long Yuan lalu dengan santainya meminta kepada Ling Tian pil roh penyembuh tingkat jiwa untuk memulihkan tubuhnya yang babak belur. Dia hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk menyerapnya karena Long Yuan masuk didalam aula kultivasi Ling Tian yang memiliki hukum ruang dan waktu yang sangat berbeda.
Saat siang sudah tiba, seluruh penghuni dunia jiwa berkumpul untuk mengiringi kepergian dari Wei Hun, Long Yuan dan Ling Hu.
"Hu kecil! Aku tahu kamu sudah bisa berubah menjadi seperti si cacing biru sialan itu dan berbicara layaknya kami! Tapi aku tak tahu alasan apa yang membuat dirimu tidak mau melakukannya!" ujar Ling Tian sambil mengelus kepala Ling Hu yang berada pada gendongan Wei Hun.
Ling Tian tahu hal tersebut karena kekuatan Ling Hu saat ini sudah menginjak monster beast tingkat 7 seperti Mao An atau setara dengan kultivator yang berada pada ranah Pendekar Berlian.
__ADS_1
Namun Ling Hu tetap tidak ingin mengubah tubuhnya menjadi manusia atau sosok binatang suci harimau langit yang bersayap. Dia lebih senang untuk menjadi seekor kucing kecil putih yang imut dan manja.
"Baiklah! Jaga diri kalian dan tunggu aku datang disana! Setelah tugasku selasai, aku akan langsung naik juga!" ujar Ling Tian.
"Hahaha.. Cepatlah menyusul saudara kecil! Dan lihatlah kekuatan kami nanti saat kau datang!" kata Wei Hun.
Wei Hun dan Long Yuan melihat kearah para murid-murid yang mereka ajari beberapa bulan ini dalam dunia jiwa.
"Kalian semua! Ling Lian Hua, Xuan Ji, Hong Lie, Gu Mei dan khususnya kamu Yi Shu, teruslah berlatih untuk menjadi kuat! Jadilah kebanggaan untuk klan kalian! Jangan bertindak semena-mena meski kalian memiliki kekuatan! Bantu saudaraku ini saat dia membutuhkan kalian!" ucap Wei Hun memberikan nasehat.
"Siap paman guru!" ujar semuanya serentak.
"Siap guru!" ujar Yi Shu. Dia adalah murid langsung dari Wei Hun.
"Bagus! Jika kalian masih memiliki pertanyaan atau kendala dalam berkultivasi, maka tanyakan saja kepada paman guru Mao An atau bibi guru Zhuge Ruxu kalian!" kata Wei Hun.
"Baik!" jawab mereka bersamaan.
"Baiklah.. Mungkin ada tambahan darimu saudara Long?" tanya Wei Hun pada Long Yuan.
"Aku tidaklah pandai berbicara! Intinya lakukan saja yang sudah saudara Wei katakan sebelumnya dan jangan pernah bertindak naif! Itu saja!" jawab Long Yuan.
"Baik paman guru!" ujar Ling Lian Hua, Yi Shu dan Hong Lie.
Setelah acara perpisahan yang singkat itu, Wei Hun dan Long Yuan lalu melepaskan seluruh kekuatannya yang membuat langit dunia jiwa bergetar dan petir-petir ikut menyambar. Awan yang sangat hitam pekat juga menambah keseraman suasana saat ini.
Fluktuasi udara begitu kacau dan riak spasial yang sangat besar dan kuat yang menghubungkan dengan Alam Menengah segera tercipta. Setelah beberapa saat, riak tersebut akhirnya menjadi tenang dan gerbang dimensi antar alam telah tercipta.
"Baiklah.. Kami berangkat sekarang!" ujar Wei Hun.
"Silakan paman guru!" ujar para murid.
"Silakan guru!" ujar Yi Shu.
"Silakan kakak pertama!" ujar Zhuge Ruxu dan Mao An.
Sementara Ling Tian hanya diam dan mengangguk pelan.
"Jaga dirimu baik-baik bocah bau! Jangan merindukanku!" ucap Long Yuan dengan senyuman khasnya yang menyebalkan.
"Tentu saja!" jawab singkat Ling Tian.
__ADS_1
Saat keduanya sudah melayang agak tinggi untuk pergi meninggalkan mereka semua, tiba-tiba suara yang tampak asing ditelinga semua orang terdengar begitu lembut dan namun memiliki ketegasan.
"Aku akan merindukanmu nona Hua!" ujar suara tersebut.
Suara tersebut tidak lain adalah milik Ling Hu kecil. Dia selama ini selalu bersama Ling Lian Hua saat didunia jiwa. Maka dari itu, dia lalu bersuara untuk perpisahan sementara ini kepada Lian Hua.
"Aku juga pasti akan merindukanmu Hu kecilku yang manis!" balas Lian Hua. Tidak terasa air matanya juga ikut menetes membasahi pipinya. Ling Lian Hua begitu menyayangi Ling Hu adiknya sendiri meski hanya berbentuk kucing yang manis dan imut.
Zheeep!
Akhirnya Wei Hun, Long Yuan dan Ling Hu kecil menghilang memasuki gerbang dimensi bersamaan dengan tertutupnya gerbang tersebut.
***
Kediaman Tetua Zhong En.
Dua hari telah berlalu semenjak Ling Tian memasuki kamarnya dan tidak pernah lagi ada tanda-tanda dirinya akan keluar. Mereka juga tidak bisa mendeteksi keberadaan Ling Tian yang berada atau tidaknya didalam kamarnya. Namun hal itu mereka tepis karena Ling Tian adalah orang yang paling hebat dalam penyembunyian aura keberadaan.
Tetua Zhong En dan Zhong Nian menanyakan akan hal tersebut kepada Ling We. Ling We tentu tidak mengetahuinya.
"Baikalah ayah mertua, Nian'er! Aku akan mengecek saudara Tian kedalam!" ujar Ling We.
Ling We segera memasuki kamar Ling Tian beristirahat dengan tanpa ragu sementara dirinya tidak menemui siapapun didalamnya kecuali selembar kertas yang diatasnya terdapat cincin penyimpanan tergeletak diatas ranjang.
Ling We buru-buru mengambil kertas tersebut dan membaca pesan yang tertulis.
"Saudaraku! Jika kamu telah membaca surat ini, maka berarti aku sudah berada diluar Kota Obat! Tetaplah disini dan jaga Nona Nian dengan baik! Aku juga telah meninggalkan beberapa sumber daya untukmu dan Nona Nian agar bisa mencapai ranah lebih tinggi! Maaf jika nanti kalian menikah aku tidak bisa menjanjikan untuk datang! Ling Tian."
"Sialan kau saudara Tian!" teriak Ling We dengan geram. Dia begitu kesal kepada Ling Tian yang meninggalkannya seorang diri disini. Padahal dia belumlah puas untuk berpetualang.
Teriakan Ling We berhasil mengundang Tetua Zhong En dan Zhong Nian untuk mendatanginya.
"Ada apa We'er?" tanya Tetua Zhong En.
"Iya, ada apa We Gege?" imbuh Zhong Nian.
"Haaahhhh.. Saudara Tian telah pergi meninggalkan Kota Obat!" jawab Ling We menghela nafas sambil memperlihatkan surat Ling Tian.
***
Diatas langit yang jauh dari Kota Obat, seorang pemuda memakai topeng separuh wajah dan berjubah hitam sedang melesat dengan sangat cepat menjauh dari kota kekuasaan para alcemis itu.
__ADS_1
"Sepertinya awal perjalananku mencari harta karun peninggalan Leluhur Klan Ling tidaklah berjalan lancar!" ujar Ling Tian saat mendapati ada lima orang yang membuntutinya sejak keluar Kota Obat dengan niat membunuh yang terpancar pekat.