Ling Tian

Ling Tian
Rampok Yang Dirampok


__ADS_3

Kelima orang lain yang tiba-tiba mendengar teriakan dari temannya itu sedikit terkejut karena saking kerasnya dia berteriak. Mereka sedikit membuka celah yang dengan cepat Ling Tian manfaatkan kesempatan itu untuk melancarkan jurus pedangnya.


Duar!


Ledakan terjadi saat tiba-tiba jurus Ling Tian dihadang oleh pemimpin bandit yang tiba-tiba sudah muncul dihadapannya dengan pedang terhunus.


"Kau ternyata cukup kuat bocah! Aku tidak akan mengampunimu karena telah mempermalukanku!" ucap pemimpin bandit dengan geram lalu melesat menyerang Ling Tian.


Swush...


Trank!


Duarr!


Krak!


Ledakan kembali bergema saat kedua pedang saling bertabrakan. Pedang pemimpin bandit itu retak dan bisa hancur kapan saja. Meskipun kualitas pedang yang Ling Tian miliki berada jauh dibawah milik sang pemimpin bandit, namun ketajaman dan kekuatan pedang itu terletak dari siapa yang menggunakannya.


Pemimpin bandit dengan cepat mundur untuk menjaga jarak dan memerintahkan anak buahnya untuk menghadang laju Ling Tian yang sepertinya ingin memberikan serangan susulan.


Sang pemimpin bandit melihat pedangnya yang retak dengan nanar.


'Oh tidak! Pedangkuuuu..' batinnya berteriak dengan hati berdarah-darah.


Pemimpin bandit melihat Ling Tian yang sedang memainkan pedangnya dengan sangat indah lagi lincah itu dengan tatapan kebencian.


"Bocah bangs*t! Aku pasti akan membunuhmu hari ini juga!" ucapnya lirih dengan geram dan hati penuh kebencian.


Setelah menyimpan pedang kesayangannya yang hampir hancur itu dan menggantinya dengan pedang yang lain, pemimpin bandit itu lalu bergabung dengan kelima anak buahnya yang diikuti oleh kedua pria dan wanita yang sebelumnya terluka untuk menjatuhkan Ling Tian.


Kedelapan bandit itu menyerang Ling Tian dengan sebuah formasi penyerangan. Meski dengan menggunakan senjata yang berbeda-beda, nyatanya mereka begitu kompak. Jika yang dilawan bukan Ling Tian, sudah dipastikan orang itu akan terbunuh meski memiliki kekuatan Ranah Raja Puncak sekalipun.


'Formasi penyerangan yang mengerikan!' batin Ling Tian yang dengan jujur mengagumi kehebatan formasi penyerangan para bandit tersebut.


Ling Tian masih tetap tenang menghadapi kedelapan bandit itu. Dia terus menggunakan jurus-jurus dari Klan Yi untuk mengimbangi serangan gabungan delapan lawannya.


Menurutnya, teknik pedang Klan Yi adalah teknik yang sangat bagus serta tingkat tinggi. Selain gerakannya yang ringan dan tidak memerlukan banyak energi, teknik pedang Klan Yi memiliki banyak sekali macam bentuk gerakan yang membantu seseorang yang menggunakannya mengimbangi segala jenis pertarungan. Entah itu dari segi pertahanan maupun serangan.


Teknik pedang Klan Yi ini juga sangat efektif jika digunakan dalam pertarungan tunggal atau pun melawan banyak orang seperti yang sedang Ling Tian jalani saat ini.


Ling Tian sebenarnya cukup heran dengan orang dari Klan Yi siapakan yang menciptakan teknik yang menurutnya sempurna ini. Mungkinkah itu leluhur Klan Yi? Ling Tian merasa itu tidaklah mungkin! Karena dia dapat mengetahui sendiri tingkatan teknik ini dapat disejajarkan dengan teknik pedang petir yang dia berikan kepada Ling Lianhua dan beberapa orang lain dari Klan Lingnya.

__ADS_1


Trank! Trank!


Ctaarrr! Bommm...


Tring!


Bammm...


"Baiklah.. Waktunya kalian berlima juga terluka!" ucap Ling Tian lalu mengubah sedikit pola serangannya. Dia mengkolaborasikan teknik pedang Klan Yi dengan jurus ketiga teknik pedang awan, tarian pedang awan.


Dia juga bicara seperti itu untuk memberi tahu kepada kelima anggota bandit yang masih terlihat baik-baik saja tanpa luka untuk mempersiapkan diri mereka menahan rasa perih yang akan segera tiba.


"Hyaaat!" teriak Ling Tian membuat mereka terkejut dan sedikit terkecoh.


Trank!


Srak! Srak!


Trank! Tring!


Srak! Srak! Srak!


Kelima anggota bandit menjerit kesakitan lalu dengan refleknya menjauhkan diri dari Ling Tian, membuat formasi penyerangan mereka hancur seketika.


Kesempatan itu tentu tidak akan disia-siakan oleh Ling Tian. Dengan mengalirkan energi Qi yang cukup, dia mengayunkan pedangnya menyabet pemimpin bandit.


Swoosshh..


Sraaakkk!


"Aaakkhh.." teriak sang pemimpin bandit kesakitan saat mengenai dadanya dengan telak.


Darah segar mengalir dengan deras dan rasa sakit serta perih yang tidak tertahankan dirasakan oleh sang pemimpin bandit.


"Giliran kalian tiba lagi!" ucap Ling Tian sambil tersenyum menatap pria dan wanita yang sebelumnya pernah dia lukai.


Sreet! Sreeett!


"Aaakkhhh.."


Ling Tian berhasil menebas paha dan bahu keduanya, membuat mereka berteriak kesakitan dan mundur puluhan langkah.

__ADS_1


Zheep!


Ling Tian menggunakan kecepatannya tiba-tiba menghilang dari pandangan dan muncul lagi tepat dihadapan kedua orang tersebut.


Plaakk! Plaakk!


Swush... Swuush...


Bamm... Bamm...


"Aaakkhh.. Uhuk uhuk!"


Dengan sebuah tamparan, keduanya dikirim terbang dengan gigi yang sudah rontok separuh dan menghantam tanah dengan keras. Keduanya menjerit kesakitan dan terbatuk darah.


Kelima orang yang lain beserta sang pemimpin kelompok bandit yang sedang memulihkan diri menyaksikan hal tersebut dengan mulut terbuka. Untung saja didunia kultivator jarang sekali ada lalat! Andai saja ada, pasti lalat-lalat itu sudah bersarang didalam mulut mereka yang terngaga itu.


"Ehehe.. Jurus tamparanku memang yang terbaik!" ucap Ling Tian membangunkan lamunan semua orang.


Mereka semua langsung memasang sikap waspada lebih tinggi lagi dan beberapa diantaranya secara reflek melindungi wajah bagian kiri dengan dengan tangan. Takut Ling Tian juga menampar mereka.


"Baiklah.. Olah raga kali ini sudah selesai! Silakan serahkan cincin penyimpanan kalian untuk membayar latihan kali ini! Kalian tahu bukan, tidak ada yang gratis di dunia ini!" ucap Ling Tian dengan santai sambil menyadongkan tangan meminta bayaran membuat mereka hampir jatuh dari berdirinya.


Pertarungan sesengit itu bocah ini katakan sebuah pelatihan untuk mereka? Lalu mereka diminta untuk membayar? Gila! Hanya orang gila yang seperti itu!


"Ayolah.. Mengapa wajah kalian begitu buruk? Bukankah benar yang kukatakan itu?" tanya Ling Tian dengan tampang tanpa dosanya.


"Nak! Kamu kira kami itu-.."


Bhuusshhh...


Ucapan sang pemimpin kelompok bandit terpotong oleh ledakan aura Ranah Raja Tahap Puncak dengan niat membunuh sangat pekat yang mencekik. Tidak lupa Ling Tian juga mengedarkan domain pedangnya membuat kulit mereka terasa seperti dapat teriris-iris kapan saja.


Mereka berdelapan Ling Tian buat berlutut dengan tekanan aura tiraninya. Wajah mereka berubah menjadi seputih kertas karena ketakutan. Mereka sangat tidak menyangka bahwa pemuda yang mereka hadapi ini dari awal memang telah mempermainkan mereka.


Kelompok bandit itu juga tidak percaya bahwa saat ini mereka telah terkurung dalam sebuah domain. Sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh mereka yang sudah berada di Ranah Kaisar. Terlebih pemuda yang mengaku sebagai anggota Klan She itu justru menggunakan domain pedang! Bukan domain tombak.


"T-tuan.." ucap sang pemimpin bandit dengan terbata-bata.


"Aku tidak menerima alasan apapun! Serahkan cincin penyimpanan kalian atau aku akan membunuh kalian semua!" ucap Ling Tian dengan dingin.


Mereka semua benar-benar ingin muntah darah mendengar Ling Tian tidak mau sedikit pun untuk diajak bernegosiasi. Niat hati ingin merampok, malah justru dirampok balik oleh calon korbannya. Mereka hanya bisa menangis didalam hatinya. Sungguh kesialan apa hari ini! Mengapa pula harus bertemu bocah bau ini! Sial!

__ADS_1


__ADS_2