
***
Dunia jiwa Ling Tian.
Empat hari kembali berlalu didalam dunia jiwa Ling Tian. Itu berarti sudah terlewat satu hari lebih di dunia luar.
Ling Tian dan Ling Lianhua terus bersenang-senang disana tanpa menghiraukan siapapun didunia luar yang mencari keberadaan mereka berdua.
Seperti saat ini, Ling Tian dan Ling Lianhua sedang jalan-jalan dikebun sembari memetik buah-buahan abadi yang sudah matang. Ling Liahua tentu sangat senang dan antusias memetiki semua buah-buahan legenda itu.
"Nanti, setelah selesai turnamen, Hua'er harus menkonsumsi banyak buah-buahan ini hingga kekuatan Hua'er mencapai ranah Pendekar Platinum Awal!" ucap Ling Tian dengan penuh perhatian.
"Apa tidak apa-apa kak, jika aku terlalu boros mengkonsumsi buah-buahan seberharga ini?" tanya Ling Lianhua yang merasa tidak enak.
"Bukankah kamu sudah melihatnya sendiri Hua'er? Ada ribuan buah-buahan abadi disini! Maka tidak layak bagiku dipanggil kakak jika tidak memberikannya sebagian untuk adik Hua tersanyang!" jawab Ling Tian memasang wajah senyum menawan.
Ling Lianhua sangat senang dengan jawaban yang diberikan Ling Tian. Tentu saja dia tidak akanmengecewakan Ling Tian dengan dirinya yang bermalas-malasan berlatih.
"Baik kakak Tian!" angguk Ling Lianhua.
"Oiya, nanti kakak juga akan memberikan satu jurus kepadamu dan melatihnya sendiri setelah adik Hua sudah mencapai ranah Pendekar Platinum!" ujar Ling Tian.
"Sebuah teknik?" alis Ling Lianhua terangkat.
"Benar! Teknik berpedang yang sangat cocok untuk adik Hua yang memiliki kecepatan dalan menyerang! Teknik itu adalah teknik pedang tingkat dewa! Maka dari itu, adik Hua harus mencapai ranah Pendekar Platinum terlebih dahulu!" tutur Ling Tian.
"T-teknik P-pedang Tingkat Dewa?" tanya Ling Lianhua dengan terbata-bata dan memastikan bahwa telinganya tidak salah dengar.
"Benar sekali Hua'er! Jika tidak salah, teknik itu diciptakan sendiri oleh penguasa petir atau dewa petir!" jawab Ling Tian sambil mengacak-acak rambut Ling Lianhua.
Ling Lianhua sama sekali tidak masalah atau merasa risih dengan polah Ling Tian, dia justru sangat senang didalam hatinya. Namun dia masih belum percaya jika nanti Ling Tian akan memberikan teknik pedang yang begitu berharga.
__ADS_1
"Terima kasih kakak Tian!" ucap Ling Lianhua.
"Sudahlah.. Simpan saja kata terima kasih Hua'er dan buat kakak bangga dengan memenangkan turnamen kali ini!" ujar Ling Tian.
"En.. Akan Hua'er usahakan semaksimal mungkin!" angguk Ling Lianhua. Sorot matanya menjadi serius dan bertekat untuk memenangkan pertandingan final yang akan diadakan nanti.
Mereka berdua akhirnya kembali melanjutkan aktifitas memetik buah-buahan abadi sambil terus bergurau dan tertawa. Mereka hanya ingin menghabiskan waktu bersama untuk lebih lama lagi hingga sang waktu terus bergulir.
Disamping bersenang-senang, kadang Ling Tian membuat pil-pil roh kultivasi mulai tingkat terendah hingga tingkat tertinggi yang dia bisa atau menempa senjata tingkat putih sempurna guna mengasah kemampuannya dan untuk hadiah juara ke-4 turnamen antar klan.
Ling Lianhua juga melakukan hal yang harus dia lakukan, yaitu menyelaraskan kekuatan jiwa dengan tubuhnya sehingga bisa sesuai dan tidak lagi ada tubuh yang terbebani. Tingkat kultivasi Ling Lianhua juga meningkat satu bintang karena pencapaiannya. Saat ini Ling Lianhua berada di ranah Pendekar Perunggu Menengah Bintang 7. Sudah sangat cukup baginya untuk menjadi pemenang turnamen jika tidak ada pengaturan lain yang akan Ling Tian buat untuk dalih keadilan.
"Hua'er!" panggil Ling Tian.
"Iya kakak Tian! Ada apa?" sahut Ling Lianhua dengan tersenyum dan bertanya.
"Sudah waktunya bagi kita untuk keluar dari dunia jiwa!" jawab Ling Tian.
"Ayolah.. Semangat untuk adik Hua'erku!" bujuk Ling Tian sambil mengusap lembut pucuk kepala Ling Lianhua.
"Baiklah kakak!" lemas Ling Lianhua.
Mereka berdua pun bersiap-siap untuk keluar dari dunia jiwa. Masuk kedalam istana Ling, mandi dan berganti pakaian yang baru.
Seperti biasa, Ling Tian menggunakan pakaian berjubah hitam favoritnya dan Ling Lianhua memakai hanfu biru muda yang membuatnya terlihat sangat selaras dan apik.
"Sudah siap untuk menjadi juara?" tanya Ling Tian sambil tersenyum.
"Tentu! Aku tidak akan mengecewakan kakak dan Klan Ling!" jawab Ling Lianhua.
"Bagus!" angguk Ling Tian.
__ADS_1
Mereka berdua akhirnya keluar dari dunia jiwa dan kembali ditempat terakhir sebelum mereka masuk atau berada di danau favorit Ling Tian.
Saat ini waktu menunjukkan pertengahan malam. Masih ada waktu sekitar enam jam sebelum turnamen grand final dilaksanakan.
"Apakah Hua'er akan berlatih?" tanya Ling Tian.
"Tentu saja kakak Tian! Aku tidak ingin terlihat malas sepertimu jika dalam hal latihan!" jawab Ling Lianhua dengan tersenyum sedikit aneh atau bisa dikatakan mengejek.
"Eh!" Ling Tian mengangkat satu alisnya karena merasa ada yang salah dengan jawaban Ling Lianhua.
"Hahaha.. Kalau begitu aku pergi berlatih dulu kakak Tian!" kata Ling Lianhua sambil pergi menuju tempat lain di area pinggir danau.
Ling Tian hanya diam dan sedikit mengangguk untuk sebuah jawaban. Dia melihat Ling Lianhua dengan bersemangat mengeluarkan pedang dan mempraktikkannya dengan jurus yang dikuasainya.
Jurus pedang petir yang dipakai Ling Lianhua adalah satu jurus yang lumayan bagus namun tidak lengkap. Ling Tian berkenginginan memberikan satu teknik yang mirip dengan teknik pedang Ling Lianhua dan lebih lengkap.
"Jika Hua'er menggunakan teknik pedang milik dewa petir yang asli, maka kecepatan serangnya tidak akan bisa dilihat oleh lawannya! Bahkan jika orang itu berada dua ranah di atasnya." Ling Tian memberikan komentarnya.
***
Waktu berlalu dengan cepat. Pagipun telah tiba. Hiruk-pikuk dari penonton sudah terdengar dari segala arah. Semua orang tentu sangat menantikan saat-saat seperti ini. Terlebih turnamen generasi muda kali ini cukup berbeda dari turnamen-turnamen sebelumnya.
Hadiah yang ditawarkan untuk pemenang juga bukanlah bawang sepele. Sebuah pil yang dikatakan hanya sebuah legenda di Benua Langit dan satu senjata pusaka yang hanya dimiliki oleh para kaisar dan beberapa Patriark Klan atau Sekte bergengsi.
Lebih dari dua puluhan ribu manusia telah membanjiri Klan Ling. Satu titik perkumpulan semut manusia itu adalah arena pertandingan babak final diadakan. Semua kursi telah terisi, bahkan beberapa ribu orang rela berdiri dibarisan belakang guna menyaksikan siapa generasi muda terkuat di kekuasaan Kota Awan.
Untuk Ling Tian dan Ling Lianhua sendiri sudah kembali beberapa menit yang lalu. Ling Tian mendapatkan beberapa tarikan ditelinga dan jutaan patah kata mutiara dari ibunya Hei Si karena dinyatakan telah menculik putri Tetua Kedua, Ling Lian Zong. Sementara Ling Tian hanya bisa pasrah dan pasrah saja.
Setelah beberapa waktu menunggu dan ngerumpi dengan teman sebelahnya, semua orang dibuat terdiam dengan kedatangan pria paruh baya yang terbang melayang menaiki arena pertandingan. Dia adalah Patriark Klan Ling, Ling Bo Teng. Khusus untuk acara final, dia sendiri yang memberikan sambutannya, bukan Ling We si pemalas dan konyol itu lagi.
"Selamat datang di babak final turnamen antar klan! Aku Ling Bo Teng, Patriark Klan Ling menyatakan bahwa acara akbar yang sesungguhnya dimulai!" ucap Patriark Ling tanpa basa-basi.
__ADS_1