Ling Tian

Ling Tian
Kota Xudong 7


__ADS_3

Didepan pintu gerbang Kota Xudong, sekelompok orang yang memiliki kultivasi ranah Pendekar Emas datang dan mengetuk pintu gerbang untuk izin masuk.


Dengan perlahan pintu gerbang itu terbuka sedikit dan mereka memasukinya dengan tergesa-gesa. Sekelompok kecil itu tidak lain adalah mata-mata yang dikirim oleh Fraksi Naga Emas untuk memantau pergerakan gelombang monster beast dan hewan siluman.


Kelompok kecil itu berjalan menuju seorang pria tua yang sebelumnya ditemui oleh Ling Tian.


"Hormat kepada Tetua Liong!" ujar mereka serentak.


"Sudahlah.. Tidak perlu berbasa-basi! Cepat sampaikan informasi yang kalian dapatkan! Dan mengapa gelombang beast dan siluman sampai saat ini belum tiba padahal hanya jarak mereka sangatlah dekat dengan Kota Xudong?" ucap sang Tetua tidak mau basa-basi.


"Maaf Tetua! Gerombolan para beast dan siluman itu datang terlambat karena mereka dihadang oleh lima orang pemuda dan pemudi nekat!" jawab salah satu orang mata-mata melaporkan.


"Apaa! Lima orang pemuda pemudi dapat menghadang laju gelombang beast dan siluman yang berjumlah ratusan ribu!" ucap Tetua Liong sangat terkejut.


"Seberapa kuat mereka itu?" lanjutnya bertanya.


"Tetua Liong! Dari aura kultivasi yang mereka pancarkan, mereka hanyalah berada pada ranah Pendekar Emas Puncak!" jawab si mata-mata.


"Pendekar Emas Puncak? Itu tidak mungkin!" ujar Tetua Liong.


"Tapi begitulah adanya Tetua! Kami melihat dengan mata kepala kami sendiri! Kerja sama mereka sangatlah hebat dan kuat!" ucap mata-mata meyakinkan dan tidak menutupi kekagumannya terhadap lima pemuda dan pemudi yang baru saja dilihatnya.


"Tapi ini sudah hampir satu jam setengah dari seharusnya para gerombolan beast dan sikuman itu tiba! Apakah mereka itu manusia? Dan apakah energi Qi mereka tidak terbatas? Itu mustahil!" ungkap Tetua Liong masih belum percaya dengan kabar yang diterimanya. Namun saat melihat tatapan dari semua mata-mata yang dia kirimkan sebelumnya, Tetua Liong sama sekali tidak mendapati ada jejak keraguan. Itu berarti mereka semua tidaklah sedang bercanda atau berbohong.


"Tetua Liong! Jika anda tidak percaya, maka silakan anda bisa menyaksikannya sendiri!" ujar si mata-mata.


"Emm.. Aku mempercayai kalian! Lalu apakah pemuda bertopeng yang sebelumnya keluar dari kota ada diantara mereka?" tanya Tetua Liong menanyakan Ling Tian.

__ADS_1


"Kami tidak melihatnya sama sekali Tetua!" jawab mata-mata dengan jujur.


"Baiklah.. Baiklah.. Kalian boleh istirahat sekarang! Terima kasih atas informasi yang telah kalian sampaikan!" ujar Tetua Liong dengan tulus.


"Baik Tetua!" jawab mereka serentak lalu kembali untuk beristirahat.


Setelah kepergian para mata-mata, Tetua Liong tampak seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Tetua Liong! Apakah ada yang sedang mengganggu fikiranmu?" tanya seseorang dengan ekspresi khawatir. Dia adalah salah satu anggota Fraksi Naga Emas yang menjadi bawahan langsung Tetua Liong dan sangat menghormati sang Tetua. Dia juga berasal dari klan yang sama dengan Tetua yaitu Klan Liong.


"Tidak Liong Zi! Aku baik-baik saja! Aku hanya sedikit memikirkan pemuda bertopeng yang sebelumnya bertemu denganku!" jawab Tetua Liong dengan jujur.


"Tetua, mengapa anda memikirkannya? Apakah ada sesuatu?" tanya Liong Zi heran.


"Aku hanya berfikir, mungkin kelima para pemuda dan pemudi yang berhasil menahan ratusan ribu gelombang beast dan siluman adalah kelompok dari pemuda bertopeng itu!" ucap Tetua Liong menjawab.


"Tetua Liong! Lalu hal seperti apakah kita harus bertindak?" tanya Liong Zi.


"Fraksi Naga Emas kita harus berpartisipasi dan membantu mereka menahan gelombang monster beast dan hewan siluman disana!" jawab Tetua Liong.


"Apaa! Tetua, bukankah sama saja kita sedang bunuh diri?" Liong Zi menjadi sangat terkejut.


"Tidak! Jika kelima pemuda-pemudi asing yang hanya memiliki kekuatan ranah Pendekar Emas saja berani menghadang para monster dan siluman untuk Kota Xudong, lalu kita yang penduduk asli Kota Xudong apakah pantas berhela-hela didalam formasi perlindungan? Bukankah itu sangat memalukan?" ucap Tetua Liong memberikan sebuah pertanyaan yang langsung membungkam Liong Zi untuk tidak bisa lagi menyangkalnya.


"Sudahlah Liong Zi.. Kau kumpulkan anggota Fraksi Naga Emas kita! Katakan kepada mereka bahwa kita akan keluar gerbang dan membantu para pemuda dan pemudi itu untuk bertarung!" ucap Tetua Liong melanjutkan.


"B-baik Tetua!" jawab Liong Zi tergagap lalu pergi meninggalkan pria paruh baya tersebut sendirian diruangannya.

__ADS_1


"Aku harap keputusanku kali ini tidaklah salah!" ucap Tetua Liong pelan.


***


Didalam hutan area pertempuran kelima murid dari saudara-saudara Ling Tian, mereka terus menggempur dan menghabisi para minster beast dan hewan siluman dengan tanpa lelah seperti kelompok perwakilan malaikat pencabut nyawa.


Hong Lie dan Xuan Ji adalah yang terlihat sangat beringas karena keduanya sama-sama mencari sebuah kemenangan dalam berkompetisi.


Xuan Ji dengan pusaka palu yang ada ditangannya terus menerus menghantami musuh hingga kepala-kepala mereka hancur menjadi kabut darah.


Sebenarnya palu bukanlah senjata utama Klan Xuan. Klan Xuan adalah para kultivator pedang, sementara palu adalah senjata utama para anggota Klan Hong. Namun karena kebijakan Long Yuan dan Mao An yang menjadi guru dari keduanya, mereka menukar senjata masing-masing dan ternyata sangatlah evektif.


Xuan Ji dengan kekuatan fisiknya yang sangat kuat sangat cocok memegang palu yang berat, sementara Hong Lie yang sangat sigap begitu cepat memahami arti sebuah pedang. Pada akhirnya mereka berdua kini menjadi pembeda daripada yang lainnya didalam klan mereka nantinya saat mereka kembali.


Boommm... Bommmm...


Ledakan demi ledakan terus bergema setiap saat. Dan disetiap ledakan itu pastilah ada lima sampai sepuluh monster beast atau hewan siluman yang mati karenanya.


"Keparat! Gerakkan lima puluh para komandan untuk membunuh kelima manusia sialan itu!" seru Raja Kong Ki dengan marah dan berdiri dari tempat duduknya.


Dia sebelumnya yang begitu tenang dan sangat yakin akan kekuatan kelima pemuda dan pemudi yang terkuras dan akan terbunuh setelahnya kini menjadi gusar karena melihat kelimanya seolah tidak pernah kehabisan pasokan energi Qi.


Sang Ratu siluman Huli Hei hanya tersenyum sinis melihat tindakan Raja Beast itu yang menurutnya sangat terlambat. Jika saja sebelumnya raja itu mau mendengarkan pendapatnya tanpa takut dari ketiga kultivator tingkat tinggi yang terus bersembunyi diatas langit maka pastilah mereka tidak akan mengalami kerugian yang sangat besar dengan terbantainya ribuan kaum mereka.


"Haahhh.." Ratu Huli Hei hanya bisa menghela nafas panjangnya.


"Maafkan tindakanku yang terlambat ini Ratu Huli Hei! Aku terlalu waspada dengan ketiga kultivator tingkat tinggi itu yang sampai sekarang menonton dari atas langit!" ucap Raja Kong Ki dengan penyesalan jelas tercetak pada wajahnya.

__ADS_1


"Sudahlah Raja Kong! Semua sudah terjadi!" ujar Ratu Huli Hei dengan nada datar.


__ADS_2