Ling Tian

Ling Tian
Perang Takdir 12


__ADS_3

Seketika Ling Lianhua langsung terlempar jauh puluhan meter saat mendapati serangan tiba-tiba yang dilancarkan oleh Han Tianba. Dia langsung memuntahkan seteguk darah dan kesulitan untuk menetralkan rasa sakit yang dia rasakan karena aliran energi Qi-nya yang keluar dengan tidak stabil atau kacau.


Zheep!


Han Tianba muncul tepat di hadapan Ling Lianhua sembari tersenyum dengan menyeringai. Dia tidak menyangka akan menemukan sosok gadis yang sangat cantik dan mudah seperti gadis di hadapannya.


Salah satu anggota keluarga dari Klan Ling yang keberadaannya tidak jauh dari Ling Lianhua segera mendekat untuk menyerang dan berteriak kepada Han Tianba, "Jangan sakiti nona Lianhua! Atau Tuan Muda Ling Tian akan memusnahkan kalian semua!"


Seringai tipis segera terpancar dari sudut bibir Han Tianba. Dia mengayunkan pedang pusaka tingkat hitam yang dia dapatkan dari dunia tersembunyi di balik portal sebelumnya ke arah anggota Klan Ling itu.


Swosh...


Energi pedang berbentuk bulan sabit yang diselimuti dengan api hitam berdiameter sekitar 10 langkah langsung dengan cepat dan membelah anggota Klan Ling itu menjadi dua bagian.


"Hoho.. Aku yakin kamu adalah wanita yang sangat berarti bagi Tuan Muda Klan Ling yang disebutkan orang sebelumnya itu!" ucapnya sembari berjalan mendekat ke arah Ling Lianhua yang langsung memasang ekspresi wajah ketakutan.


.


.


Leluhur Xueren Chong yang sedang berhadapan dengan Leluhur Hanzhen Lee dan Leluhur Hanzhen Yan yang kemudian dibantu oleh Feng Lanse'er setelah kedatangannya segera menyempatkan diri untuk mengabarkan perihal nona muda Ling Lianhua-nya yang sedang dirundung oleh Han Tianba kepada Ling Tian.


'Semoga Nona Muda dapat bertahan sampai Tuan Muda Tian datang!' batin Leluhur Xueren Chong dengan tatapan mata penuh harap.


Dirinya kemudian bergerak kembali untuk membantu Feng Lancer untuk mengalahkan dua leluhur dari Klan Hanzhen itu.


***


'Hua'er, semoga kamu baik-baik saja!' batin Ling Tian sembari terus melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke bagian timur daratan selatan guna menolong wanita yang sangat dikasihinya itu.


Ling Tian bertekat di dalam hati jika saja kekasihnya itu terluka parah oleh Han Tianba, maka dia akan menghancurkan apapun yang dapat dihancurkan dari orang-orang aliran hitam.


Setelah untuk beberapa waktu, akhirnya Ling Tian pun telah sampai di bagian timur dari daratan selatan dan melihat peperangan yang begitu mengerikan dengan orang-orang yang berasal dari aliran putih atau klannya sedang dihajar habis-habisan oleh orang-orang aliran hitam.

__ADS_1


Ling Tian segera mencari Ling Lianhua menggunakan indra spiritual. Seketika tubuhnya bergetar dengan hebat dan air mata darah segera mengucur dari pelupuk matanya saat melihat wanita yang sangat dia cintai sedang diangkat tubuhnya secara paksa dengan dicekik lehernya oleh sosok pria paruh baya yang sangat dia benci yang tidak lain adalah Han Tianba


"Hua'eeerrr!" teriak Ling Tian sembari melesat dengan kecepatan tertinggi dan seluruh elemen yang dia kuasai aktif secara otomatis.


***


Han Tianba terus berjalan mendekati Ling Lianhua dan senyuman nakal segera terpancar dari sudut bibirnya. Hasratnya benar-benar bangkit setelah melihat kemolekan tubuh dari gadis muda yang sedang terluka di hadapannya.


Han Tianba segera mengangkat tubuh gadis muda itu dengan cara mencengkram lehernya. Dia ingin mengecup bibir dari gadis muda itu untuk mengawali aksi bejatnya. Namun sebelum dia melakukan hal tersebut, dia merasakan ledakan aura membunuh yang sangat kuat dan itu tertuju kepada dirinya.


"Hua'eeerrr!"


Dengan cepat Han Tianba bergerak untuk menghindar namun bersamaan pula dia menusukkan pedang pusaka tingkat Hitam yang ada di tangannya ke dada kiri dari gadis muda yang ia cengkram lehernya.


Boommm...


Han Tianba masih saja terkena pukulan dari sosok yang tiba-tiba muncul itu dan terlempar puluhan langkah. Namun sudut bibirnya tetap memancarkan seringai tipis karena telah berhasil membunuh gadis muda yang menurutnya sangat berharga bagi tuan muda dari Klan Ling itu.


.


.


Ling Tian tidak dapat berbuat apa-apa kecuali hanya menangis histeris dan mengalirkan energi Qi yang disertai dengan elementas cahaya untuk menyembuhkan Ling Lian Hua. Namun hal tersebut sama sekali tidak membuahkan hasil dan tetap jantung dari wanita yang sangat dia kasihi itu semakin melemah dan terus melemah.


"Hua'er! Bangun Hua'er! Jangan tinggalkan kakak!" ujarnya sembari terus mengalirkan energi Qi dan elemen cahaya.


Ling Lianhua menatap Ling Tian yang sedang menangis dengan air mata darah dan terus mengalirkan energi Qi dan elemen cahaya kepadanya dengan mata sendu karena menahan rasa sakit yang begitu luar biasa sedang mendera dirinya.


"Kakak Tian, aku mencintaimu.." ucapnya sembari memegangi pipi orang yang sangat dia cintai itu dan air mata kesedihannya pun mulai mengalir dengan derasnya.


"Iya, Hua'er! Kakak juga mencintaimu! Bertahanlah! Kakak pasti akan menyelamatkanmu!" ujar Ling Tian dengan terburu-buru dan terus menangis.


"K-kakak.." kata Ling Lianhua dengan nafasnya yang terputus-putus.

__ADS_1


"Iya, Hua'er.. Jangan banyak bicara dulu.." sahut Ling Tian.


"S-sakiiit.." ucap Ling Lianhua dengan lemah.


"Tenang, Hua'er! Kakak pasti akan menyelamatkanmu dan kamu tidak akan merasakan sakit lagi!"


Ling Lianhua tiba-tiba tersenyum lembut kepada Ling Tian dan tubuhnya yang bersimbah darah dan penuh dengan luka langsung sembuh seketika itu juga akibat cahaya biru yang muncul dari dalam tubuhnya.


Namun, dirinya tampak seperti tembus pandang dan Ling Tian tidak lagi merasakan keberadaan dari dirinya atau dia tidak lagi merasa sedang memangku di pahanya.


"Apa yang terjadi?" Ling Tian kebingungan.


Ling Lianhua kemudian menitikan air matanya sembari memegang pipi dari orang yang sangat dia kasih dan berkata, "Aku menunggumu.."


Setelah itu seluruh tubuh Ling Lian Hua berubah menjadi butiran-butiran cahaya yang beterbangan ke langit dan menghilang dari Benua Langit.


Ling Tian yang kurang mengerti mengenai mengapa tubuh dari kekasihnya itu dapat menjadi butiran-butiran cahaya setelah ia tidak lagi bisa merasakan aura keberadaan padahal jelas-jelas dia masih dihadapannya.


"Tidaaaaaakkkk!!!" teriaknya dengan sekeras-kerasnya dan petir yang sangat mengerikan langsung menyahuti dengan sambarannya.


Jdeeerrrrr...


Aura membunuh yang disertai dengan kesedihan yang begitu mendalam keluar dari tubuhnya. Awan gelap yang dipenuhi dengan petir yang terus-menerus menyambar saling sahut dan menderu seperti mesin juga menambahkan kepedihan yang dia rasakan.


Semua orang di daratan selatan bahkan seluruh Benua Langit dapat merasakan aura penekanan dan niat membunuh tersebut, sehingga semua peperangan yang terjadi di daratan selatan segera terhenti saat itu juga. Selain itu mereka juga merasakan kepedihan yang begitu luar biasa di dalam aura luar biasa itu.


Asap hitam juga tiba-tiba muncul dari dalam tubuh Ling Tian yang semakin menambah kekelaman dari aura membunuh yang terpancar sebelumnya. Secara perlahan kesadarannya kembali menghilang dan dikuasai oleh kesedihan yang dia rasakan. Matanya merah menyala dan hanya satu kata yang keluar dari mulutnya.


"Bunuh!"


"Bunuh!"


"Bunuh!"

__ADS_1


__ADS_2