Ling Tian

Ling Tian
Hohoo.. Bocah Wei!


__ADS_3

Ling Tian dan Long Yuan menyantap makanan yang disediakan penginapan bulan berbunga dengan lahap. Apalagi Long Yuan yang makan dengan gratis.


"Nyam-nyam! Makanan disini cukup lezat!" ucap Long Yuan memuji sambil terus mengunyah makanan dalam mulutnya.


"Apa kau bisa diam dulu jika sedang makan? Bicaralah setelah selesai!" gerutu Ling Tian.


"Ahaha.. Ayolah saudaraku! Aku hanya memuji makanan disini dan sedikit bersyukur karena aku masih bisa merasakan makanan yang lezat!" jawab Long Yuan enteng.


"Haahh.. Terserah kau sajalah.." lemas Ling Tian.


Mereka berdua terus makan dan menikmati kelezatan makanan penginapan bulan berbunga yang tersaji. Namun tidak beberapa lama setelah selesai, Long Yuan menggerutu dan merasakan ada yang kurang. Sial! Padahal baru saja dia mengucapkan kata-kata bersyukur! Tapi sekarang malah tidak puas.


"Apa ada yang kurang saudaraku?" tanya Long Yuan kepada Ling Tian.


"Kurang? Apanya yang kurang? Memesan kamar terbaik, sudah! Makan makanan terlezat, sudah! Apa lagi yang kurang?" Ling Tian balik bertanya.


"Tidak-tidak! Tapi aku merasa masih ada yang kurang!" ujar Long Yuan sembari memutar otaknya untuk berfikir.


Urat-urat dikepala Long Yuan menjadi terlihat lebih besar karena sedang berfikir dan mengingat-ingat sesuatu apa yang membuatnya terasa kurang. Ling Tian hanya menggelengkan kepala melihat ekspresi saudara satunya itu. Tentu saja dia tau apa yang membuat Long Yuan kurang. Namun dia sengaja tidak memberitahukannya.


Setelah berfikir keras selama hampir lima menit, akhirnya Long Yuan berhasil menemukan kekurangan itu.


"Ahaa.. Aku tahu! Aku tahu sesuatu yang kurang itu! Sial! Saudara Tian, mengapa kau tidak memesan arak terbaik juga?" tanya Long Yuan dengan sedikit kesal.


"Aku tidak terlalu suka minum arak! Jadi aku tidak memesannya. Jika kau ingin, maka pesan sendiri dan bayar sendiri!" jawab Ling Tian dengan tenang.


"Sialan! Saudara macam apa kau ini? Tidak pengertian sama sekali!" ujar Long Yuan mencibir.


"Ooh.. Tidak pengertian yaa? Lalu apa kau sebegitu pengertiannya cacing biru sialan!? Kau merampok seluruh harta Klan Gu dan mengambilnya sendiri untukmu! Lalu hanya untuk sekendi arak yang tidak mungkin melebihi satu koin emas saja kau minta aku juga yang bayar? Brengs*k! Meditmu tingkat dewa!" balas Ling Tian dengan cibiran keras dan menusuk-nusuk hati Long Yuan untuk sementara. Namun setelahnya biasa saja seperti tidak ada apa-apa.

__ADS_1


"Ahahaha.. Ayolah saudaraku Ling Tian yang baik! Harta rampasan Klan Gu tidaklah seberapa dibandingkan dengan milikmu yang tidak terbatas didunia jiwa. Ayolah saudaraku.." Long Yuan masih saja merasa berat dan terus membujuk Ling Tian untuk memesankan satu kendi arak terbaik.


"Sekali tidak ya tidak!" jawab Ling Tian dengan tegas dan memalingkan wajahnya kearah lain.


***


Disaat Long Yuan dan Ling Tian sedang berdebat akan perihal arak, para prajurit kota yang berjumlah lima puluhan orang yang dipimpin Tuan Kota yang tak lain adalah Wei Yuji sedang melesat menuju penginapan bulan berbunga.


Mereka membawa perlengkapan senjata yang sangat banyak dan lengkap. Dimata mereka terpancar aura ganas dan kebencian karena hendak mendatangi dan menangkap dua pemuda yang membuat keributan di Kota Qingque dan membunuh prajurit seperti yang dilaporkan.


Semua orang yang melihat dan berpapasan dengan rombongan Tuan Kota segera memberi jalan dan menundukkan kepala.


Setelah beberapa saat berjalan. Akhirnya rombongan Tuan Kota dan para prajuritnya sampai di penginapan bulan berbunga dan langsung merangsek masuk kedalam.


"Dimana orang yang sebelumnya membuat keributan?" tanya Tuan Kota Wei Yuji kepada prajurit yang sebelumnya melapor.


Prajurit penjaga gerbang itu menyusuri pandangannya kesegala arah dan menemukan dua pemuda sedang berdebat akan suatu hal.


Tuan Kota yang melihat kedua pemuda tetap fokus pada perdebatannya tanpa menghiraukan sedikitpun keberadaannya disaat semua orang langsung menunduk memberi hormat menjadi sedikit geram.


"Kalian berdua! Beraninya tidak menghiraukan Tuan Kota ini!" Wei Yuji berteriak dengan keras sembari sedikit membocorkan aura kultivasi miliknya.


Long Yuan dan Ling Tian yang sedari awal sudah mengetahui kedatangan Tuan Kota dan para prajuritnya segera melirik sebentar lalu kembali mengacuhkannya.


"Saudara Tian! Ayolah kali ini saja traktir aku arak terbaiknya!" ucap Long Yuan.


"Hah.. Cacing biru sialan! Apa kiranya arak itu akan terasa nikmat jika ada tikus-tikus bau disekelilingmu?" tanya Ling Tian sedikit melirik Wei Yuji dan dua orang yang sudah dikenalinya saat di gerbang kota sebelumnya.


Wei Yuji mengerutkan keningnya saat kedua pemuda itu tidak takut dan gentar sedikitpun saat dirinya mengeluarkan aura kultivasinya. Namun saat mendengar ucapan salah satu pemuda didepannya yang jelas-jelas sedang menyindirnya dengan keras, Wei Yuji langsung naik pitam.

__ADS_1


"Kurang ajar! Prajurit, tangkap mereka!" titah Wei Yuji.


"Baik Tuan Kota!" jawab lima puluh prajurit dengan serentak.


Kelima puluh prajurit segera mengepung dan mengelilingi Ling Tian dan Long Yuan yang sedang duduk santai dimeja makan.


"Kalian benar-benar kelewatan! Apa kalian tidak tahu bahwa Tuan Kota Qingque ini adalah keponakan Yang Mulia Kaisar Kekaisaran Wei, Wei Yuji!" ujar salah satu prajurit.


"Hohoo.. Bocah Wei?" Long Yuan mengangkat alisnya dan sedikit menyebarkan auranya sehingga para prajurit kota dibuatnya termundur beberapa langkah.


"Rupanya kau bocah dari Kekaisara Wei! Apakah kau tidak tahu siapa aku?" lanjut Long Yuan sambil melihat Wei Yuji.


"Mengenalmu? Aku sama sekali tidak mengenalmu! Dan lagi berani sekali kau menyebutku bocah saat kau sendiri lebih muda daripadaku?" ujar Wei Yuji.


"Hahahaha.." Long Yuan dan Ling Tian tertawa terbahak-bahak.


Lebih muda dari Long Yuan? Bahkan orang yang dianggap leluhur yang berada di istana Kekaisaran Wei saja tak akan ada yang berani mengucap lebih tua dari Long Yuan. Hanya Wei Hun sang Leluhur pendiri saja yang lebih tua dan itupun hanya terpaut beberapa tahun saja.


"Mengapa kalian tertawa? Apakah ada yang lucu?" ucap Wei Yuji mengerutkan kening. Dia dan para prajurit kota tidak berani langsung bertindak gegabah setelah sebelumnya Long Yuan mengeluarkan auranya dan waktu satu detik.


"Tentu saja kau sangat lucu senior Wei Yuji! Hahaha.." Ling Tian menjawab dan kemudian tertawa lagi sambil memegangi perutnya yang mengeras.


"Kau bocah bau kencur yang belum berumur satu abad berani mengatakan lebih senior dariku? Benar-benar tidak punya sopan santun!" ujar Long Yuan dengan tersenyum kecut.


"A-apa maksudmu? Apa kau hendak mengatakan bahwa kau lebih senior dariku?" tanya Wei Yuji dengan sedikit heran.


"Sudahlah.. Lihat ini!" ucap Long Yuan dengan malas dan melemparkan lencana giok Leluhur Tertinggi Klan Wei.


"I-ini.." Wei Yuji tidak bisa berkata-kata saat melihat lencana giok milik Long Yuan. Dirinya yang sebagai seorang bangsawan asli Kekaisaran Wei tentu tahu betul macam-macam lencana dan jenis tngkatannya. Dan yang sedang dipegangnya saat ini adalah lencana Leluhur Tertinggi Kekaisaran Wei!

__ADS_1


Tubuh Wei Yuji bergetar dengan hebat. Keringat dingin mengalir dari sekujur tubuhnya dan membasahi seluruh pakaian yang dia kenakan. Dia sadar telah melakukan kesalahan yang sangat besar kali ini. Wei Yuji langsung berlutut dihadapan Long Yuan dan berucap,


"Hormat hamba Leluhur Tertinggi! Maafkan yang kecil ini yang tidak mengetahui kedatangan Leluhur!"


__ADS_2