Ling Tian

Ling Tian
Daratan Barat 14


__ADS_3

Pangeran mahkota Song En kebingungan dengan maksud dari perkataan Ling Tian sehingga dirinya pun mengerutkan keningnya.


"Pangeran mahkota, aku telah menyusupkan beberapa orang ku di dalam ibukota kekaisaran atau bahkan di dalam istana kekaisaran. Aku memiliki beberapa rencana yang mungkin membutuhkan persetujuan dari pangeran mahkota!" kata Ling Tian dengan santai.


"Sebentar-sebentar, bukankah tuan muda Ling Tian dan tuan Mao An dapat dengan mudah menghancurkan mereka semua tanpa harus menunggu persetujuan?" tanya pangeran mahkota Song En.


Ling Tian tidak menafikan kebenaran itu, dia hanya tersenyum lalu berkata,


"Aku hanya tidak ingin keberadaanku terekspos oleh orang-orang dari aliran hitam di daratan selatan, karena saat ini mereka memiliki seseorang yang kekuatannya jauh di atas orang-orang Klan Ling dan itu sangat berbahaya jika aku tidak berada di klan," ujar Ling Tian menjelaskan.


Pangeran mahkota Song En gini akhirnya mengerti mengapa Ling Tian dan saudaranya tidak menyerang secara langsung istana kekaisaran Song. Ternyata dia memiliki alasan di balik semua itu dan tidak ingin klan-nya yang ada di daratan timur dalam bahaya.


"Baiklah Tuan Muda Ling, apa yang harus aku lakukan dan setujui untuk dapat menjalankan rencana Tuan Muda?" tanya pangeran mahkota.


"Sebelum aku mengatakan apa yang harus pangeran mahkota lakukan, aku ingin pangeran menyetujui satu syarat dariku!" ujar Ling Tian.


"Apa itu Tuan Muda Ling?" tanya sang pangeran mahkota Song En penasaran.


"Sudikah pangeran dan seluruh prajurit kekaisaran Song ikut membantu kami orang-orang aliran putih untuk mengikuti perang yang akan aku genderangkan suatu hari nanti di daratan selatan?" tutur Ling Tian menjawab dengan sebuah pertanyaan.


"Untuk masalah itu, tentu saja kami semua akan dengan senang hati membantu tuan muda beserta seluruh aliran putih untuk menghancurkan aliran hitam yang ada di daratan selatan!" jawab sang pangeran mahkota dengan tanpa ragu.


"Jika begitu, baiklah.. Aku akan menjelaskan rencananya.." kata Ling Tian mengangguk lalu mulai menjelaskan mengenai rencana yang telah disusun untuk mengambil alih kekaisaran Song dari pangeran kedua atau pangeran Song Yunlei.

__ADS_1


Pangeran mahkota Song En mendengarkan seluruh penuturan Ling Tian dengan seksama dan menyetujui apapun yang ingin dilakukan oleh Ling Tian di dalam rencananya. Bahkan dia rela memberikan sedikit esensi darahnya untuk Ling Tian meskipun dia tidak tahu untuk apa kegunaannya.


Ling Tian dan Mao An tersenyum dengan puas mendapati pangeran mahkota sangatlah mempermudah dan tidak berbelit-belit layaknya para penguasa pada umumnya. Mungkin hal itu karena betapa percayanya dirinya dengan Ling Tian yang sudah sering dia dengar akan kebaikan serta kebijaksanaannya dalam melakukan setiap hal.


Ya, Ling Tian yang beridentitas kan sebagai pendekar bertopeng separuh wajah memang sudah didengar mengenai sepak terjangnya yang begitu luar biasa. Bahkan di kekaisaran Bing atau daratan utara, Ling Tian sudah dianggap sebagai dewa penyelamat yang dielu-elukan dan dipuja-puja.


Pasukan 15.000 orang bentukannya yang tidak terkalahkan itu juga menjadi alasan pemuda bertopeng separuh wajah yang tidak lain adalah Ling Tian itu sendiri menjadi sangat dikagumi.


Maka berpegangan akan hal tersebut, sang pangeran mahkota kekaisaran Song ataupun sang pewaris tahta yang sebenarnya dari kekaisaran daratan barat ini begitu mempercayainya dan mengiyakan apapun yang Ling Tian ingin lakukan.


Setelah berbincang-bincang mengenai rencana apa saja yang akan mereka lakukan, pangeran mahkota Song En meminta kepada Ling Tian dan Mao An untuk beristirahat dengan diantar langsung olehnya.


Keduanya hanya menurut saja apa yang pangeran mahkota inginkan karena pada dasarnya urusan mereka di tempat ini sebenarnya telah selesai dan mereka bisa melakukan apapun yang mereka inginkan entah itu bersantai ataupun yang lainnya.


.


.


Keesokan paginya, Ling Tian bersama dengan Mao An pamit untuk pergi meninggalkan hutan ilusi kepada pangeran mahkota dan para pengikutnya. Keduanya ingin menjalankan rencananya di ibukota kekaisaran atau lebih tepatnya di istana kekaisaran Song saat ini juga.


Sang pangeran mahkota Song En hanya mempersilahkan keduanya untuk melakukan apa yang mereka inginkan dan mendoakan supaya apapun yang telah mereka rencanakan bersama akan segera tercapai.


Akan tetapi kali ini ada yang tampak berbeda dari penampilan Ling Tian ataupun Mao An. Ling Tian dan Mao An telah melepaskan topeng separuh wajah milik keduanya yang membuat beberapa bawahan atau pengikut wanita dari pangeran mahkota terpesona dengan ketampanan kedua orang itu.

__ADS_1


Ling Tian hanya bisa menghelan nafas panjangnya karena hal seperti inilah yang paling tidak dia inginkan saat dirinya membuka topengnya. Namun karena misi atau rencana yang akan dia jalankan bersama dengan saudaranya dan seluruh orang-orang yang telah dia susupkan di ibukota kekaisaran, dia terpaksa tidak memakai atribut yang satu ini.


"Baiklah pangeran mahkota, kalau begitu kami pamit pergi dulu," ujar Ling Tian sembari menangkupkan kedua tangan yang diikuti oleh Mao An.


"Harusnya aku lah yang berterima kasih kepada Tuan Muda." kata sang pangeran mahkota lalu membalas angkupan tinju Ling Tian dan Mao An.


Setelah itu mereka berdua pun akhirnya pergi meninggalkan hutan ilusi dengan cara yang membuat siapapun yang ada di tempat itu tercengang. Itu karena keduanya pergi dengan cara terbang melesat dengan kecepatan tinggi padahal di hutan ilusi terdapat banyak sekali jebakan serta susunan formasi array yang membuat siapapun dapat terbunuh jika melewatinya dengan cara terbang.


"Sungguh sangat kuat dan sangat mengejutkan!" seru salah satu pengikut dari pangeran mahkota karena begitu takjub dengan aksi kedua orang itu.


.


.


Ling Tian dan Mao An hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit saja untuk mereka keluar dari hutan ilusi yang sangat luas sekaligus menakutkan bagi banyak orang itu. Keduanya tidak mampir terlebih dahulu di kota di mana sebelumnya mereka berdua makan di sebuah restoran. Tetapi mereka langsung melesat menuju ke ibukota kekaisaran yang jaraknya cukup jauh.


Ling Tian dan Mao An membutuhkan waktu sekitar seminggu jika mempertahankan kecepatan terbang mereka seperti sekarang.


"Tuan Muda! Kita tidak akan beristirahat lagi bukan?" tanya Mao An untuk mengisi kebosanannya di dalam perjalanan.


"Mengapa? Apa kamu tidak ingin membayar lagi makan serta penginapan yang kita kunjungi?" kata Ling Tian yang balik bertanya sembari tersenyum sinis.


"Cih! Bukan begitu maksudku Tuan Muda Ling Tian yang paling tampan.. Tapi-.."

__ADS_1


"Tapi apa lagi?" potong Ling Tian sehingga membuat Mao An cemberut.


__ADS_2