Ling Tian

Ling Tian
Babak Final 5


__ADS_3

Xuan Ji mengalirkan tiga puluh persen energi Qi kedalam pedangnya. Dia juga mengandalkan kekuatan tubuhnya yang lebih kuat daripada lawannya.


Traaankk!


Baammm...


Ledakan besar terjadi saat kedua pedang bertemu. Yi Shu kembali terdorong mundur beberapa langkah. Kekuatan tubuh Xuan Ji benar-benar tidak bisa diremehkan!


Tidak cukup sampai disitu saja, Xuan Ji langsung memberi serangan susulan kepada Yi Shu. Beruntung Yi Shu adalah pemuda paling berbakat dalam berpedang didalam Klan Yi. Yi Shu dapat menghindar dengan gesit dan menangkis serangan susulan dari Xuan Ji.


Trank! Trank!


Tring!


Yi Shu memperagakan teknik pedang milik klannya yang lebih mengandalkan ketepatan serang dan kelenturan tubuh. Yi Shu juga menyatukan teknik pedangnya dengan teknik tendangan. Alhasil, Xuan Ji dibuat kuwalahan karenanya.


"Ternyata permainan pedang milik Klan Yi memang seperti yang dirumorkan! Sangat lentur tapi tajam dan mematikan!" ujar Xuan Ji disela dia menghindar dan menyerang.


"Kamu terlalu memuji saudara Xuan Ji!" tanggap Yi Shu sambil tersenyum.


"Hyaaaat!" keduanya berteriak dengan serentak.


Traaankkkk!


Bhuuusshh...


Dug!


Bammmm...


Keduanya kembali bentrok dan sama-sama terlempar. Xuan Ji terlempar karena terkena tendangan kuat dari Yi Shu, sementara Yi Shu terlempar karena memang dia kalah dalam kekuatan tubuh. Namun sebelumnya dia cukup sigap mengalirkan energi Qi miliknya kekaki dan menendangkannya kearah pinggang Xuan Ji.


"Ugh!" lengguh Yi Shu sambil menghapus darah yang mengalir disudut bibirnya.


Sementara Xuan Ji juga melakukan hal yang sama. Dia merasakan sakit yang teramat pada bagian pinggangnya yang terkena tendangan Yi Shu dengan telak.


"Cuih!" Xuan Ji meludah darah dari mulutnya.


Mereka berdua kembali bangkit dan memasang kuda-kuda. Yi Shu dan Xuan Ji memegang erat gagang pedang pusaka putih masing-masing.


"Ternyata cukup merepotkan juga kau Yi Shu!" kata Xuan Ji.

__ADS_1


"Begitu pula denganmu! Selama aku hidup, aku belum pernah dibuat seperti ini oleh seorang pemuda seumuran kecuali olehmu dan Tuan Muda Ling Tian!" sahut Yi Shu.


"Oh? Kamu pernah latih tanding dengan Tuan Muda Ling Tian?" Xuan Ji cukup terkejut.


"Tentu saja! Bahkan aku hampir mati waktu itu! Dan karena beliau pula aku bertekat akan mengalahkanmu di babak final ini!" jawab Yi Shu lalu mengalirkan energi Qi kepedangnya.


Pedang pusaka tingkat putih milik Yi Shu bersinar hijau terang dan berdengung dengan kuat. Perlu diketahui bahwa pedang yang dipegang Yi Shu ini adalah kembaran pedang yang dimiliki oleh Ling Tian. Patriark Yi Sun Sang sengaja memberikan pedang pusaka ini kepada Yi Shu supaya dia lebih bersemangat berlatih dan bercita-cita bisa menandingi Tuan Muda Ling Tian yang sangat kuat.


Xuan Ji hanya tersenyum ringan menanggapi ucapan Yi Shu. Dia juga melakukan hal yang sama yaitu mengalirkan energi Qi miliknya kedalam pedang. Pedang Xuan Ji juga menunjukkan interaksinya dengan bersinar kemerahan dan berdengung kuat.


"Lakukanlah jika memang kamu memiliki kemampuan!" cibir Xuan Ji.


Keduanya kembali lagi bertarung dengan sangat sengit melebihi sebelumnya.


Trank! Tring!


Trank!


Bammm...


Bammmm...


.


.


"Patriark Yi, aku tidak menyangka bahwa di Klan Yi milikmu menyimpan monster yang sangat hebat!" puji Patriark Klan Xuan, Xuan Guan.


"Hahaha.. Kamu terlalu memuji Yi Shu yang lemah itu Patriark Xuan! Dia hanya sedikit mempunyai kemampuan dan berkat pernah mendapat sedikit pelajaran dari Tuan Muda Ling Tian!" jawab Patriark Yi Sun Sang merendah. Namun jauh didalam hatinya dia sangat bangga kepada Yi Shu yang mampu bertahan hingga saat ini. Dalam hati Patriark Yi juga sangat berterima kasih kepada Ling Tian yang telah memberikan sedikit hadiah kepada Klan Yi kala itu dan Patriark Yi memberikan salah satu hadiah tersebut kepada Yi Shu sehingga dia sekuat seperti sekarang ini.


"Tidak! Tapi anda terlalu merendah Patriark Yi! Yi Shu ini memanglah berbakat dan mempunyai kemampuan yang hebat! Sudah seharusnya anda berbangga diri akan hal ini!" kata Patriark Xuan Guan.


"Xuan Ji juga sangatlah hebat! Bahkan mungkin kekuatan tubuhnya saat ini sudah setara denganku!" Patriark Yi Sun Sang balik memuji Xuan Ji.


Semua Patriark dan para Tetua sangat setuju dan menganggukkan kepala. mereka mengakui bahwa mereka sangat takjub dengan kedua peserta turnamen ini. Bahkan untuk jajaran orang-orang yang duduk diatas kursi kehormatan seperti Kaisar Heian dan beberapa menteri juga dibuat kagum.


"Keduanya sangatlah imbang! Pemuda bernama Xuan Ji ini sebenarnya lebih diunggulkan dalam hal kekuatan tubuhnya! Namun Yi Shu dari Klan Yi ini juga sanggup menutupi kekurangannya dengan teknik pedang dan tendangannya yang begitu selaras!" ujar Kaisar Heian memberikan komentar.


"Bagaimana jika kita juga merekrut pemuda bermarga Yi itu Yang Mulia?" tanya Menteri Pertahanan Kekaisaran Wei.


"Tentu saja kau harus merekrutnya juga! Kecuali wanita yang bernama Ling Lianhua itu! Aku tidak mempunyai keberanian untuk merekrutnya karena dia dari Klan Ling!" ujar Kaisar Heian.

__ADS_1


"Baik Yang Mulia! Hamba akan secara khusus mengunjungi pemuda bermarga Yi itu dan memberikan penawaran!" kata Menteri Pertahanan.


"Lakukan tugasmu!" ujar Kaisar Heian.


"Akan hamba laksanakan!" jawab Menteri Pertahanan Kekasisara Wei dengan patuh.


Demikianlah suatu kekuatan besar dan penguasa! Mereka selalu ingin merekrut siapapun yang sekiranya akan menguntungkan mereka dan menambah kekuatan mereka.


Mereka tetap akan menjadi orang-orang egois yang ingin menang sendiri. Namun kali ini sepertinya mereka harus menelan ludah pahit dan kekecewaan. Pasalnya, semua peserta yang berbakat akan direkrut oleh saudara-saudara Ling Tian yang mana tidak ada intensitas manapun yang berani menjadi saingannya. Cukup tragis rencana Kaisar dan Menterinya!


Kaisar Heian melirik kearah putrinya Wei Ziin yang ada disampingnya dan menghela nafas panjang. Sejak dua hari kemarin Wei Ziin hanya diam, tidak makan, tidak minum dan berubah menjadi memasang wajah datar tanpa ekspresi.


Kaisar Heian hanya bisa menggelengkan kepalanya yang tiba-tiba menjadi sangat sakit. Sakit karena tidak bisa mendingingkan putrinya yang sedang terbakar oleh api cemburu.


"Ziin'er.." panggil Kaisar Heian.


"Ada apa?" tanya Wei Ziin dengan ekspresi datar.


"Haaahhh.. Kamu sejak dua hari kemarin belum menyapa ayah. Apakah kamu sudah melupakanku?" tanya Kaisar Heian dengan nada tidak berdaya.


Wei Ziin melihat kearah ayahandanya untuk beberapa detik lalu memalingkan wajahnya lagi.


"Maaf!"


Satu kata yang keluar dari mulut mungilnya dan itupun terdengar sangat tidak ikhlas sama sekali.


Kaisar Heian hanya bisa kembali menghela nafas berat. Putrinya hanya akan bisa kembali jika Ling Tian lah yang menyapanya. Bahkan dua hari ini Ling Tian yang Kaisar Heian harapkan kedatangannya tidak sedikitpun memperlihatkan batang hidungnya.


Kaisar Heian juga sudah mendatangi saudara-saudara Ling Tian dan menanyakan keberadaannya. Namun mereka hanya menjawab bahwa Ling Tian tidak bisa diganggu oleh siapapun, bahkan jika itu oleh mereka sendiri!


.


.


Didalam arena, Xuan Ji dan Yi Shu masih terus bertarung dengan sengit. Beberapa luka juga sudah menghiasi sekujur tubuh kedua belah lihak. Namun begitu, masih belum ada tanda-tanda bahwa mereka akan segera selesai.


"Yi Shu! Lebih baik kamu menyerah saja jika tidak ingin terluka lebih parah lagi!" ujar Xuan Ji dengan sinis. Dia mengayunkan pedangnya mengarah kepada leher Yi Shu.


Trank!


Serangan pedang Xuan Ji dapat diblokir dengan mudah oleh Yi Shu.

__ADS_1


"Menyerah? Bagaimana jika kamu saja!" sahut Yi Shu dengan nada mencibir.


__ADS_2