
Setelah menunggu sekitar sepuluh menit, kedua Ju bersaudara akhirnya memunculkan batang hidungnya.
"Salam Tuan Muda Tian!" ucap keduanya sambil menangkupkan kedua tangan dengan wajah yang terlihat sumringah.
"Ah! Salam saudaraku semua! Tolong jangan panggil aku seperti itu! Mulai sekarang kita saudara!" ujar Ling Tian membalas angkupan tangan lalu memberikan dua token untuk mereka berdua.
Melihat wajah dua benda yang diberikan wajah mereka semakin terlihat sumringah dan berseri-seri. Bagaimana tidak? Keduanya baru saja mendapatkan masing-masing tiga ratus ribu koin emas dari hasil menang taruhan dan sekarang kembali mendapat barang yang sangat berharga untuk dapat memasuki dunia rahasia di Gunung Huashu.
Ketiganya lalu kembali ke penginapan bunga manis untuk berbincang-bincang santai disana sambil makan dan minum. Namun, tanpa disadari oleh ketiganya, sepasang mata berwarna biru mengamati pergerakan ketiganya dari bayangan.
'Pemuda itu sangat misterius dan berani!' batin sosok bermata biru itu lalu menghilang sepenuhnya dari pandangan mata bahkan indra spiritual.
Sebenarnya Ling Tian sedikit merasakan hawa samar yang seperti sedang mengawasinya dari bayangan. Namun karena orang itu hanya mengawasi dan tidak membuat ulah, maka Ling Tian tidak akan mempermasalahkannya.
Sesampainya Ling Tian dan dua Ju bersaudara di restoran penginapan, dua Ju bersaudara langsung meminta Ling Tian duduk ditempat mereka awal bertemu sebelumnya.
Sementara itu keduanya memesan makanan serta minuman terbaik restoran. Bisa dibilang mereka ingin mengadakan pesta syukuran kecil-kecilan untuk merayakan kemenangan mereka dalam taruhan.
Ling Tian hanya mengikuti apa yang mereka berdua inginkan kepadanya. Dia hanya menurut dan duduk ditempat pertama kalinya dia duduk di restoran penginapan bunga manis.
Tidak berapa lama, keduanya pun kembali bersama dengan beberapa pelayan yang membawakan makanan serta minuman terbaik di restoran.
"Kalian sepertinya sangat bersemangat?" tanya Ling Tian.
"Hahaha.. Tentu saja Tu-.. Tidak! Maksudku saudara Tian!" ujar Ju Hou sambil tertawa riang.
"Ini semua juga berkat saudara Tian! Haha.." tambah Ju Hoi juga sambil tertawa senang.
Sementara beberapa pelayan yang mendengar tawa senang dari ketiga pelanggannya itu hanya tersenyum manis dan segera menyelesaikan tugasnya menata makanan.
Tiga orang yang baru bersahabat itu melahap makanan dengan sangat tenang seperti tanpa ada sesuatu yang telah terjadi dengan mereka. Selesai makan, mereka bertiga berbincang-bincang santai sambil menikmati minuman yang sangat enak.
"Jadi, apa yang akan Tu-.. Maaf! Maksudku saudara Tian lakukan setelah ini?" tanya Ju Hou yang masih terbiasa dengan cara memanggilnya kepada Ling Tian.
"Entahlah! Mungkin aku akan menginap lagi disini untuk berlatih sambil menunggu terbukanya dunia rahasia di Gunung Huashu!" jawab Ling Tian lalu meneguk minuman anggur yang sangat lezat.
"Lalu kalian sendiri?" lanjut Ling Tian balik bertanya.
"Hmm.. Kami ingin berjalan-jalan sambil menikmati keindahan Kota Xun ini!" jawab Ju Hoi yang diangguki juga oleh Ju Hou.
__ADS_1
"Emm.. Baiklah! Aku harap kita akan bertemu lagi di Gunung Huashu!" ucap Ling Tian.
"Tentu!" ucap keduanya serentak dan mengangguk.
"Oiya, aku titip ini kepada kalian! Berikan kepada orang yang menurut kalian berdua pantas untuk memilikinya!" ujar Ling Tian lalu menyodorkan lima token yang telah dia dapatkan dari gedung Menara Hitam Xunpei.
"Saudaraku! Ini.." ucap keduanya tidak bisa berkata-kata.
"Aku percaya kepada kalian!" tutur Ling Tian sambil tersenyum ramah.
"B-baik saudaraku! Kami pasti tidak akan mengecewakanmu!" ucap Ju Hoi sambil menerima kelima token itu.
"Dan ini! Terimalah saudaraku! Jika kamu lewat di Kota Ju, perlihatkan ini pada penjaga kota! Katakan engkau adalah saudara kami, maka kami dengan senang hati menyambut dan menerima kedatanganmu sebagai tamu kehormatan kami!!" ujar Ju Hou sambil mengeluarkan lencana perak milik Klan Ju kepada Ling Tian.
"Saudara Hou! Apakah ini tidak berlebihan?" tanya Ling Tian yang ingin menolak pemberian Ju Hou.
"Justru kami yang merasa anda berlebihan jika menolak pemberian kecil ini setelah apa yang saudaraku lakukan untuk kami!" ucap Ju Hoi memaksa.
Pada akhirnya karena paksaan keduanya, Ling Tian menerima lencana itu dan menyimpannya didalam cincin penyimpanan.
"Baiklah! Kami akan pergi dulu! Sampai jumpa lagi di Gunung Huashu!" ujar Ju Hou sambil berdiri dari tempat duduk dan menangkupkan kedua tangan yang diikuti juga oleh Ju Hoi.
Setelah itu, mereka berdua pergi meninggalkan Ling Tian seorang diri ditempat itu. Tidak lama, gadis pelayan yang selalu tersenyum ramah kepada semua orang atau lebih tepatnya yang melayani Ling Tian sebelumnya datang menghampiri.
"Tuan Muda!" ucapnya sambil tersenyum.
"Aku ingin kembali kekamar! Seperti kemarin, tolong jangan sampai ada yang diizinkan masuk! Ketuk pintuku jika dunia rahasia di Gunung Huashu telah terbuka!" ucap Ling Tian sambil tersenyum sambil beranjak dari tempat itu kembali kekamarnya di lantai tiga.
"Baik Tuan Muda!" ucap gadis pelayan tersebut menurut dan membuntuti Ling Tian guna memastikan pelanggan penginapannya sudah masuk didalam kamar.
Sesampainya didepan pintu kamar, Ling Tian berhenti dan menatap gadis pelayan itu dengan lekat sehingga membuat itu kikuk dan salah tingkat.
"Nona! Bolehkah aku meminta sesuatu yang bersifat pribadi padamu?" tanya Ling Tian kepada gadis pelayan itu.
"Katakan saja Tuan Muda! Jika memang aku bisa memenuhi kebutuhan Tuan Muda, maka dengan senang hati aku akan memberikannya!" jawab gadis pelayan itu sambil tersenyum ramah.
"Bolehkah aku meminta darah nona dan sedikit esensinya?" tanya Ling Tian dengan nada tidak enak namun mengeluarkan botol kecil sebagai wadah.
Gadis pelayan itu tersenyum melihat wajah tidak enak dari Ling Tian. Dengan santai dia melukai ujung jarinya dan meneteskannya pada botol kecil yang ada ditangan Ling Tian. Tidak lupa dia mengirimkan sedikit esensinya pada darah itu.
__ADS_1
Ling Tian memelototkan matanya melihat sang gadis dengan tanpa ragu memberikan darah beserta esensinya kepadanya.
"T-terima kasih nona!" ucap Ling Tian sedikit tebata karena ada rasa haru dalam hatinya.
"Jika kamu membutuhkan sesuatu atau menginginkan sesuatu untuk menaikkan kultivasimu, jangan ragu meminta kepadaku! Aku berjanji akan memberikannya untukmu!" lanjut Ling Tian dengan tegas.
"Tawaran itu akan saya fikirkan nanti Tuan Muda! Kalau begitu saya pergi dulu!" ucap gadis pelayan itu lalu membalik badan dan berniat pergi meninggalkan Ling Tian untuk melanjutkan tugasnya.
"Baiklah.. Oiya, siapa namamu?" tanya Ling Tian.
"Bi Si'er!" jawab gadis pelayan itu.
Ling Tian masuk dikamar dengan cepat lalu menguncinya dari dalam dan menyegel tempat itu lalu memasuki dunia jiwa untuk berlatih dan mengubah energi Qi miliknya menjadi Kaisar Qi.
Tanpa sepengetahuannya, sosok bayangan dengan mata biru yang sebelumnya mengamati Ling Tian kembali muncul di tempat restoran penginapan lalu menghilang kembali menyatu dengan udara tipis.
***
Dunia Jiwa.
Swoosh...
Ling Tian muncul didepan istana Ling dan langsung disambut oleh Zhuge Ruxu, Mao An dan yang lainnya.
"Salam Tuan Muda!" ucap semua orang sambil menangkupkan kedua tangan.
"Salam saudara-saudaraku!" balas Ling Tian ramah dan membalas angkupan tangan semua orang.
"Kalian semua kembalilah berlatih! Guru berdua akan berbicara dengan Tuan Muda Tian! Cobalah cari sumber daya yang berguna untuk kultivasi kalian di dunia yang baru terbentuk itu!" ucap Zhuge Ruxu kepada para muridnya.
"Baik Guru!" jawab Ling Lianhua.
"Baik Bibi Guru!" balas keempat lainnya.
Setelah kepergian para murid, Ling Tian, Zhuge Ruxu dan Mao An menuju gazebo tempat biasa mereka mengobrol santai. Sesampainya mereka ditempat dan tidak lupa sudah membuat teh untuk bertiga, Ling Tian mulai membuka suaranya.
"Jadi, apakah kalian sudah menguasai Teknik Penyamaran Langit?" tanya Ling Tian.
"Tentu saja sudah!" jawab keduanya serentak.
__ADS_1
"Bagus! Saudari Ruxu! Ini!" ujar Ling Tian sambil mengeluarkan darah dalam sebuah botol kecil.