Ling Tian

Ling Tian
Menuju Wilayah Terlarang Daratan Utara 5


__ADS_3

"Saudaraku! Hajar mereka! Hehehe.." teriak Ling Tian sambil tertawa cekikikan.


"Siap bosku! Haha!" jawab Mao An yang juga dengan tertawa namun terlihat sangat menyeramkan.


Mao An segera bergerak mendekati sembilan orang dari Klan Xueren yang tersisa. Sementara untuk sasaran dari Mao An, mereka semua menjadi sangat ketakutan dan mencoba untuk menghancurkan formasi array yang mengurung mereka. Namun sekuat apapun usaha mereka, formasi array itu bahkan tidak bergeming sedikitpun.


Jarak antara Mao An dan kesembilan orang dari Klan Xueren itu semakin dekat dan dekat. Mereka sama sekali tidak dapat selamat kali ini. Bahkan sang pemimpin mereka yang sebelumnya sangatlah arogan kini juga ikut ketakutan.


Dia tidak menyangka bahwa nasibnya akan berakhir atau tamat season ini. Kesombongan akan kekuatannya yang biasa dia pamerkan juga tidak pernah ada lagi. Dia benar-benar ketakutan mendalam sampai jiwanya saat ini.


Saat Ling Tian sedang melihat Mao An hendak menerkam orang-orang dari Klan Xueren, dia tiba-tiba merasakan ratusan aura yang sangat kuat mendekat kearah mereka. Dia menatap dengan tajam kearah dimana aura aura itu muncul.


"Saudaraku! Kamu uruslah kesembilan monyet didepanmu! Aku akan mengurus monyet-monyet yang baru datang itu!" seru Ling Tian lalu langsung menghilang dari tempatnya melayang tanpa menunggu jawaban dari Mao An.


Zheep!


Ling Tian muncul tepat dihadapan ratusan orang yang berasal dari Klan Xueren dan berhasil membuat mereka terkejut. Kemunculan Ling Tian yang secara tiba-tiba sekaligus tidak memiliki aura kultivasi membuat mereka semua langsung menjadi sangat waspada.


"Manusia! Siapa kau? Apakah kau yang telah membuat keributan ditempat ini sebelumnya?" tanya salah satu pria paruh baya yang memiliki kultivasi Ranah Kaisar Puncak.


"Bukan!" jawab Ling Tian dengan singkat dan sambil tersenyum ke arah pria paruh baya tersebut.


"Jangan membohongi kami! Manusia tidak ada yang bisa datang ketempat ini kecuali hanya kau! Siapa kau sebenarnya dan apa tujuanmu datang ketempat ini?" ujar pria paruh baya lainnya yang juga memiliki kultivasi Ranah Kaisar Puncak.


Setidaknya ada sekitar 10 orang yang berada di Ranah Kaisar Puncak atau Tahap Akhir, 30 Ranah Kaisar Menengah, 60 Ranah Kaisar Awal dan 120 orang di Ranah Raja Tahap Akhir. Sungguh kekuatan yang sangat luar biasa dan akan dapat menghancurkan seluruh daratan di Benua Langit ini dengan waktu yang singkat.

__ADS_1


"Aku hanyalah seorang pengembara saja! Sementara tujuanku ke tempat ini tentu saja ingin memecahkan rahasia yang ada di wilayah terlarang daratan utara! Namun siapa sangka bahwa di sini aku akan bertemu dengan salah satu klan dewa jatuh, Xueren!" jawab Ling Tian dengan santainya namun langsung berhasil membuat mereka kembali terkejut dan bersiap-siap untuk menyerang.


"Anak muda! Kau bahkan mengetahui tentang siapa kami, siapa kau sebenarnya? Jawablah atau kami tidak akan segan-segan lagi membunuhmu!" ucap pria paruh baya yang pertama kali bertanya.


Zheep!


Ling Tian tidak menjawab pertanyaan dari pria paruh baya itu, dia justru tiba-tiba menghilang dari pandangan semua orang kemudian muncul kembali tepat di hadapan pria paruh baya yang bertanya sembari berani mengancamnya.


Tanpa basa-basi Ling Tian langsung mencekik pria paruh baya itu hingga tubuhnya terangkat dan langsung membuatnya tidak berdaya karena mustahil baginya untuk menghindar sebelumnya.


Sementara untuk orang-orang dari Klan Xueren yang lainnya langsung bergerak mundur dan menghunuskan senjata mereka masing-masing untuk menyerang Ling Tian.


"Kau berani mengancam Tuan Muda ini?" tanya Ling Tian kepada pria paruh baya itu tanpa memperdulikan orang-orang lainnya yang sudah membuat formasi tempur untuk mengalahkannya.


"Bicaralah yang jelas bodoh! Atau aku akan benar-benar mematahkan tulang lehermu!" bentak Ling Tian.


"T-tuan-.. T-to-long.. L-lepas-kan-.." ucap pria paruh baya dengan terputus-putus dan tangannya terus berusaha untuk melepaskan cekikan Ling Tian dari lehernya.


Wajah pria paruh baya itu juga kini sudah menjadi merah padam karena darah tidak mengalir ke bagian kepalanya yang membuat pandangannya kini terlihat berkunang-kunang.


"Lepas? Setelah kau berani mengancam Tuan Muda ini kamu ingin meminta aku melepaskanmu? Huh! Tidak tahu diri! Mati saja lah!" ucap Ling Tian kemudian dia mengeratkan cekikannya menjadi berkali-kali lipat sehingga suara keratak tanda tulang yang hancur langsung terdengar di telinga semua orang.


Seketika itu juga pria paruh baya langsung menghembuskan nafas terakhirnya dengan mata yang melotot. Dia sungguh tidak percaya bahwa kultivasinya yang sudah berada di Ranah Kaisar Puncak akan langsung dilenyapkan beserta nyawanya sekaligus hanya dengan sebuah cekikan tangan seorang pemuda saja.


"Tetua Ketiga!" teriak semua orang dengan histeris saat melihat tubuh pria paruh baya itu dilempar begitu saja oleh pemuda bertopeng separuh wajah layaknya seperti sampah yang tidak berguna.

__ADS_1


"Kau! Manusia keparat! Serbu dan bunuh dia!" teriak satu-satunya wanita yang berada dalam kelompok itu. Dia juga memiliki kekuatan atau tingkatan kultivasi yang berada di Ranah Kaisar Puncak. Sama seperti pria paruh baya yang sebelumnya dibunuh oleh Ling Tian.


Ling Tian langsung mengeluarkan pedang samudra kegelapan miliknya dari dalam cincin penyimpanan dan mulai membuat sebuah kuda-kuda beladiri untuk bersiap memulai pertarungannya.


Tongkat-tongkat berwarna emas menjadi ciri khas senjata dari orang-orang Klan Xueren. Senjata itu juga memiliki tingkatan dan kualitas yang luar biasa. Minimal yang mereka pegang adalah senjata tingkat hijau kualitas tinggi. Sungguh sangat layak bagi sekelompok klan yang berasal dari Alam Dewa.


Pertarungan sengit sudah tidak bisa dihindari lagi. Orang-orang dari Klan Xueren menyerang Ling Tian dengan cara yang sangat teratur dan tidak membabi-buta. Meski mereka sangat dendam dan ingin sekali cepat-cepat membunuh Ling Tian, namun jika bertarung dengan tanpa menggunakan akalnya maka hanya kekalahanlah yang akan mereka torehkan. Sekali lagi sungguh klan yang berasal dari Alam Dewa itu sangatlah berbeda.


Trank! Trank Trank!


Trank! Trank!


Trank Trank!


Seperti biasa, Ling Tian menggunakan jurus pedang Klan Yi terlebih dahulu untuk mengimbangi sekaligus melihat bagaimana teknik bertongkat mereka dan mengamati dimana kelemahannya.


Trank! Trank!


Suara benturan antara dua logam keras terdengar sangat memekakkan telinga. Begitu juga dengan ledakan energi yang menyapu tubuh mereka terasa sangatlah mengganggu. Namun mereka tentu saja tidak terganggu akan hal itu. Mereka termasuk juga Ling Tian terus fokus dalam pertarungannya agar tidak sampai melakukan kesalahan meski hanyalah kesalahan kecil saja.


Ling Tian lalu secara tiba-tiba menambahkan kecepatan atau ritme pertarungannya menjadi dua kali lipat dari sebelumnya sehingga langsung membuat orang-orang dari Klan Xueren sangatlah terkejut.


Srakk! Srakk! Trank!


Tring! Tring!

__ADS_1


__ADS_2