
'Aku akan memberi kejutan kepada ibu!' gumam Ling Tian yang sudah tidak sabar melihat ekspresi ibunya saat dia kembali setelah hampir tiga tahun pergi. Ling Tian tidak yahu bahwa ayahnya juga telah kembali.
Memang benar mereka berdua bukan orang tua kandungnya secara hakiki, namun karena jiwanya saat ini telah menyatu sempurna dengan jiwa pemilik tubuh sekarang Ling Tian sudah menganggap mereka layaknya orang tua kandungnya.
"Oiya saudaraku, tolong nanti jangan kamu katakan kekuatanku yang sesungguhnya kepada ibuku! Aku ingin menurunkannya hingga ke ranah Pendekar Besi Menengah!" ujar Ling Tian.
"Mengapa?" tanya Long Yuan bingung.
"Yaa.. Karena aku tidak ingin terlihat wah saja!" jawab Ling Tian memberi alasan yang cukup aneh.
"Baiklah.." kata Long Yuan pasrah dengan permintaan saudaranya itu.
***
Sementara itu didalam Klan Ling atau lebih tepatnya di taman belakang kediaman sederhana milik Ling Jun, tampak sepasang kekasih sedang bergurau yang tak lain adalah Ling Jun sendiri dan Hei Si sang istri. Mereka bercanda ria layaknya sepasang suami istri baru. Tampak sangat serasi dan membuat iri siapapun yang melihatnya.
Deg! Deg!
Tiba-tiba jantung Hei Si berdetak sangat cepat dan tak beraturan. Dia terdiam! Tubuhnya bergetar hebat dan menegang seketika, membuat Ling Jun keheranan dan menatap istrinya dengan pandangan aneh.
"Kenapa istriku?" ucap Ling Jun yang tak bisa menahan lagi untuk tidak bertanya.
Hei Si tidak menjawabnya dan malah pergi melangkah meninggalkan suaminya. Ling Jun tentu heran dengan perubahan sikap Hei Si yang seketika itu. Ling Jun pun dengan penasaran membuntuti istrinya. Hei Si terus melangkah hingga berada didepan rumah dan matanya memandangi arah pintu gerbang masuk kediamannya.
__ADS_1
"Istriku! Ada apa denganmu? Istriku!" Ling Jun bertanya lagi dan masih tidak dijawab oleh Hei Si.
Pandangan Hei Si terus saja mengarah kedepan pintu gerbang. Tatapannya sayu berkaca-kaca dan terlukis sebuah kerinduan yang sangat mendalam.
Setelah hampir tiga menit memandangi pintu gerbang. Tampak dua orang pemuda tampan berjalan dengan santai memasuki kediamannya. Air mata yang sedari tadi tertahan, kini langsung tumpah membanjiri pipi putih milik Hei Si.
"Ling Tian putraku.." ucap Hei Si lirih.
***
Ling Tian dan Long Yuan yang sudah memasuki klan dengan tanpa halangan langsung bergegas menuju rumah sederhana yang sudah hampir tiga tahun ini dia tinggalkan. Mereka berjalan dengan santai sambil mengobrol ringan hingga sampai lah mereka dipintu gerbang kediaman yang dituju.
Pandangan Ling Tian langsung tertuju pada dua sosok pria dan wanita yang sedang berdiri melihatnya dari depan rumah.
Ling Tian terdiam memandangi sang ibu dengan seksama. Dia dapat melihat ibunya yang menangis memandanginya karena kerinduan yang tak lagi bisa lagi dijelaskan.
Mata Ling Tian otomatis berkaca-kaca dibuatnya.
"Ibuu.. Aku pulang!" ucap Ling Tian agak keras.
Hei Si yang melihat bahwa benar putranya kembali langsung saja berlari dan memeluk Ling Tian dengan sangat erat.
"Tian'er putraku! Hiks.. Hiks.." ujar Hei Si sambil terus menangis.
__ADS_1
"Ibu selalu tahu saja saat Tian'er datang!" ucap Ling Tian membalas pelukan sang ibu sambil memejamkan matanya.
Ling Jun yang melihat istri dan anaknya saling berpeluk melepas kerinduan pun mendekati mereka. Dia tidak bisa lepas dari melihat Ling Tian yang tampak sudah lebih besar dan dewasa dari sebelum dirinya pergi meninggalkannya.
Sorot mata tanda rasa bersalah tergambar jelas dibola mata Ling Jun. Kedua matanya juga ikut berkaca-kaca tanpa disadari.
"Tian'er.." kata Ling Jun dengan lemah.
Ling Tian yang mendengar suara parau orang yang sangat dikenalnya segera melihat kearah sumbernya. Dia meminta untuk melepaskan pelukan sang ibu kepadanya. Hei Si mengangguk faham dan memberi kesempatan Ling Tian menyapa ayahnya.
"Ayah.. Apa kabarmu?" ujar Ling Tian bertanya.
Tanpa menjawabnya, Ling Jun langsung menyambar Ling Tian dan memeluknya dengan erat.
"Maafkan ayahmu ini Tian'er.." kata Ling Jun parau.
"A-ayah.. Tian'er rindu ayah.." jawab Ling Tian menangis sejadi-jadinya. Dia sangat merindukan sosok yang selalu ada untuk melatih bela diri kepadanya, selalu sabar dan tak pernah mengeluhkan kelambatan Ling Tian dalam memahami sesuatu. Juga selalu membelanya saat misal terjadi kesalah pahaman dengan temannya. Kepergiannya yang dengan alasan misi klan membuat sifat Ling Tian perlahan berubah liar dan nakal.
"Maafkan ayahmu yang tidak berguna ini putraku.. Maafkan ayah!" tutur Ling Jun berulang kali.
Ling Tian tidak menjawab dan terus menangis mendengar penuturan ayahnya.
Sementara Long Yuan yang sedari awal melihat kejadian tersebut tepat didepan matanya juga ikut terharu. Bagaimana tidak? Ling Tian yang dikenalnya adalah sosok yang sangat tegar saat ini sedang menangis dan terlihat sangat rapuh didepan orang tuanya.
__ADS_1
'Sungguh keluarga yang harmonis' gumamnya.