Ling Tian

Ling Tian
Perang Takdir 7


__ADS_3

Gui Lu tetap bersikap tenang meskipun Hanzhen Chu telah mengarah kepadanya dengan menggunakan serangan terkuatnya. Dia kemudian membuat kuda-kuda bela diri dan mengalirkan cukup banyak Kaisar Qi ke tombak yang sedang dia pegang lalu ikut melesat ke depan untuk menghadang serangan dari Hanzhen Chu.


Boommm...


Ledakan energi yang sangat besar kembali terjadi saat kedua serangan dari kultivator yang memiliki Ranah Kaisar Puncak itu saling bertemu dan menyebar ke segala arah yang membuat para kultivator di sekitar mereka berdua berhamburan menjauh karena tidak ingin terkena dari efek serangan yang menyasar.


Gui Lu dan Hanzhen Chu sama-sama terpental mundur beberapa puluh meter lalu keduanya dengan serentak mengembalikan keseimbangan masing-masing dan kembali melesat untuk saling serang lagi.


.


.


Pertarungan sengit juga terjadi antara Jenderal Besar Bing Luoyan melawan Nan Kong atau Patriark Sekte Pedang Kelelawar. Keduanya dampak berimbang meskipun Nan Kong berada beberapa bintang lebih kuat dalam tingkatan kultivasinya.


Hal itu terjadi karena Jenderal Besar Bing Luoyan menggunakan elemen es abadi yang terkenal sangat kuat di Benua Langit. Dia tidak takut ataupun gentar sedikitpun kepada lawannya yang lebih kuat karena beberapa kali dia dibantu oleh 15.000 pasukan tak terkalahkan bawahannya yang tidak di ragukan lagi kehebatannya.


Kedua pemimpin pasukan itu saling serang dengan sengitnya dan energi api dari sisi Nan Kong dan energies dari sisi Jenderal Besar Bing Luoyan tercipta atau lebih jelasnya terjadi kebakaran dan pembekuan dari dua sisi yang berbeda dari tempat tersebut.


"Seperti yang di harapkan dari Jenderal Besar Kekaisaran Bing, kau begitu kuat!" ujar Nan Kong sembari tersenyum menyeringai.


"Patriark Sekte Pedang Kelelawar pengecut yang lari dari perang melawan Tuan Muda Ling We di daratan timur ternyata memang sangat lemah!" Jenderal Besar Bing Luoyan malah membalasnya dengan ejekan sehingga Nan Kong sangatlah marah karena di ingatkan kembali dengan kejadian paling memalukan yang pernah terjadi dalam hidupnya.


"Kauu.." Nan Kong langsung tersulut emosinya dan niat membunuh yang sangat pekat langsung meledak dari dalam tubuhnya.


"Kau apa?" ejekan Jenderal Besar Bing Luoyan semakin menjadi-jadi dan terus memprovokasi Patriark Sekte Pedang Kelelawar agar tidak bisa mengontrol emosinya.

__ADS_1


"Bajing*n!"


Nan Kong melesat kembali untuk menyerang Jenderal Besar Kekaisaran Bing itu dengan ganasnya. Dia benar-benar tidak akan memaafkan pria paruh baya itu kecuali dengan membunuhnya saja, karena ejekannya itu telah membuat luka di hatinya kembali menganga.


Boommm... Boommm...


.


.


Di sisi yang lain lagi, dua orang pemuda yang memiliki senjata pusaka palu dan pedang terus membatai habis pasukan dari aliansi aliran hitam yang bergerak mendekati mereka. Keduanya tampak ganas sekali seolah tidak ingin salah satu di antara mereka ada yang tertinggal dalam hal membunuh musuh.


Keganasan mereka berdua tentu saja langsung membuat mental dari pasukan aliansi aliran hitam menjadi ketar-ketir dan segan untuk mendekat ke arah keduanya. Bagaimana tidak? Setiap kali ada seorang di antara mereka yang mendekati salah satu dari kedua pemuda itu, pasti tubuh mereka akan langsung terpotong ataupun hancur akibat terkena tebasan pedang dan hantaman palu.


Ya, tentu saja kedua pemuda itu adalah duo pentol korek, Xuan Ji dan Hong Lie. Kedua murid dari saudara-saudara Ling Tian ini tentu saja juga sedang melakukan kompetisi yang mana dalam kompetisi tersebut adalah siapa yang kelelahan terlebih dahulu maka dialah yang kalah dan akan menjadi pelayan yang melayani sang pemenang selama 1 bulan.


Namun untuk mendapatkan buah abadi ataupun kristal roh, mereka cukup kesulitan karena Ling Tian ataupun saudara-saudaranya yang lain tidak memberikan mereka jatah gratisan lagi sebelum mereka memberikan kontribusi luar biasa terlebih dahulu yang berupa membangkitkan kekuatan klan masing-masing dan mensejahterakannya.


Pada kompetisi sebelumnya yang dilakukan di dalam dunia jiwa, Xuan Ji lah yang menjadi pemenang karena murid-muridnya telah berhasil naik ke ranah Pendekar Berlian terlebih dahulu daripada murid dari Hong Lie.


Hong Lie saat itu benar-benar merasakan sebuah kepahitan luar biasa ketika menjadi pelayan dari Xuan Ji, karena hal-hal yang diminta oleh rivalnya itu adalah sesuatu yang sangat-sangat di luar akan manusia atau bisa dikatakan dia merasa sangat direpotkan sekali.


Dan kali ini, Hong Lie bertekad agar dia kembali bisa mengalahkan Xuan Ji dan tidak akan merasa kelelahan terlebih dahulu sebelum Xuan Ji yang menyatakan menyerah. Dia ingin membalas perbuatan dari rivalnya itu ketika dia menjadi bos selama 1 bulan nantinya.


Aksi yang dilakukan oleh duo pentol korek ini tentu saja langsung menarik perhatian orang-orang kuat yang berasal dari pihak aliansi aliran hitam. Salah satu di antara mereka adalah Hanzhen Yong yang memiliki kekuatan atau kultivasi Ranah Kaisar Menengah.

__ADS_1


Hanzhen Yong sangatlah murka dengan apa yang dilakukan oleh kedua pemuda aliran putih ini yang seolah-olah dengan santainya membantai orang-orang dari pihaknya. Dengan kemarahan yang menyala dan dapat terlihat dengan jelas di matanya yang berwarna kemerahan, Hanzhen Yong melesat dengan kecepatan tinggi menghadang laju dari duo pentol korek.


Baammmm...


Xuan Ji maupun Hong Lie terpental beberapa puluh meter karena menahan serangan dadakan dari Hanzhen Yong. Keduanya langsung bangkit dan kembali membuat kuda-kuda bela diri serta menatap ke arah sosok yang berpenampilan seperti pemuda yang tidak lain adalah Hanzhen Yong.


"Orang-orang aliran hitam sejati!" ujar Xuan Ji sembari menyeka darah dari sudut bibirnya.


"Ya, menyerang dengan cara licik dan mendadak, padahal kekuatannya jauh lebih kuat!" sahut Hong Lie dengan sengit.


"Hahaha.. Ya, begitulah kami!" seru Hanzhen Yong dengan tawa bangganya. Karena menurutnya, kekuatan yang kuat itu digunakan untuk merundung mereka yang memiliki kekuatan lemah ataupun sampah. Dan dia telah melakukannya kepada duo pentol korek.


Xuan Ji lalu menatap saudara sekaligus rivalnya itu. Dia ingin membuat kesepakatan lain lagi dengannya.


"Ada apa?" tanya Hong Lie yang tidak faham.


"Saudara Hong, bagaimana jika kita rubah kesepakatan dan kompetisi kita?" ujar Xuan Ji sembari melirik ke arah Hanzhen Yong.


"Maksudmu.." Hong Lie kini langsung paham.


"Tepat sekali! Bagaimana?" tanya Xuan Ji.


"Hahaha.. Sepakat!" seru Hong Lie sembari tertawa terkekeh-kekeh sehingga membuat Hanzhen Yong yang melihat keduanya langsung mengerutkan kening.


"Apa yang kalian sepakati, bocah-bocah sialan?" tanya Hanzhen Yong yang penasaran sekaligus kesal karena di abaikan selama beberapa saat yang lalu.

__ADS_1


"Itu rahasia!" jawab Xuan Ji dan Hong Lie dengan serentak lalu dengan persamaan pula keduanya meledakkan kekuatan asli mereka.


__ADS_2