
Keduanya terus melesat dengan kecepatan setinggi itu dalam waktu beberapa hari. Sungguh, hutan yang ada di daratan tengah memang sangatlah luas.
Setelah sekitar seminggu terbang, Ling Tian dan Mao An menghentikannya karena ingin istirahat dan mampir sejenak disebuah desa besar yang tidak jauh dari tempat mereka terbang saat ini.
"Kita akan beristirahat di desa itu!" ujar Ling Tian.
"Baik! Sepertinya kita juga harus menyamar untuk tidak menarik perhatian!" kata Mao An memberikan saran.
"Benar sekali! Dengan pakaian kita yang seperti ini maka akan sangat mencolok! Aku juga merasakan bahwa banyak sekali penghuni desa itu yang hanyalah manusia biasa!" setuju Ling Tian.
Zheep!
Tap! Tap!
Keduanya mendarat satu kilometer dari desa itu lalu keduanya mengubah tampilan menjadi layaknya rakyat biasa. Keduanya menghilangkan aura kultivasinya dengan teknik penyamaran langit dan sekarang benar-benar terlihat seperti manusia biasa.
Ling Tian tetap memakai topengnya karena wajahnya yang tampak jika tidak ditutupi akan menimbulkan sesuatu yang merepotkan.
"Sudah selesai?" tanya Ling Tian.
"Sudah!" jawab Mao An yang kini terlihat seperti pria baya.
"Kamu terlihat seperti bapak-bapak! Hahaha.." ujar Ling Tian mengomentari penyamaran Mao An.
"Cih! Itu berarti penyamaranku sangat luar biasa!" ucap Mao An dengan nada bangga.
"Iya-iya.. Penyamaranmu memang yang terbaik pak Mao An! Hahaha.." goda Ling Tian.
"Tch! Sudahlah.. Ayo kita masuk desa itu sekarang!" ajak Mao An.
"Ayo!"
Ling Tian dan Mao An dengan tampilan rakyat biasa itu berjalan menuju desa yang berisikan banyak manusia biasa. Sesampainya didepan pintu gerbang, mereka berdua dihadang oleh dua prajurit yang menjaga desa itu.
"Siapa kalian dan apa mau kalian memasuki Desa Chugu ini?" tanya salah satu prajurit dengan menatap Ling Tian dengan tajam karena Ling Tian memakai topeng. Hal itu tentu membuat Mao An seketika itu tidak senang.
"Jaga matamu pada Tuan Mudaku atau matamu itu akan meledak!" ujar Mao An dengan dingin sambil mengarahkan sedikit aura biadabnya kepada orang itu selama sepersekian ribu detik.
__ADS_1
Penjaga gerbang itu yang perasakan aura mengerikan itu langsung berkeringat dingin sambil sedikit menatap kearah Mao An. Sementara untuk Ling Tian, dia hanya tersenyum dengan lembut menanggapi.
"Kami hanya seorang pengembara yang tidak sengaja menemukan Desa Chugu ini! Dan niat kami hanyalah ingin beristirahat saja!" ucap Ling Tian dengan ramah.
"Emm.. I-iya.. Silakan masuk Tuan-tuan sekalian! Biaya masuknya adalah satu koin perak per-orangnya!" ujar penjaga gerbang itu dengan keringat dingin terus membanjiri tubuhnya.
Dia tidak ingin berlama-lama berhadapan dengan kedua pengembara ini. Dia merasa bahwa nyawanya sewaktu-waktu bisa saja melayang jika dirinya salah ucap atau bertindak. Maka dari itu dia mempermudah keduanya untuk masuk.
"Terima kasih prajurit! Tolong jaga kerahasiaan kami yang seorang kultivator, okey?" ujar Ling Tian lalu memberikan dua koin platinum sebagai biaya masuk dan meminta kerahasiaan kedua prajurit itu.
"B-baik Tuan Muda! Kami akan merahasiakannya!" jawab prajurit itu dengan cepat. Dia juga merasa sangat senang dengan apa yang diberikan oleh Ling Tian. Tentu saja mereka pasti juga akan merahasiakan keberadaan Ling Tian dan Mao An yang sebagai seorang kultivator.
"Baiklah.. Kami masuk dulu.." ujar Ling Tian.
"Iya.. Silakan Tuan Muda!" kata prajurit itu mempersilahkan.
Ling Tian mengangguk sambil tersenyum lalu mengajak Mao An untuk masuk kedalam desa yang bernama Desa Chugu itu. Sementara prajurit yang menerima uang dari Ling Tian sekaligus yang ditekan aura biadab oleh Mao An langsung terjatuh ketanah sambil berkeringat dengan deras.
"Eh?" satu temannya keheranan.
"Hah.. Hah.. Mereka berdua adalah orang yang menakutkan! Terlebih pria paruh baya yang mengatakan untuk menjaga mataku dari Tuan Muda bertopeng itu!" jawab prajurit itu dengan nafas terengah-engah.
"Eh.. Bagaimana mungkin?" ucap temannya merasa aneh.
"Aku yakin mereka adalah kultivator tingkat tinggi yang menyamar untuk tidak menarik perhatian banyak orang!" ujar prajurit itu lalu memberikan satu koin platinum kepada temannya.
"Ini untuk kita! Sementara yang satunya untuk oprasional Desa Chugu kita!" tutur prajurit itu yang langsung diangguki oleh temannya.
.
.
Ling Tian dan Mao An berjalan dengan santai menyusuri Desa Chugu. Mereka melihat ada sebuah kedai yang sangat sederhana yang tidak memiliki pelayan kecuali sang pemilik kedai dan anaknya saja. Mereka berdua pun mampir dan berniat untuk membeli makanan dan minuman.
"Selamat datang dikedai sederhana kami Tuan-tuan!" sambut seorang gadis kecil berumur delapan tahunan yang merupakan anak dari pemilik kedai.
"Iya.. Siapa namamu gadis cantik?" tanya Ling Tian dengan tersenyum ramah dan mengusap lembut kepala gadis itu.
__ADS_1
"Namaku Xing'er paman!" jawab gadis itu sambil tersenyum kepada Ling Tian.
"Oh.. Nama yang bagus! Namaku Tian! Baiklah.. Sekarang bawakan paman mudamu ini makanan serta minuman yang paling lezat yang kamu punya!" ujar Ling Tian.
"Baik paman Tian! Silakan tunggulah sebentar paman Tian dan emm.." ucapan Xing'er terhenti karena bingung hendak menyebutkan Mao An apa.
"Panggil saja kakek Mao!" ucap Ling Tian yang membuat Mao An memelototkan matanya. Dia tidak tahu harus tertawa atau menangis. Tapi karena memang penampilannya ini seperti seorang kakek-kakek.
"Baik! Paman Tian dan kakek Mao tunggu disana dulu! Aku dan ayahku akan menyiapkan pesanannya!" ujar Xing'er.
"Baiklah.. Paman akan menunggunya!" ujar Ling Tian lalu mengajak Mao An duduk ditempat yang nyaman menurut mereka.
Xing'er pergi meninggalkan Ling Tian dan Mao An menuju kedapur kedai. Setelah Xing'er benar-benar menghilang dari pandangan, Mao An menatap Ling Tian dengan serius.
"Tuan Muda! Apakah Tuan Muda merasakannya?" tanya Mao An dengan serius.
"Maksudmu aura Yin yang keluar dari tubuh Xing'er?" Ling Tian balik bertanya.
"Oh.. Ternyata Tuan Muda mengetahui!" kata Mao An.
"Bukan hanya mengetahui! Tapi aku sudah memindai seluruh tubuh Xing'er! Dan hasilnya adalah dia memiliki tubuh tipe Yin!" ucap Ling Tian.
"Apaaa! A-apakah itu benar?" Mao An begitu terkejut mendengarnya.
"Tentu saja benar! Aku juga tidak menyangka bahwa aku akan menemukan calon dari salah satu pewaris Dewi Es ditempat antah berantah seperti ini!" jawab Ling Tian.
"Lalu apa yang akan Tuan Muda lakukan?" tanya Mao An.
"Aku akan mencoba merekrutnya menjadi muridku! Jika bisa, maka aku akan sekalian mengajak ayahnya untuk tinggal didunia jiwa!" jawab Ling Tian.
"Haiihh.. Untung saja yang menemukannya pertama kali adalah kita! Jika itu orang-orang dari aliran hitam atau orang yang gila kekuatan, aku tidak bisa membayangkan bagaimana nasib Xing'er nantinya!" kata Mao An yang juga tahu sedikit tentang kegunaan pemilik tubuh fisik Yin jika digunakan sebagai tungku kultivasi atau berkultivasi ganda.
__________________________________________
***Maaf telat Up.. Authornya lagi kurang sehat.. Do'akan kesembuhan Authornya yah teman-teman semua..
Yang sudah mau bagi VOTE dan Gift, Author ucapkan terima kasih***..
__ADS_1