Ling Tian

Ling Tian
Ketekejutan Ling Jun dan kemarahannya


__ADS_3

Setelah hampir sepuluh menit berpelukan, Hei Si melepaskannya.


"Suami, mengapa kau baru pulang sekarang?" tanya Hei Si.


"Ah.. Istriku, maafkan aku. Aku berkeliling Benua Langit untuk mencari tabib yang bisa menyembuhkan Tian'er. Namun tak satupun ada yang mempunyai kemampuan," lemas Ling Jun.


"Owh, seperti itu." ujar Hei Si.


Ling Jun melirik kearah Ling Lianhua dan menanyakannya.


"Istriku, siapa gadis cantik ini? Apakah dia calon menantuku?" tanya Ling Jun. Lianhua yang mendengar ucapan Ling Jun seketika memerah karena malu.


"Oh.. Dia.. Dia adalah yang selalu menemaniku. Kemarilah Hua'er. Perkenalkan dirimu pada suamiku!" ujar Hei Si kepada Ling Lianhua.


Ling Lianhua mendekat dan memperkenalkan dirinya kepada Ling Jun.


"Salam paman! Namaku Lianhua, putri tetua Zong!" ucap Ling Lianhua.


"Ooh.. Ternyata calon menantuku putri dari salah satu tetua terbaik Klan Ling ini!" ujar Ling Jun senang namun lain dengan Ling Lianhua yang wajahnya semakin memerah karena malu. Dia hendak menyangkalnya dan mengatakan hanya teman Ling Tian, namun seolah-olah suaranya terkunci rapat tak bisa keluar dari tenggorokannya.


"Suami, ayo masuk dulu! Tidak baik mengobrol diluar dan sambil berdiri seperti ini," kata Hei Si.


"Ooh.. Iya-iya, tentu! Mari masuk! Aku cukup rindu dengan rumah kecilku ini!" sahut Ling Jun.


"Mari Hua'er, kamu juga harus ikut masuk. Dan tolong buatkan paman Jun secangkir teh hangat! Paman kira kamu sudah cukup hafal bukan dengan kediamanku?" lanjutnya mengajak Ling Lianhua.

__ADS_1


"Iya paman, aku akan membuatkan paman teh!" jawab Ling Lianhua menunduk.


Ling Jun, Hei Si dan Ling Lianhua berjalan memasuki rumah sederhana itu. Ling Jun dan Hei Si langsung duduk diruang tamu, sementara Ling Lianhua menuju dapur membuatkan teh untuk Ling Jun.


Hanya butuh lima menit Ling Lianhua membuat teh. Dia segera menyuguhkannya kepada Ling Jun, Hei Si dan dirinya sendiri.


"Silakan paman, bibi!" ujar Ling Lianhua.


"Terima kasih banyak naak," kata Ling Jun lalu menyesap sedikit teh buatan Ling Lianhua.


"Sama-sama paman!" jawab Ling Lianhua.


"Oiya, ngomong-ngomong dimana Tian'er? Dari tadi aku tidak melihatnya. Apa dia sedang bermain dengan teman-temannya?" tanya Ling Jun yang seketika membuat dua wanita itu terdiam.


"S-suami.." ucap Hei Si gugup dan lirih.


"Suami.. Sebenarnya Tian'er telah lama pergi meninggalkan klan," kata Hei Si menjawab.


"Meninggalkan klan? Kemana dia pergi?" tanya Ling Jun mengangkat alisnya.


"Emm.." Hei Si ragu-ragu untuk menjawab.


"Kemana? Kemana Ling Tian kita pergi? Dan kenapa harus meninggalkan klan?" tanya Ling Jun semakin penasaran.


"Tian'er pergi mencari keberuntungannya di Hutan Gelap!" jawab Hei Si pelan.

__ADS_1


Duaar!


Bagai tersambar petir Ling Jun mendengarnya. Ling Jun menyeburkan teh yang sedang dia seruput saking terkejutnya. Hutan Gelap? Mencari keberuntungan? Tidak! Memasuki Hutan Gelap adalah lebih tepatnya mencari kematian!


"Apaaa! Mengapa.. Mengapa kamu mengizinkannya?!" ucap Ling Jun setengah membentak.


"Maafkan aku suamiku. Tapi Tian'er sendiri yang memintanya. Aku tak sanggup untuk melarangnya," ujar Hei Si menangis tersedu-sedu.


"Mengapa dia bisa mempunyai pemikiran segila itu!" tanya Ling Jun tak habis fikir dengan pemikiran putranya itu.


"Itu.. Itu karena dia merasa sangat lemah dan merasa hanya menjadi beban. Suamiku, Tian'er kita telah berubah semenjak kepergianmu. Dia merasa kesepian karena ketiadaanmu. Dia menjadi berandalan dan banyak dibenci orang-orang Klan Ling. Hingga suatu waktu Ling Tian kita memukuli anak Tetua Agung Ling Qinzu hingga babak belur. Dia marah dan hendak membunuh Tian'er. Beruntung kakak ipar mengetahui dan melerai Tetua Agung agar tidak membunuh Tian'er," cerita Hei Si.


"Apa! Jadi Qinzu sialan itu hendak membunuh putra kesayanganku! Bedebah! Akan kebunuh dia!" ujar Ling Jun tersulut emosi.


"Benar suamiku! Dari situlah Tian'er merasa sangat lemah dan hanya menjadi beban keluarga. Dengan dibekali keberanian dan tekatnya, akhirnya dia pamit dan pergi ke Hutan Gelap untuk berlatih dan mencari keberuntungan," kata Hei Si.


"Baik! Cukup Istriku!" Ling Jun yang emosi kemudian berdiri lalu melesat pergi meninggalkan kedua wanita tanpa sepatah katapun.


Ling Jun terbang dengan kecepatan tinggi. Saat ini dia sudah berada di ranah Pendekar Emas Awal Bintang 4. Dia mendapatkan keberuntungan untuk naik tingkat saat berpetualang mencarikan Ling Tian obat atau tabib untuk mengobatinya.


Aura membunuh yang sangat pekat merembes darinya. Membuat semua orang yang dibawah yang dilewatinya merasakan tekanan kuat dan susah untuk benafas. Lima menit kemudian, Ling Jun telah sampai di sebuah kediaman besar yang cukup mewah.


"Qinzu bajing*n! Keluar kau! Jangan jadi pengecut yang hanya berani melawan anak kecil!" teriaknya dengan sangat keras dan menggema. Dia tidak lagi bisa menahan amarahnya. Sebab Tetua Agung Ling Qinzu Ling Tian putranya pergi. Terlebih Ling Qinzu telah berusaha membunuh putra kesayangannya.


Swwuusshh...

__ADS_1


Duuaaaarrr!


__ADS_2