Ling Tian

Ling Tian
Berlatih 3


__ADS_3

"Aaaaakkkkhhh.."


Ling Tian terus menjerit menahan rasa sakit yang dia dera dijiwanya. Rasa sakit yang tidak terlukiskan dengan kata-kata mungkin sangat cocok dengan siksaan ini. Hampir sepuluh kali lipat daripada saat Ling Tian menempa tulangnya.


"Seperti yang diharapkan dari Shen Zhu Ling. Pendekar Besi Tahap Akhir akan mustahil menahan panasnya api biruku saat membakar jiwa mereka! Namun ketidak mungkinan itu telah sepenuhnya terhapuskan oleh Shen Zhu Ling ini!" Ucap Long Yuan lirih.


"Kau memang benar Naga Kecil! Kehebatan dan kekuatan Shen Zhu Ling memang bukanlah omong kosong belaka!" Kata Wei Hun menanggapi Long Yuan.


"Ya.. Bahkan sampai saat ini dia masih saja sanggup menjaga kesadarannya!" Angguk Long Yuan.


"Pelatihan menempa jiwa dengan membakarnya? Tch! Benar-benar baru pertama kali aku melihatnya!" Ujar Elang Emas yang sedari tadi masih berada ditempat dan melihat Ling Tian yang dibakar jiwanya.


"Hahaha.. Di alam fana seperti ini tidaklah mungkin ada pelatihan seperti ini! Bahkan di Alam Dewa sekalipun sangatlah jarang sekali ditemui kecuali para maniak kekuatan tentunya!" Kata Long Yuan sambil tersenyum melihat Ling Tian yang masih terus berteriak.


Dua jam berlalu dengan cepat. Itu terjadi pada Long Yuan, Wei Hun, dan jendral Elang Emas. Tapi lain halnya bagi Ling Tian. Dua jam terasa seperti dua tahun didalam penyiksaan. Long Yuan telah menghentikan hukuman Ling Tian dan Wei Hun juga telah melepas segel yang membelenggu tubuh Ling Tian.

__ADS_1


"Hah.. Haahh.. Kalian benar-benar gila! menghukum yaa menghukum! Tapi nggak separah ini juga!" Teriak Ling Tian sambil terengah-engah.


Long Yuan dan Wei Hun tidak menanggapi ocehan basi Ling Tian. Mereka hanya tersenyum dan mengangguk puas. Bagaimana tidak? Dua jam jiwa Ling Tian ditempa dengan api biru tapi setelah selesai Ling Tian masih sadar bahkan sangat sadar hingga mengumpati mereka berdua. Sungguh kejadian yang spektakuler dalam seumur hidup mereka berdua.


Ling Tian sangat geram saat Long Yuan Dan Wei Hun mengabaikannya. Dia sangat ingin mencabik-cabik mereka berdua, tapi badannya saat ini sangatlah lemah dan lemah. Sangat mustahil untuk memberi pelajaran bagi mereka.


"Sudahlah bocah! Sekarang istirahatkan badanmu! Besok kau harus lari-lari lagi mengelilingi Inti Hutan Gelap dan tentunya akan dihukum saat kau tidak berhasil menyelesaikan target!" Ucap Long Yuan.


"Jendral Elang! Bawa bocah itu ketempat peristirahatannya!" Lanjutnya.


"Stop! Aku bisa jalan sendiri! Aku tidak mau dicangking lagi seperti kantong sampah!" Protes Ling Tian.


"Lakukan semaumu Ling Tian!" Kata Wei Hun.


Ling Tian pergi mengikuti Elang Emas detempat yang dikatakan Ling Yuan. Beberapa menit kemudian Ling Tian sudah sampai. Didepannya terbangun rumah yang bisa dikatakan kecil namun cukup menarik perhatian Ling Tian.

__ADS_1


Rumah dengan ornamen-ornamen kuno dan beberapa bagian terlihat ada emas murni atau berlian untuk menambah kesan indahnya. Ling Tian mengangguk puas dan segera masuk kedalamnya.


Baru juga merasa puas dengan pemandangan rumah dari luar, kini saat didalamnya Ling Tian disuguhi dengan ukiran-ukiran naga dan hewan-hewan suci lainnya yang terlihat sangat cantik dan begitu hidup. Juga ada lukisan yang tertempel didinding kayu yang sangat menghipnotis siapapun bagi yang melihat karena tekstur lukisannya yang sangat detail dan mendalam.


Abaikan soal kemegahan rumah kecil itu! Saat ini Ling Tian langsung terbaring ditempat tidur saat menemukan kamar yang cocok untuknya. Tak butuh waktu lama Ling Tian langsung terlelap dengan sangat pulas melepas rasa lelahnya hari ini.


Waktu berjalan sangat cepat. Pagi kini telah tiba. Ling Tian masih saja tidur dan terlelap dalam mimpi indahnya bertemu dan memadu kasih dengan Ling Lianhua didalam Klan Ling.


Duaar!


"Woy Bocah! Cepat bangun! Jangan molor terus! Waktunya lanjut latihan!"


Gludak!


Mimpi indah Ling Tian seketika hancur digantikan dengan kepalanya yang sedikit benjol sebab terjatuh dari kasur karena teriakan Elang Emas.

__ADS_1


"Iyaaa.. Iyaaa.. Elang sialan!"


__ADS_2