
Hanzhen Yan lalu menatap ke arah Hanzhen Lee. Keduanya saling menganggukkan kepala tanda telah menyepakati suatu hal yang hanya mereka berdua mengerti. Setelah itu mereka langsung menghilang dari hadapan semua orang dan pergi entah ke mana.
.
.
Zheep! Zheep!
Hanzhen Yan dan Hanzhen Lee muncul kembali tepat di tempat Ling Tian dan juga Feng Lanse'er sebelum akhirnya Ling Tian menggunakan elemen bayangannya untuk menghilangkan aura keberadaan.
"Sepertinya kedua orang ini memiliki teknik yang dapat menghilangkan aura keberadaan mereka," ujar Hanzhen Yan.
"Benar sekali saudara Yan, aku yakin kultivator yang berasal dari klan dewa jatuh itulah yang memilikinya," sahut Hanzhen Lee sembari mengangguk setuju sekaligus berspekulasi.
"Baiklah.. Mari kita cari mereka!" ujar Hanzhen Yan melesat pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Mari, saudaraku!" angguk Hanzhen Lee mengikuti Hanzhen Yan.
Zheep! Zheep!
***
Feng Lanse'er terus terbang ke segala arah di daratan selatan membawa Ling Tian dengan kecepatan tinggi dan tanpa adanya jejak keberadaan mengikuti instruksi sang Tuan Muda.
Saat ini Ling Tian telah menemukan beberapa titik di daratan selatan yang menurutnya sangat mungkin diletakkan sebuah pusat dari susunan formasi array pengacau.
"Tuan Muda! Sepertinya hampir seluruh tempat yang ada di daratan selatan ini telah kita tandai. Apakah pasukan khusus itu telah sampai duluan atau belum?" tanya Feng Lanse'er.
"Mereka akan sampai sekitar satu hari perjalanan yang lagi. Namun aku telah memberikan titik-titik koordinat ini kepada mereka, supaya mereka dapat langsung membagikan pasukan dan menuju tempat-tempat ini," jawab Ling Tian.
__ADS_1
"Hmm.. Lalu mengapa tidak kita saja yang menghancurkan tempat-tempat tersebut, Tuan Muda?" tanya Feng Lanse'er lagi karena merasa heran mengapa Ling Tian malah justru membebankan hal seperti ini kepada orang lain, padahal dia mampu untuk langsung menghancurkannya sendiri.
"Memang benar, bahwa dengan kita berdua saja dapat menghancurkan tempat-tempat yang telah kita tandai sebelumnya. Namun jika demikian, maka orang-orang dari aliran putih akan merasa terlalu mudah untuk menghadapi peperangan ini dan tidak secara keseluruhan mengambil bagian dalam beberapa bidang yang dikuasai.."
"Selain itu, mereka tidak akan pernah mendapatkan sebuah pelajaran dari sebuah peperangan jikalau mereka tidak berkorban ataupun saling menjaga satu sama lain di dalam perang.."
"Hal seperti ini memang seolah-olah diriku membiarkan beberapa di antara pihak kita ada yang terbunuh. Namun bukan seperti itulah yang aku inginkan. Yang kuharap adalah mereka dapat mengambil sebuah makna bahwa untuk mengibarkan bendera aliran putih itu memerlukan nyawa sebagai tumbalnya dan mereka pasti akan menjaganya dengan mati-matian agar tidak ada perpecahan suatu hari nanti setelah peperangan ini selesai." ujar Ling Tian menjelaskan.
Feng Lanse'er akhirnya kini mulai mengerti jalan-jalan pikiran dari Ling Tian. Ternyata tuan mudanya ini bukan hanya memikirkan untuk kemenangan saja, tetapi juga memikirkan mengenai keberlangsungan hidup jangka panjang yang penuh akan kedamaian dan saling bahu-membahu satu sama lain untuk saling menjaga dan bersatu teguh.
"Lalu, kapan perkiraan pasukan utama kita akan sampai?" tanya Feng Lanse'er lagi.
"Dalam seminggu!" jawab singkat Ling Tian.
***
90 juta pasukan dari daratan utara yang di pimpin Jenderal Besar Bing Luoyan menempati bagian barat, 100 juta pasukan daratan barat yang di pimpin Kaisar Song sekarang atau putra mahkota Song En menempati bagian selatan dan 50 juta pasukan daratan timur yang di pimpin Ling Jian dan Ling We sekaligus Kaisar Wei Heian menempati bagian timur.
Sedangkan untuk Mao An, dia adalah pimpinan tertinggi seluruh pasukan dari ke empat daratan itu yang bertugas memberikan komando kedua setelah Ling Tian.
"Semua berhenti!" teriak Mao An memberikan instruksi kepada kapal-kapal terbang yang berada di belakangnya.
"Kita akan beristirahat di tepi pantai ini sembari menunggu komando dari Tuan Muda Ling Tian dan saudari Feng!" serunya lagi.
Semua armada kapal perang seluruh pasukan segera berhenti dan mendarat di tepi pantai itu sesuai dengan arahan dari Mao An. Mereka akan beristirahat untuk sejenak dan mempersiapkan mental mereka agar lebih kuat lagi sembari menunggu arahan selanjutnya.
Hal yang sama juga dilakukan oleh pasukan yang berada di tiga sisi lain. Mereka semua berhenti dan banyak yang memanfaatkan situasi tersebut untuk melakukan beberapa hal yang menurut mereka akan bermanfaat di dalam perang takdir ini.
***
__ADS_1
"Jadi, berapa jumlah pasukan mereka secara keseluruhan?" tanya Han Tianba kepada Mogui Heng yang menjadi tangan kanannya dan pusat dirinya meminta informasi.
"Semuanya sekitar 390 juta pasukan, Tuan! Atau 160 juta lebih banyak daripada pasukan yang kita miliki," jawab Mogui Heng.
"Hemm.. Tidak masalah! Kita memiliki orang-orang yang memiliki kultivasi Ranah Raja hingga Ranah Kaisar sebanyak 5 juta! Banyaknya pasukan bukan menjadi masalah! Hahaha.. Belum lagi dengan adanya formasi array pengacau yang akan benar-benar membantu kita dalam perang nanti!" ujar Han Tianba dengan tertawa terbahak-bahak lalu tersenyum sinis.
"Baiklah.. Segera perintahkan kepada adikku Han Biao serta 57 juta 500 ribu pasukan untuk menghadang orang-orang daratan timur! Katakan kepada mereka bahwa aku dan kedua leluhur tidak ingin mendengar kata kalah untuk yang kedua kalinya!.."
"Lalu hadang pasukan daratan barat dengan 57 juta 500 ribu yang di pimpin Han Qun, pimpinan pasukan ular gedung pembunuh!.."
"57,5 juta pasukan pimpinan Nan Kong melawan pasukan daratan utara dan yang terakhir 57,5 juta pasukan atas pimpinanmu melawan pasukan daratan tengah!" ujar Han Tianba memberikan perintah kepada Mogui Heng.
"Baik, tuan!" angguk Mogui Heng lalu oergi meninggalkan tempat tersebut.
Zheep! Zheep!
Setelah kepergian dari iblis sejati Mogui Heng, dua sosok leluhur dari klan dewa jatuh Shen Zhu Hanzhen muncul tepat di hadapan Han Tianba yang langsung menangkupkan kedua tangannya untuk memberikan penghormatan.
"Salam Leluhur Yan! Salam Leluhur Lee!" ujarnya.
"Hemm.. Bagaimana persiapannya?" tanya Leluhur Hanzhen Yan sambil meminta Han Tianba atau Hanzhen Tianba untuk kembali duduk di kursinya.
"Semua telah terkondisikan, Leluhur Yan! Aku telah membagi pasukan menjadi empat bagian. Semuanya berjumlah 57 juta 500 ribu per-pasukannya," jawab Han Tianba dengan tenang.
"Hemm.. bagus jika begitu! Tetapi kau harus mengirimkan atau membagi orang-orang yang berasal dari klan kita yang memiliki kultivasi berada di atas ranah Pendekar Berlian untuk menghadang orang-orang yang berasal dari daratan tengah dan daratan timur!" ujar Leluhur Hanzhen Lee yang membuat Han Tianba langsung mengerutkan keningnya.
_________________________________________
Satu bab 🙏
__ADS_1