
"T-tuan! Mengapa.. Mengapa anda begitu kejam?" tanya Tetua Pertama dengan deraian air mata yang mulai membasahi pipinya.
Tetua Pertama Sekte Hasrat mungkin adalah orang yang kejam terhadap orang lain. Namun dengan orang-orang dekat serta para muridnya pastilah dia sangat menyayangi mereka semua. Dia tentu tidak ingin melihat mereka semua dibantai habis tepat didepan matanya.
"Hahaha.. Kejam? Aku sama sekali tidak kejam nona cantik! Aku hanya bertugas menjadi karma atas apa yang telah kau lakukan kepada orang-orang tidak berdosa saja!" jawab Ling Tian dengan santai dan tertawa terkekeh-kekeh.
Tetua Pertama Sekte Hasrat hanya bisa menundukkan kepalanya karena sadar bahwa yang dikatakan oleh Ling Tian benar adanya. Dia sendiri dapat memiliki kekuatan setinggi ini karena dengan cara mengorbankan ribuan manusia yang tidak berdosa.
Hukum karma memang jarang disadari oleh orang-orang. Namun karma akan selalu datang menghampiri semua orang tanpa terkecuali. Jika melakukan kebaikan maka pasti ada timbal balik baik juga dan begitu pula sebaliknya.
Bukan hanya sampai disitu saja. Sebagai seorang tetua di sekte, dia juga mengajarkan sebuah tata cara bermotivasi yang sama dengan dirinya. Yaitu dengan mengorbankan manusia lain dan menyerap vitalitas hidup mereka. Bisa dikatakan dari situlah dosanya dari para murid yang menjalankan kultivasi atas himbauannya jatuh semuanya kepada dirinya. Dan karma yang akan diterima olehnya juga akan berkali-kali lipat.
Tidak berapa lama kemudian, 15.000 pasukan yang dipimpin oleh Jenderal Besar Bing Luoyan pun tiba yang membuat tubuh Tetua Pertama Sekte Hasrat menjadi bergetar hebat. Dia langsung menatap ke arah Ling Tian dengan tatapan memelas agar sesuatu yang dia pikirkan tidak terjadi.
Namun Ling Tian justru tidak melihat kearahnya. Dia justru juga melihat kearah pasukan Jenderal Besar Bing Luoyan dan melambaikan tangannya kepada mereka lalu berteriak dengan suara lantang.
"Lakukan saja yang ingin kalian lakukan!"
Setelah itu Ling Tian rintihan membuat jutaan niat pedang yang dipenuhi dengan aura es melayang di atas Sekte Hasrat. Niat pedang itu akan Ling Tian gunakan untuk menyelamatkan pasukan Jenderal Besar Bing Luoyan yang sedang terdesak atau hendak dibunuh.
.
.
Disisi lain, Jenderal Besar Bing Luoyan dan 15.000 pasukannya telah tiba di dekat pintu gerbang dari Sekte Hasrat. Mereka dapat melihat adanya array kurungan yang sama seperti yang ada di Kota Humeng. Jenderal Besar Bing Luoyan lalu melihat ke arah atas di mana Ling Tian dan Tetua Pertama Sekte Hasrat berada.
Dia melihat seorang pemuda bertopeng separuh wajah sedang melambai-lambaikan tangannya ke arahnya. Jenderal Besar Bing Luoyan pun membalas lambaian tangan dari Ling Tian sambil tersenyum cerah kepadanya.
__ADS_1
"Lakukan saja yang ingin kalian lakukan!" teriak Ling Tian dari kejauhan.
"Siaaaap!" balas Jenderal Besar Bing Luoyan juga dengan berteriak kencang.
Dia dan seluruh pasukannya dikejutkan dengan jutaan niat pulang yang penuh dengan aura es mencekam melayang di atas langit Sekte Hasrat. Namun saat mereka semua melihat ke arah pemuda bertopeng yang tidak lain adalah Ling Tian, mereka pun segera bersemangat saat mengetahui niat pedang itu adalah milik pahlawan mereka.
"Hancurkan semua penjajah!" teriak Jenderal Besar Bing Luoyan memberikan komando.
"Serbuuu!" sahut 10.000 pasukannya lalu bergerak memasuki formasi array kurungan milik Ling Tian.
Seluruh pasukan itu langsung memulai acara bantai-bantainya dengan semangat yang menggebu-gebu tanpa takut mereka akan mendapatkan serangan balik yang akan membahayakan nyawa mereka.
Boommm... Boommm... Boommm...
"Aakkhhh.."
"Aakkhhh.."
Ledakan demi ledakan terus terdengar didalam Sekte Hasrat. Di setiap ledakannya sudah bisa dipastikan ada sekitar 5 sampai 10 orang dari para murid atau orang-orang aliran hitam yang mengungsi akan terbunuh.
Jenderal Besar Bing Luoyan langsung terbang melesat mendekati Ling Tian dan Tetua Pertama Sekte Hasrat diatas kubah kurungan untuk menonton pertarungan di sana. Karena lawan yang sebenarnya untuknya adalah Tetua Pertama Sekte Hasrat, namun sekarang lawannya itu telah disandera oleh Ling Tian.
"Salam Tuan Muda!" ucap Jenderal Besar Bing Luoyan sembari menangkupkan kedua tangannya untuk menunjukkan rasa hormat.
"Salam Jenderal! Silakan duduk!" jawab Ling Tian lalu melambaikan tangannya membuat sebuah kursi es yang sama dengannya.
"Terima kasih Tuan Muda Tian!" kata Jenderal Besar Bing Luoyan lalu dia duduk diatas kursi es itu.
__ADS_1
Tetua Pertama Sekte Hasrat tidak bisa terus mendengarkan teriakan memilukan dari orang-orangnya. Dia mencoba untuk membujuk Ling Tian atau Jenderal Besar Bing Luoyan untuk menghentikan aksi mereka.
"Tuan! Jenderal! T-tolong hentikan ini.." ucapnya dengan lemah tak berdaya.
Ling Tian dan Jenderal Besar Bing Luoyan menoleh kearah Tetua Pertama Sekte Hasrat namun tidak menggubris ucapannya sebelumnya.
"Tuan Muda! Bukankah dialah yang seharusnya menjadi lawanku?" tanya Jenderal Besar Bing Luoyan.
"Hahaha.. Harusnya sih iya Jenderal! Tapi coba lihatlah dia! Wajahnya sangatlah cantik dan tubuhnya begitu aduhai! Sangat disayangkan jika Jenderal membunuhnya! Maka aku jadikan saja dia budakku! Hahaha.." jawab Ling Tian sambil tertawa terbahak-bahak dan menatap ke arah Tetua Pertama Sekte Hasrat dengan tatapan beringas.
"Ohoo.. Tuan Muda benar sekali! Jika boleh jujur, aku juga sedikit tertarik dengannya! Hehehe.." kata Jenderal Besar Bing Luoyan sambil tersenyum penuh arti menatap Tetua Pertama Sekte Hasrat.
"Kalian! Kalian bunuh saja aku!" teriak Tetua Pertama Sekte Hasrat dengan marah namun air matanya telah berlinang.
"Hehehe.. Membunuhmu adalah hal yang sangat mudah bagi Tuan Muda Tian! Bahkan puluhan ribu pasukan beserta Matriark Sektemu langsung terbunuh hanya dengan satu jurus saja!" ejek Jenderal Besar Bing Luoyan.
"Yo.. Jenderal Luoyan! Sejak kapan kamu suka mempermainkan wanita? Haha!" tanya Ling Tian sambil tertawa renyah.
"Eh? Iya juga.. Sepertinya aku sedikit terkontaminasi oleh Tuan Muda! Hehehe.." jawab Jenderal Besar Bing Luoyan cengengesan dan blak-blakan.
"Hahaha.. Mana ada seperti itu Jenderal Luoyan! Kamu tahu jika aku adalah orang paling baik! Hehehe.." kata Ling Tian yang sudah mulai kumat sifat narsisnya.
"Kalian iblis! Tidak! Kalian lebih iblis daripada iblis!" teriak Tetua Pertama Sekte Hasrat yang kemudian ingin terjun dari atas kursi es yang melayang itu untuk mengakhiri hidupnya namun segera terhenti karena sebuah array penghalang tiba-tiba saja terbentuk melingkari kursinya.
"Hehehe.. Sudah aku katakan bahwa kamu sekarang adalah budakku! Jadi kendali penuh atas tubuhmu kini sudah menjadi milikku!" kata Ling Tian sambil tersenyum menyeringai. Dia kemudian mengepalkan jari tangan kanannya sembari melihat ke arah budak cantiknya.
"Kheuk!"
__ADS_1
Seketika wanita cantik yang sedang duduk di atas kursi es itu langsung memuntahkan seteguk darah dari mulutnya karena merasakan sakit yang luar biasa pada bagian dadanya.
"Uhuk! Uhuk!"