
"Tunggu! Jangan mendekat! Apa yang akan kau lakukan? Jangan mendekat!" ucap iblis Mao An ketakutan saat Ling Tian mendekatinya. Dia memiliki firasat sangat buruk dengan dirinya sendiri jika Ling Tian mendekatinya.
"Hoo.. Bukankan tadi kau ingin segera mati? Lalu bagaimana aku bisa membunuhmu jika aku tidak diperbolehkan mendekatimu?" tanya Ling Tian dengan menyeringai.
"T-tidaak! Jangan mendekat sialan!" teriak iblis Mao An.
Slaasshh...
"Aaaaakkkhhh.."
Iblis Mao An kembali berteriak kesakitan saat tangan yang satunya lagi terpotong oleh pedang pusaka Ling Tian. Kini iblis Mao An benar-benar buntung! Darah hijaunya mengalir dengan sangat deras.
"Gimana rasanya Patriark Mao An yang terhormat? Hehehe.. Cuih! Darah iblismu benar-benar membuatku jijik!" Ling Tian menyeringai.
Ling Tian jongkok dan mencengkram erat kepala iblis Mao An.
"Serap!" ucap Ling Tian.
"Tidak.. Tidak.. Aaaaakkkhhh..!"
Lagi-lagi iblis Mao An berteriak histeris saat pengetahuan atau isi otaknya diserap paksa oleh teknik Ling Tian. Kepingan-kepingan ingatan baru muncul dikepala Ling Tian. Dia dapat melihat apa-apa saja yang dilakukan Mao An selama ini. Kekejaman, pemeekosaan, pembunuhan dan konspirasi dari aliran hitam.
'Hmm.. Jadi ada seseorang yang dipanggil yang mulia yang menjadi pimpinan tertinggi aliran hitam di Benua Langit! Di daratan selatan? Kekaisaran Han rupanya!' gumam Ling Tian setelah selesai menyerap semua isi otak Mao An.
'Baiklah.. Akan aku hancurkan kalian semua!'
***
Sementara itu ditempat lain, Long Yuan, Wei Hun dan Zhuge Ruxu juga telah selesai membantai para tetua dan murid Sekte Taring Iblis. Wei Hun dan Zhuge Ruxu datang menghampiri Long Yuan yang masih dalam bentuk naga sejatinya.
"Eeekkh.. Lumayan kenyang perutku! Tapi para iblis ini agak pahit dagingnya!" kata Long Yuan.
"Kau belum berubah ternyata naga kecil!" ujar Wei Hun dengan nada datar.
"Hahaha.. Saudara Wei! Sudah sangat lama saudara Wei! Terakhir kalinya aku makan daging manusia itu tujuh ratus tahun lalu saat ada orang songong yang berani masuk di Hutan Gelap!" sahut Long Yuan dengan canggung.
"Yasudahlah.. Terserah kau saja! Cacing memang tetaplah cacing! Suka makan tubuh manusia!" lemas Wei Hun.
"Kamu benar senior Wei!" tambah Zhuge Ruxu mencibir.
"Jangan ikut-ikutan kau nona Ruxu! Apa kau ingin gelud denganku?" decak Long Yuan dengan mata memancarkan niat bertarung.
__ADS_1
"Siapa takut! Akan kucincang-cincang nanti kau cacing sialan!" jawab Zhuge Ruxu.
"Sudah-sudah! Jangan berisik! Kalian ini seperti anak kecil saja! Lihatlah.. Sepertinya saudara kecil kita juga telah selesai. Mari kesana sekarang!" ujar Wei Hun.
"Cih! Baiklah!" decak Long Yuan dan Zhuge Ruxu bersamaan.
Long Yuan segera kembali mengambil bentuk manusianya dan ikut membuntut Wei Hun dan Zhuge Ruxu menghampiri Ling Tian.
"Hmm.. Sepertinya pertarunganmu cukup mengesankan kali ini bocah bau," kata Long Yuan.
"Begitulah cacing biru! Cukup lumayan. Lalu apakah kamu juga menikmati daging-daging iblis lawanmu itu?" tanya Ling Tian.
"Tentu saja! Cacing memang suka makan daging manusia!" Zhuge Ruxu yang memberi jawaban.
"Sialan! Diam kau brengs*k! Dan jangan ikut-ikut memanggilku dengan sebutan itu!" teriak Long Yuan.
"Bisa nggak? Nggak teriak-teriak? Kami tidak budeg tau!" Zhuge Ruxu mencibir sambil menutupi telinganya yang berdengung.
"Ekhemm!"
Wei Hun berdehem dengan kasar dan cukup keras. Seketika Long Yuan dan Zhuge Ruxu terdiam karena memiliki firasat buruk jika melanjutkan perdebatannya.
"Tidak banyak. Aku hanya mendapatkan pengetahuan bahwa Kekaisaran Han di daratan selatan telah sepenuhnya mengapdi kepada sosok yang yang menjadi pemimipin tertinggi aliran hitam! Mao An sendiri dapat berubah dan menjadi kuat juga karena telah menyerap darah dari pimpinan itu!" jawab Ling Tian dengan jujur.
"Mungkinkah dia iblis sejati?" ungkap Long Yuan bertanya.
"Bisa saja! Tapi setahuku tidak ada iblis sejati di Benua Langit ini! Atau mungkin ada yang memanggilnya untuk datang!" tutur Wei Hun.
"Itu mungkin saja!" kata Zhuge Ruxu.
"Lalu? Apa yang akan kau lakukan setelah kehancuran Sekte Taring Iblis ini?" tanya Long Yuan sembari memandangi Ling Tian.
"Emm.. Aku ingin jalan-jalan sebentar dan membeli beberapa set pakaian di kota terdekat!" jawab Ling Tian.
"Ooh.. Apakah aku boleh iku-"
"Tidak! Kau tidak boleh ikut! Kita harus segera berlatih dan berkultivasi di dunia jiwa untuk menyiapkan keberangkatan kita di Alam Menengah!" ujar Wei Hun memotong ucapan Long Yuan.
"Ciih! Baiklah.." pasrah Long Yuan dengan lemas.
"Mungkin aku akan meminta Wei Ziin untuk menemaniku nanti," ucap Ling Tian.
__ADS_1
"Halah! Dasar modus bludus! Yasudah! Kembalikan kami semua ke dunia jiwamu sekarang!" ujar Long Yuan dengan kesal.
"Hahaha.. Rejeki itu jangan ditolak dan harus dimanfaatkan cacing sialan! Hahaha.." kata Ling Tian sambil tertawa terbahak-bahak dan membuka gerbang dunia jiwa.
Zhhuungg!
Pusaran angin berwarna keemasan segera tercipta dihadapan mereka.
"Baiklah.. Kami pamit dulu!" ujar Wei Hun.
"Saya pergi dulu Tuan Muda! Jaga diri baik-baik!" tambah Zhuge Ruxu.
Sementara Long Yuan hanya diam seribu bahasa tanpa mengucapkan kata apapun. Dia entah mengapa masih sangat kesal dengan ucapan Ling Tian sebelumnya.
"Silakan semuanya!" balas Ling Tian.
Zheepp!
Mereka bertiga menghilang ditelan pusaran angin. Perlahan gerbang dimensi itu lenyap menjadi udara tipis. Ling Tian menghela nafas panjang kemudian melihat area disekitarnya.
"Aku harus mengambil semua sumber daya disini! Akan mubadzir nanti jika tidak ada yang memakainya!" ucap Ling Tian.
"Sumber daya ini bisa aku berikan keoada paman Bo Teng untuk persediaan kebutuhan klan nantinya. Baiklah, mari ludeskan semuanya!"
Ling Tian dengan penuh semangat mengambil semua cincin penyimpanan yang tercecer dimana-mana. Tak lupa dia juga mendobrak pintu gudang penyimpanan harta sekte dan mengosongkannya tanpa sisa apapun.
"Haaahh.. Sudah semuanya. Waktunya pergi!"
***
Beberapa hari kemudian, daratan timur digemparkan dengan hancurnya salah satu sekte besar yang tersembunyi. Semua orang tidak mengira bahwa sekte milik aliran hitam atau lebih tepatnya Sekte Taring Iblis bisa lenyap dari daratan timur. Mereka mempertanyakan perihal siapa gerangan atau kelompok kuat mana yang bisa meluluh lantakkan kekuatan besar itu.
Banyak orang yang bersyukur akan kehancuran sekte sesat itu. Sebab saat ini mereka telah terbebas dari bayang-bayang ketakutan yang melanda. Namun juga tidak sedikit pula yang sangat menyayangkan hancurnya Sekte Taring Iblis. Lebih-lebih mereka yang menjadi pihak aliansi aliran hitam yang menjadi bawahan sekte tersebut.
***
Disebuah kedai makanan di Kota Zhongjian, duduklah beberapa orang yang sedang menikmati kelezatan makanan yang disajikan. Mereka makan dan minum sambil mengobrol ria.
"Saudaraku, apa kalian sudah mendengar kabar hancurnya Sekte Taring Iblis?" ucap salah satu pengunjung kepada temannya.
"Tentu saja sudah! Aku benar-benar tidak menyangka sekte itu akan hancur. Pihak kita bisa-bisa juga akan dalam bahaya!"
__ADS_1