
Gadis muda itu dengan cepat mengembalikan tenaganya yang terkuras. Butuh waktu satu jam lamanya bagi gadis muda cantik itu untuk pulih dalam kondisi semula. Gadis muda itu kemudian berdiri dari dan menatap hutan yang sangat gelap dan mencekam didepannya.
'Setelah melakukan pertarungan dengan para hewan iblis, aku merasa kekuatan jiwaku bertambah menjadi lebih kuat dari sebelumnya' gumam gadis muda itu.
'Aku baru saja mengumpulkan tujuh puluh lima poin. Ini masih jauh dari kata cukup untukku meraih posisi empat besar!' lanjutnya sambil melihat token kecil berangkakan 75 yang ada pada gelang ditangan kirinya.
Gadis muda itu kemudian melesat masuk kedalam hutan yang gelap dan mencekam itu untuk melanjutkan perburuan. Didalam hatinya, dia bertekat untuk menjadi yang terbaik dan terkuat demi seseorang.
Setelah melakukan perjalanan selama hampir lima belas menit, gadis muda itu menemukan segerombolan monster beast kera putih tingkat 1.
Gadis muda itu mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya dan bersiap menyerang monster kera putih itu. Perlu diketahui bahwa perwujudan dari kesadaran jiwa semua peserta juga mencakup cincin penyimpanan dan apapun yang ada didalamnya.
Seperti halnya yang dilakukan gadis muda ini. Dia mengeluarkan pedang pusaka tingkat putih dan memasang kuda-kuda penyerangan. Para monster beast kera putih yang menyadari kehadiran pihak lain juga langsung memasang kewaspadaan tinggi. Mereka melihat seorang gadis muda sendirian memegang pedang dan bersiap menyerang.
Monster beast kera putih yang terbesar dan terkuat alias pemimpin gerombloan itu segera menginstruksikan para bawahannya yang berjumlah tiga ekor untuk menyerbu si gadis muda dengan tinjuan dan cakaran mereka yang sangat mengerikan.
Gadis muda yang melihat dirinya diserang tentu saja tidak tinggal diam. Dia mengalirkan energi Qi miliknya dan mengayunkan pedang pusaka untuk memblokir serangan asalah satu monster beast kera putih.
Trank!
Bunyi benturan dua benda keras segera terdengar dengan nyaring. Belum selesai gadis muda mengambil satu nafas, dua kera putih yang lain menyerangnya tiba-tiba dari arah kiri dan kanannya. Dengan sigap, gadis muda itu mundur beberapa langkah untuk menghindari serangan mematikan tersebut.
'Kera-kera ini cukup merepotkan dibanding gerombolan monster rusa penghisap darah sebelumnya!' gumam gadis muda itu saat merasakan sedikit kewalahan.
Sang gadis muda tidak patah semangat dan kembali melesat menyerang kedua kera yang menyerang sebelumnya.
Sreett! Sreett!
Dua tebasan pedang gadis muda berhasil mendarat didada dan tangan kedua kera putih dengan cukup dalam.
"Grooaarrr!"
Kedua kera putih mengaum dengan keras karena merasakan sakit yang teramat. Keduanya menjadi lebih agresif ketimbang satu kera putih yang lain yang belum mendapat luka.
Trank! Trank!
Trank!
__ADS_1
Bammm...
Pertarungan antara gadis muda dan ketiga kera putih berjalan dengan cukup sengit. Keempatnya mengeluarkan serangan-serangan terhebat yang mereka kuasai.
Lima puluh tariakan nafas telah berlalu. Serangan dari keempatnya mulai melemah dan melambat. Mereka sama-sama kelelahan. Hal ini cukup buruk untuk si gadis muda. Bagaimanapun, masih ada satu kera putih yang menjadi pimpinan ketiga musuh didepannya ini.
'Aku harus menghemat energi! Ugh! Andai kultivasiku tidak tersegel, mengalahkan mereka semua hanyalah urusan kecil!' keluh gadis muda.
"Baiklah.. Aku akan mengakhiri kalian bertiga!" ujar gadis muda dan mundur beberapa langkah jauhnya untuk menyiapkan jurus terkuatnya.
"Grooaaarrr!"
Ketiga kera putih mengaum dengan serentak dan berusaha untuk tidak membiarkan si gadis muda mempersiapkan jurusnya. Mereka bertiga menyerang si gadis muda dengan brutal dan membabi-buta.
Sang gadis muda sangat terkejut saat melihat ketiga lawannya seolah memahami ucapannya sebelumnya saat ingin mengakhiri semua ini dengan mengeksekusi jurus andalannya.
"Huh! Merepotkan sekali!" keluh si gadis muda.
Trank! Trink!
Duk! Bammm...
Pertarungan keempatnya kembali berlanjut dengan sengit dan lebih sengit dari sebelumnya. Perlahan, satu dua luka menghiasi badan keempatnya. Khususnya untuk ketiga kera putih, sekujur tubuh mereka kini telah dipenuhi oleh luka yang menganga.
"Teknik Pedang Petir! Tebasan Kilat!" teriak si gadis muda sembari melancarkan jurusnya.
Swuusshh...
Bilah angin berbentuk bulan sabit yang sangat besar melesat seperti kilat menuju ketiga kera putih. Ketiganya yang sudah dipenuhi luka tidak bisa lagi untuk mengindar.
Sraaakkk!
Boommm...
Alhasil, tubuh ketiga kera putih terpotong menjadi dua bagian dan bilah angin itu terus melesat kebelakang ketiganya dan berakhir menabrak pohon yang sangat besar dan menumbangkannya. Ketiga kera putih seketika itu juga langsung tewas dan angka pada token token kecil di gelang gadis muda berubah menjadi angka 90.
"Hah.. Hah.." nafas gadis muda itu sedikit memburu karena telah menggunakan jurus andalan yang memakan hampir setengah dari kekuatan atau energi Qi miliknya.
__ADS_1
"Tersisa satu lagi!" kata si gadis muda sembari melihat pemimpin dari ketiga kera putih yang telah dia kalahkan.
Pemimpin monster beast kera putih menjadi sangat geram saat melihat ketiga bawahannya mati terbunuh didepan matanya. Dia mengaum dengan keras dan aura dari monster beast tingkat 2 terpancar dengan sangat kuat.
Gadis muda itu membelalakkan matanya saat mendapati musuhnya yang tersisa adalah monster beast tingkat 2. Ini akan menjadi pertarungan cukup sulit untuknya yang kultivasinya sedang tersegel dan tenaganya hanya tersisa separuh.
"Grooooaaaaarrr!"
Pemimpin kera putih mengaum dengan marah dan langsung menyerang gadis muda dengan tanpa aba-aba.
Swuuusshh...
Kecepatan pemimpin kera putih dua kali lebih cepat dari ketiga bawahannya. Badannya yang besar sama sekali tidak menjadi masalah dan mengurangi kecepatan serangannya.
Si gadis muda dengan cepat pula bergerak menyamping untuk menghindari serangan pemimpin beast kera putih.
Booommmm...
Ledakan sangat besar terdengar dan gelombang angin menyapu kesegala arah. Gadis muda menjadi sangat serius saat mendapati serangan pemimpin beast kera putih ternyata sangat mengerikan. Andai saja tadi dirinya terlambat sedikit saja, maka sudah dipastikan dirinya akan tewas seketika dan dinyatakan gagal dalam babak kedua ini.
Sang gadis muda memegang erat gagang pedang pusaka tingkat putihnya dan menyerang balik pemimpin kera putih.
Trank!
Serangan gadis muda berhasil dihalau dengan tenang oleh pemimpin kera putih. Gadis muda itu kembali mengayunkan pedangnya dengan tanpa henti dan sangat cepat. Dia tidak ingin berlama-lama lagi menghadapi kera putih.
Gadis muda memperagakan teknik bertarung jarak dekatnya untuk melawan pemimpin kera putih. Terkadang, gadis muda itu menebaskan pedangnya, namun tak jadang pula dia menghindar kekanan dan kekiri dengan lihai agar tidak terkena cakar atau tinju pemimpin monsterbbeast kera putih.
Sraakk!
Satu tebasan pedang gadis muda mengenai perut pemimpin kera putih saat berhasil memanfaatkan sedikit celah yang terbuka.
"Grooooaaarrr!"
Pemimpin monster beast kera putih mundur puluhan langkah dan mengaum dengan keras sambil memegangi perutnya yang terus mengalirkan darah.
***
__ADS_1
Sementara di dunia luar, Ling Tian menyaksikan pertarungan si gadis muda dengan wajah tersenyum penuh arti.
"Hua'er telah berusaha dengan sangat baik! Aku harus memberinya hadiah atas perjuangannya itu!" kata Ling Tian pelan dan mengangguk-anggukkan kepala.