
"Aaakkkhhh.."
Ling Jian dan Ling Yun menjerit kesakitan karena seperti ada yang merobek-robek otaknya. Perlahan pengetahuan-pengetahuan khusus merangsek masuk dan menyesuaikan dengan mereka. Proses itu terjadi hampir dua puluh menitan.
"Hahh.. Hah.."
Keduanya bernafas terengah-engah setelah menyerap habis pengetahuan yang diberikan sang adik, Ling Tian.
"Teknik yang mengerikan!" ucap Ling Jian dan Ling Yun bersamaan setelah membuka kedua mata.
"Bagaimana?" tanya Ling Tian.
"Tian'er, teknik berpedang macam apa yang telah kulihat itu? Itu sangat mengerikan dan mengagumkan!" ujar Ling Yun bertanya.
"Itu adalah teknik pedang tingkat dewa!" jawab Ling Tian dengan santai.
"Teknik tingkat dewa?!" semua orang terkejut bahkan untuk Long Yuan itu sendiri.
"Untuk kakak Yun nama teknik itu adalah teknik tarian dewi pedang dan milik kakak Jian adalah teknik pedang sunyi! Latihlah teknik tersebut satu hari ini! Dengan tingkat kultivasi yang sekarang kalian miliki, setidaknya kalian bisa menguasainya hingga dua puluh lima persen, syukur bisa lebih," kata Ling Tian.
"Da-darimana kau mendapat teknik macam itu?" tanya Long Yuan dengan tergagap.
"Kau pasti sudah bisa menebak bukan saudaraku?" bukannya menjawab, Ling Tian malah membalikkan pertanyaan Long Yuan.
"I-tu.. Mungkinkah?" Long Yuan memikirkan seseorang yang kemungkinan besar orang yang memberikan teknik pedang tingkat dewa kepada Ling Tian.
"Benar! Dia orangnya!" ucap Ling Tian dengan tersenyum.
"Haahh..." Long Yuan menghela nafas panjang dibuatnya. Dia benar-benar terkejut dengan kenyataan Ling Tian menguasai banyak teknik dewa atas berkah pemberian orang itu.
Sementara untuk Ling Jian dan Ling Yun yang tidak tahu alur pembicaraan Ling Tian dan Long Yuan hanya diam mendengarkan. Mereka masih belum bisa berhenti dari keterkejutan hati bahwa saat ini mereka memiliki teknik pedang tingkat dewa! Padahal bahkan bermimpi pun mereka tidak berani berandai-andai memiliki teknik tingkat dewa. Namu saat ini? Teknik itu sudah tersimpan rapi dalam benak masing-masing!
"Terima kasih Tian'er!" ucap mereka berdua.
"Sudahlah.. Lupakan! Jangan pernah lagi mengucapkan terima kasih jika kalian masih menganggapku saudara! Bukankan sudah menjadi kewajiban seorang saudara untuk membantu saudaranya?" tutur Ling Tian kepada Ling Jian dan Ling Yun.
"Baiklah Tian'er.." jawab mereka berdua.
"Sekarang berlatihlah! Aku akan melihatnya!" ujar Ling Tian.
"Baik!"
Ling Jian dan Ling Yun langsung bangkit dari duduk dan memulai berlatih teknik pedang tingkat dewa yang baru dia dapatkan. Sementara Ling Tian dan Long Yuan hanya menyaksikan dan beberapa kali memberi masukan agar gerakan Ling Jian dan Ling Yun lebih sempurna lagi.
__ADS_1
Syuutt... Syuutt...
Swwuusshh...
Duar! Duar!
Boommm...
Batu-batu dan pepohonan banyak yang hancur karena serangan energi milik Ling Jian dan Ling Yun. Area sekitar mereka berdua sudah tidak terbentuk lagi.
Dapat dilihat gerakan-gerakan indah milik Ling Yun layaknya seorang yang menari. Lembut dan halus tapi mematikan.
Sementara untuk Ling Jian memperagakan teknik berpedangnya dengan alur sepi, tenang, sangat cepat dan tak terlihat seperti namanya teknik pedang sunyi. Setiap serangannya juga sangat mematikan layaknya teknik milik Ling Yun.
Mereka terus memperagakan gerakan-gerakan pedang seperti tebasan, sayatan, dan bahkan perlindungan dengan pedang hingga waktu tak terasa berlalu. Ling Tian juga terus memberi nasehat untuk kedua kakaknya itu jika mereka melakukan kesalahan dalam suatu gerakan.
"Kakak Yun, gerakanmu masih terlalu kaku untuk seorang yang sedang menari! Kuatkan kuda-kuda di kaki dan menyatulah dengan jurusmu hingga tubuh menjadi lentur untuk berpedang!"
"Dan kau kakak Jian! Kontrol pengeluaran tenaga dalammu sungguh berlebihan! Jika kakak terus seperti itu maka tidak butuh waktu lama kakak akan kehabisan Qi dan kalah dalam bertarung! Cukup alirkan energi Qi sedikit saja yang sekiranya cukup tapi tambahlah kecepatan bergerakmu sehebat mungkin!" tutur Ling Tian.
"Baik!" jawab Ling Yun dan Ling Jian.
Ling Yun dan Ling Jian menurut dan melanjutkan latihannya namun dengan cara seperti yang baru saja sang adik katakan.
Syuutt... Syuutt...
Duar! Duar!
Swoosshh... Wuushh...
Boom... Boommm...
Melihat kedua kakaknya menjadi lebih baik, Ling Tian mengangguk dan tersenyum puas.
"Saudara Long!" panggilnya kepada Long Yuan.
"Ada apa? Apa kau hendak memintaku untuk menguji salah satu dari mereka? Hmm.. Biarkan aku menguji Ling Yun! Hehehe.." ujar Long Yuan yang sudah bisa menebak.
"Haaahh... Kau memang selalu bisa menebaknya," lemas Ling Tian.
"Hahaha.. Yasudah mari kita uji sampai dimana batas mereka berdua! Aku juga sudah tidak sabar untuk berhadapan dengan orang yang sedang menari indah!" ucap Long Yuan dengan mata berbinar.
"Sialan! Itu kakakku cacing bodoh!" gerutu Ling Tian.
__ADS_1
Long Yuan hanya tertawa lalu mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanan dan melesat menyerang Ling Yun dengan mendadak. Ling Yun sangat terkejut melihat Long Yuan tiba-tiba menyerangnya. Andai dia terlambat menyadari maka dia mungkin akan terluka parah karena sabetan pedang Long Yuan.
"Hoo.. Reflek yang bagus!" ujar Long Yuan lalu kembali menyerang Ling Yun.
Ling Yun yang kembali mendapat serangan dari Long Yuan tidaklah tinggal diam. Dia langsung memperagakan teknik tarian dewi pedang untuk menghalau dan sesekali membalas serangan Long Yuan.
Ling Jian juga sama terkejutnya dengan Ling Yun saat Ling Tian menyerangnya tiba-tiba dan tidak sedikitpun main-main.
"Tidak buruk!" ucap Ling Tian disela serangannya.
Berbeda dengan Ling Yun yang masih sanggup memberikan serangan balik kepada lawan, Ling Jian hanya bisa dibuat bertahan dan terus bertahan oleh Ling Tian. Hal itu memang sengaja Ling Tian lakukan untuk menambah kecepatan insting Ling Jian dan refleknya.
Secara tidak langsung Ling Jian terus bergerak dengan cepat dan terus bertambah cepat untuk bertahan dan menghindar setiap serangan. Hal yang diinginkan Ling Tian adalah apakah Ling Jian sanggup mempraktekkan tekniknya disela dia menghindar yang waktunya mungkin hanya seperseribu detik saja.
Trank! Tink! Tink!
Wuussh... Swooosshh...
Duar! Bommm...
Ling Jian terus bertahan dan menghindar.
"Hyaaat!" teriak Ling Jian.
Swuusshh...
Trank!
Baru saja Ling Tian menahan serangan yang dilucurkan Ling Jian seperti yang dia harapkan sebelumnya.
"Bagus kakak! Perkecil lagi pengeluaran energi Qi kakak!" ujar Ling Tian cukup puas dengan usaha kakaknya, Ling Jian.
***
Swuuusshh...
Swuuusshh... Swusshh...
Sementara itu, tujuh sosok melesat dengan sangat cepat dan mengarah kearah dimana Klan Ling berada. Kurang dari lima belas menit lagi mereka akan sampai ditujuan. Niat membunuh sangat kuat terpancar dari ketujuhnya. Dan benar! Mereka adalah para tetua dari Sekte Taring Iblis yang berniat akan meratakan dan melenyapkan keberadaan Klan Ling dari Benua Langit.
"Ayo lebih cepat! Semakin cepat kita menghancurkan Klan kecil ini semakin cepat pula tugas kita selesai!" ucap Tetua Keempat.
"Baik!"
__ADS_1