
Ling Tian terus berteriak karena marah dan sedih yang menjadi satu dalam hatinya. Marah kepada Klan Bai yang melukai kedua saudaranya dan Bai Si'er. Sedih karena tidak bisa bertindak untuk mencegah semua itu agar tidak terjadi.
"Aaaakkkhhh.."
Ketiga pria baya yang mana mereka adalah Tetua Pertama, Kedua dan Ketiga Klan Bai merasakan keanehan pada tubuh Ling Tian yang terus berteriak. Keanenehan itu adalah perasaan yang sedikit demi sedikit menindas kekuatan mereka bertiga secara tidak kasat mata.
"Perasaan apa ini?" tanya Tetua Kedua Klan Bai.
"Jadi kamu juga merasakannnya?" tanya balik Tetua Pertama.
"Benar Tetua Pertama! Perasaan penindasan yang semakin lama semakin kuat dari pemuda itu!" jawab Tetua Kedua.
"Apakah mungkin dia adalah.." Tetua Ketiga tidak bisa melanjutkan ucapannya.
"Itu tidak mungkin!" ucap Tetua Pertama yang langsung menolak pemikiran Tetua Ketiga.
Ketiganya terus mengeluarkan auranya kepada Ling Tian dengan sangat kuat. Namun semakin kuat aura mereka yang dikeluarkan maka semakin kuat pula rasa penindasan yang mereka rasakan dari tubuh Ling Tian.
"Aaakkhh.."
Ling Tian terus berteriak sambil matanya tidak luput dari kedua saudaranya yang sedang dipukuli. Matanya memerah bahkan sampai meneteskan darah darinya.
"Aaaaaakkhhh.. Kalian bajing*n!" seru Ling Tian lalu sebuah aura penindasan yang luar biasa kuat keluar dari tubuhnya yang membuat ketiga Tetua dari Klan Bai memuntahkan seteguk darah dan formasi yang mengekang kultivasi Ling Tian dan kedua saudaranya hancur seketika.
Boommm...
Ling Tian melayang diudara dengan gagahnya menatap tajam kearah kedua sosok bermata biru yang sudah berhenti menyiksa Mao An dan Zhuge Ruxu. Niat membunuh yang sangat sadis juga keluar dari tubuh Ling Tian bersamaan dengan aura berwarna hitam pekat yang menyelimuti tubuhnya.
Sedikit kekuatan darah Kaisar Naga Bayangan Ling Tian terbangkitkan pada saat belum waktunya yang membuat Ling Tian kehilangan kesadaran. Kultivasinya terus naik dari waktu kewaktu mulai dari Ranah Raja Puncak, Ranah Kaisar Awal, Ranah Kaisar Menengah hingga berakhir di Ranah Kaisar Puncak.
Selain itu, bola mata Ling Tian juga sepenuhnya menjadi hitam pekat yang menambah kengerian bagi orang yang melihatnya. Bahkan Mao An dan Zhuge Ruxu yang kekuatannya telah kembali dan sedang berusaha menyeimbangkan kekacauan ebergi mereka juga merasa merinding dengan melihat Ling Tian.
"Bunuh!" ucap Ling Tian dalam ketidak-sadarannya.
__ADS_1
Dengan bangkitnya sedikit kekuatan darah Kaisar Naga Bayangan membuat semua orang dari Klan Bai khususnya kedua sosok bermata biru menjadi sangat tertekan. Keduanya tidak bisa bergerak sama sekali bahkan untuk menggerakkan bola matanya. Sungguh kekuatan yang sangat abnormal!
Sementara Bai Wutian dan ketiga Tetua Klan Bai sudah membeku saat merasakan kekuatan darah Ling Tian. Mereka berempat tentu mengenali kekuatan darah ini! Namun mereka juga merasakan hal yang sama dengan kedua sosok bermata biru.
"Bunuh!" ucap Ling Tian lagi.
***
Sementara disebuah tempat yang berada ditengah Gunung Diyu atau lebih tepatnya didalam gua dalam gunung itu sesosok pria sepuh yang sedang duduk bersemedi tiba-tiba membuka matanya.
Tubuh pria itu bergetar hebat dan air matanya meleleh saat merasakan aura dari seseorang yang sangat mirip atau mungkin sama dengan milik orang yang dia kenal.
"Akhirnya engkau tiba Yang Mulia!" ucap pria sepuh itu dengan nada bergetar.
Namun beberapa saat kemudian, wajah pria sepuh itu berubah menjadi jelek saat merasakan bahwa pemilik aura itu juga menyiratkan sebuah kesedihan dan kepedihan.
"Apa yang dilakukan oleh anak-anak bodoh itu kepada Yang Mulia?" teriak marah pria sepuh itu.
Aura Ranah Kaisar Puncak meledak dari dalam tubuhnya yang menandakan pria sepuh itu sangatlah marah. Bahkan besarnya Gunung Diyu tidak bisa menopang kekuatan pria sepuh itu yang membuat gunung itu bergetar bahkan tergoncang.
Bai Senlu adalah leluhur tertua dari Klan Bai yang juga merupakan orang paling kuat di Hutan Tanpa Batas serta pelayan paling setia dan menurut dengan Penguasa Hutan Tanpa Batas sebelumnya.
Dia diamanati oleh Tuannya sebelumnya untuk menunggu seseorang dari klan Sang Penguasa yang akan menjadi penerusnya nanti setelah kepergiannya naik ke Alam Menengah.
Selama ribuan tahun dia terus menunggu sosok yang dikatakan oleh Tuannya itu dengan bertapa didalam gua yang berada ditengah Gunung Diyu hingga akhirnya sekarang sosok yang dikatakan serta memiliki garis darah sama dengan Tuannya atau berasal dari klan sang Tuan telah tiba.
Namun yang Bai Senlu tidak sangka adalah sosok itu tiba dengan masalah yang pasti dibuat oleh keturunannya atau Klan Bai. Tentu saja Bai Senlu sangatlah marah sampai mengucapkan kalimat sumpah untuk menghukum keturunannya yang membuat sosok itu bersedih.
Zheepp!
Bai Senlu menghilang dari dalam gua itu tanpa meninggalkan jejak sedikit pun. Bai Senlu tentu saja menuju kesosok yang mengeluarkan aura kesedihan itu untuk memastikan apa yang terjadi padanya.
***
__ADS_1
"Bunuh!" ucap Ling Tian lalu menghilang dari pandangan semua orang dan muncul didepan salah satu sosok bermata biru yang menyiksa Mao An.
Buummmmmm...
Ledakan maha dahsyat terjadi saat Ling Tian dengan telak memberikan sosok bermata biru itu sebuah pukulan dibagian wajah yang langsung menghancurkan kepalanya sekaligus.
"Bunuh!"
Hanya kata itu yang keluar dari mulut Ling Tian yang tidak sadar. Dia lalu melihat kearah sosok bermata biru lainnya yang membuat tubuh sosok bermata biru itu bergetar ketakutan. Dia bahkan sampai ngompol dicelana karena saking takutnya.
"Bunuh!" ucap Ling Tian dengan kejam namun juga terdapat kesedihan dalam pengucapannya.
Zheepp!
Ling Tian kembali menghilang tanpa jejak sedikit pun karena elemenitas bayangannya yang tidak terkontrol bekerja sendiri. Ling Tian tidak bisa dideteksi berada dimana dirinya sekarang. Namun yang jelas, nasib sosok bermata biru itu akan segera tamat.
Buummmmm...
Dan benar! Sebuah ledakan maha dahsyat kembaki terjadi ditempat sosok bermata biru yang sebelumnya menyiksa Zhuge Ruxu.
Swuusshh...
Sosok pria tua terlempar hingga ratusan meter dan menabrak beberapa bangunan sampai membuat hancur. Pria tua itu tidak lain adalah Bai Senlu yang tiba-tiba muncul didekat sosok bermata biru yang hendak dibunuh Ling Tian.
Bai Senlu sendiri juga memiliki mata yang berwarna biru, sama seperti sosok itu. Dia yang sebelumnya baru tiba ditempat Ling Tian dan Bai Wutia serta para bawahannya saat melihat seorang pemuda bertopeng separuh wajah dengan pakaian serba hitam hendak membunuh salah satu anggota klannya.
Dengan segera Bai Senlu menghadang serangan itu namun hasilnya dia dikirim terbang dan menghancurkan beberapa bangunan indah Istana Bai.
"Sangat kuat!" ucap Bai Senlu saat setelah bangkit.
Bai Senlu lalu menatap kearah pemuda yang beradu pukul dengannya yang hanya termundur beberapa langkah dan melihat matanya yang hitam pekat. Bai Senlu segera memalingkan pandangannya dan mengetahui bahwa pemuda sedang tidak sadar dalam tindakannya.
"Aaakkhh.. Bunuh!" teriak Ling Tian marah dalam tidak sadarnya saat serangannya tidak dapat membunuh sosok bermata biru yang melukai saudarinya, Zhuge Ruxu.
__ADS_1
___________________________________________
LT minta VOTE untuk kesadarannya🤧😆📢📢