Ling Tian

Ling Tian
Tiga Tie Bersaudara


__ADS_3

Ling Tian dan raksasa golem besi saling adu jotos dan keduanya sama-sama terlempar beberapa puluh meter jauhnya. Namun ada perbedaan yang cukup signifikan dari keduanya. Yaitu berupa penyokan pada jari tangan sang raksasa golem besi. Sementara tangan Ling Tian tetap baik-baik saja karena tubuh fisiknya yang tidak tertandingi.


"Grraaaaa.."


Raksasa golem besi itu berteriak sangat keras dan membuat Ling Tian harus menutupi telinganya.


"Sialan! Dasar besi jelek! Kau membuat telingaku budek tahu!" ucap Ling Tian menggerutu. Dia lalu melesat untuk menyerang raksasa golem besi.


Bammm... Bammm...


Bammm...


Meskipun kekuatannya tersegel dan kekuatan raksasa golem itu setara dengan kulivator ranah Pendekar Berlian, tapi golem tetaplah golem. Dia bukan seperti manusia yang memiliki kecerdasan tinggi. Maka dari itu, Ling Tian bisa mengimbangi golem besi itu yang kebanyakan hanya bangga dengan kekuatan fisiknya.


Bammm... Bammm...


"Grraaaaaa.."


Ledakan demi ledakan terus terdengar dari setiap aduan dari tinju keduanya. Raksasa golem besi itu terus mengaum dengan sangat keras saat setelah beradu tinju. Ling Tian tidak tahu-menahu tentang hal apa yang membuat golem batu seperti itu.


"Huh! Waktunya menggunakan senjata!" ucap Ling Tian saat melihat golem besi itu membuat sebuah senjata berbentuk gada yang sangat besar.


Ling Tian mengeluarkan pedang samudera kegelapan dan mengacungkannya kepada raksasa golem besi. Raksasa golem besi itu langsung marah saat Ling Tian melakukan hal itu. Dia seperti sedang diejek dan ditantang oleh manusia kecil dihadapannya.


"Grrraaaaa.."


Lagi-lagi raksasa golem besi itu berteriak dan menyerang dengan senjata gada yang sedang dia pegang. Melihat itu, Ling Tian juga tidak tinggal diam. Dia menyuntikkan cukup banyak Kaisar Qi kedalam pedang samudera kegelapan.


Zhung!


Pedang biru kehitaman bergetar dan berdengung dengan lembut. Sebuah sinar kebiruan yang terang menyelimuti pedang itu. Kemudian setelah itu Ling Tian juga ikut melesat menyambut serangan gada sang golem besi.


Boommm...


Ledakan super besar terdengar menggelegar disertai juga dengan ledakan energi yang menyebar kesegala penjuru. Bahkan pertarungan antara Zhuge Ruxu dan Mao An harus terhenti karena mereka berdua harus melindungi diri mereka dengan pelindung Qi.


Ling Tian dan raksasa golem itu terlempar ratusan meter dan terjatuh menghantam tanah dengan sangat keras. Ling Tian dan golem besi itu kembali bangkit dan saling tatap dengan permusuhan yang intens.

__ADS_1


"Kau lumayan kuat! Bagaimana jika menjadi bawahanku saja?" tanya Ling Tian sambil tersenyum sinis.


"Grrraaaa.. Beraninya kau hendak menjadikan tuan ini sebagai bawahan!" tiba-tiba raksasa golem besi itu menjawab pertanyaan itu dan mengejutkan Ling Tian.


"Ooh.. Jadi kau bisa berbicara? Aku kira kau itu bisu dan hanya bisa berteriak-teriak membuat telinga sakit!" ujar Ling Tian dengan nada mengejek.


"Beast kecil yang baru hidup kemarin sore berani mengejek tuan ini? Maka matilah!" seru golem besi itu lalu mengalirkan energi Qi miliknya ke gada besinya.


Zhuung!


Gada itu bergetar lembut dan mengeluarkan sinar merah yang cukup terang.


"Hehehe.. Tampaknya kau mulai serius besi karatan! Ayo majulah! Aku akan meladenimu sampai kau puas!" ujar Ling Tian sambil tersenyum dan melakukan hal yang sama dengan golem besi pada pedang samudera kegelapan.


Zhuung!


Pedang samudera kegelapan kembali berdengung dan bersinar seperti sebelumnya saat Qi Kaisar mulai masuk kedalamnya. Dia juga ingin menggunakan elemen lainnya yang dia miliki guna mengasahnya. Elemen itu tidak lain adalah elemen es.


Rambut Ling Tian yang awalnya hitam kini berubah menjadi biru dan udara disekitar mulai terasa dingin yang membuat golem besi lawannya menjadi serius.


Zheep!


Ling Tian kembali muncul tidak jauh dari raksasa golem besi dan mengayunkan pedangnya.


"Teknik pedang es! Bekukan segalanya!" teriak Ling Tian.


Swoosshh...


Sebuah energi pedang yang berbentuk bulan sabit berlapiskan salju disertai dengan niat pedang yang sangat mengerikan melesat dengan kecepatan cahaya mendahuluinya.


Raksasa golem besi itu mendelik tidak percaya dengan apa yang mendatanginya. Dengan jarak sedekat itu, mustahil dengan tubuhnya yang besar untuk menghindar. Maka dari itu dia dengan semua kekuatan yang dimilikinya berusaha untuk menahan energi pedang itu menggunakan gada ditangannya.


Boommmm...


Ledakan maha dahsyat yang lebih hebat dari sebelumnya terjadi lagi. Memaksa Zhuge Ruxu dan Mao An serta dua lawannya kembali menghentikan pertarungan untuk melindungi diri dari energi yang menyebar kesegala arah.


"Sial! Tuan muda benar-benar telah menggunakan kekuatan penuhnya!" ucap Mao An yang merasa tidak berdaya dengan ledakan energi itu. Dia juga merasa cukup kedinginan dengan elemen es yang digunakan Ling Tian.

__ADS_1


Sementara kedua golem lainnya menjadi sangat khawatir dengan kondisi saudaranya. Mereka menatap lekat kearah dimana ledakan itu terjadi yang masih ditutupi oleh debu yang beterbangan kemana-mana.


"Apakah saudara San akan baik-baik saja saudara Sun?" tanya salah satu diantara mereka.


"Aku tidak tahu saudara Sin! Tapi semoga saja dia tidak apa-apa!" ujar yang lainnya yang dipanggil saudara Sun.


"Jika terjadi apa-apa dengan saudara San, maka aku tidak akan memaafkan para beast sialan itu!" ujar yang dipanggil saudara Sin.


"Aku pun begitu!" sahut Sun.


Mereka berdua adalah Tie Sun dan Tie Sin. Sementara golem besi yang melawan Ling Tian dan merupakan yang terkuat adalah Tie San. Mereka bertiga adalah kakak beradik yang ditugaskan oleh Dewa Neraka Kuno untuk menjaga lapisan array kedua di Gunung Yanshi ini.


Saat setelah debu itu mulai menghilang karena tertiup angin, semua orang dapat melihat sebuah raksasa golem yang sudah membeku kecuali bagian kepalanya.


"Grrraaaa.. Sialan kau beast kecil! Cepat lepaskan aku! Aku akan menghajarmu!" teriak golem itu dengan marah.


Melihat Tie San masih hidup dan baik-baik saja, Tie Sun dan Tie Sin menghela nafas lega. Namun saat mereka baru akan membuka suara, insting mereka mendeteksi sebuah tanda bahaya dari arah belakangnya.


Swoossshh... Swwoosshh...


Sebuah energi pedang yang sama seperti yang menyerang Tie San melesat dengan kecepatan cahaya kearah mereka.


"Sial!" ucap Tie Sun lalu menyilangkan tangannya yang diikuti oleh Tie Sin.


Mereka tidak berniat untuk menghindar sama sekali. Mereka dengan pasrah menerima serangan itu.


Boommmm...


Boommmm...


Dua ledakan dahsyat kembali terjadi saat serangan energi pedang itu menghantam tangan Tie Sun dan Tie Sin. Keduanya membeku seluruh tubuhnya dan hanya menyisakan kepalanya saja sama seperti Tie San.


Tap!


Ling Tian mendarat didepan kedua golem besi yang baru saja dia bekukan setelah dia menyapu debu yang berhamburan dengan elemen angin yang baru dia dapatkan sebelumnya.


"Akhirnya selesai juga!" ucap Ling Tian sambil tersenyum santai.

__ADS_1


__ADS_2