Ling Tian

Ling Tian
Membesuk Pangeran Kedua 2


__ADS_3

Tie Sin membukakan pintu sel tersebut dan mempersilahkan kepada Ling Tian serta Mao An yang masih dalam kondisi kucing hitam imut untuk memasukinya. Tanpa menunggu lama Ling Tian dan kucing hitam itu masuk ke dalam sel dan menuju ke ruangan dimana pangeran kedua kekaisaran Song atau pangeran Song Yunlei berada.


"Sepertinya kondisimu cukup baik di tempat ini, pangeran?" ucap Ling Tian bertanya setelah sampai dihadapan sang pangeran.


Pangeran Song Yunlei ya sebelumnya masih terduduk dalam posisi lotus dan menundukkan sedikit kepalanya langsung membuka mata dan menatap tajam ke arah Ling Tian.


Pangeran Song Yunlei dipenjara oleh lintian dalam posisi yang sangat baik dan tidak ada satupun kerangkeng ataupun rantai yang menempel di tubuhnya. Hanya saja kakinya tidak dapat digerakkan karena Ling Tian telah memasangkan segel pada saraf-sarafnya dan tidak dapat dibuka kecuali oleh orang yang memasangnya atau Ling Tian itu sendiri.


"Lepaskan segel yang mengganggu ini dan ayo kita lanjutkan pertarungan kita!" teriak pangeran Song Yunlei dengan mata yang berapi-api karena kemarahan yang telah memenuhi seluruh hatinya.


Sraakk!


"Aaakkhh.."


Tiba-tiba sebuah serangan cakar melesat dengan kecepatan tinggi dan mendarat tepat di lengan kiri sang pangeran sehingga lengan tersebut pun langsung putus dan terjatuh di lantai penjara. Sang pangeran tentunya juga pasti langsung berteriak histeris dengan sangat keras karena merasakan sakit sekaligus ngilu yang luar biasa pada bagian tulang lengannya yang terpotong.


Darah segar berwarna merah dengan bau yang sangat anyir juga langsung mengalir dengan derasnya menggenangi ruangan penjara tersebut.


"Terlalu berisik!" ucap Mao An yang masih dalam bentuk kucingnya namun melayang di udara lalu melepaskan sebuah energi Qi berbentuk api dan melemparkannya ke arah mulut pangeran Song Yunlei yang masih terbuka lebar karena berteriak histeris.


"Uhuk!"


Pangeran Song Yunlei langsung tersedak energi api tersebut dan sekaligus melototkan matanya tidak percaya dengan kekejaman yang dilakukan oleh kucing hitam kecil yang terlihat imut tersebut. Kerongkongan serta tenggorokan yang benar-benar telah terbakar oleh api hitam yang terasa sangat panas sekali dan dirinya saat ini tidak akan mungkin bisa untuk berbicara sepantah kata pun lagi.

__ADS_1


Dirinya saat ini hanya mampu mengutuk perbuatan yang dilakukan oleh kucing hitam itu sembari terus mengalirkan energi Qi yang tersisa dari kultivasinya yang tersegel hingga berada di ranah Pendekar Kayu saja ke titik-titik lukanya.


"Berbicaralah yang baik dengan Tuan Mudaku, atau aku akan memberikan penyiksaan yang lebih daripada ini!" bentak Mao An yang hampir membuat Ling Tian tertawa terbahak-bahak karena ekspresi wajahnya yang sangat lucu sekali saat marah namun dia berusaha untuk menahannya sekuat tenaga.


Ling Tian lalu mengeluarkan dua butir pil penyembuhan dan juga pil regenerasi tingkat 9 dan memasukkannya ke mulut pangeran Song Yunlei yang hanya bisa pasrah saja menelannya.


"Kau telah mengkonsumsi suatu hal yang dianggap sebagai harta karun di Benua Langit ini, maka berlakulah yang baik dan sopan serta balaslah budi Tuan Mudaku ini!" ujar Mao An lagi.


Mata pangeran Song Yunlei kembali melotot saat merasakan efek yang sangat luar biasa dari kedua pil yang telah ditelankan oleh Ling Tian kepadanya. Rasa sakit yang menderanya spontan menghilang dan tangannya yang terpotong sedikit demi sedikit mulai beregenerasi dan itu tidak menimbulkan rasa sakit sedikitpun. Lain dengan pil-pil regenerasi yang dibuat oleh para alcemis yang pernah dia kenal.


Beberapa menit kemudian, seluruh luka pangeran Song Yunlei telah benar-benar menghilang dan tanpa berbekas sedikitpun. Darahnya yang hampir habis karena keluar dari tangannya yang terpotong juga seolah telah kembali lagi dan mengalir dengan stabil di dalam tubuhnya.


"Katakan saja apa maumu, dan mengapa kau melakukan ini kepadaku?" tanya pangeran Song Yunlei yang sedikit melunak sekaligus ketakutan di dalam hatinya.


"Cuih! Lebih baik aku mati daripada aku membecokan mengenai strategi mereka!" jawab pangeran Song Yunlei dengan nada membentak dan meludah.


"Oh? Benarkah? Aku akan memegang ucapanmu yang mengatakan lebih baik mati daripada membocorkan strategi," ucap Ling Tian sembari tersenyum dan menatap ke arah Mao An.


"Lakukan saudaraku!" ujarnya lagi sembari tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Mao An dengan senyum menyeringai turun dari melayangnya dan secara perlahan berjalan mendekat ke arah pangeran Song Yunlei.


"Tidak! Jangan mendekat! Ku bilang jangan mendekat!" teriak pangeran Song Yunlei yang tidak ingin merasakan sakit yang mendera kembali di tubuhnya.

__ADS_1


"Tenang saja pangeran manja! Aku akan melakukannya dengan santai dan perlahan!" ujar Mao An yang membuat Ling Tian mengerutkan keningnya karena ucapan tersebut sangatlah ambigu sekali.


'Cih! Sialan kucing jadi-jadian ini! Dia seperti mau ngapain saja!' batinnya mendongkol.


Mao An tidak menggubris teriakan histeris dari pangeran Song Yunlei. Dia tetap berjalan mendekatinya dan sampailah dia tepat di depan sang pangeran dengan jaraknya sekitar 30 cm saja. Mao An kemudian mendekat lagi dan mengangkat tangan mungilnya lalu mengeluarkan cakar yang terlihat sangat tajam dan menempelkannya ke kaki dari sang pangeran yang terselonjor.


Slebb!


Cakar-cakar mungil Mao An segera menancap di kaki sang pangeran kedua yang langsung membuatnya memelototkan mata. Pangeran Song Yunlei mau melototkan mata bukan karena cakar mungil itu menancap di kakinya, akan tetapi karena rasa panas yang luar biasa yang dia rasakan saat ku kuku tersebut mulai masuk mengenai daging dan tulangnya.


"Aaakkkhh.." pangeran Song Yunlei langsung berteriak lagi dengan sekencang-kencangnya dan hal itu membuat Mao An semakin bersemangat untuk mengalirkan elemen api ke dalam kuku-kuku mungilnya.


Ssssrrreeettttt...


Mao An mulai menarik kuku-kukunya yang tertancap di kaki pangeran Song Yunlei secara perlahan sehingga membuat rasa sakit yang sebelumnya dirasakan oleh sang pangeran menjadi berlipat-lipat ganda.


Otot-otot kaki sang pangeran juga langsung putus terkena kuku Mao An yang sangatlah tajam sekali. Dia hanya bisa berteriak saja dan tidak bisa bertindak apa-apa untuk mencegah hal tersebut apalagi untuk melawan. Sungguh tidak dapat dibayangkan betapa sakitnya hal seperti itu dirasakan olehnya.


Setelah sampai di pangkal telapak kaki dari pangeran Song Yunlei, Mao An pun menghentikan pekerjaannya dan menatap ke arah Ling Tian.


"Bagaimana, pangeran? Apa kau masih ingin memilih mati daripada membocorkan strategi peperangan dari pihak aliansi aliran hitam?" tanya Ling Tian dengan santai seolah tidak pernah terjadi suatu hal apapun kepada sang pangeran yang ada di depannya itu.


Sebenarnya Ling Tian bisa saja mengambil cara paksa ingatan dari sang pangeran dengan menggunakan teknik pelahap miliknya. Namun Ling Tian tidak melakukannya karena ingatan-ingatan lain yang tidak berguna yang berupa kejahatan-kejahatan atau hal tidak senonoh yang dimiliki oleh sang pangeran juga pasti akan dia lihat juga.

__ADS_1


__ADS_2