
"En.. Aku juga sedikit merasakannya!" jawab Ling Tian mengangguk.
Mereka berdua berjalan dan mengikuti antrian yang ada. Setelah mendapat pemeriksaan identitas dan membayar dua koin perak masing-masing orang, Ling Tian dan Long Yuan segera memeasuki Ibukota Kekaisaran Wei.
"Waah.. Kota ini benar-benar hidup!" ucap Ling Tian dengan takjub.
Dia dapat menjumpai banyak sekali kultivator-kultivator kuat saling sliweran disana-sini. Ribuan para pedagang juga ikut menjajankan serta meneriakkan dagangannya dipinggir-pinggir jalan, menambah riak keramaian yang ada di Ibukota.
Ibukota Kekaisaran Wei adalah tempat yang sangat ramai dikunjungi karena keindahannya. Disamping itu, di Ibukota juga lah tempat terdamai yang bisa ditemui. Sebab ada larangan keras langsung dari Kaisar Wei saat ini untuk membuat keributan dikotanya. Kaisar Wei memerintahkan agar memberi hukuman seberat-beratnya bagi orang yang berani melanggar peraturannya.
Disini juga ada larangan untuk terbang bagi semua orang yang berada diranah Pendekar Emas keatas tanpa terkecuali. Bahkan jika ada yang berani melanggar akan langsung mendapat hukuman ditempat dengan dilumpuhkan kultivasinya. Sungguh peraturan yang terlalu banyak!
Maka dari itu, terlihat banyak sekali sewaan-sewaan gerbong kereta kuda untuk orang yang malas berjalan kaki.
"Sepertinya saudara Wei sedang mengecek langsung kinerja Kaisar sekarang dan para bawahannya!" ujar Long Yuan yang tidak ditanggapi oleh Ling Tian.
Ling Tian masih saja terlalu fokus pada ketakjubannya tata penataan serta arsitektur bangunan di Ibukota ini.
"Tch! Sial! Aku tidak digubrisnya!" gerutu Long Yuan pelan setelah melirik Ling Tian.
Bruk!
"Aduuh!"
Karena terlalu fokus dalam kekagumannya, Ling Tian sampai-sampai dirinya menabrak wanita bercadar hingga terjatuh. Tentu saja dengan kekuatan fisik yang dimiliki Ling Tian semua orang yang ditabraknya pasti akan jatuh, apalagi hanya seperti wanita didepannya itu. Ling Tian bahkan tidak sengaja pula tangannya menarik cadar itu hingga terlepas.
"Ah! Maafkan aku nona!" ucap Ling Tian dengan tergesa-gesa dan mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri.
Untuk sejenak, wanita itu merasa waktu seperti terhenti atau lebih tepatnya berjalan melambat. Wanita itu menatap takjub sosok pemuda tampan yang ada tepat didepannya.
"Tampannyaaa.." ucap wanita itu pelan dan tidak sengaja.
Baru kali ini dia melihat pemuda setampan dan sesempurna sosok yang didepannya itu. Pandangan matanya tampak berbinar lalu kemudian menjadi sayu karena terpana.
__ADS_1
Wanita muda itu hanya diam melihat pemuda tampan itu mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri. Ucapan yang terlontar dari mulut indah pemuda didepannya terasa begitu manis dirasakan sampai-sampai menembus relung hatinya yang terdalam. Ah.. Menakjubkan dan betapa bahagianya jika memilikinya disisi!
Sementara Ling Tian yang sedari tadi mengulurkan tangannya untuk membantu wanita bercadar berdiri menjadi merasa aneh. Faktanya wanita itu malah hanya terdiam membatu dan memandanginya dengan tatapan yang tak bisa dijelaskan. Ling Tian juga harus mengakui bahwa wanita muda didepannya ini benar-benar cantik jelita. Mungkin jika disejajarkan dengan Ling Lianhua akan setara.
"Nona! Apakah anda tidak apa-apa?" ucap Ling Tian lagi dan bertanya.
Wanita muda itu yang mendapat teguran sekali lagi dari Ling Tian segera kembali kealam sadarnya.
"Ah.. Tidak apa! Aku tidak apa-apa!" jawab wanita tergesa-gesa dengan pipi memerah sembari berdiri sendiri tanpa menyambut tangan Ling Tian.
'Apa yang aku fikirkan?' gumam wanita muda dalam hatinya.
Ling Tian yang melihat itu hanya mengerutkan keningnya lalu bersikap biasa kembali. Dia tersenyum lembut kepada wanita muda didepannya yang tampak tidak biasa.
Dengan cepat pula wanita muda itu membenarkan cadarnya yang terlepas bertujuan agar tidak ada yang melihat dan mengenalinya.
Namun sayang sangat disayangkan hal itu tidak bisa terjadi. Sekeleton prajurit yang sedang berkeliling dan sejak awal melihat kejadian tabrakan Ling Tian dan wanita muda itu segera mengenalinya.
"Tuan Putri!" ucap pemimpin prajurit sambil menundukkan kepala.
Wanita muda itu hanya menghela nafas saat rombongan prajurit itu berlutut didepannya dan memberi hormat. Sungguh ini bukan yang dia inginkan!
Sementara Ling Tian sangat terkejut dengan identitas wanita muda yang tak sengaja dia tabrak. Ternyata wanita muda ini adalah tuan putri! Satu-satunya Tuan Putri Kekaisaran Wei!
Pemimpin prajurit atau komandan itu melihat kearah Ling Tian dan dengan nada membentak dia mengucapkan,
"Segera berlutut dihadapan Tuan Putri!"
Kening Ling Tian mengerut saat mendengar ujaran si Komandan itu. Berlutut? Tentu saja Ling Tian tidak akan setuju! Bahkan dengan Kaisar Dewa sekalipun dia tidak akan mau berlutut kecuali hanya dengan orang tua dan gurunya! Tidak ada alasan untuk Ling Tian berlutut dihadapan wanita muda dihadapannya ini.
"Maaf! Saya tidak bisa!" jawab tegas Ling Tian tanpa ragu.
"Apa kau bilang? Apa kau ingin mendapat hukuman dari Kekaisaran Wei?" geram Komandan prajurit.
__ADS_1
Situasi panas tersebut tentu mengundang banyak orang untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Namun saat mendapati Komandan pasukan kekaisaran berlutut dihadapan seorang wanita bercadar, mereka semua juga dengan cepat mengikutinya dan memberi hormat.
Mereka semua berbisik-bisik pelan setelah memahami permasalahan yang ada, tentang kebodohan Ling Tian yang tidak mau berlutut memberi hormat.
"Siapa pemuda tampan dan sembrono itu? Mengapa dia berani berdiri sejajar dengan Tuan Putri?"
"Aku tak tahu! Dia tampan tapi bodoh dan tidak punya sopan santun!"
"Kamu benar! Dia pasti akan mendapat hukuman dari pihak Kekaisaran Wei!"
Mengetahui situasinya semakin memanas, Tuan Putri Kekaisaran Wei segera melerainya.
"Sudahlah Komandan! Tidak perlu memaksa seseorang untuk menghormatiku! Penghormatan dan ketinggian akan didapat dengan sendirinya jika kita selalu bersifat rendah dan baik kepada semuanya!" ucap wanita muda itu dengan lembut.
"Tapi Tuan Putri.. Dia-" elak sang Komandan.
"Tidak ada tapi-tapian! Baiklah.. Mari kita pergi sekarang! Aku ingin pulang ke istana. Oiya, maaf Tuan Muda! Tadi itu juga salahku yang tidak fokus melihat jalan sehingga tak sengaja menabrak anda.." tutur Tuan Putri masih dengan suara sangat lembutnya.
"Oh.. Iya! Tidak apa-apa Tuan Putri! Aku juga meminta maaf!" jawab Ling Tian sedikit gugup.
Bagaiman tidak? Wanita secantik dan seagung Tuan Putri Kekaisaran memiliki tutur kata yang begitu lembut dan indah. Sifatnya juga sangat menarik dan baik. Dia tidak sombong layaknya para bangsawan pada umumnya. Sial! Ling Tian agak terpesona!
"Baiklah.. Kalau begitu kami pamit dulu!" ujar Tuan Putri sambil memberi kode mengajak para prajurit ikut.
"Oh.. Silahkan Tuan Putri!" jawab Ling Tian ramah dan tersenyum indah sehingga membuat wajah Tuan Putri Kekaisaran Wei itu kembali memerah.
Dengan cepat dia mengalihkan pandamgan karena malu dan pergi meninggalkan Ling Tian seorang diri. Para prajurit segara membuntut dan memberi pengawalan kepada Tuan Putrinya untuk kembali ke Istana Kekaisaran dengan selamat.
Sementara itu Long Yuan yang melihat tontonan didepannya hanya menggelengkan kepala dan bergumam pelan,
'Sungguh drama anak muda jaman sekarang!'
'Eh.. Sial! Tidak! Aku juga masih muda!'
__ADS_1